Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu

"Wangye, anda tunggu di sini. Saya akan keluar mencari--" Saat Huang Mingxiang hendak berdiri dan berbalik ke arah pintu keluar, Xiao Muqing menahan lengan kanan Huang Mingxiang menggunakan tangan satunya yang tidak terluka.

"Tidak perlu," ujar Xiao Muqing, mata biru dinginnya menatap mata hitam hangat milik Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Mengapa tidak? Tangan anda berdarah, saya takut akan terjadi infeksi."

Xiao Muqing menggeleng. "Hanya luka kecil."

"Ini bukan luka kecil, Wangye," balas Huang Mingxiang, dia khawatir bercampur kesal karena Xiao Muqing susah sekali dinasehati seperti anak kecil.

"Kamu berani memerintah benwang?" Xiao Muqing mengerutkan keningnya, dia heran mengapa Huang Mingxiang sangat bersikukuh.

Huang Mingxiang menggeleng. "Wangye, bukan memerintah. Mingxiang hanya mengkhawatirkan anda."

"Kalau begitu obati benwang dengan tanganmu sendiri, tidak perlu memanggil tabib. Ini hanya ... akh--!" Denyut nyeri di kaki Xiao Muqing kembali muncul, membuat Huang Mingxiang semakin mengerutkan keningnya dalam.

Baiklah ... sepertinya jika dia membujuk Xiao Muqing sampai kiamat pun pria itu tidak akan berubah pikiran dan menurut padanya.

Huang Mingxiang menelusuri seluruh ruangan Xiao Muqing, dia tidak menemukan kain bersih. Melihat ke bajunya, Huang Mingxiang dengan cepat menyobek paksa kain hanfu-nya.

Srak!

Huang Mingxiang dengan lembut mengelap darah Xiao Muqing, kemudian tangannya gesit mengambil perban yang ada di kotak obat. Sebelum benar-benar dibalut, Huang Mingxiang menaburkan obat bubuk pereda rasa nyeri. Selesai melilitkan perban di tangan Xiao Muqing, wanita itu beralih menatap kaki suaminya.

"Wangye, kaki anda--"

"Lakukan semaumu," potong Xiao Muqing.

Huang Mingxiang tersenyum tipis, dia lega karena akhirnya Xiao Muqing berhasil dibujuk. Huang Mingxiang perlahan naik ke tempat tidur Xiao Muqing, wanita itu duduk di sisi kosong Xiao Muqing.

Dengan hati-hati, Huang Mingxiang menyingkap selimut yang menutupi kaki Xiao Muqing. Wanita itu mulai menuangkan minyak pijat di telapak tangannya, lalu membalurkan minyak tersebut ke atas kaki Xiao Muqing.

Huang Mingxiang memijat kaki Xiao Muqing, gerakannya sangat hati-hati. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertamanya. Huang Mingxiang adalah seorang nona bangsawan, dia tidak pernah melakukan hal seperti ini untuk orang lain.

"Wangye, jika anda merasa kurang nyaman, tolong katakan," ujar Huang Mingxiang, khawatir Xiao Muqing merasa semakin tidak nyaman karena pijatannya.

"Kau baru pertama kali memijat orang?" tanya Xiao Muqing tiba-tiba, membuat Huang Mingxiang mengangguk malu. Apakah kemampuannya seburuk itu sampai Xiao Muqing menyadarinya?

"Apa rasa pijatannya tidak terlalu--" Belum selesai Huang Mingxiang bicara, Xiao Muqing sudah memotong cepat.

"Tidak buruk, itu mengurangi rasa sakitnya."

Mendengar pujian Xiao Muqing, semangat Huang Mingxiang bertambah. Rasa tidak percaya dirinya lenyap, dia senang.

Tak lama, tiba-tiba pintu kamar Xiao Muqing diketuk seseorang dari luar.

"Wangye, Gu Sinjie izin menghadap."

Suara Gu Sinjie terdengar dari luar, Xiao Muqing yang mendengar ini pun menjawab singkat, mengizinkan Gu Sinjie masuk.

Begitu Gu Sinjie masuk, pria itu terkejut ketika melihat Huang Mingxiang tenaga duduk di atas kasur Xiao Muqing sambil memijat kaki atasannya. Gu Sinjie dengan cepat menunduk canggung, dia merasa telah mengacaukan sesuatu.

"Ada apa?" tanya Xiao Muqing dengan nada dingin yang mengintimidasi.

Gu Sinjie tersadar, kemudian dia kembali menegakkan badannya dan membungkuk. "Yang mulia, saat berada di markas militer, Kasim pribadi Kaisar datang menemui bawahan ini untuk menyampaikan undangan kepada anda. Undangan terkait pesta penyambutan dan pengenalan selir Guifei baru Kekaisaran."

Huang Mingxiang yang mendengar ini mendadak mendinginkan pandangan matanya, tangannya terus memijat kaki Xiao Muqing namun isi kepalanya entah ke mana.

Selir Guifei baru Kekaisaran, salah satunya pasti Huang Liyue.

"Orang-orang Istana selain semak seenaknya, mereka juga keras kepala," jawab Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang menatapnya. Sepertinya Xiao Muqing memiliki kebencian besar terhadap orang-orang Istana Kekaisaran.

Huang Mingxiang menoleh, menatap Gu Sinjie dan bertanya,"Mengapa Kasim Kaisar harus menemui anda untuk menyampaikan pesan dari pada langsung menuju Xiao Wangfu bertemu Wangye?"

Gu Sinjie tersenyum tipis mendengar pertanyaan Huang Mingxiang. "Itu karena Kasim Kaisar tahu bahwa Wangye tidak akan menerima kedatangannya. Terakhir kali perwakilan istana datang kemari, Wangye mengusir mereka."

Huang Mingxiang membelalakkan matanya. Xiao Muqing mengusir seorang kasim Kaisar yang ingin menyampaikan mandat? Gila! Ini bisa dikatakan sebagai penghinaan terhadap Kaisar, namun Xiao Muqing sepertinya terlihat biasa-biasa saja ....

"Tolak undangannya, tetapi jika kau mau mengunjungi Istana untuk mewakili Xiao Wangfu, bukan masalah." Di akhir kalimatnya, Xiao Muqing melirik Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang yang mendengar ini segera merenung, dia sedang mengukur keuntungan dan kerugian jika dia tampil ke permukaan sekarang. Saat ini dia belum mendapatkan bantuan Xiao Muqing dengan pasti, lalu rumor tak sedap mengenai dirinya juga masih ramai diperbincangkan. Huang Mingxiang belum mempunyai perisai pasti.

Xiao Muqing yang melihat Huang Mingxiang diam menaikkan alis kirinya, jarang sekali wanita itu nampak menjadi pendiam seperti ini.

"Ada apa? Kau sedih karena gagal di pemilihan itu dan justru malah berakhir di Xiao Wangfu?" ujar Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang kembali tersadar dari lamunannya.

Huang Mingxiang menghela napas tipis. Xiao Muqing terlalu banyak mengucapkan kalimat seperti itu, seperti menunjukkan dirinya dan Xiao Wangfu bukan tempat yang baik untuknya.

"Bukan seperti itu, bagaimana mungkin Mingxiang berani berpikir demikian?" balas Huang Mingxiang.

Xiao Muqing tersenyum tipis. "Hanya kau satu-satunya yang berpikir seperti itu di saat semua orang menganggap Xiao Wangfu adalah kesialan sehingga tidak ada yang berani mendekat."

Huang Mingxiang tersenyum tipis, dia bingung mau menjawab apa lagi. Xiao Muqing tidak bisa ditenangkan hanya dengan kata-kata manis.

"Wangye, Wangfei. Jika bawahan ini boleh bicara, bawahan ini ingin menyampaikan pendapat." Gu Sinjie kembali berbicara, membuat Huang Mingxiang dan Xiao Muqing kembali fokus padanya.

"Katakan," jawab Xiao Muqing singkat.

"Menurut bawahan ini, Wangfei lebih baik datang mewakili Xiao Wangfu. Sebelumnya mohon maaf jika saya berkata dengan lancang dan cenderung mencampuri masalah pribadi kedua yang mulia. Tetapi--" Saat Gu Sinjie masih sibuk berbasa-basi karena segan untuk menyampaikan pendapatnya, Xiao Muqing dengan cepat memotong. "Langsung ke intinya, Sinjie."

Suara Gu Sinjie tercekat di tenggorokan, bibirnya tersenyum canggung. Gu Sinjie terbatuk pelan, lalu berkata,"Sesuai dengan janji Wangfei kepada Wangye, Wangfei akan menjadikan Xiao Wangfu sejahtera dan mengembalikan segala sesuatu yang sebelumnya telah lama hilang dari Wangye. Jadi, menurut bawahan ini, bukan ide yang buruk jika Wangfei muncul ke permukaan mewakili Xiao Wangfu. Wangfei datang bukan hanya sebagai dirinya saja, tetapi juga sebagai permaisuri Wangye. Dengan kesempatan ini, Wangfei bisa menggunakan hal ini untuk membuat 'sesuatu'."

Huang Mingxiang mengangguk singkat, dia mengerti apa yang dikatakan oleh Gu Sinjie, namun bukan itu saja yang hanya dipikirannya. Untuk membuat 'sesuatu' itu, Huang Mingxiang membutuhkan perisai untuk melindunginya.

Xiao Muqing tersenyum samar, dia seperti bisa membaca pikiran seseorang, hanya dengan melihat raut wajah Huang Mingxiang, pria itu tahu jelas apa yang sedang dikhawatirkan oleh Huang Mingxiang. Xiao Muqing memejamkan matanya, bersandar pada papan kasur miliknya sambil berkata,"Walaupun Xiao Wangfu kini dipandang sebelah mata oleh orang-orang sekitar, namun hanya orang terpilih lah yang dapat tinggal di sini. Tunjukkan nilai lebihmu jika sendirian di 'alam liar'."

Dengan kalimat yang dilontarkan oleh Xiao Muqing, Huang Mingxiang langsung paham betul. Pria itu tidak akan memberikan bantuan atau perlindungan apa pun pada dirinya sebelum benar-benar menunjukkan bahwa dia memang layak menjadi bagian dari Xiao Wangfu.

Huang Mingxiang menghentikan aktivitas memijitnya dari kaki Xiao Muqing, mengambil napas dalam sejenak. Dia berdebat dengan dirinya sendiri di dalam hati, hal ini pun membuat Xiao Muqing dan Gu Sinjie saling tatap dengan arti tersirat.

Tak lama kemudian, Huang Mingxiang membuka matanya kembali dan menatap Xiao Muqing mantap. "Aku akan ke sana untuk mewakili Xiao Wangfu. Mingxiang berjanji tidak akan mempermalukan nama Wangye dan Xiao Wangfu."

Xiao Muqing mengangguk singkat, tidak ada reaksi lebih dari pria itu. Sementara Gu Sinjie, pria itu tersenyum lebar. Senang.

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

mantap👍👍👍

2023-04-05

1

Shai'er

Shai'er

setuju 👍👍👍

2023-04-05

0

Shai'er

Shai'er

suudzon lagi 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2023-04-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!