"Wangye, anda tunggu di sini. Saya akan keluar mencari--" Saat Huang Mingxiang hendak berdiri dan berbalik ke arah pintu keluar, Xiao Muqing menahan lengan kanan Huang Mingxiang menggunakan tangan satunya yang tidak terluka.
"Tidak perlu," ujar Xiao Muqing, mata biru dinginnya menatap mata hitam hangat milik Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Mengapa tidak? Tangan anda berdarah, saya takut akan terjadi infeksi."
Xiao Muqing menggeleng. "Hanya luka kecil."
"Ini bukan luka kecil, Wangye," balas Huang Mingxiang, dia khawatir bercampur kesal karena Xiao Muqing susah sekali dinasehati seperti anak kecil.
"Kamu berani memerintah benwang?" Xiao Muqing mengerutkan keningnya, dia heran mengapa Huang Mingxiang sangat bersikukuh.
Huang Mingxiang menggeleng. "Wangye, bukan memerintah. Mingxiang hanya mengkhawatirkan anda."
"Kalau begitu obati benwang dengan tanganmu sendiri, tidak perlu memanggil tabib. Ini hanya ... akh--!" Denyut nyeri di kaki Xiao Muqing kembali muncul, membuat Huang Mingxiang semakin mengerutkan keningnya dalam.
Baiklah ... sepertinya jika dia membujuk Xiao Muqing sampai kiamat pun pria itu tidak akan berubah pikiran dan menurut padanya.
Huang Mingxiang menelusuri seluruh ruangan Xiao Muqing, dia tidak menemukan kain bersih. Melihat ke bajunya, Huang Mingxiang dengan cepat menyobek paksa kain hanfu-nya.
Srak!
Huang Mingxiang dengan lembut mengelap darah Xiao Muqing, kemudian tangannya gesit mengambil perban yang ada di kotak obat. Sebelum benar-benar dibalut, Huang Mingxiang menaburkan obat bubuk pereda rasa nyeri. Selesai melilitkan perban di tangan Xiao Muqing, wanita itu beralih menatap kaki suaminya.
"Wangye, kaki anda--"
"Lakukan semaumu," potong Xiao Muqing.
Huang Mingxiang tersenyum tipis, dia lega karena akhirnya Xiao Muqing berhasil dibujuk. Huang Mingxiang perlahan naik ke tempat tidur Xiao Muqing, wanita itu duduk di sisi kosong Xiao Muqing.
Dengan hati-hati, Huang Mingxiang menyingkap selimut yang menutupi kaki Xiao Muqing. Wanita itu mulai menuangkan minyak pijat di telapak tangannya, lalu membalurkan minyak tersebut ke atas kaki Xiao Muqing.
Huang Mingxiang memijat kaki Xiao Muqing, gerakannya sangat hati-hati. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertamanya. Huang Mingxiang adalah seorang nona bangsawan, dia tidak pernah melakukan hal seperti ini untuk orang lain.
"Wangye, jika anda merasa kurang nyaman, tolong katakan," ujar Huang Mingxiang, khawatir Xiao Muqing merasa semakin tidak nyaman karena pijatannya.
"Kau baru pertama kali memijat orang?" tanya Xiao Muqing tiba-tiba, membuat Huang Mingxiang mengangguk malu. Apakah kemampuannya seburuk itu sampai Xiao Muqing menyadarinya?
"Apa rasa pijatannya tidak terlalu--" Belum selesai Huang Mingxiang bicara, Xiao Muqing sudah memotong cepat.
"Tidak buruk, itu mengurangi rasa sakitnya."
Mendengar pujian Xiao Muqing, semangat Huang Mingxiang bertambah. Rasa tidak percaya dirinya lenyap, dia senang.
Tak lama, tiba-tiba pintu kamar Xiao Muqing diketuk seseorang dari luar.
"Wangye, Gu Sinjie izin menghadap."
Suara Gu Sinjie terdengar dari luar, Xiao Muqing yang mendengar ini pun menjawab singkat, mengizinkan Gu Sinjie masuk.
Begitu Gu Sinjie masuk, pria itu terkejut ketika melihat Huang Mingxiang tenaga duduk di atas kasur Xiao Muqing sambil memijat kaki atasannya. Gu Sinjie dengan cepat menunduk canggung, dia merasa telah mengacaukan sesuatu.
"Ada apa?" tanya Xiao Muqing dengan nada dingin yang mengintimidasi.
Gu Sinjie tersadar, kemudian dia kembali menegakkan badannya dan membungkuk. "Yang mulia, saat berada di markas militer, Kasim pribadi Kaisar datang menemui bawahan ini untuk menyampaikan undangan kepada anda. Undangan terkait pesta penyambutan dan pengenalan selir Guifei baru Kekaisaran."
Huang Mingxiang yang mendengar ini mendadak mendinginkan pandangan matanya, tangannya terus memijat kaki Xiao Muqing namun isi kepalanya entah ke mana.
Selir Guifei baru Kekaisaran, salah satunya pasti Huang Liyue.
"Orang-orang Istana selain semak seenaknya, mereka juga keras kepala," jawab Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang menatapnya. Sepertinya Xiao Muqing memiliki kebencian besar terhadap orang-orang Istana Kekaisaran.
Huang Mingxiang menoleh, menatap Gu Sinjie dan bertanya,"Mengapa Kasim Kaisar harus menemui anda untuk menyampaikan pesan dari pada langsung menuju Xiao Wangfu bertemu Wangye?"
Gu Sinjie tersenyum tipis mendengar pertanyaan Huang Mingxiang. "Itu karena Kasim Kaisar tahu bahwa Wangye tidak akan menerima kedatangannya. Terakhir kali perwakilan istana datang kemari, Wangye mengusir mereka."
Huang Mingxiang membelalakkan matanya. Xiao Muqing mengusir seorang kasim Kaisar yang ingin menyampaikan mandat? Gila! Ini bisa dikatakan sebagai penghinaan terhadap Kaisar, namun Xiao Muqing sepertinya terlihat biasa-biasa saja ....
"Tolak undangannya, tetapi jika kau mau mengunjungi Istana untuk mewakili Xiao Wangfu, bukan masalah." Di akhir kalimatnya, Xiao Muqing melirik Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang yang mendengar ini segera merenung, dia sedang mengukur keuntungan dan kerugian jika dia tampil ke permukaan sekarang. Saat ini dia belum mendapatkan bantuan Xiao Muqing dengan pasti, lalu rumor tak sedap mengenai dirinya juga masih ramai diperbincangkan. Huang Mingxiang belum mempunyai perisai pasti.
Xiao Muqing yang melihat Huang Mingxiang diam menaikkan alis kirinya, jarang sekali wanita itu nampak menjadi pendiam seperti ini.
"Ada apa? Kau sedih karena gagal di pemilihan itu dan justru malah berakhir di Xiao Wangfu?" ujar Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang kembali tersadar dari lamunannya.
Huang Mingxiang menghela napas tipis. Xiao Muqing terlalu banyak mengucapkan kalimat seperti itu, seperti menunjukkan dirinya dan Xiao Wangfu bukan tempat yang baik untuknya.
"Bukan seperti itu, bagaimana mungkin Mingxiang berani berpikir demikian?" balas Huang Mingxiang.
Xiao Muqing tersenyum tipis. "Hanya kau satu-satunya yang berpikir seperti itu di saat semua orang menganggap Xiao Wangfu adalah kesialan sehingga tidak ada yang berani mendekat."
Huang Mingxiang tersenyum tipis, dia bingung mau menjawab apa lagi. Xiao Muqing tidak bisa ditenangkan hanya dengan kata-kata manis.
"Wangye, Wangfei. Jika bawahan ini boleh bicara, bawahan ini ingin menyampaikan pendapat." Gu Sinjie kembali berbicara, membuat Huang Mingxiang dan Xiao Muqing kembali fokus padanya.
"Katakan," jawab Xiao Muqing singkat.
"Menurut bawahan ini, Wangfei lebih baik datang mewakili Xiao Wangfu. Sebelumnya mohon maaf jika saya berkata dengan lancang dan cenderung mencampuri masalah pribadi kedua yang mulia. Tetapi--" Saat Gu Sinjie masih sibuk berbasa-basi karena segan untuk menyampaikan pendapatnya, Xiao Muqing dengan cepat memotong. "Langsung ke intinya, Sinjie."
Suara Gu Sinjie tercekat di tenggorokan, bibirnya tersenyum canggung. Gu Sinjie terbatuk pelan, lalu berkata,"Sesuai dengan janji Wangfei kepada Wangye, Wangfei akan menjadikan Xiao Wangfu sejahtera dan mengembalikan segala sesuatu yang sebelumnya telah lama hilang dari Wangye. Jadi, menurut bawahan ini, bukan ide yang buruk jika Wangfei muncul ke permukaan mewakili Xiao Wangfu. Wangfei datang bukan hanya sebagai dirinya saja, tetapi juga sebagai permaisuri Wangye. Dengan kesempatan ini, Wangfei bisa menggunakan hal ini untuk membuat 'sesuatu'."
Huang Mingxiang mengangguk singkat, dia mengerti apa yang dikatakan oleh Gu Sinjie, namun bukan itu saja yang hanya dipikirannya. Untuk membuat 'sesuatu' itu, Huang Mingxiang membutuhkan perisai untuk melindunginya.
Xiao Muqing tersenyum samar, dia seperti bisa membaca pikiran seseorang, hanya dengan melihat raut wajah Huang Mingxiang, pria itu tahu jelas apa yang sedang dikhawatirkan oleh Huang Mingxiang. Xiao Muqing memejamkan matanya, bersandar pada papan kasur miliknya sambil berkata,"Walaupun Xiao Wangfu kini dipandang sebelah mata oleh orang-orang sekitar, namun hanya orang terpilih lah yang dapat tinggal di sini. Tunjukkan nilai lebihmu jika sendirian di 'alam liar'."
Dengan kalimat yang dilontarkan oleh Xiao Muqing, Huang Mingxiang langsung paham betul. Pria itu tidak akan memberikan bantuan atau perlindungan apa pun pada dirinya sebelum benar-benar menunjukkan bahwa dia memang layak menjadi bagian dari Xiao Wangfu.
Huang Mingxiang menghentikan aktivitas memijitnya dari kaki Xiao Muqing, mengambil napas dalam sejenak. Dia berdebat dengan dirinya sendiri di dalam hati, hal ini pun membuat Xiao Muqing dan Gu Sinjie saling tatap dengan arti tersirat.
Tak lama kemudian, Huang Mingxiang membuka matanya kembali dan menatap Xiao Muqing mantap. "Aku akan ke sana untuk mewakili Xiao Wangfu. Mingxiang berjanji tidak akan mempermalukan nama Wangye dan Xiao Wangfu."
Xiao Muqing mengangguk singkat, tidak ada reaksi lebih dari pria itu. Sementara Gu Sinjie, pria itu tersenyum lebar. Senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Shai'er
mantap👍👍👍
2023-04-05
1
Shai'er
setuju 👍👍👍
2023-04-05
0
Shai'er
suudzon lagi 🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2023-04-05
0