PENGANTIN BARU

"Hei... Ada apa?" tanya gadis yang melambaikan tangannya ke wajah Noval.

"Eh... Ah... Nggak apa-apa," jawab Noval kaget.

Ketika wajah Noval menoleh arah jendela kamar, di lihatnya lampu teras padam.

"Sial!" gerutunya dalam hati, "salah lampu."

Hafsah berlalu dari hadapan Noval, menuju meja rias, hendak di bukanya hijab namun urung ketika tiba-tiba Noval bertanya.

"Emak mu mana Sah?"

Sesaat hati Hafsah terenyuh mengenang kepergian sang Emak selamanya. Lama ia tak menjawab pertanyaan Noval yang baru berapa jam saja telah menjadi suaminya itu.

"Sah,"

Panggilan Noval membuyarkan lamunan Hafsah. Lalu dengan nafas berat Hafsah menjawab.

"Emak udah meninggal dua pekan lalu Nov."

"Innalillahi wa inna illahi radjiun," ujar Noval kaget, "aku turut berduka ya, maaf, aku gak tau."

Lalu secara perlahan, jemari Noval menyentuh pipi Hafsah yang basah.

"Kamu nangis Sah?" tanya Noval polos.

Hampir saja nafas Hafsah berhenti kala jemari Noval menyentuh pipi nya pertama kali, namun suasana hatinya yang melow mendadak berantakan ketika mendengar pertanyaan Noval.

"Enggak, aku gak nangis," jawab Hafsah kesal.

"Lah ini pipimu basah," ujar Noval masih mengelap pipi Hafsah dengan ibu jarinya.

"Itu iler...!" seru Hafsah hingga membuat Noval menarik jemarinya dan mengelap di bajunya.

"Ih, jorok!" sergah Noval.

Lalu mata mereka beradu, getaran listrik menjalar di hati masing-masing. Noval mengecup perlahan kening sang istri. Sebagai pria tentu ia paham apa yang akan dilakukan selanjutnya. Ini malam pertama mereka.

Hafsah pun terbuai ketika Noval, mulai menjalankan aksinya. Hingga ketika berada di atas rajang, saat si pria hendak menyentuh bagian paling bawah. Hafsah menahan tangan itu.

“Aku sedang haid ...,” ujar Hafsah lirih.

Noval menggulingkan tubuhnya ke sisi Hafsah, lalu mendengus kesal.

"Haaaah!!" kemudian Noval membelakangi Hafsah dan tak lama terdengar dengkuran halus.

"Hmm... Maaf ya suamiku, waktunya belum pas," bisik Hafsah ke telinga Noval.

"Hmmm..." jawab Noval lalu kembali mendengkur.

Hafsah merasa bersalah pada suaminya, padahal ia juga sudah berada di atas awan, namun ia teringat baru saja mendapat siklusnya subuh tadi. Gadis itu bisa memejamkan mata setelah jarum pendek hampir menyentuh angka dua dini hari.

Usai sholat subuh di masjid, Noval pulang ke rumah dan mendapati Istri dan Ibunya tengah menyiapkan sarapan.

"Assalamu'alaikum," ucapnya memberi salam dan di jawab secara berbarengan oleh kedua wanita yang masih sibuk dengan pekerjaannya.

Noval duduk di ruang tengah sambil membaca koran. Hafsah datang membawa secangkir teh dan pisang goreng yang masih hangat, dan meletakkannya di atas meja.

"Teh nya Nov," ucapnya pelan.

"Eh...eh..." Ibu menyahut, "kok manggil nama sama suami?" tanya sang Ibu.

Hafsah langsung menutup mulutnya dengan nampan, namun karena terlalu keras, nampan yang terbuat dari stainless itu beradu dengan bibirnya.

Plak!

"Aduh...!" Hafsah mengaduh pelan. .

Noval langsung berdiri memeriksa bibir Hafsah.

"Kamu gak apa-apa?" tanya Noval dengan nada khawatir.

Noval menyingkirkan nampan yang menutupi bibir Hafsah.Tiba-tiba ....

Cup!

Noval mencium cepat bibir istrinya. Wajah Hafsah bersemu merah, melirik mertuanya, melirik penulis dan ... melirik pembaca.

"Duh... Malu," ucap Hafsah setengah berbisik pada Noval yang menatapnya datar.

"Kenapa malu, kitakan udah halal sayang," ujar Noval santai lalu merangkul pinggang istrinya yang ramping.

"Ih... Udah ih.. " ucap Hafsah makin memerah wajahnya.

Noval makin mempererat pelukannya. mereka saling menatap, desiran aneh menyergap di hati keduanya. Noval tak menampik kecantikan Hafsah, dalam benaknya masih tersimpan pertanyaan besar.

"Apakah benar gadis ini yang dulu berkulit mengkilat terbakar matahari?"

Sedangkan Hafsah juga masih ragu dengan perasaan yang menguasainya sekarang.

"Apakah aku sudah jatuh cinta pada suamiku ini?"

"Ehem...," suara deheman mengagetkan mereka.

Noval melepas pelukannya. Sedang Hafsah langsung berlari masuk kamarnya. Di dalam kamar, Hafsah menenangkan kembali degup jantungnya yang tak beraturan.

Setelah menghela nafas berulang kali, barulah ia keluar kamar dengan memeluk nampan di dadanya.

"Sah, lusa kita berangkat ya ke kota, cuti ku hanya sampai empat hari lagi," ujar Noval yang membuat pipi merah Hafsah memudar.

"Tapi empat puluh hari emak gimana?" tanya Hafsah kemudian.

"Kamu tenang aja soal itu Sah," jawab mertuanya, "nanti Ibu yang urus semuanya."

Lalu dengan kepala tertunduk, Hafsah hanya mengangguk lemah.

Hari begitu cepat beranjak, kini malam telah bergayut. Bintang bertaburan menghiasi pekatnya langit. Dalam peraduan, Noval menghadap tubuhnya pada Hafsah.

"Bisa ceritakan, keadaanmu dulu?" tanya Noval yang membuat kening Hafsah berkerut.

"Maksudnya?" tanya Hafsah memalingkan wajah ke arah suaminya.

"Aku ingat, aku tak lagi melihatmu lagi ketika kelas dua SLTP,'' ujar Noval lagi.

Dengan nafas berat Hafsah kembali mengingat sebuah kejadian yang membuatnya harus keluar dari sekolah.

"Apakah kau sangat ingin tahu Bang?" tanya Hafsah lagi.

Noval mencium kening istrinya, lalu turun ke hidung kemudian dengan lembut memagut bibir istrinya yang ranum. Lama ....

"Ya, aku ingin tahu," jawab Noval lalu merapatkan tubuhnya.

Air Mata Hafsah mengalir. Gadis itu masih merasakan bagaimana dulu sang ibu mendidiknya begitu keras.

"Jangan sedih sayang, ada aku di sini," ucap Noval sambil menghapus airmata sang istri.

"Percayakah kamu, jika yang kau lakukan adalah hal pertama kali aku dapatkan?" tanya Hafsah dengan suara bergetar.

"Maksudmu, ciuman ini?" tanya Noval mendelik tak percaya.

Hafsah mengangguk. Noval menarik lebih dalam lagi tubuh istrinya hingga kini mereka sangat dekat. Deru napas terdengar keras di telinga Hafsa, Noval mulai terangsang ketika mengetahui jika ia adalah laki-laki pertama untuk istrinya itu.

"Jadi kamu belum tersentuh sama sekali?" tanya Noval lagi.

Hafsah kembali mengangguk. Lalu menghentikan cumbuan Noval yang mulai memburu.

"Bang ... Aku masih belum bersih," ujar Hafsah lagi sambil berurai air mata. Noval menghentikan cumbuannya.

"Aku akan cerita kemana waktu itu," ujar Hafsah kembali.

“Tapi jika kau tak ingin jangan memaksa sayang,” ujar Noval masih setia dengan mencium dan mengecup wajah sang istri.

“Katanya tadi pengen tau,” rengek Hapsah lalu cemberut.

“Aku halal untukmu Bang, jadi jangan khawatir ya. Aku pasti menyerahkan diriku padamu,” lanjutnya lagi.

Noval menatap wajah sang istri yang makin cantik. Sampai sekarang ia masih tak percaya dengan rupa Hafsah yang ia pandangi saat ini.

“Mana kulitmu yang mengkilat dibakar matahari dulu sayang?’ tanyanya menggoda.

“Bang,” rengek gadis itu malu.

“Aku sangat ingat, bagaimana kau mengalahkan semua kelereng anak laki-laki,” lanjutnya yang membuat Hafsah makin malu.

“Tentu waktu yang merubahnya Bang,” sahut Hafsah lirih.

“Hmmm ... bibirmu membuatku candu sayang,” ujar Noval kembali mengecup bibir sang istri.

“Sudah sayang, jangan terlalu berlebihan. Ini juga tidak baik,” ujar Hafsah menolak halus cumbuan sang suami.

“Memang ada dalilnya?” tanya Noval memancing pengetahuan sang istri.

“Memang tidak spesifik melarang. Tapi Abang harus mencumbuku di atas pakaianku. Tidak bersentuhan langsung ke kulitku,” jawab Hafsah.

“Dalam hadits yang lain dari Aisyah RA: "Jika salah satu dari kami (isteri Nabi) ada yang haid, dan Rasulullah SAW ingin mencumbuinya, maka beliau Saw menyuruh isterinya yang haid itu untuk memakai kain sarung, kemudian beliau mencumbuinya." (HR. Bukhari). lanjutnya

Bersambung.

Wah mesti pake sarung ya.

Next?

Terpopuler

Comments

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

hadis itu klu misalkan sng laki GK kuat nahan iman lakukan sprti itu tp klu laki nya kuat nahan trus bercumbu saat haid GK maslh telanjang setengah nya ..krna klu smpe bwhnya yg tadinya halal JD haram

2024-02-21

1

𝓓𝓮𝓪

𝓓𝓮𝓪

hafshah rias mulu

2023-05-18

1

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

asyik kata-kata mu mas bikin ati istrimu melayang nanti

2023-05-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!