Bab 14. Rong Wangxia

Huang Mingxiang masih belum bisa berpikir jernih. Siapa pria yang merangkul pinggangnya ini? Dia tiba-tiba ditarik naik ke atas kuda dan dibawa menjauh dari para pembunuh itu.

Saat kuda itu terus melaju menjauh, Huang Mingxiang melihat pria berambut perak itu menoleh ke belakang. Bibirnya terlihat menyunggingkan senyum setelah memastikan para pembunuh itu gagal mengejar mereka.

Pria itu mulai mengerutkan keningnya saat merasakan Huang Mingxiang mulai memberontak dari pelukannya. Dia segera menghentikan laju kudanya, tak lama Huang Mingxiang melompat turun.

"Siapa kau?" tanya Huang Mingxiang, keningnya mengerut dalam. Dia tidak terbiasa berada di pelukan sembarang laki-laki. Xiao Muqing suaminya saja belum pernah memeluknya, tetapi pria entah siapa namanya ini berani melakukan hal itu. Jika pria itu adalah penduduk asli kekaisaran Timur, seharusnya dia mengenali Huang Mingxiang.

Pria itu menaikkan alis kirinya. "Justru seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Siapa nama anda, Gunniang? Sehingga para pembunuh itu mengejar anda."

Ah ... Benar. Pria itu memang tidak mengenal Huang Mingxiang, sepertinya dia adalah orang asing.

"Itu adalah bisnis milik saya, Tuan. Maaf, saya tidak bisa memberitahukan anda jawabannya. Tetapi terima kasih karena anda telah menolong saya," jawab Huang Mingxiang.

Pria itu mengangguk. "Dilihat dari pakaian mereka, mereka sepertinya pembunuh kelas kakap. Mereka seharusnya disewa oleh orang-orang kaya, wajar jika saya penasaran dengan apa yang anda miliki sehingga orang-orang kaya itu sampai menyewa pembunuh bayaran."

Huang Mingxiang tersenyum tipis, kepalanya menggeleng pelan. "Saya tidak memiliki sesuatu yang berharga, anda tidak perlu penasaran. Tetapi, selain anda yang penasaran, saya juga demikian. Siapa anda? Mengapa tiba-tiba menolong saya?"

Pria berambut perak itu bergegas turun dari kuda, lalu melemparkan senyum lembut ke arah Huang Mingxiang. Rambut panjang berwarna perak milik pria itu berkibar indah karena terpaan angin.

"Nama saya Rong Wangxia, kebetulan saya baru kembali dari negara Barat dan melihat anda diserang oleh para pembunuh, untuk menolong anda mengapa tidak? Itu sebuah kebajikan." Rong Wangxia menyebutkan namanya, membuat Huang Mingxiang tertegun. Tunggu ... marga Rong? Dan ... siapa nama lengkapnya? Rong Wangxia?!

Rong Wangxia, pria itu adalah pewaris tunggal keluarga Rong yang melakukan pendidikan di negara Barat. Kepulangannya ke Timur hanya dua tahun sekali, membuat dirinya jarang dikenali secara fisik, hanya sebatas nama. Tetapi walaupun demikian, kabar mengenai wajahnya yang tampan dan warna rambut pria itu yang indah seperti salju tetap menjadi topik favorit para gadis-gadis.

"Rong? Berarti anda adalah kerabat Huanghou?" tanya Huang Mingxiang.

Rong Wangxia tertegun, dia tidak menyangka bahwa Huang Mingxiang mengetahui ini. Dia kita Huang Mingxiang hanya seorang gadis biasa, tidak mengenal marga-marga para bangsawan. Mendengar ini, Rong Wangxia menyadari bahwa sepertinya Huang Mingxiang juga seorang bangsawan.

Rong Wangxia tersenyum, kepalanya mengangguk lembut. "Benar, saya adalah adik laki-laki Huanghou."

Mendengar jawaban Rong Wangxia, Huang Mingxiang menghela napas. Takdir macam apa ini? Dia diincar pembunuh yang dikirim oleh orang-orang yang tidak senang akan kehadirannya, Huanghou adalah kemungkinan salah satu dari mereka. Tetapi, kini dia ditolong oleh adik musuhnya sendiri?

Melihat Huang Mingxiang menghela napas dengan berat, Rong Wangxia bingung. Ada apa? Apa menjadi adik laki-laki dari seorang Huanghou adalah sebuah keanehan sekarang? Ini reaksi yang tidak pernah dia temukan, karena biasanya orang-orang akan langsung terkejut dan berusaha mendekatinya dengan maksud tertentu.

Tak lama kemudian, dari kejauhan terdengar derap langkah kaki kuda. Rong Wangxia mengesampingkan pikirannya yang barusan, beralih membalik badannya dan menatap penuh waspada ke arah gerombolan kuda yang mendekat.

"Gunniang, mohon tetap di belakang saya."

"Tidak perlu."

"Eh?"

Rong Wangxia menoleh, terkejut. Pasalnya Huang Mingxiang langsung berjalan maju, keluar dari perlindungannya.

Huang Mingxiang, wanita itu hanya memasang raut wajah acuh tak acuh sambil berkata,"Tuan muda Rong, sebaiknya anda kembali ke rumah dan beristirahat. Gunakan ilmu yang kau pelajari di dunia barat dengan baik di sini."

"Wangfei!!" Suara Su Mama berteriak memanggilnya terdengar, para pasukan yang dipimpin oleh Gu Sinjie itu mulai semakin dekat.

Su Mama segera bersimpuh di tanah, menggenggam kedua tangan Huang Mingxiang dan menangis. Dia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Dewa.

Gu Sinjie turun dari kuda, kemudian menarik pedangnya dan berdiri di hadapan Huang Mingxiang, lalu menatap tajam Rong Xuan.

"Turunkan pedang anda, Tuan Gu. Dia orang yang menolong saya," ujar Huang Mingxiang, menghentikan kesalahpahaman Gu Sinjie.

Gu Sinjie dengan cepat mengangguk, kemudian memasukkan kembali pedangnya. Gu Sinjie lalu membungkuk ke arah Rong Wangxia. "Terima kasih banyak, Tuan. Pihak Xiao Wangfu pasti akan membalas kebaikan Tuan."

"Xiao Wangfu?" tanya Rong Wangxia, terkejut.

Gu Sinjie mengerutkan keningnya, kemudian mengangguk singkat. "Benar, Xiao Wangfu. Karena anda telah menyelamatkan Wangfei kami, maka pasti kami akan memberikan--" Belum selesai Gu Sinjie bicara, Rong Wangxia memotong dengan nada berseru tertahan.

"Xiao Wangfei??" Mata Rong Wangxia bergeser ke arah Huang Mingxiang. Huang Mingxiang yang ditatap oleh mata Rong Wangxia hanya memasang raut wajah acuh tak acuh.

Gu Sinjie menatap aneh ke arah Rong Wangxia, pria itu kini memilih untuk mengabaikan Rong Wangxia dan beralih membalikkan badannya untuk melihat Huang Mingxiang. Gu Sinjie membungkuk ke arah Huang Mingxiang. "Salam Wangfei, maafkan bawahan ini karena telat menolong anda."

Huang Mingxiang mengangguk singkat. "Tidak masalah, Tuan Gu. Lebih baik ayo kita kembali, sebentar lagi langit akan menjadi gelap, semakin berbahaya."

Gu Sinjie balas mengangguk juga, kemudian berjalan membukakan pintu kereta kuda untuk Huang Mingxiang.

Penampilan Huang Mingxiang sudah sangat berantakan. Kain hanfu yang kotor, sanggul rambut yang berantakan, serta ada beberapa perhiasannya yang hilang. Salah satu tusuk rambut emas miliknya hilang, tetapi tidak mungkin Huang Mingxiang memaksa mencari tusuk rambut itu di situasi seperti ini. Dia lebih memilih mengikhlaskan tusuk rambut tersebut.

Saat Huang Mingxiang telah masuk ke dalam kereta kuda, Gu Sinjie menutup rapat pintunya, setelah itu berjalan ke arah Rong Wangxia dan bertanya,"Jika saya boleh tahu, siapa nama anda, Tuan? Agar Xiao Wangfu dapat mengirim imbalannya ke kediaman anda."

Rong Wangxia menggelengkan kepalanya, bibir pria itu tersenyum canggung sambil meletakkan kedua tangannya di belakang punggung. "Tidak perlu, saya tulus menolong Xiao Wangfei."

Gu Sinjie mengangguk, bibirnya pun sedikit tersenyum. Ternyata pria di hadapannya ini tidak terlalu aneh. "Ah ... seperti itu, baiklah. Tetapi, bolehkah saya tahu nama anda? Agar saya dapat memberitahukan ini kepada atasan saya, Xiao Wangye."

Saat mendengar gelar Xiao Muqing disebut, pria itu langsung teringat kepada pria itu. Dua tahun lalu saat dia kembali kemari, berita mengenai perseteruan Xiao Muqing dengan Kaisar cukup terasa sengit. Dia sesekali ikut dalam menghadiri pertemuan para pejabat kekaisaran, di sana dia melihat pejabat-pejabat itu terbelah menjadi dua kubu. Kaisar dan Xiao Wangye. Xiao Muqing, walaupun pria itu telah lumpuh saat mempertahankan pasukannya, tetapi aura penekanan serta wibawa seorang pemimpinnya tidak pernah luntur. Tiga bulan kemudian, masalah itu selesai. Sampai di situ, Rong Wangxia tidak tahu menahu lagi mengenai masalah tersebut, karena dirinya harus segera kembali ke negara Barat.

"Tentu. Nama saya Rong Wangxia," jawab Rong Wangxia.

Gu Sinjie yang mendengar nama Rong Wangxia pun sedikit terkejut, kemudian mengangguk singkat. "Oh ... ternyata anda adalah Tuan muda Rong sekaligus adik laki-laki Huanghou. Terima kasih banyak, Tuan muda Rong."

Rong Wangxia tertawa tipis. "Benar, tidak masalah Tuan Gu."

Gu Sinjie membungkuk ke arah Rong Wangxia untuk pamit, karena langit sudah semakin gelap. "Kalau begitu, saya pamit undur diri, Tuan Muda Rong. Sekali lagi terima kasih karena telah menolong Wangfei kami, dan ... hati-hati di jalan menuju kediaman anda."

Rong Wangxia sekali lagi mengangguk dan tersenyum. Setelah Gu Sinjie dan rombongannya pergi membawa Huang Mingxiang, pria itu menatap ke arah kereta kuda Huang Mingxiang. Tangan kanan yang sedari tadi dia sembunyikan di belakang punggungnya, kini telah ia keluarkan kembali. Kini di telapak tangannya terdapat tusuk rambut emas milik Huang Mingxiang, bibirnya tersenyum tipis menatap tusuk rambut itu.

"Sayang sekali, seorang Wangfei."

"Tetapi, tidak masalah jika kita bertemu kembali, bukan? Kita harus bertemu kembali karena anda harus mengambil tusuk rambut ini," sambung Rong Wangxia, matanya menatap dalam tusuk rambut itu.

"Jingchuan." Rong Wangxia memanggil bawahannya, lalu seketika pria dengan pakaian berwarna hijau tua itu muncul di hadapan Rong Wangxia.

"Saya, Tuan muda."

Rong Wangxia memasukkan tusuk rambut itu ke dalam pakaiannya sambil berkata,"Selidiki mengapa wanita itu diincar oleh pembunuh bayaran, karena ada kemungkinan yang menyewa mereka adalah Jiejie-ku."

"Baik, Tuan muda."

"Ya, kalau begitu aku akan bergegas menuju Istana untuk menemui Jiejie. Langit sudah semakin gelap." Rong Wangxia menaiki kudanya kembali, setelah itu melaju cepat meninggalkan bawahannya. Dia akan menemui Rong Xuan, kakak perempuannya yang kini kerap disapa 'Huanghou'.

Terpopuler

Comments

Onyah Nie

Onyah Nie

jgn smpe jtuh cinta sma huang ya.. bhya
ayo paman kaisar sehat lah
hncurkan orng2

2023-04-15

1

Shai'er

Shai'er

maksud lo apaan🤨🤨🤨

2023-04-05

0

Shai'er

Shai'er

lha.... ganteng-ganteng kok tukang ngutil Bang 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2023-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!