Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?

Huang Mingxiang bernapas lega kala kakinya telah kembali menginjakkan kaki di Xiao Wangfu, tanpa aba-aba, dia bergegas menemui Xiao Muqing. Meninggalkan Su Mama dan Gu Sinjie begitu saja.

Su Mama dan Gu Sinjie yang mengerti pun tidak mencampuri urusan Huang Mingxiang dan Xiao Muqing, mereka berdua kembali pada tugas masing-masing, sementara Su Mama beristirahat, dia sangat lelah. Di tubuhnya yang tidak lagi muda ini, dia harus menghadapi tiga orang pembunuh sekaligus, itu tentu sangat merepotkan.

Huang Mingxiang masuk tanpa mengetuk, matanya segera melihat sosok Xiao Muqing yang tengah duduk di atas kasur seperti langit petang biasanya.

Xiao Muqing menatap penampilan Huang Mingxiang yang kacau, pria itu mengerutkan keningnya dan berkata,"Perbaiki dulu penampilanmu sebelum menemui benwang."

Huang Mingxiang mendengus kesal, dia sudah menghadapi Rong Xuan dan Huang Liyue yang menyebalkan, lalu merombak Chuan Wuqi, setelah itu berhadapan dengan tiga pembunuh sekaligus, tetapi sekarang Xiao Muqing, pria itu malah lebih mempedulikan penampilan dirinya dari pada kondisinya.

"Tolong maafkan ketidaksopanan Mingxiang, Wangye. Tetapi untuk sekarang, bisakah kita mengesampingkan hal itu terlebih dahulu?" ujar Huang Mingxiang, bibirnya tetap tersenyum ke arah Xiao Muqing walaupun sebenarnya tangannya gatal ingin menjambak rambut hitam indah pria itu.

Xiao Muqing yang melihat senyum terpaksa dari wajah Huang Mingxiang tanpa sadar tersenyum samar, diam-diam dia merasa senang jika menjahili Huang Mingxiang.

"Katakan," ucap Xiao Muqing, kemudian memejamkan matanya, namun kupingnya tetap setia mendengarkan ocehan Huang Mingxiang nantinya.

Huang Mingxiang berjalan mendekat ke arah kasur Xiao Muqing, kemudian menyingkap tirai kelambu putih milik Xiao Muqing. Wanita itu kini dapat melihat sosok Xiao Muqing dengan jelas, Huang Mingxiang duduk di lantai, tangannya bersandar pada papan tempat tidur Xiao Muqing. Seketika, sosok angkuh yang sebelumnya dia tampilkan di hadapan Xiao Muqing menghilang. Kini Huang Mingxiang terlihat seperti anak kecil yang memohon dibelikan manisan.

"Wangye, sesuai yang anda tahu. Hari ini saya sudah banyak melakukan banyak hal," ucap Huang Mingxiang.

"Hal apa?" tanya Xiao Muqing, walaupun dia sudah tahu dengan lengkap apa-apa saja yang telah Huang Mingxiang lakukan.

Huang Mingxiang sedikit menarik kecil kain baju Xiao Muqing, lalu menjawab,"Saya menggertak para orang-orang Istana yang angkuh terhadap anda, menyadarkan mereka kembali tentang siapa anda dan kehadiran anda masih kuat di kekaisaran ini. Lalu, saya juga sudah menyingkirkan Han Hutou serta pegawai Chuan Wuqi yang berhati busuk lainnya. Saya juga ... sudah berhasil lolos dari pembunuh bayaran, hal ini membuktikan bahwa saya adalah wanita berpotensi yang tidak akan merepotkan Wangye."

Xiao Muqing menarik lengan bajunya yang ditarik kecil oleh Huang Mingxiang yang lebih terdengar sedang merengek dari pada melaporkan sesuatu yang penting. "Lalu?"

Huang Mingxiang menghela napas gusar, susah sekali membuat hati pria di hadapannya ini tergerak. Tetapi, Huang Mingxiang harus bisa menekan rasa kesalnya, ini demi masa depannya.

"Wangye, tidakkah anda berpikir saya pantas menjadi bagian dari anda dan Xiao Wangfu? Saya dapat menjadi istri yang baik dan dapat diandalkan. Mingxiang akui, saya masih merepotkan orang-orang Xiao Wangfu karena Wangye harus tetap mengirim pasukan untuk menolong Mingxiang. Tetapi, Wangye. Mingxiang berjanji, Mingxiang akan belajar bela diri, tidak perlu terlalu mahir, selama bisa melindungi diri sendiri dan tidak merepotkan Wangye, itu sudah cukup. Wangye ...." Huang Mingxiang menatap Xiao Muqing dengan tatapan sungguh-sungguh.

Xiao Muqing membuka matanya kembali, kemudian melirik Huang Mingxiang yang terlihat seperti anak kucing kumuh yang memohon untuk diadopsi.

"Mingxiang." Xiao Muqing memanggil nama Huang Mingxiang, membuat wanita itu yang sedari tadi sibuk menunduk dengan cepat mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Xiao Muqing. Dan ... tunggu, ini pertama kalinya pria itu memanggil namanya tanpa menggunakan nama marga keluarga.

"Kembalilah, tidakkah kau merasa tubuhmu terlalu bau dengan keringat?" ucap Xiao Muqing kemudian, lalu berusaha mengambil posisi berbaring baru, memunggungi Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang membelalakkan matanya kesal, dia mencengkeram sprei tidur Xiao Muqing, lalu beralih berdiri dan berkata,"Wangye, tidakkah anda berpikir kesabaran seseorang itu memiliki batas?"

Xiao Muqing mengerutkan keningnya saat mendengar kalimat Huang Mingxiang, tetapi kemudian menjawab dengan acuh. "Yang membutuhkan di sini siapa? Sudah larut, lebih baik kembali dan beristirahat."

Huang Mingxiang mendengus kesal, setelah itu berbalik dan berjalan cepat menuju kediamannya. Melupakan sikap lembutnya yang barusan.

"Benar-benar ... apa yang dikatakan Su Mama bahwa pria itu selalu menghargai kerja keras seseorang adalah omong kosong! Pria itu benar-benar menyebalkan! Tidakkah dia merasa telah keterlaluan?!" Huang Mingxiang menggerutu sepanjang jalannya, sebisa mungkin dia tahan air matanya agar tidak tumpah. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya menatapnya sedih, mereka turut sedih atas apa yang dirasakan Huang Mingxiang saat ini karena Wangye mereka.

Begitu sampai di kediamannya, Huang Mingxiang dibantu Su Mama melepas bajunya. Sepanjang melepas baju dan membersihkan dirinya, Huang Mingxiang terus menahan air matanya agar tidak menetes, tetapi nihil, air matanya kini menetes deras.

Su Mama yang melihat kondisi Huang Mingxiang pun turut sedih, tetapi dia tidak bisa membantu apa pun. Dia hanya seorang pelayan di Wangfu ini, tidak peduli senior atau junior. Su Mama ingin sekali membantu Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang kini telah selesai membersihkan dirinya, Su Mama berdiri di belakangnya sambil menyisir rambutnya lembut. Tak lama, ketukan dari pintu masuk kamarnya pun terdengar.

"Gu Sinjie, bawahan ini izin menghadap."

Suara Gu Sinjie terdengar, hal ini membuat Huang Mingxiang dan Su Mama saling tatap, bertanya-tanya. Untuk apa Gu Sinjie datang larut malam seperti ini untuk mengunjunginya? Tetapi setelah mengingat Han Hutou, sepertinya karena masalah itu.

Huang Mingxiang berdiri, memakai mantel untuk menutupi hanfu tidurnya yang tipis untuk menemui Gu Sinjie. Dia mempersiapkan dirinya dan mengesampingkan rasa kesal serta sedihnya yang barusan untuk bertemu Gu Sinjie, karena pasti mereka akan mendiskusikan sesuatu yang berhubungan dengan pengadilan. Hal itu tentu membutuhkan pikiran yang jernih.

Su Mama membukakan pintu untuk Gu Sinjie, pria itu bergegas masuk dan membungkuk ke arah Huang Mingxiang. "Salam, Wangfei. Bawahan ini ingin menyampaikan beberapa hal penting."

Huang Mingxiang mengangguk. "Ada apa? Apa ada masalah dengan kasus Han Hutou?"

Gu Sinjie menggeleng. "Tidak ada, Wangfei. Ini bukan tentang kasus Han Hutou."

Mendengar jawaban Gu Sinjie, alis kiri Huang Mingxiang terangkat. Jika bukan tentang Han Hutou, lalu apa?

Melihat raut wajah penuh tanya Huang Mingxiang, Gu Sinjie segera menjelaskan maksud kedatangannya. "Ini tentang pesan Wangye untuk anda, Wangfei. Wangye besok siang akan kedatangan tamu dari perguruan tempat sebelumnya Wangye belajar ilmu bela diri. Nona Baili Ruyi, adik seperguruan Wangye akan kemari untuk berkunjung. Oleh karena itu, beliau meminta anda untuk menyambut Nona Baili."

Huang Mingxiang tersenyum tipis, lalu menatap Gu Sinjie dengan tatapan yang menunjukkan bahwa dia tidak berminat sama sekali untuk menyambut tamu Xiao Muqing, karena mengingat apa yang telah pria itu lakukan padanya hari ini.

"Untuk apa aku menyambut tamu pribadi Wangye? Ini di luar hakku, bukan?" balas Huang Mingxiang, apa yang dia katakan benar. Huang Mingxiang tidak memiliki hak untuk menyambut tamu Xiao Muqing, karena dia belum memiliki pengakuan yang jelas dari pria itu.

Gu Sinjie menggelengkan kepalanya. "Apa yang Wangfei katakan? Bawahan ini tidak mengerti, yang mulia. Wangye mengatakan bahwa anda yang akan menyambut Nona Baili karena anda adalah Wangfei dari Wangfu ini. Dan, ah ... satu lagi." Gu Sinjie merogoh saku bajunya, kemudian mengeluarkan sebuah kunci berlapis emas dan menyerahkannya kepada Huang Mingxiang.

"Wangfei, Wangye menitipkan kunci ini pada saya. Beliau berpesan, bahwa saat ini yang akan mengontrol total kekayaan Xiao Wangfu, adalah anda. Ini adalah gudang harta Xiao Wangfu," ucap Gu Sinjie.

Mata Huang Mingxiang terbelalak menanggapi kunci berlapis emas dari Gu Sinjie. Ini sungguhan? Xiao Muqing, pria itu ... sudah mengakui keberadaannya di sini sebagai seorang Wangfei?!

Terpopuler

Comments

zylla

zylla

jambak ajaaa 🤣🤣🤣

2024-11-30

0

Ida Blado

Ida Blado

,menurutku mingxiang terlalu agresif,jg seperti bocah butuh pengakuan dn pujian

2023-04-09

2

Shai'er

Shai'er

yeay🥰🥰🥰

2023-04-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!