Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!

"Tuan Han, syukurlah anda kembali ...." Para pegawai Chuan Wuqi menampilkan raut wajah gelisah, membuat Han Hutou kebingungan.

"Ada apa?" tanya Han Hutou.

"Anda bisa langsung pergi ke ruangan anda untuk memastikannya sendiri," jawab salah satu pegawai Chuan Wuqi takut.

Han Hutou mendengus tipis, kemudian dia bergegas berjalan menuju ruangan kerjanya. Begitu pintu dibuka, dia tertegun.

"Huang Junzhu?"

Tak!

Kaki Han Hutou mendadak lemas, Yui tiba-tiba muncul di belakangnya dan menendang kakinya. Tendangan Yui benar-benar membuat otot kaki Han Hutou lemas.

Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya, kemudian mengoreksi ucapan Han Hutou. "Xiao Wangfei."

"Lancang!" Su Mama menatap Han Hutou tajam, tidak senang.

"A-- ada apa, Wangfei?" Han Hutou dipaksa berlutut oleh Yui, kepalanya tertunduk menatap lantai toko.

Huang Mingxiang melempar buku catatan keuntungan toko ke arah Han Hutou. "Bisa kau jelaskan ini?"

Tenggorokan Han Hutou tercekat melihat judul sampul buku yang Huang Mingxiang lempar ke arahnya. Huang Mingxiang mendengus kesal, lalu berkata,"Jangan hanya karena Wangye jarang memperhatikan toko, kau bisa berbuat seenaknya. Kira-kira bagian tubuhmu yang mana yang akan dipotong pihak pengadilan atas kasus korupsi ini?"

Han Hutou membelalakkan matanya, sepertinya Huang Mingxiang tidak main-main padanya. Han Hutou segera mengangkat kepalanya untuk bicara, tetapi Yui dari belakang menekan kepala Han Hutou menggunakan kaki kanannya agar tetap tertunduk menghadap lantai.

"Wangfei! Anda salah paham! Bawahan ini tidak melakukan korupsi!" Han Hutou berusaha membela dirinya.

"Katakan alasannya," jawab Huang Mingxiang dingin.

"Wangfei, sesuai yang anda ketahui, anda adalah orang baru. Anda belum mengetahui pola bisnis toko ini serta hal-hal lainnya. Harga tembaga saat ini sangat tinggi, modal yang dikeluarkan oleh Xiao Wangye tidak mencukupi--!"

"Cabut kuku jari telunjuknya." Perintah Huang Mingxiang dengan nada datar, dia tidak ragu untuk menghukum Han Hutou. Jika dia ragu, maka dia tidak akan mendapatkan kepercayaan Xiao Muqing.

Yui mengangguk, kemudian menarik tubuh Han Hutou agar berdiri, lalu mengikat cepat tubuhnya dan kembali memaksa Han Hutou untuk berlutut di lantai. Yui tanpa ragu menarik kuku jari telunjuk Han Hutou, membuat pria itu berteriak dan meringis kesakitan. Darah dari kuku Han Hutou yang dicabut paksa pun bercucuran, membuat Su Mama memalingkan wajahnya. Sedangkan Huang Mingxiang, wanita itu hanya memejamkan matanya. Dia sendiri tidak terbiasa dengan pemandangan itu, namun Huang Mingxiang tidak dapat menunjukkan kegentarannya.

Setelah Yui selesai mencabut kuku Han Hutou, Huang Mingxiang kembali membuka matanya untuk bicara. "Congkak sekali dirimu sampai berani mengatakan hal seperti itu. Jangan karena sebelumnya aku seorang Junzhu berarti tidak tahu apa-apa, Wangfei ini tidak bodoh. Sepertinya jutaan tael emas yang sudah kau ambil untuk dirimu sendiri membuat otakmu tidak dapat berfungsi baik."

Han Hutou tidak dapat menjawab apa pun lagi, mulutnya kelu karena rasa sakit.

Huang Mingxiang menghela napas tipis, kemudian menatap Yui dan kembali bicara. "Yui, serahkan Han Hutou pada Wangye dan berikan semua bukti-bukti kejahatan ba***gan ini."

"Baik, Wangfei," jawab Yui cepat, kemudian segera menyeret kasar Han Hutou keluar dari ruangan. Para pelayan yang melihat Han Hutou diperlakukan seperti itu mendadak ciut nyali. Mereka semua mulai tersadar akan kehadiran Huang Mingxiang yang tidak main-main untuk mengurus Chuan Wuqi.

"Su Mama, tolong carikan catatan para pegawai yang bekerja di sini," pinta Huang Mingxiang setelah Han Hutou diseret keluar. Su Mama yang mendengar perintah Huang Mingxiang pun mengangguk, setelah itu berjalan menuju rak-rak buku besar yang ada di dekat meja kerja. Di sana banyak sekali dokumen-dokumen penting.

Sementara itu di balik jendela ruangan kerja, tanpa Huang Mingxiang dan Su Mama sadari, Gu Sinjie mengintip dan memperhatikan semuanya. Setelah merasa cukup menonton, pria itu bergegas melesat pergi kembali menuju Xiao Wangfu.

"Wangye, bawahan ini kembali." Gu Sinjie berlutut menghadap Xiao Muqing.

Xiao Muqing, pria itu tengah duduk di kursi roda dekat jendela. Pria itu menikmati angin sambil memegang buku bacaan di tangan kanannya.

"Katakan," balas Xiao Muqing langsung pada intinya.

"Wangfei benar-benar menjalankan tugasnya. Beliau pergi ke Chuan Wuqi dan mengurus Han Hutou dengan baik. Bukti-bukti penting yang ditemukan Wangfei sangat akurat, sulit untuk disanggah pihak manapun. Kemungkinan Yui telah membawa Han Hutou kemari untuk diserahkan pada anda atas perintah Wangfei." Gu Sinjie mengatakan apa adanya atas laporannya, sesuai dengan apa yang dia lihat.

Xiao Muqing mengangguk singkat. "Urus Han Hutou, dan sebelum itu perintahkan Yui untuk mengawal wanita itu kembali ke Xiao Wangfu. Benwang merasakan angin negatif."

Benar. Dengan perombakan besar yang dilakukan Huang Mingxiang di Chuan Wuqi, tentunya akan membuat banyak mata memperhatikan wanita itu. Tujuan Huang Mingxiang adalah membuat Xiao Muqing kembali bangkit, tentu saja pihak-pihak yang menginginkan Xiao Muqing untuk mati tidak akan tinggal diam. Mereka akan turut mengincar Huang Mingxiang.

Kembali kepada Huang Mingxiang, wanita itu telah melakukan pemecatan besar-besaran terhadap pegawai yang berani meniru perbuatan Han Hutou walaupun mereka hanya mengambil nominal kecil. Seratus pegawai Chuan Wuqi berangsur-angsur berkurang, kini menyisakan lima orang di bangunan toko besar milik Xiao Muqing. Hal ini tidak menjadi masalah besar untuk Huang Mingxiang, sedikit namun berkualitas lebih baik dari pada banyak tetapi kualitasnya rendah.

Huang Mingxiang berdiri, kemudian berjalan ke arah lima orang terpilih tersebut. Saat ini Chuan Wuqi hanya memiliki tiga pegawai wanita dan dia pegawai pria, Huang Mingxiang berniat mengangkat salah satunya menjadi pengelola toko Chuan Wuqi menggantikan Han Hutou. Tetapi dia tidak memiliki hak sampai ke sana, biarkan Xiao Muqing sendiri yang akan menentukan.

Setelah mengucapkan beberapa kalimat dan berbincang-bincang singkat dengan kelima pegawai tersebut, Huang Mingxiang pun memutuskan untuk kembali ke Xiao Wangfu. Di luar dekat kereta kuda-nya, Huang Mingxiang melihat Yui sudah kembali dari Xiao Wangfu dan kini berdiri tegak di dekat pintu kereta.

Begitu wanita itu melihat Huang Mingxiang, dengan cepat Yui membukakan pintu kereta untuk Huang Mingxiang. Dia sedikit aneh, karena Yui adalah bawahan milik Xiao Muqing, seharusnya wanita itu tidak perlu kembali begitu selesai mengantarkan Han Hutou ke Xiao Wangfu.

"Wangfei, atas perintah Wangye, izinkan bawahan ini untuk mengawal perjalanan anda kembali menuju Xiao Wangfu," ujar wanita itu.

Huang Mingxiang tertegun, kemudian mengangguk. Perintah Xiao Muqing? Sejak kapan pria itu sebaik ini? Apa pria itu telah mengetahui perbuatan yang telah dia lakukan hari ini? Bibir Huang Mingxiang tersenyum simpul.

Kereta Huang Mingxiang kini telah melaju menuju Xiao Wangfu, wanita itu bersandar di dinding kereta untuk melepas penatnya. Melirik ke arah jendela, ternyata sudah memasuki sore hari.

Ketika perjalanan pulang yang disangka Huang Mingxiang akan menjadi perjalanan yang tenang, tiba-tiba dari luar Huang Mingxiang dikejutkan dengan suara Yui.

"Su Mama! Lindungi Xiao Wangfei!"

Tak lama kemudian, suara tangisan Su Mama terdengar. Benturan pedang terdengar jelas, sepertinya dia diserang pembunuh!

Tak!

Huang Mingxiang membanting tubuhnya ke kanan saat sebuah pedang menancap masuk ke dalam kereta-nya. Mata Huang Mingxiang terbelalak, napasnya memburu, jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat.

Si*lan, dia baru saja ingin beristirahat, namun sudah diincar pembunuh! Xiao Muqing, jika pria itu masih tetap tidak menerimanya di Xiao Wangfu, Huang Mingxiang akan memaksa pria itu untuk memakan anggur muda yang masam!

"Akh--!!" Suara ringisan Yui terdengar, membuat Huang Mingxiang semakin panik. Dia tidak fasih bela diri, Yui saat ini terluka. Apa yang harus dia lakukan?

Brak!

Pintu kereta kuda Huang Mingxiang terbuka, Su Mama dengan cepat menarik tangan Huang Mingxiang.

"Bawa Wangfei menjauh, Su Mama! Saya akan menahan mereka!" Teriak Yui.

Sebelum berlari kencang meninggalkan kereta kuda, mata Huang Mingxiang sempat melihat Yui. Yui, wanita itu bertarung dengan anak panas menancap di lengan kanannya yang ia gunakan untuk mengayunkan pedang. Kucuran darah Yui terus mengalir sepanjang wanita itu menggerakkan tangannya untuk menebas para musuh.

Yui berusaha memblokir tiga pembunuh yang berusaha mengincar Huang Mingxiang sekuat tenaga, melihat usaha Yui untuk melindunginya ini membuat hati Huang Mingxiang tersentuh. Huang Mingxiang berdoa kepada dewa, Yui harus selamat.

Ketika Huang Mingxiang dan Su Mama terus berlari, tiba-tiba sebuah anak panah meluncur ke arah mereka. Huang Mingxiang dan Su Mama segera tiarap di tanah untuk menghindari anak panah.

Huang Mingxiang menggertakkan giginya, dia marah. Menoleh lagi ke belakang, tiga pembunuh itu sudah tidak lagi terlihat. Hanya menyisakan Yui yang tergelatak tidak sadarkan diri.

Mata Huang Mingxiang kembali menggeser tatapannya ke arah asal anak panah barusan, dia melihat pembunuh itu berdiri di atas atap-atap bangunan. Tangan mereka siap melepas satu buah anak panah lagi untuk mengenai kepalanya.

Huang Mingxiang berdiri, kemudian melirik Su Mama. "Su Mama, aku akan mengulur waktu di sini. Anda harus kembali ke Xiao Wangfu dan melaporkan semuanya pada Wangye."

Su Mama menggeleng keras. "Tidak, Wangfei! Bagaimana jika Nubi saja yang mengulur waktu?"

Huang Mingxiang menggeleng juga. "Yang mereka incar adalah aku, percuma jika anda berusaha. Su Mama, tolong pergi secepatnya!"

Su Mama menangis, dia memohon pada Huang Mingxiang agar tidak melakukan tindakan berbahaya. Tetapi tangisan Su Mama tidak membuat Huang Mingxiang mundur, membuat Su Mama tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan berat hati, Su Mama berlari meninggalkan Huang Mingxiang menuju Xiao Wangfu untuk mengadukan semuanya pada Xiao Muqing.

Su Mama berlari secepat mungkin, berharap Huang Mingxiang dapat ditolong tepat waktu.

Huang Mingxiang melemparkan senyum dingin ke arah tiga pembunuh itu, kemudian berkata,"Katakan pada orang-orang yang membayar kalian. Sampai kapan pun, mereka tidak akan bisa membunuh suamiku. Aku akan membuatnya kembali bangkit dan meratakan seluruh angan-angan mereka seperti tanah di bumi ini!"

Huang Mingxiang mengangkat rok hanfu-nya tinggi, lalu berbalik dan lari. Bertepatan dengan ini, anak panah itu dilepas. Anak panah melesat cepat, saat sudah berjarak beberapa centimeter dari tubuh Huang Mingxiang, tiba-tiba anak panah lain muncul dari samping dan menabrak anak panah sang pembunuh.

Trak!!

Anak panah milik pembunuh itu hancur, membuat mereka bertiga terkejut dan melihat ke arah anak panah yang melindungi Huang Mingxiang itu berasal.

Di sana, mereka melihat pria berambut putih perak menunggangi kuda. Tangan pria itu memegang busur panah, dia mengarahkan kudanya ke arah Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang yang tengah berlari pun segera menoleh saat mendengar suara derap langkah kaki kuda, dia berpikir itu adalah orang-orang Xiao Wangfu. Tetapi keningnya mengerut ketika melihat pria berambut perak menunggangi kuda melaju ke arahnya. Begitu jarak mereka dekat, pria itu menarik tangan Huang Mingxiang dan mengangkat tubuh wanita itu ke atas kuda.

Jarak mereka sangat dekat, membuat Huang Mingxiang merasa tidak nyaman. Pria itu merangkul pinggang Huang Mingxiang, setelah itu berkata,"Pegangan yang kuat. Saya akan menolong anda."

Terpopuler

Comments

Onyah Nie

Onyah Nie

semoga suami yg mnyamar wkwkw

2023-04-15

1

Shai'er

Shai'er

jadi penasaran, siapa dia 🤔🤔🤔

2023-04-05

0

Shai'er

Shai'er

siapa🤔🤔🤔

2023-04-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!