Pagi-pagi, Laura sudah menagih Dhezia apa yang dijanjikan Dhezia kepada adiknya itu semalam, karena pulang dari Amerika tidak membawa buah tangan. Dhezia berjanji akan membelikan es krim dan buku pada Laura pagi ini.
"Kakak, kita jadi beli es krim sama buku kan pagi ini?" tanya Laura kepada Dhezia yang sedang membantu ibunya mengepel lantai.
"Iya jadi dek, bentar kakak habis ini mau mandi dulu ya," sahut Dhezia kepada Laura.
"Oke kak, jangan lama lama ya kak, aku siap siap ganti baju dan pakai masker dulu ya" sahut Laura kegirangan.
Setelah selesai mengepel lantai, Dhezia bergegas mandi, ganti baju dan berdandan. Style penampilan Dhezia masih sama. Ia memakai celana jeans, sepatu flat shoes, kemeja lengan panjang, rambut yang terurai dan memakai masker. Layaknya seorang mahasiswi yang akan pergi ke kampus, padahal ia hanya akan
pergi ke Toserba!
"Ayok deekkk," ucap Dhezia berteriak kepada adiknya.
"Iya kakak!!" Jawab Laura
"Pamit sama ibu dulu dek," perintah Dhezia
"Bukk... Aku sama kak Dhezia mau beli eskrim sama bukuuuuu!" teriak Laura
"Iyaa hati hati...," sahut ibu dari ruang tamu.
"Re...jangan lupa pakai helm sama masker, laura jugaaaa," Pak Abu yang tengah sibuk berjemur dibawah matahari pagi di samping rumah itupun sontak berteriak mengingatkan Dhezia dan Laura.
“Yes, Dad!” sahut Dhezia
“Udah di Indonesia ini kak, gak usah Dad Ded Dad Ded! Bapak gak ngerti!” omel Pak Abu dari samping rumah.
“Ini Dhezia ajarin dikit- dikit biar ngerti, Dad!” sahut Dhezia.
“Udah sana, pakai masker pakai helm,” perintah Pak Abu.
"Iya bapaaaakk," sahut Laura.
Tak lama kemudian Dhezia memencet tombol double starter dan mengendarai motornya, di belakangnya ada Laura yang sedang membonceng melingkarkan tangannya ke pinggang kakaknya itu.
Dhezia melanjukan motornya dengan kecepatan sedang menuju Toserba yang menjual berbagai macam alat tulis dan tentunya juga ada es krim disana.
Sampai di depan Toserba yang berada di sebelah jalan raya itu, Dhezia memarkirkan motornya, situasi di Toserba tidak begitu ramai pembeli, dikarenakan Masa Pendemi Corona Vyrus. Di depan pintu masuk toko tersebut pada sisi sebelah kanan tampak banner bertuliskan "Selamat Berbelanja" dan disisi kiri pintu terdapat banner bertuliskan "Area Wajib Memakai Masker". Dhezia dan Laura memasuki Toserba kemudian menuju tempat bagian alat alat tulis.
"Mau yang gambar apa dek buku tulisnya?" tanya Dhezia kepada adiknya, Laura.
"Kuda poni sama frozen kak," jawab Laura
"Mau beli 2 pack?" tanya Dhezia
"Iya, boleh kan kak?"
"Yaudah ambil aja dek, ini nanti adek yang membayar di kasir ya, sekalian ambil es krim juga di dekat meja kasir itu, adek milih aja mau yang mana, kakak tunggu diluar ya, adek berani kan bayar di kasir sendiri? " Dhezia
menyodorkan sejumlah uang kepada adiknya.
"Berani kak, mana sini uangnya" Laura menerima sejumlah uang yang disodorkan kakaknya kepadanya.
Dhezia menyuruh Laura membayar di kasir sendiri, untuk melatih sifat mandiri dan pemberani pada adiknya.
Dhezia keluar dari Toserba kemudian berdiri disebelah motornya yang terparkir di depan toserba sebelah jalan raya itu. Dhezia menunggu Laura yang sedang memilih es krim dan membayar di kasir. Sesaat ketika Dhezia sedang menunggu adiknya itu terdengar suara seruan menggunakan speaker mobil polisi yang sangat keras, kemudian disusul beberapa petugas pengamanan yang berboncengan menggunakan motor di belakang mobil polisi, petugas pengamanan itu terdiri dari seorang Babinsa desa, Bhabinkamtibmas, dan diikuti empat orang
tentara muda dari Semarang yang ditugaskan PAM (pengamanan) Covid di wilayah Kota Kudus.
Perhatian, Perhatian…
Semua orang yang melewati kawasan ini...
Dimohon memakai masker..
Dimohon menjaga jarak...
Perhatian, Perhatian..
Semua orang yang melewati kawasan ini...
Dimohon memakai masker..
Dimohon menjaga jarak...
Di barisan paling depan kembali terdengar mobil polisi berseru dengan speaker dan sirinenya, barisan kedua Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa, sementara barisan terakhir tampak empat orang tentara muda berseragam loreng, berboncengan menggunakan dua sepeda motor yang berjajar dan dikendarai dengan perlahan, Severius dan Candra berada di depan memegang kemudi motor, sementara Allen dan Rigel yang bertugas menyemprotkan cairan disinfektan ke pinggir jalan.
Rigel bertugas menyemprotkan cairan disinfektan di pinggir jalan sebelah kanan dan Allen yang bertugas menyemprotkan disinfektan di pinggir jalan sebelah kiri tempat Dhezia berdiri.
Allen dari jauh sebenarnya sudah melihat keberadaan Dhezia di pinggir jalan. Akan tetapi, Allen yang merasa bosan harus melewati jalan yang sama juga terik matahari yang menyengat di tubuhnya dan harus setiap hari berkeliling menyemprotkan disinfektan setiap pagi menjelang siang hari itupun muncul sifat jahilnya. Allen sengaja tidak mau mengubah arah alat penyemprotnya sehingga cairan disinfektannya mengenai Dhezia yang berdiri diparkiran samping jalan raya.
Dhezia pun sontak kaget ketika tersemprot cairan disinfektan yang disemprotkan ke arahnya oleh salah satu tentara muda yang melewatinya tersebut. Sial. Baju dan badannya basah kuyup.
"Sepertinya tentara nyebelin itu sengaja! Masa iya gak lihat sih kalo ada cewek di pinggir jalan ya harusnya di semprotkan ke arah lain. Bukan tetap di arah yang sama!" gerutu Dhezia sambil emosi.
Dhezia yang kesal dirinya basah kuyup seketika berteriak kepada petugas yang baru saja melewatinya.
"BERHENTIII!!!" teriak Dhezia dengan nada emosinya. Emosinya kini meluap luap.
Empat tentara muda yang berada di barisan belakang konvoi pengamanan itu pun berhenti. Sepertinya mereka menyadari ada cewek yang emosi karena dirinya basah kuyup terkena cairan disinfektan. Sementara Mobil Polisi paling depan, babinsa, dan Bhabinkamtibmas sepertinya tidak mendengar teriakan Dhezia sehingga tetap melanjutkan perjalanan.
"Sepertinya cewek tadi marah bang!" ucap tentara paling bontot bernama Severius yang melihat tingkah jahil abangnya dibelakang.
"Biarin," jawab Allen ketus.
"Heh Len, cewek tadi marah tuh!" seru Rigel, teman satu letting dengan Allen.
"Abang si, tadi semprotin ke arahnya, mungkin bajunya basah kuyup tuh!" sahut Candra yang sedang memboncengkan Rigel.
"Yaudah biar saya yang turun, kalian disini aja!" ucap Allen turun dari motor kemudian menghampiri Dhezia yang tengah basah kuyup.
Dhezia langsung meluapkan emosinya begitu melihat pria berseragam loreng berjalan ke arahnya.
"Bisa gak sih, kalo nyemprot itu hati hati??!!!!" cerocos Dhezia.
"Yang salah kamu atau saya? Saya hanya menjalankan perintah untuk menyemprotkan disinfektan ke pinggir jalan," jawab Allen datar.
"Kamu sengaja kan? Biar saya basah kuyup gini? " Dhezia melontarkan pertanyaan dengan nada sinisnya.
"Apa? Sengaja? Kamu pikir saya sengaja?! Meskipun saya sengaja ya tetap saja kamu yang salah! kamulah yang berdiri di pinggir jalan, tugas saya kan menyemprot di pinggir jalan, saya hanya melaksanakan perintah, jelas?!!"
bantah Allen tidak mau kalah.
Allen yang sudah kepanasan karena berkeliling di jalan raya menyemprotkan disinfektan itu menjadi tambah kesal berhadapan dengan cewek di depannya itu.
"Kamu kok balik marahin aku?!! Kamu gak lihat aku basah kuyup kayak gini gara gara kamu!!!" Tak kalah Dhezia menyerang Allen dengan nada yang sama sama kesal.
Rigel, Severius, dan Candra yang menyadari sepertinya terjadi keributan antara Dhezia dan Allen pun memutarbalikkan kemudi motornya menuju arah Dhezia dan Allen. Mereka bertiga kini turun dari motornya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Sery
jahat Allen .. emang Dhezia kuman
2023-04-18
0