7. Membeli Obat Demam

Sepulang mengantar Laura membeli buku dan terlibat insiden basah kuyup, Dhezia memasuki kamar dan mengganti pakaiannya, lalu membentangkan tubuhnya di tempat tidur.

"Huuuhhh...," Dhezia melepaskan nafas beratnya.

Dhezia memikirkan semua peristiwa yang terjadi padanya hari ini. Biasanya di Amerika, setiap terjadi peristiwa yang kurang mengenakkan Dhezia selalu menemui Brielle kemudian bercerita kepada Brielle. Lalu Brielle memeluknya.

Tetapi sekarang jarak memisahkan Dhezia dan Brielle. Tidak ada yang menjadi teman curhat Dhezia lagi sekarang. Dhezia bahkan terakhir kali sebelum meninggalkan Amerika belum sempat bercerita kepada Brielle kalo ia menyatakan perasaannya kepada Gabriel kekasih Nicole, tetapi berakhir dengan Gabriel menolaknya.

Ya setidaknya Gabriel masih laki laki yang baik, menolak dengan cara yang halus dan memeluknya. Gabriel bahkan rela berjalan mengikuti Dhezia ketika melihat Dhezia menyeka Air matanya. Ah, Dhezia masih saja belum bisa melupakan Gabriel meski ia sudah di Indonesia sekarang. Kemudian Dhezia teringat kembali kejadian yang menimpanya barusan.

“Bagaimana bisa ya ada laki laki menyebalkan sekali seperti itu di dunia ini,” gerutu Dhezia dalam hati.

“Bukannya minta maaf, malahan gak mau salah. Coba aja tadi cowok itu minta maaf sama aku, pasti aku langsung memaafkannya, huh!” gerutunya lagi.

Dhezia memang perempuan yang menyukai kata "maaf" yang terucap dari bibir seseorang terutama seorang laki laki. Rasanya langsung luluh seketika ketika ia mendengar kata "maaf" dari seorang laki laki. Seperti perkataan maaf Gabriel terakhir kali saat menolak cintanya. Dhezia bisa menerimanya dengan ikhlas karena Gabriel mengatakan maaf kepadanya.

Tiba- tiba saja Dhezia merasa ingin melihat wajah Gabriel. Dengan segera, ia meraih ponselnya kemudian membuka aplikasi IG yang ada di ponselnya itu. Dhezia mengetik nama Gabriel di kolom pencarian, bermaksud mencari Instagram Gabriel. Dan benar saja, dalam sekejap Instagram Gabriel langsung muncul di

layer ponselnya. Dhezia kemudian melihat profil Instagram Gabriel. Sangat menarik ternyata. Terlihat banyak foto- foto Gabriel terpampang dengan medali kejuaraan renang yang diperolehnya. Dhezia tersenyum melihatnya. Ia melanjutkan men-scroll kebawah Instagram Gabriel. Dan, tatapannya ke layer ponselnya itu berubah sedih seketika begitu mendapati foto Gabriel bersama Nicole yang diunggah di Instagram Gabriel beberapa hari yang lalu.

“Mungkin memang benar, menaruh hati kepada seseorang yang bukan milik kita lebih terasa sakitnya,” gumamnya pada diri sendiri.

“Aku ingin mencintai seseorang yang juga mencintaiku. Pasti jauh lebih menyenangkan rasanya. Sepertinya aku harus melupakanmu, Briel.” ucap Dhezia di sela sela tatapannya pada foto yang terpampang mesra itu.

"Kak Ziaaa..., makan siang dulu kak, ini sudah di tungguin sama Laura..!"  Bu Ratia dari ruang makan berteriak memanggil Dhezia yang tadi pamitnya ganti baju sebentar tetapi malah merebahkan dirinya di tempat tidur.

Mendengar Ibunya memanggilnya, ia segera menutup ponselnya, kemudian menaruhnya diatas meja belajarnya, "Iyaa buk, bentar" jawab Dhezia.

Dhezia kemudian keluar kamar menuju ruang makan.

"Ini ibuk masakin kesukaan kamu sama Laura kak, tumis cumi cumi," kata Bu Ratia.

"Iyaa kak ini enak banget loh," sahut Laura.

"Iyaa makasih ya buk," Dhezia tersenyum kepada ibunya.

"Tadi siapa yang bikin kamu basah kuyup begitu, kok gak langsung cerita sama ibuk?" tanya bu ratia dengan nada khawatir kepada putrinya.

"Gapapa buk, cuma basah, gara gara petugas pengamanan Covid desa itu yang menyemprot salah arah, jadi Dhezia berangkat cantik pulang kusut deh!" kesalnya.

Mendengar jawaban Dhezia, Bu Ratia sontak tertawa, "hihihihi.. siapa yang nyemprot salah arah itu? Pak Babin?"

"Bukan buk, tentara muda, gatau siapa, tadi sih tulisan di bajunya Allen Xander gitu, temen temennya manggil dia Allen. Tapi orangnya nyebelin sekali buk, masa iya abis buat Dhezia basah kuyup gitu gak bilang sepatah kata maaf," sahut Dhezia mengadu pada ibunya.

"Tentara yang satgas covid desa kita ini kan ada 4, dikirim dari Semarang semua kan, Kak Zia. Dan katanya salah satu dari mereka ada yang anak pemilik Mall besar di Semarang,"  kata Bu Ratia menjelaskan pada Dhezia.

"Masa sih buk? Anak pemilik Mall besar kok mau disuruh nyemprot jalanan?!" Dhezia bertanya dengan keheranan mendengar penjelasan ibunya.

"Ya mungkin saja kan, ingin mengabdikan dirinya kepada negara, uang kan sudah tidak berarti baginya," kata Bu Ratia.

"Hah, ada ada saja ibu ini. Mana ada uang gak berarti," sahut Dhezia sambil mengangkat kedua bahunya tanda heran.

"Tadi kak Dhezia beliin mereka minum buk," tiba tiba Laura menyahut.

"Mereka? Tentara yang buat kamu basah kuyup itu?" Bu Ratia tampak bertanya heran pada Dhezia.

"Bukan dia aja, ada 3 orang temannya juga yang Dhezia kasih minum, habisnya mereka tampak lelah dan haus buk," Dhezia memberikan penjelasan kepada ibunya.

"Iya tidak apa apa, tetaplah jadi orang yang baik, Kak. Meski kita disakiti," Bu Ratia tersenyum sembari memberi nasehat kepada kedua putrinya itu.

“Oh, siap ibuk,” kata Dhezia sambil memeluk Ibunya. Kemudian pandangannya beredar ke seluruh sudut ruang makan itu, "Bapak kemana buk?"

Dhezia bertanya kepada ibunya, rasanya ia belum melihat bapaknya sepulang dari mengantar Laura ke Toserba tadi.

"Bapak sepertinya kecapean, badannya agak demam, ibu juga khawatir, tolong nanti malam belikan obat di apotek buat bapak ya kak," kata Bu Ratia meminta tolong kepada Dhezia.

"Dhezia belikan sekarang aja buk, sehabis makan ini,"

"Masih tutup kak Apotek nya Mbak Yatun, bukanya nanti sehabis maghrib karena ini hari jumat, setiap jumat baru buka habis maghrib," kata ibunya

" Dhezia beliin di apotek lain aja, gimana buk?" tawar Dhezia.

"Nanti aja kak kalo apotek nya Mbak Yatun sudah buka, bapak itu cocok kalo minum obat racikan dari apoteknya mbak yatun, kalo apotek lain kadang gak cocok kak sama dosisnya," kata Bu Ratia kepada Dhezia.

"Iya sudah kalo begitu Dhezia nurut ibuk aja," ucap Dhezia akhirnya.

***

Waktu menunjukkan Pukul 19.00 WIB. Dhezia ingat kalo ia harus membelikan obat demam untuk bapaknya. Dalam waktu beberapa menit Dhezia sudah bersiap akan pergi ke Apotek nya Mbak Yatun untuk mengantri obat untuk disana. Ia mengenakan sweater, celana jeans, dan sepatu flat shoesnya, tak lupa Dhezia mengurai rambutnya juga membuat poni dan memakai masker.

"Buukk, Dhezia ke apotek dulu ya," pamit Dhezia kepada ibunya yang sedang di kamar memijit bapak sambil menonton televisi.

"Iyaa kak zia, hati hati yaa, jangan lupa pakai jas hujan, diluar mendung," kata Bu Ratia mengingatkan.

"Laura ikut kaaaakk," teriak laura kepada kakaknya.

"Gausah Laura, diluar mendung. Laura dirumah aja besok kan daring, Nak. Udah kak, Laura biar mengerjakan PR saja dirumah, Kak. Gak usah ikut," kata Bu Ratia pada Dhezia.

" Dirumah aja, dek!” ucapnya pada Laura.

“Iya udah deh, Kak. Gak jadi ikut,” sesal Laura.

“Yaudah bu, Dhezia ke apotek dulu ya.., tunggu sebentar ya, Pak. Dhezia beliin obat dulu," ucap Dhezia pada Bu Ratia dan Pak Abu.

"Iyaa. Hati hati, bapak sebenarnya sudah agak baikan. Ibu yang memaksa buat tetep minum obat," jelas Pak Abu.

"Iya betul, Pak. Biar sehat full 100 persen pak, hehe," kata Dhezia pada Pak Abu.

"Nanti sekalian susu beruang ya, Zia." perintah Bu Ratia.

"Baik buk, Dhezia pergi dulu ya," ucap Dhezia berpamitan pada Bu Ratia dan Pak Abu.

"Hati hati, Kak Zia," pesan ibu.

***

Episodes
1 1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2 2. Dhezia Frustasi
3 3. Ditolak Gabriel
4 4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5 5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6 6. Cekcok Allen dan Dhezia
7 7. Membeli Obat Demam
8 8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9 9. Bertemu Citra
10 10. First Kiss with Allen
11 11. Allen Tersenyum Licik
12 12. Lurah Jahat
13 13. Menyelamatkan Dhezia
14 14. Telfon dari Allen
15 15. The Bite Kiss
16 16. Dhezia Menangis
17 17. Diantar Pulang Allen
18 18. Pujaan Hati Allen
19 19. Allen Sedih
20 20. Dhezia Sakit
21 21. Kembalinya Allen ke Semarang
22 22. Dhezia ke Semarang
23 23. Perjanjian dengan Yovien
24 24. Kota Lama Semarang
25 25. Stasiun Tawang
26 26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27 27. Allen Menemui Dhezia
28 28. Allen Marah
29 29. Kedatangan Yovien
30 30. Sandal Jepit Maut
31 31. Payung untuk Allen
32 32. Kissing Under Umbrella
33 33. Jatuhnya Selimut Allen
34 34. Makan 10 Detik
35 35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36 36. Flash Back in Bali 1
37 37. Flash Back in Bali 2
38 38. Flash Back in Bali 3
39 39. Flash Back in Bali 4
40 40. Flash Back in Bali 5
41 41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42 42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43 43. Permintaan Nyonya Clarista
44 44. Melacak Keberadaan Allen
45 45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46 46. Memesan Taxi Online
47 47. Bunga Aster
48 48. Trans Semarang
49 49. Xander Japanesse Food
50 50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51 51. Curhat dengan Rigel
52 52. Membeli Roti untuk Dhezia
53 53. Gold Eksekutif Room
54 54. Allen Terpesona
55 55. Makan dengan Allen
56 56. Hidangan Mahal
57 57. Kejahatan Novia
58 58. Menggendong Dhezia
59 59. Kejadian di Xander Mall
60 60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61 61. Menunggui Acre di RST
62 62. Perhatian Sementara
63 63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64 64. Pesan dari Brielle
65 65. Menyuapi Dhezia
66 66. Membantu Dhezia Mandi
67 67. Mendekap Erat Allen
68 68. Penjelasan Allen
69 69. Mencubit Pipi Dhezia
70 70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71 71. Kamar Mess Dhezia
72 72. Menciumi Dhezia
73 73. Severius dan Candra
74 74. Simpang Lima Semarang
75 75. Candra dan Severius ke Club
76 76. Mengetahui yang Sebenarnya
77 77. Allen dan Yovien Bertengkar
78 78. Titik Terang Kesalahpahaman
79 79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2
2. Dhezia Frustasi
3
3. Ditolak Gabriel
4
4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5
5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6
6. Cekcok Allen dan Dhezia
7
7. Membeli Obat Demam
8
8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9
9. Bertemu Citra
10
10. First Kiss with Allen
11
11. Allen Tersenyum Licik
12
12. Lurah Jahat
13
13. Menyelamatkan Dhezia
14
14. Telfon dari Allen
15
15. The Bite Kiss
16
16. Dhezia Menangis
17
17. Diantar Pulang Allen
18
18. Pujaan Hati Allen
19
19. Allen Sedih
20
20. Dhezia Sakit
21
21. Kembalinya Allen ke Semarang
22
22. Dhezia ke Semarang
23
23. Perjanjian dengan Yovien
24
24. Kota Lama Semarang
25
25. Stasiun Tawang
26
26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27
27. Allen Menemui Dhezia
28
28. Allen Marah
29
29. Kedatangan Yovien
30
30. Sandal Jepit Maut
31
31. Payung untuk Allen
32
32. Kissing Under Umbrella
33
33. Jatuhnya Selimut Allen
34
34. Makan 10 Detik
35
35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36
36. Flash Back in Bali 1
37
37. Flash Back in Bali 2
38
38. Flash Back in Bali 3
39
39. Flash Back in Bali 4
40
40. Flash Back in Bali 5
41
41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42
42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43
43. Permintaan Nyonya Clarista
44
44. Melacak Keberadaan Allen
45
45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46
46. Memesan Taxi Online
47
47. Bunga Aster
48
48. Trans Semarang
49
49. Xander Japanesse Food
50
50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51
51. Curhat dengan Rigel
52
52. Membeli Roti untuk Dhezia
53
53. Gold Eksekutif Room
54
54. Allen Terpesona
55
55. Makan dengan Allen
56
56. Hidangan Mahal
57
57. Kejahatan Novia
58
58. Menggendong Dhezia
59
59. Kejadian di Xander Mall
60
60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61
61. Menunggui Acre di RST
62
62. Perhatian Sementara
63
63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64
64. Pesan dari Brielle
65
65. Menyuapi Dhezia
66
66. Membantu Dhezia Mandi
67
67. Mendekap Erat Allen
68
68. Penjelasan Allen
69
69. Mencubit Pipi Dhezia
70
70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71
71. Kamar Mess Dhezia
72
72. Menciumi Dhezia
73
73. Severius dan Candra
74
74. Simpang Lima Semarang
75
75. Candra dan Severius ke Club
76
76. Mengetahui yang Sebenarnya
77
77. Allen dan Yovien Bertengkar
78
78. Titik Terang Kesalahpahaman
79
79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!