Huang Mingxiang bernapas lega kala kakinya telah kembali menginjakkan kaki di Xiao Wangfu, tanpa aba-aba, dia bergegas menemui Xiao Muqing. Meninggalkan Su Mama dan Gu Sinjie begitu saja.
Su Mama dan Gu Sinjie yang mengerti pun tidak mencampuri urusan Huang Mingxiang dan Xiao Muqing, mereka berdua kembali pada tugas masing-masing, sementara Su Mama beristirahat, dia sangat lelah. Di tubuhnya yang tidak lagi muda ini, dia harus menghadapi tiga orang pembunuh sekaligus, itu tentu sangat merepotkan.
Huang Mingxiang masuk tanpa mengetuk, matanya segera melihat sosok Xiao Muqing yang tengah duduk di atas kasur seperti langit petang biasanya.
Xiao Muqing menatap penampilan Huang Mingxiang yang kacau, pria itu mengerutkan keningnya dan berkata,"Perbaiki dulu penampilanmu sebelum menemui benwang."
Huang Mingxiang mendengus kesal, dia sudah menghadapi Rong Xuan dan Huang Liyue yang menyebalkan, lalu merombak Chuan Wuqi, setelah itu berhadapan dengan tiga pembunuh sekaligus, tetapi sekarang Xiao Muqing, pria itu malah lebih mempedulikan penampilan dirinya dari pada kondisinya.
"Tolong maafkan ketidaksopanan Mingxiang, Wangye. Tetapi untuk sekarang, bisakah kita mengesampingkan hal itu terlebih dahulu?" ujar Huang Mingxiang, bibirnya tetap tersenyum ke arah Xiao Muqing walaupun sebenarnya tangannya gatal ingin menjambak rambut hitam indah pria itu.
Xiao Muqing yang melihat senyum terpaksa dari wajah Huang Mingxiang tanpa sadar tersenyum samar, diam-diam dia merasa senang jika menjahili Huang Mingxiang.
"Katakan," ucap Xiao Muqing, kemudian memejamkan matanya, namun kupingnya tetap setia mendengarkan ocehan Huang Mingxiang nantinya.
Huang Mingxiang berjalan mendekat ke arah kasur Xiao Muqing, kemudian menyingkap tirai kelambu putih milik Xiao Muqing. Wanita itu kini dapat melihat sosok Xiao Muqing dengan jelas, Huang Mingxiang duduk di lantai, tangannya bersandar pada papan tempat tidur Xiao Muqing. Seketika, sosok angkuh yang sebelumnya dia tampilkan di hadapan Xiao Muqing menghilang. Kini Huang Mingxiang terlihat seperti anak kecil yang memohon dibelikan manisan.
"Wangye, sesuai yang anda tahu. Hari ini saya sudah banyak melakukan banyak hal," ucap Huang Mingxiang.
"Hal apa?" tanya Xiao Muqing, walaupun dia sudah tahu dengan lengkap apa-apa saja yang telah Huang Mingxiang lakukan.
Huang Mingxiang sedikit menarik kecil kain baju Xiao Muqing, lalu menjawab,"Saya menggertak para orang-orang Istana yang angkuh terhadap anda, menyadarkan mereka kembali tentang siapa anda dan kehadiran anda masih kuat di kekaisaran ini. Lalu, saya juga sudah menyingkirkan Han Hutou serta pegawai Chuan Wuqi yang berhati busuk lainnya. Saya juga ... sudah berhasil lolos dari pembunuh bayaran, hal ini membuktikan bahwa saya adalah wanita berpotensi yang tidak akan merepotkan Wangye."
Xiao Muqing menarik lengan bajunya yang ditarik kecil oleh Huang Mingxiang yang lebih terdengar sedang merengek dari pada melaporkan sesuatu yang penting. "Lalu?"
Huang Mingxiang menghela napas gusar, susah sekali membuat hati pria di hadapannya ini tergerak. Tetapi, Huang Mingxiang harus bisa menekan rasa kesalnya, ini demi masa depannya.
"Wangye, tidakkah anda berpikir saya pantas menjadi bagian dari anda dan Xiao Wangfu? Saya dapat menjadi istri yang baik dan dapat diandalkan. Mingxiang akui, saya masih merepotkan orang-orang Xiao Wangfu karena Wangye harus tetap mengirim pasukan untuk menolong Mingxiang. Tetapi, Wangye. Mingxiang berjanji, Mingxiang akan belajar bela diri, tidak perlu terlalu mahir, selama bisa melindungi diri sendiri dan tidak merepotkan Wangye, itu sudah cukup. Wangye ...." Huang Mingxiang menatap Xiao Muqing dengan tatapan sungguh-sungguh.
Xiao Muqing membuka matanya kembali, kemudian melirik Huang Mingxiang yang terlihat seperti anak kucing kumuh yang memohon untuk diadopsi.
"Mingxiang." Xiao Muqing memanggil nama Huang Mingxiang, membuat wanita itu yang sedari tadi sibuk menunduk dengan cepat mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Xiao Muqing. Dan ... tunggu, ini pertama kalinya pria itu memanggil namanya tanpa menggunakan nama marga keluarga.
"Kembalilah, tidakkah kau merasa tubuhmu terlalu bau dengan keringat?" ucap Xiao Muqing kemudian, lalu berusaha mengambil posisi berbaring baru, memunggungi Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang membelalakkan matanya kesal, dia mencengkeram sprei tidur Xiao Muqing, lalu beralih berdiri dan berkata,"Wangye, tidakkah anda berpikir kesabaran seseorang itu memiliki batas?"
Xiao Muqing mengerutkan keningnya saat mendengar kalimat Huang Mingxiang, tetapi kemudian menjawab dengan acuh. "Yang membutuhkan di sini siapa? Sudah larut, lebih baik kembali dan beristirahat."
Huang Mingxiang mendengus kesal, setelah itu berbalik dan berjalan cepat menuju kediamannya. Melupakan sikap lembutnya yang barusan.
"Benar-benar ... apa yang dikatakan Su Mama bahwa pria itu selalu menghargai kerja keras seseorang adalah omong kosong! Pria itu benar-benar menyebalkan! Tidakkah dia merasa telah keterlaluan?!" Huang Mingxiang menggerutu sepanjang jalannya, sebisa mungkin dia tahan air matanya agar tidak tumpah. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya menatapnya sedih, mereka turut sedih atas apa yang dirasakan Huang Mingxiang saat ini karena Wangye mereka.
Begitu sampai di kediamannya, Huang Mingxiang dibantu Su Mama melepas bajunya. Sepanjang melepas baju dan membersihkan dirinya, Huang Mingxiang terus menahan air matanya agar tidak menetes, tetapi nihil, air matanya kini menetes deras.
Su Mama yang melihat kondisi Huang Mingxiang pun turut sedih, tetapi dia tidak bisa membantu apa pun. Dia hanya seorang pelayan di Wangfu ini, tidak peduli senior atau junior. Su Mama ingin sekali membantu Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang kini telah selesai membersihkan dirinya, Su Mama berdiri di belakangnya sambil menyisir rambutnya lembut. Tak lama, ketukan dari pintu masuk kamarnya pun terdengar.
"Gu Sinjie, bawahan ini izin menghadap."
Suara Gu Sinjie terdengar, hal ini membuat Huang Mingxiang dan Su Mama saling tatap, bertanya-tanya. Untuk apa Gu Sinjie datang larut malam seperti ini untuk mengunjunginya? Tetapi setelah mengingat Han Hutou, sepertinya karena masalah itu.
Huang Mingxiang berdiri, memakai mantel untuk menutupi hanfu tidurnya yang tipis untuk menemui Gu Sinjie. Dia mempersiapkan dirinya dan mengesampingkan rasa kesal serta sedihnya yang barusan untuk bertemu Gu Sinjie, karena pasti mereka akan mendiskusikan sesuatu yang berhubungan dengan pengadilan. Hal itu tentu membutuhkan pikiran yang jernih.
Su Mama membukakan pintu untuk Gu Sinjie, pria itu bergegas masuk dan membungkuk ke arah Huang Mingxiang. "Salam, Wangfei. Bawahan ini ingin menyampaikan beberapa hal penting."
Huang Mingxiang mengangguk. "Ada apa? Apa ada masalah dengan kasus Han Hutou?"
Gu Sinjie menggeleng. "Tidak ada, Wangfei. Ini bukan tentang kasus Han Hutou."
Mendengar jawaban Gu Sinjie, alis kiri Huang Mingxiang terangkat. Jika bukan tentang Han Hutou, lalu apa?
Melihat raut wajah penuh tanya Huang Mingxiang, Gu Sinjie segera menjelaskan maksud kedatangannya. "Ini tentang pesan Wangye untuk anda, Wangfei. Wangye besok siang akan kedatangan tamu dari perguruan tempat sebelumnya Wangye belajar ilmu bela diri. Nona Baili Ruyi, adik seperguruan Wangye akan kemari untuk berkunjung. Oleh karena itu, beliau meminta anda untuk menyambut Nona Baili."
Huang Mingxiang tersenyum tipis, lalu menatap Gu Sinjie dengan tatapan yang menunjukkan bahwa dia tidak berminat sama sekali untuk menyambut tamu Xiao Muqing, karena mengingat apa yang telah pria itu lakukan padanya hari ini.
"Untuk apa aku menyambut tamu pribadi Wangye? Ini di luar hakku, bukan?" balas Huang Mingxiang, apa yang dia katakan benar. Huang Mingxiang tidak memiliki hak untuk menyambut tamu Xiao Muqing, karena dia belum memiliki pengakuan yang jelas dari pria itu.
Gu Sinjie menggelengkan kepalanya. "Apa yang Wangfei katakan? Bawahan ini tidak mengerti, yang mulia. Wangye mengatakan bahwa anda yang akan menyambut Nona Baili karena anda adalah Wangfei dari Wangfu ini. Dan, ah ... satu lagi." Gu Sinjie merogoh saku bajunya, kemudian mengeluarkan sebuah kunci berlapis emas dan menyerahkannya kepada Huang Mingxiang.
"Wangfei, Wangye menitipkan kunci ini pada saya. Beliau berpesan, bahwa saat ini yang akan mengontrol total kekayaan Xiao Wangfu, adalah anda. Ini adalah gudang harta Xiao Wangfu," ucap Gu Sinjie.
Mata Huang Mingxiang terbelalak menanggapi kunci berlapis emas dari Gu Sinjie. Ini sungguhan? Xiao Muqing, pria itu ... sudah mengakui keberadaannya di sini sebagai seorang Wangfei?!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
zylla
jambak ajaaa 🤣🤣🤣
2024-11-30
0
Ida Blado
,menurutku mingxiang terlalu agresif,jg seperti bocah butuh pengakuan dn pujian
2023-04-09
2
Shai'er
yeay🥰🥰🥰
2023-04-05
0