17. Diantar Pulang Allen

Dhezia telah diantar selamat oleh Allen sampai depan rumahnya. Tampak Laura yang sudah bangun sedang menyapu halaman rumah.

Srekk..Srekkk..Srekkk…

Terdengar bunyi Laura sedang menyapu menggunakan sapu lidi. Dan aktivitasnya pun kian terhenti ketika menyadari kakaknya datang dengan dibonceng oleh seorang laki laki. Acre turun dari motor.

"Kakak, darimana kak?" tanya Laura menghampiri Dhezia.

"Dari balai desa dek, kakak masuk dulu ya," jawab Dhezia menyembunyikan raut sedih di wajahnya.

Dhezia dengan cepat berlalu memasuki rumah, meninggalkan Allen yang masih berada di depan rumahnya itu.

"Ini mas mas yang kemarin semprot kak Dhezia kan?" tanya Laura dengan mata melotot kearah Allen.

"Hehe, waktu itu mas bener bener gak sengaja dek, tolong dimaafin ya," pinta Allen pada Laura.

“Maafin? Kak Dhezia abis Mas apain? Kenapa raut wajahnya sedih begitu?” tanya Laura to the point.

Dan seketika, Allen pun kaget dengan pertanyaan gadis kecil di depannya itu.

"Gak Mas apa- apain kok, Dek. Kamu jangan curiga begitu ya, eum kalo gitu, mas pamit dulu ya, dada Laura cantik," ucapnya lembut pada Laura.

“Aneh, mas tentara ini kan awalnya jutek tingkat dewa, kok mendadak manis ya, pasti ada udang dibalik bakwan! Eh ada udang dibalik batu!” maki Laura dalam hatinya.

"Hati hati," ucap Laura dengan nada sok cuek.

“Etdah, ini adek sama kakak sama sama nyebelin, tapi ya sama sama cantik juga, eh masih cantikan Dhezia dikit,” batin Allen.

Kemudian Allen berlalu menggunakan motornya meninggalkan rumah Dhezia.

Sementara itu Dhezia tampak berjalan memasuki kamarnya dan akan melepas baju tidur yang dikenakannya menemui Allen tadi, menggantinya dengan baju yang baru.

"Pusing banget kepala gue, mana belum cari kerja lagi, jadwal mencari kerja kan harusnya hari ini, biar cepet bisa gantiin Iphone nya Allen! tapi malahan pagi pagi buta udah dibuat nangis," sesal Dhezia.

Dhezia kemudian segera mengganti bajunya dan berjalan ke depan meja cermin hendak menyisir rambutnya.

Dhezia melihat rambutnya begitu berantakan di cermin. Acak-acakan. Seperti orang depresi saja. Namun, sesaat pandangannya terpusat pada bibir bawahnya sebelah kanan, terdapat memar disana.

"Kok ada memar ya, perasaan gue ngga kejedot apa apa deh," gumamnya sambil mengamati memar tersebut.

"Oh My God! Nggak mungkin," serunya sambil membekap bibirnya sendiri.

"Serius ini? Lukanya gara gara dicium Allen tadi?"  ucapnya dalam hati, sambil memegangi ujung bibirnya. Ya benar, lebih tepatnya digigit kecil oleh Allen.

Dan moment The Bite Kiss tadi terputar kembali di benak Dhezia.

"Apa tadi Allen pakai perasaan ya waktu cium gue tadi atau..?" pikirnya, "Ah, entahlah, gue gak mau makin pusing," keluhnya lantas berlari ke ranjang untuk menenggelamkan dirinya.

Untung saja Bu Ratia tak tau jika Dhezia pulang bersama Allen. Beruntungnya hanya Laura yang mengetahuinya. Tetapi Dhezia tetap was-was, bisa saja nanti Laura ember dan bercerita pada Bu Ratia. Akhirnya Dhezia bangkit dari tidurnya, ia Kembali keluar rumah menemui Laura yang masih menyapu halaman.

“Dek!” panggil Dhezia.

“Iya, Kak?” sahut Laura.

“Kakak boleh minta tolong ngga?” tanya Dhezia baik- baik.

“Iya apa?” sahut Laura agak cuek. Sepertinya ia tau jika kakaknya akan memintanya merahasiakan soal mas tentara tadi.

“Cuek banget sih kamu, Dek.”

Dhezia berkata dengan cemberut.

“Gak kok biasa aja,” sahut Laura.

“Dek! Serius ini, kakak minta tolong jangan bilang ke ibu atau bapak ya kalo kakak tadi pulang dianter sama mas tentara kemarin!” pinta Dhezia dengan nada sedikit memohon pada Laura.

“Ekhem, itu sih tergantung, biar Laura mikir dulu ya, Kak.”

“Yahh,Dek. Kok gitu sih,” keluh Dhezia.

Kemudian Dhezia berlalu kedalam rumah, ia kembali memasuki kamarnya dan menenggelamkan dirinya di kasur.

***

Jam menunjukkan pukul dua belas siang.

"Kak Zia, bangun kak, kakak gak jadi jalan jalan lihat lowongan kerja?" tanya Bu Ratia memasuki kamar putrinya.

"Iya buk, bentar lagi," jawab Dhezia sembari kepalanya menyembul sedikit dari balik selimut.

"Loh kamu pucat banget kak, kamu sakit?" tanya Bu Ratia panik.

"Engga bu" jawab Dhezia singkat.

"Engga gimana, badannya kakak jelas jelas demam gini kok," sahut Ibunya usai memeriksa kening Dhezia.

"Laura..., tolong ambilkan termometer di laci kamar mama nak," teriak Bu Ratia menyuruh Laura.

"Iya buk," sahut Laura yang sedang mengerjakan tugas daring nya di ruang tengah.

Tak lama kemudian, Laura datang dengan membawa termometer yang diminta oleh ibunya. Bu Ratia dengan cepat meletakkan termometer itu ke mulut Dhezia dan mengambil kompresan.

"Tuh kan suhu badan kakak 42 derajat loh, kalo gitu kakak gausah cari lowongan kerja dulu hari ini," kata Bu Ratia

"T-tapi Dhezia harus cepat dapat kerja buk, Dhezia mau gantiin-," Dhezia keceplosan.

"Gantiin apa kak?" tanya Bu Ratia.

"Eh, ngga buk," hampir saja Dhezia keceplosan.

"Kalo ada apa apa cerita sama ibuk ya kak," ucap Bu Ratia yang tampak khawatir pada Dhezia.

"Kakak, tadi abis diapain sama mas tentara menyebalkan itu? Kok pulang pulang lemes, terus sakit?" Tiba tiba saja Laura menyahut. Padahal sudah dibilang oleh Dhezia jangan berkata apa apa soal Allen.

"Kak Zia?! Kakak tadi malam juga gak pulang kan kak? Kakak kemana?" desak Bu Ratia pada Dhezia.

Pertanyaan Laura sepertinya berhasil memancing kecurigaan Bu Ratia terhadap Dhezia.

"Astaghfirullah buk, Dhezia tuh tadi malem pulang buk, tengah malam memang, Dhezia pulang ibuk udah tidur, terus tadi pagi Dhezia Ke Balai Desa lagi, disuruh bantuin bersih bersih ruang isolasi doank," jelas Dhezia agar tidak menimbulkan kecurigaan ibunya terhadapnya.

"Iya sudah, sekarang kakak makan siang dulu ya kak, terus minum obat, ibuk ambilin," kata Bu Ratia berlalu meninggalkan ruangan untuk mengambil makan.

Tak lama kemudian, Bu Ratia ada yang dengan membawa sepiring nasi dan lauk, segelas air hangat dan paracetamol untuk Dhezia.

"Ini kak, nanti sehabis makan, minum obat, langsung tidur ya kak, kakak mungkin kecapean,” ucap Bu Ratia lembut.

"Ayok, Laura. Kamu juga makan, kalo telat makan nanti bisa sakit juga kayak kakak, Kak Ame, ibu tinggal dulu sebentar ya, ibu mau mengambilkan bapak makan juga, nanti habis makan minum obat langsung tidur," ucap Bu Ratia pada Laura dan Dhezia.

"Baik bu, terimaksih," sahut Dhezia.

"Laura makan sebentar ya kak, nanti Laura temenin kakak kalo abis makan, Cup!" ucap Laura sembari mencium pipi kakaknya lembut.

"Iya, ih, cium cium, udah sana," suruh Dhezia pada Laura.

“Hihii, kan Laura sayang sama kakak, love you Kak,” kata Laura sembari mengangkat tangannya membentuk love.

“Iyaa iya, love you too,”jawab Dhezia.

Bu Ratia dan Laura lantas berlalu meninggalkan kamar.

***

Episodes
1 1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2 2. Dhezia Frustasi
3 3. Ditolak Gabriel
4 4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5 5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6 6. Cekcok Allen dan Dhezia
7 7. Membeli Obat Demam
8 8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9 9. Bertemu Citra
10 10. First Kiss with Allen
11 11. Allen Tersenyum Licik
12 12. Lurah Jahat
13 13. Menyelamatkan Dhezia
14 14. Telfon dari Allen
15 15. The Bite Kiss
16 16. Dhezia Menangis
17 17. Diantar Pulang Allen
18 18. Pujaan Hati Allen
19 19. Allen Sedih
20 20. Dhezia Sakit
21 21. Kembalinya Allen ke Semarang
22 22. Dhezia ke Semarang
23 23. Perjanjian dengan Yovien
24 24. Kota Lama Semarang
25 25. Stasiun Tawang
26 26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27 27. Allen Menemui Dhezia
28 28. Allen Marah
29 29. Kedatangan Yovien
30 30. Sandal Jepit Maut
31 31. Payung untuk Allen
32 32. Kissing Under Umbrella
33 33. Jatuhnya Selimut Allen
34 34. Makan 10 Detik
35 35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36 36. Flash Back in Bali 1
37 37. Flash Back in Bali 2
38 38. Flash Back in Bali 3
39 39. Flash Back in Bali 4
40 40. Flash Back in Bali 5
41 41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42 42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43 43. Permintaan Nyonya Clarista
44 44. Melacak Keberadaan Allen
45 45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46 46. Memesan Taxi Online
47 47. Bunga Aster
48 48. Trans Semarang
49 49. Xander Japanesse Food
50 50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51 51. Curhat dengan Rigel
52 52. Membeli Roti untuk Dhezia
53 53. Gold Eksekutif Room
54 54. Allen Terpesona
55 55. Makan dengan Allen
56 56. Hidangan Mahal
57 57. Kejahatan Novia
58 58. Menggendong Dhezia
59 59. Kejadian di Xander Mall
60 60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61 61. Menunggui Acre di RST
62 62. Perhatian Sementara
63 63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64 64. Pesan dari Brielle
65 65. Menyuapi Dhezia
66 66. Membantu Dhezia Mandi
67 67. Mendekap Erat Allen
68 68. Penjelasan Allen
69 69. Mencubit Pipi Dhezia
70 70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71 71. Kamar Mess Dhezia
72 72. Menciumi Dhezia
73 73. Severius dan Candra
74 74. Simpang Lima Semarang
75 75. Candra dan Severius ke Club
76 76. Mengetahui yang Sebenarnya
77 77. Allen dan Yovien Bertengkar
78 78. Titik Terang Kesalahpahaman
79 79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2
2. Dhezia Frustasi
3
3. Ditolak Gabriel
4
4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5
5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6
6. Cekcok Allen dan Dhezia
7
7. Membeli Obat Demam
8
8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9
9. Bertemu Citra
10
10. First Kiss with Allen
11
11. Allen Tersenyum Licik
12
12. Lurah Jahat
13
13. Menyelamatkan Dhezia
14
14. Telfon dari Allen
15
15. The Bite Kiss
16
16. Dhezia Menangis
17
17. Diantar Pulang Allen
18
18. Pujaan Hati Allen
19
19. Allen Sedih
20
20. Dhezia Sakit
21
21. Kembalinya Allen ke Semarang
22
22. Dhezia ke Semarang
23
23. Perjanjian dengan Yovien
24
24. Kota Lama Semarang
25
25. Stasiun Tawang
26
26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27
27. Allen Menemui Dhezia
28
28. Allen Marah
29
29. Kedatangan Yovien
30
30. Sandal Jepit Maut
31
31. Payung untuk Allen
32
32. Kissing Under Umbrella
33
33. Jatuhnya Selimut Allen
34
34. Makan 10 Detik
35
35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36
36. Flash Back in Bali 1
37
37. Flash Back in Bali 2
38
38. Flash Back in Bali 3
39
39. Flash Back in Bali 4
40
40. Flash Back in Bali 5
41
41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42
42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43
43. Permintaan Nyonya Clarista
44
44. Melacak Keberadaan Allen
45
45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46
46. Memesan Taxi Online
47
47. Bunga Aster
48
48. Trans Semarang
49
49. Xander Japanesse Food
50
50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51
51. Curhat dengan Rigel
52
52. Membeli Roti untuk Dhezia
53
53. Gold Eksekutif Room
54
54. Allen Terpesona
55
55. Makan dengan Allen
56
56. Hidangan Mahal
57
57. Kejahatan Novia
58
58. Menggendong Dhezia
59
59. Kejadian di Xander Mall
60
60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61
61. Menunggui Acre di RST
62
62. Perhatian Sementara
63
63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64
64. Pesan dari Brielle
65
65. Menyuapi Dhezia
66
66. Membantu Dhezia Mandi
67
67. Mendekap Erat Allen
68
68. Penjelasan Allen
69
69. Mencubit Pipi Dhezia
70
70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71
71. Kamar Mess Dhezia
72
72. Menciumi Dhezia
73
73. Severius dan Candra
74
74. Simpang Lima Semarang
75
75. Candra dan Severius ke Club
76
76. Mengetahui yang Sebenarnya
77
77. Allen dan Yovien Bertengkar
78
78. Titik Terang Kesalahpahaman
79
79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!