9. Bertemu Citra

Dhezia masih berdiri mematung di depan toserba yang  barusaja tutup beberapa saat yang lalu. Tubuhnya lemas, otaknya tidak bisa berpikir. Bagaimana bisa ia sangat ceroboh berbalik dengan tergesa seperti itu dan menabrak laki laki menyebalkan bernama Allen itu. Hingga ponselnya yang berharga puluhan juta itu rusak. Dan Dhezia tidak punya pilihan lain selain menerima syarat keterlaluan dari Allen.

"Arghh!! Kenapa harus cowok nyebelin itu? Kenapa kenapa kenapaaaaaa," gerutunya berkali kali sambil memukul mukul kepalanya sendiri menggunakan tangan.

Mengapa harus Allen? Jika itu Gabriel atau pria lain pasti akan berbaik hati memberikan Dhezia waktu untuk mengganti ponsel itu tanpa harus ada syarat yang gila itu.

Disaat Dhezia tengah sibuk menggerutu, tiba- tiba saja terdengar suara perempuan yang memanggilnya dari arah jalan raya.

“Zia..Dhezia..., Dhezia kan itu??"

Citra berteriak memanggil teman lamanya yang sedang berdiri didepan toserba yang tutup. Mendengar ada yang memanggilnya Dhezia langsung menoleh kearah suara itu.

"Ci-tra??" sahut Dhezia ketika menyadari itu adalah Citra, teman sekaligus tetangga desa yang dulunya satu paguyuban menari dengannya. Ayah Citra dulu pernah menjadi Kepala Desa Bambu.

"Ngapain lo berdiri disitu, Zia?" tanya Citra yang memakai jas hujan pink polkadot. Ketika bertanya pada Dhezia ia masih berada diatas motornya.

Citra kemudian memarkirkan motornya disebelah motor Dhezia, didepan toserba yang tutup. Hujan perlahan mulai berhenti, dan Citra pun melepas jas hujannya, lalu melipatnya dan memasukkannya kedalam jok motornya.

"Tadi abis beli susu beruang, dan ada masalah sedikit, makanya basah kuyup gini, hehe," jawab Dhezia berusaha tertawa.

"Gitu ya, haha," Citra hanya ikut tertawa melihat Dhezia tertawa, tetapi sebenarnya tidak tau bagian mana yang lucu. Setahu Citra, Dhezia sedang bersekolah di luar negeri. Makanya ia sedikit kaget ketika melihat Dhezia sedang berdiri dengan keadaan basah kuyup di depan toserba.

Kemudian Dhezia bertanya pada Citra.

"Lah lo darimana tadi, Tra?"  tanyanya sambil menatap teman yang sudah lama tak dilihatnya  itu.

"Gue tadi dari balai desa, ini mau beli Autan, tapi malahan toserbanya udah tutup! Huh, padahal tadi gue udah ngebut dijalan, Zia. Gue kasian, orang yang gue suka tidur di balai desa. Disana banyak nyamuk katanya, tadi sih udah sempet mau minta ke abangnya, soalnya katanya abangnya beli autan. Tapi ternyata abangnya dia yang beli itu balik ke balai desa gak bawa apa apa, dan badannya basah kuyup terguyur hujan."

Citra menjelaskan panjang lebar maksud tujuannya ke toserba. Dan mendengar penjelasan Citra, Dhezia syok seketika.

"Ba-sah ku-yup?" Dhezia bertanya dengan terbata. Jangan jangan yang dimaksud Citra itu Allen.

"Iya basah semua tadi bajunya Allen," jawab Citra.

Deg! Seketika nafasnya berhenti sejenak. Dhezia masih saja tak percaya

dengan apa yang menimpa dirinya barusan. Ponselnya Allen rusak karena ulahnya.

“Tuh kan bener, yang dimaksud Citra adalah Allen,” batin Dhezia.

Kemudian ia memberanikan diri untuk bertanya pada Citra.

"Lo tau Allen?" tanya Dhezia penasaran.

"Ya jelas taulah,Zia..., Allen, Rigel, Severius, dan yang paling deket sama gue Candra," sahut Citra dengan antusias

"Gue...gue..sebenernya terlibat masalah sama Allen, Tra..," ucap Dhezia bercerita kepada Citra.

"Hah? Serius lo?! Masalah apaan?"

"Gue gak sengaja nabrak dia yang lagi ngangkat telfon, terus ponselnya yang dia pegang itu kelempar ke tengah jalan, mungkin dia juga kaget, dan parahnya ponselnya itu rusak, IPhone 14."

Dhezia menjelaskan kepada Citra dengan nada sedihnya.

"Hah, mampus lo Zia, lo tau gak Allen itu siapa??? Dia itu anak pemilik Xander Group, punya perusahaan, mall dan beberapa restoran di Semarang! Bisa berabe kalo berurusan sama dia, Zia!" cerocos Citra.

Dhezia yang bercerita pada Citra bukannya beban pikirannya berkurang tetapi malahan tambah buruk!

"Terus gue harus gimana dong, Tra? Sebenarnya Allen mau ngasih gue waktu buat gantiin Iphone 14 nya dia sih, tapi dia ngajuin syarat," ucap Dhezia pada Citra akhirnya.

Citra tampak mendelik kearah Dhezia.

"Allen? Ngajuin syarat? Pasti syarat itu hal yang diluar nalar, kan?"

Citra menebak dengan pasti.

"I-iya, dia nyuruh gue..gue..,"

Dhezia tampak bingung mengatakan syarat yang diajukan Allen itu padanya.

"Lo apa?"

"Gue disuruh cium dia setelah ini di perpustakaan Balai Desa" ucap Dhezia tak berdaya

"Tuh kan bener, pasti Allen itu ngajuin syarat yang aneh aneh, terus?Lo setuju?"

" I-iya gue gak ada pilihan lain, Tra" kata Dhezia pasrah.

"Haha, yaudah gapapa lo lakuin aja, tapi jangan sampai diluar batas ya, ntar bilang sama gue kalo Allen macem macem bisa gue laporan ke bokap gue biar dia diekspor ke Semarang, wkwk," ucap Citra. Kemudian tertawa.

“Ketawa? Lo piker lucu, Tra?” kesal Dhezia.

“Upss, sorry sorry, Zia. Hihi,”

“Tau ah gue kesel sama lo,” sahut Dhezia lagi.

“Yeee jangan kesel kesel gitu dong calon gebetannya Allen, haha,” goda Citra.

“Idih, gak ya! Na to the jis!” umpat Dhezia.

Karena ayahnya mantan kades, Citra sekarang menjadi salah satu staff di balai desa. Jadi Citralah yang mengurus semua keperluan Tim Satgas Covid sekarang, termasuk sarapan pagi, makan siang, dan malam. Dan dampaknya Citra bisa dekat dengan mereka, terutama Candra. Dulu sama seperti Dhezia. Citra sama

sama tergabung di paguyuban menari di desa. Citra dan Dhezia juga sempat menyandang gelar Puteri Desa 2019, Citra juara pertama dan Dhezia juara kedua, saat mereka masih duduk di bangku sekolah menengah dulu, sebelum akhirnya Dhezia kemudian melanjutkan kuliahnya di Amerika.

“Hahahaha…,” Citra masih saja tertawa mendengar Dhezia dikerjain abis- abisan sama Allen.

"Lo bukannya tolongin gue malahan ketawa lo, " seru Dhezia kesal kepada Citra.

"Haha lah gimana habisnya menarik si, lo mau cium Allen dengan keadaan basah gini baju lo?" tanya Citra melihat Dhezia yang belum kering juga bajunya, meski sudah kena angin malam.

"Duh gimana ya, ini gue juga belum ngasihin obat bapak gue juga, tapi ntar kalo pulang kerumah dulu pasti ibuk nanyain kalo gue mau keluar temuin Allen, gue harus bilang apa ke ibuk?" ucap Dhezia kebingungan.

"Yaudah lo pulang aja sekarang, ganti baju sama ngasihin obat itu, gue tunggu disini, kalo udah chat gue, ntar gue jemput lo gue ajak ke balai desa, ntar gue yang bikin alasan, lo tenang aja" kata Citra pada Dhezia.

"Gitu? Lo gapapa jemput gue?"

"Iya gapapaaaaaaa Nooonaaaa Dheziasia," sahut Citra dengan nada yang dibuat buat.

Sebenarnya Citra juga ingin melihat Candra di Balai Desa, makanya ia dengan senang hati mau mengantar Dhezia kesana.

"Yaudah gue kerumah dulu bentar ya," kata Dhezia pada Citra.

"Iya, cepet," jawab Citra.

***

Episodes
1 1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2 2. Dhezia Frustasi
3 3. Ditolak Gabriel
4 4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5 5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6 6. Cekcok Allen dan Dhezia
7 7. Membeli Obat Demam
8 8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9 9. Bertemu Citra
10 10. First Kiss with Allen
11 11. Allen Tersenyum Licik
12 12. Lurah Jahat
13 13. Menyelamatkan Dhezia
14 14. Telfon dari Allen
15 15. The Bite Kiss
16 16. Dhezia Menangis
17 17. Diantar Pulang Allen
18 18. Pujaan Hati Allen
19 19. Allen Sedih
20 20. Dhezia Sakit
21 21. Kembalinya Allen ke Semarang
22 22. Dhezia ke Semarang
23 23. Perjanjian dengan Yovien
24 24. Kota Lama Semarang
25 25. Stasiun Tawang
26 26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27 27. Allen Menemui Dhezia
28 28. Allen Marah
29 29. Kedatangan Yovien
30 30. Sandal Jepit Maut
31 31. Payung untuk Allen
32 32. Kissing Under Umbrella
33 33. Jatuhnya Selimut Allen
34 34. Makan 10 Detik
35 35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36 36. Flash Back in Bali 1
37 37. Flash Back in Bali 2
38 38. Flash Back in Bali 3
39 39. Flash Back in Bali 4
40 40. Flash Back in Bali 5
41 41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42 42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43 43. Permintaan Nyonya Clarista
44 44. Melacak Keberadaan Allen
45 45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46 46. Memesan Taxi Online
47 47. Bunga Aster
48 48. Trans Semarang
49 49. Xander Japanesse Food
50 50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51 51. Curhat dengan Rigel
52 52. Membeli Roti untuk Dhezia
53 53. Gold Eksekutif Room
54 54. Allen Terpesona
55 55. Makan dengan Allen
56 56. Hidangan Mahal
57 57. Kejahatan Novia
58 58. Menggendong Dhezia
59 59. Kejadian di Xander Mall
60 60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61 61. Menunggui Acre di RST
62 62. Perhatian Sementara
63 63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64 64. Pesan dari Brielle
65 65. Menyuapi Dhezia
66 66. Membantu Dhezia Mandi
67 67. Mendekap Erat Allen
68 68. Penjelasan Allen
69 69. Mencubit Pipi Dhezia
70 70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71 71. Kamar Mess Dhezia
72 72. Menciumi Dhezia
73 73. Severius dan Candra
74 74. Simpang Lima Semarang
75 75. Candra dan Severius ke Club
76 76. Mengetahui yang Sebenarnya
77 77. Allen dan Yovien Bertengkar
78 78. Titik Terang Kesalahpahaman
79 79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2
2. Dhezia Frustasi
3
3. Ditolak Gabriel
4
4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5
5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6
6. Cekcok Allen dan Dhezia
7
7. Membeli Obat Demam
8
8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9
9. Bertemu Citra
10
10. First Kiss with Allen
11
11. Allen Tersenyum Licik
12
12. Lurah Jahat
13
13. Menyelamatkan Dhezia
14
14. Telfon dari Allen
15
15. The Bite Kiss
16
16. Dhezia Menangis
17
17. Diantar Pulang Allen
18
18. Pujaan Hati Allen
19
19. Allen Sedih
20
20. Dhezia Sakit
21
21. Kembalinya Allen ke Semarang
22
22. Dhezia ke Semarang
23
23. Perjanjian dengan Yovien
24
24. Kota Lama Semarang
25
25. Stasiun Tawang
26
26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27
27. Allen Menemui Dhezia
28
28. Allen Marah
29
29. Kedatangan Yovien
30
30. Sandal Jepit Maut
31
31. Payung untuk Allen
32
32. Kissing Under Umbrella
33
33. Jatuhnya Selimut Allen
34
34. Makan 10 Detik
35
35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36
36. Flash Back in Bali 1
37
37. Flash Back in Bali 2
38
38. Flash Back in Bali 3
39
39. Flash Back in Bali 4
40
40. Flash Back in Bali 5
41
41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42
42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43
43. Permintaan Nyonya Clarista
44
44. Melacak Keberadaan Allen
45
45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46
46. Memesan Taxi Online
47
47. Bunga Aster
48
48. Trans Semarang
49
49. Xander Japanesse Food
50
50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51
51. Curhat dengan Rigel
52
52. Membeli Roti untuk Dhezia
53
53. Gold Eksekutif Room
54
54. Allen Terpesona
55
55. Makan dengan Allen
56
56. Hidangan Mahal
57
57. Kejahatan Novia
58
58. Menggendong Dhezia
59
59. Kejadian di Xander Mall
60
60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61
61. Menunggui Acre di RST
62
62. Perhatian Sementara
63
63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64
64. Pesan dari Brielle
65
65. Menyuapi Dhezia
66
66. Membantu Dhezia Mandi
67
67. Mendekap Erat Allen
68
68. Penjelasan Allen
69
69. Mencubit Pipi Dhezia
70
70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71
71. Kamar Mess Dhezia
72
72. Menciumi Dhezia
73
73. Severius dan Candra
74
74. Simpang Lima Semarang
75
75. Candra dan Severius ke Club
76
76. Mengetahui yang Sebenarnya
77
77. Allen dan Yovien Bertengkar
78
78. Titik Terang Kesalahpahaman
79
79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!