"Tuan Han, syukurlah anda kembali ...." Para pegawai Chuan Wuqi menampilkan raut wajah gelisah, membuat Han Hutou kebingungan.
"Ada apa?" tanya Han Hutou.
"Anda bisa langsung pergi ke ruangan anda untuk memastikannya sendiri," jawab salah satu pegawai Chuan Wuqi takut.
Han Hutou mendengus tipis, kemudian dia bergegas berjalan menuju ruangan kerjanya. Begitu pintu dibuka, dia tertegun.
"Huang Junzhu?"
Tak!
Kaki Han Hutou mendadak lemas, Yui tiba-tiba muncul di belakangnya dan menendang kakinya. Tendangan Yui benar-benar membuat otot kaki Han Hutou lemas.
Huang Mingxiang menaikkan alis kirinya, kemudian mengoreksi ucapan Han Hutou. "Xiao Wangfei."
"Lancang!" Su Mama menatap Han Hutou tajam, tidak senang.
"A-- ada apa, Wangfei?" Han Hutou dipaksa berlutut oleh Yui, kepalanya tertunduk menatap lantai toko.
Huang Mingxiang melempar buku catatan keuntungan toko ke arah Han Hutou. "Bisa kau jelaskan ini?"
Tenggorokan Han Hutou tercekat melihat judul sampul buku yang Huang Mingxiang lempar ke arahnya. Huang Mingxiang mendengus kesal, lalu berkata,"Jangan hanya karena Wangye jarang memperhatikan toko, kau bisa berbuat seenaknya. Kira-kira bagian tubuhmu yang mana yang akan dipotong pihak pengadilan atas kasus korupsi ini?"
Han Hutou membelalakkan matanya, sepertinya Huang Mingxiang tidak main-main padanya. Han Hutou segera mengangkat kepalanya untuk bicara, tetapi Yui dari belakang menekan kepala Han Hutou menggunakan kaki kanannya agar tetap tertunduk menghadap lantai.
"Wangfei! Anda salah paham! Bawahan ini tidak melakukan korupsi!" Han Hutou berusaha membela dirinya.
"Katakan alasannya," jawab Huang Mingxiang dingin.
"Wangfei, sesuai yang anda ketahui, anda adalah orang baru. Anda belum mengetahui pola bisnis toko ini serta hal-hal lainnya. Harga tembaga saat ini sangat tinggi, modal yang dikeluarkan oleh Xiao Wangye tidak mencukupi--!"
"Cabut kuku jari telunjuknya." Perintah Huang Mingxiang dengan nada datar, dia tidak ragu untuk menghukum Han Hutou. Jika dia ragu, maka dia tidak akan mendapatkan kepercayaan Xiao Muqing.
Yui mengangguk, kemudian menarik tubuh Han Hutou agar berdiri, lalu mengikat cepat tubuhnya dan kembali memaksa Han Hutou untuk berlutut di lantai. Yui tanpa ragu menarik kuku jari telunjuk Han Hutou, membuat pria itu berteriak dan meringis kesakitan. Darah dari kuku Han Hutou yang dicabut paksa pun bercucuran, membuat Su Mama memalingkan wajahnya. Sedangkan Huang Mingxiang, wanita itu hanya memejamkan matanya. Dia sendiri tidak terbiasa dengan pemandangan itu, namun Huang Mingxiang tidak dapat menunjukkan kegentarannya.
Setelah Yui selesai mencabut kuku Han Hutou, Huang Mingxiang kembali membuka matanya untuk bicara. "Congkak sekali dirimu sampai berani mengatakan hal seperti itu. Jangan karena sebelumnya aku seorang Junzhu berarti tidak tahu apa-apa, Wangfei ini tidak bodoh. Sepertinya jutaan tael emas yang sudah kau ambil untuk dirimu sendiri membuat otakmu tidak dapat berfungsi baik."
Han Hutou tidak dapat menjawab apa pun lagi, mulutnya kelu karena rasa sakit.
Huang Mingxiang menghela napas tipis, kemudian menatap Yui dan kembali bicara. "Yui, serahkan Han Hutou pada Wangye dan berikan semua bukti-bukti kejahatan ba***gan ini."
"Baik, Wangfei," jawab Yui cepat, kemudian segera menyeret kasar Han Hutou keluar dari ruangan. Para pelayan yang melihat Han Hutou diperlakukan seperti itu mendadak ciut nyali. Mereka semua mulai tersadar akan kehadiran Huang Mingxiang yang tidak main-main untuk mengurus Chuan Wuqi.
"Su Mama, tolong carikan catatan para pegawai yang bekerja di sini," pinta Huang Mingxiang setelah Han Hutou diseret keluar. Su Mama yang mendengar perintah Huang Mingxiang pun mengangguk, setelah itu berjalan menuju rak-rak buku besar yang ada di dekat meja kerja. Di sana banyak sekali dokumen-dokumen penting.
Sementara itu di balik jendela ruangan kerja, tanpa Huang Mingxiang dan Su Mama sadari, Gu Sinjie mengintip dan memperhatikan semuanya. Setelah merasa cukup menonton, pria itu bergegas melesat pergi kembali menuju Xiao Wangfu.
"Wangye, bawahan ini kembali." Gu Sinjie berlutut menghadap Xiao Muqing.
Xiao Muqing, pria itu tengah duduk di kursi roda dekat jendela. Pria itu menikmati angin sambil memegang buku bacaan di tangan kanannya.
"Katakan," balas Xiao Muqing langsung pada intinya.
"Wangfei benar-benar menjalankan tugasnya. Beliau pergi ke Chuan Wuqi dan mengurus Han Hutou dengan baik. Bukti-bukti penting yang ditemukan Wangfei sangat akurat, sulit untuk disanggah pihak manapun. Kemungkinan Yui telah membawa Han Hutou kemari untuk diserahkan pada anda atas perintah Wangfei." Gu Sinjie mengatakan apa adanya atas laporannya, sesuai dengan apa yang dia lihat.
Xiao Muqing mengangguk singkat. "Urus Han Hutou, dan sebelum itu perintahkan Yui untuk mengawal wanita itu kembali ke Xiao Wangfu. Benwang merasakan angin negatif."
Benar. Dengan perombakan besar yang dilakukan Huang Mingxiang di Chuan Wuqi, tentunya akan membuat banyak mata memperhatikan wanita itu. Tujuan Huang Mingxiang adalah membuat Xiao Muqing kembali bangkit, tentu saja pihak-pihak yang menginginkan Xiao Muqing untuk mati tidak akan tinggal diam. Mereka akan turut mengincar Huang Mingxiang.
Kembali kepada Huang Mingxiang, wanita itu telah melakukan pemecatan besar-besaran terhadap pegawai yang berani meniru perbuatan Han Hutou walaupun mereka hanya mengambil nominal kecil. Seratus pegawai Chuan Wuqi berangsur-angsur berkurang, kini menyisakan lima orang di bangunan toko besar milik Xiao Muqing. Hal ini tidak menjadi masalah besar untuk Huang Mingxiang, sedikit namun berkualitas lebih baik dari pada banyak tetapi kualitasnya rendah.
Huang Mingxiang berdiri, kemudian berjalan ke arah lima orang terpilih tersebut. Saat ini Chuan Wuqi hanya memiliki tiga pegawai wanita dan dia pegawai pria, Huang Mingxiang berniat mengangkat salah satunya menjadi pengelola toko Chuan Wuqi menggantikan Han Hutou. Tetapi dia tidak memiliki hak sampai ke sana, biarkan Xiao Muqing sendiri yang akan menentukan.
Setelah mengucapkan beberapa kalimat dan berbincang-bincang singkat dengan kelima pegawai tersebut, Huang Mingxiang pun memutuskan untuk kembali ke Xiao Wangfu. Di luar dekat kereta kuda-nya, Huang Mingxiang melihat Yui sudah kembali dari Xiao Wangfu dan kini berdiri tegak di dekat pintu kereta.
Begitu wanita itu melihat Huang Mingxiang, dengan cepat Yui membukakan pintu kereta untuk Huang Mingxiang. Dia sedikit aneh, karena Yui adalah bawahan milik Xiao Muqing, seharusnya wanita itu tidak perlu kembali begitu selesai mengantarkan Han Hutou ke Xiao Wangfu.
"Wangfei, atas perintah Wangye, izinkan bawahan ini untuk mengawal perjalanan anda kembali menuju Xiao Wangfu," ujar wanita itu.
Huang Mingxiang tertegun, kemudian mengangguk. Perintah Xiao Muqing? Sejak kapan pria itu sebaik ini? Apa pria itu telah mengetahui perbuatan yang telah dia lakukan hari ini? Bibir Huang Mingxiang tersenyum simpul.
Kereta Huang Mingxiang kini telah melaju menuju Xiao Wangfu, wanita itu bersandar di dinding kereta untuk melepas penatnya. Melirik ke arah jendela, ternyata sudah memasuki sore hari.
Ketika perjalanan pulang yang disangka Huang Mingxiang akan menjadi perjalanan yang tenang, tiba-tiba dari luar Huang Mingxiang dikejutkan dengan suara Yui.
"Su Mama! Lindungi Xiao Wangfei!"
Tak lama kemudian, suara tangisan Su Mama terdengar. Benturan pedang terdengar jelas, sepertinya dia diserang pembunuh!
Tak!
Huang Mingxiang membanting tubuhnya ke kanan saat sebuah pedang menancap masuk ke dalam kereta-nya. Mata Huang Mingxiang terbelalak, napasnya memburu, jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat.
Si*lan, dia baru saja ingin beristirahat, namun sudah diincar pembunuh! Xiao Muqing, jika pria itu masih tetap tidak menerimanya di Xiao Wangfu, Huang Mingxiang akan memaksa pria itu untuk memakan anggur muda yang masam!
"Akh--!!" Suara ringisan Yui terdengar, membuat Huang Mingxiang semakin panik. Dia tidak fasih bela diri, Yui saat ini terluka. Apa yang harus dia lakukan?
Brak!
Pintu kereta kuda Huang Mingxiang terbuka, Su Mama dengan cepat menarik tangan Huang Mingxiang.
"Bawa Wangfei menjauh, Su Mama! Saya akan menahan mereka!" Teriak Yui.
Sebelum berlari kencang meninggalkan kereta kuda, mata Huang Mingxiang sempat melihat Yui. Yui, wanita itu bertarung dengan anak panas menancap di lengan kanannya yang ia gunakan untuk mengayunkan pedang. Kucuran darah Yui terus mengalir sepanjang wanita itu menggerakkan tangannya untuk menebas para musuh.
Yui berusaha memblokir tiga pembunuh yang berusaha mengincar Huang Mingxiang sekuat tenaga, melihat usaha Yui untuk melindunginya ini membuat hati Huang Mingxiang tersentuh. Huang Mingxiang berdoa kepada dewa, Yui harus selamat.
Ketika Huang Mingxiang dan Su Mama terus berlari, tiba-tiba sebuah anak panah meluncur ke arah mereka. Huang Mingxiang dan Su Mama segera tiarap di tanah untuk menghindari anak panah.
Huang Mingxiang menggertakkan giginya, dia marah. Menoleh lagi ke belakang, tiga pembunuh itu sudah tidak lagi terlihat. Hanya menyisakan Yui yang tergelatak tidak sadarkan diri.
Mata Huang Mingxiang kembali menggeser tatapannya ke arah asal anak panah barusan, dia melihat pembunuh itu berdiri di atas atap-atap bangunan. Tangan mereka siap melepas satu buah anak panah lagi untuk mengenai kepalanya.
Huang Mingxiang berdiri, kemudian melirik Su Mama. "Su Mama, aku akan mengulur waktu di sini. Anda harus kembali ke Xiao Wangfu dan melaporkan semuanya pada Wangye."
Su Mama menggeleng keras. "Tidak, Wangfei! Bagaimana jika Nubi saja yang mengulur waktu?"
Huang Mingxiang menggeleng juga. "Yang mereka incar adalah aku, percuma jika anda berusaha. Su Mama, tolong pergi secepatnya!"
Su Mama menangis, dia memohon pada Huang Mingxiang agar tidak melakukan tindakan berbahaya. Tetapi tangisan Su Mama tidak membuat Huang Mingxiang mundur, membuat Su Mama tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan berat hati, Su Mama berlari meninggalkan Huang Mingxiang menuju Xiao Wangfu untuk mengadukan semuanya pada Xiao Muqing.
Su Mama berlari secepat mungkin, berharap Huang Mingxiang dapat ditolong tepat waktu.
Huang Mingxiang melemparkan senyum dingin ke arah tiga pembunuh itu, kemudian berkata,"Katakan pada orang-orang yang membayar kalian. Sampai kapan pun, mereka tidak akan bisa membunuh suamiku. Aku akan membuatnya kembali bangkit dan meratakan seluruh angan-angan mereka seperti tanah di bumi ini!"
Huang Mingxiang mengangkat rok hanfu-nya tinggi, lalu berbalik dan lari. Bertepatan dengan ini, anak panah itu dilepas. Anak panah melesat cepat, saat sudah berjarak beberapa centimeter dari tubuh Huang Mingxiang, tiba-tiba anak panah lain muncul dari samping dan menabrak anak panah sang pembunuh.
Trak!!
Anak panah milik pembunuh itu hancur, membuat mereka bertiga terkejut dan melihat ke arah anak panah yang melindungi Huang Mingxiang itu berasal.
Di sana, mereka melihat pria berambut putih perak menunggangi kuda. Tangan pria itu memegang busur panah, dia mengarahkan kudanya ke arah Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang yang tengah berlari pun segera menoleh saat mendengar suara derap langkah kaki kuda, dia berpikir itu adalah orang-orang Xiao Wangfu. Tetapi keningnya mengerut ketika melihat pria berambut perak menunggangi kuda melaju ke arahnya. Begitu jarak mereka dekat, pria itu menarik tangan Huang Mingxiang dan mengangkat tubuh wanita itu ke atas kuda.
Jarak mereka sangat dekat, membuat Huang Mingxiang merasa tidak nyaman. Pria itu merangkul pinggang Huang Mingxiang, setelah itu berkata,"Pegangan yang kuat. Saya akan menolong anda."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Onyah Nie
semoga suami yg mnyamar wkwkw
2023-04-15
1
Shai'er
jadi penasaran, siapa dia 🤔🤔🤔
2023-04-05
0
Shai'er
siapa🤔🤔🤔
2023-04-05
0