5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!

Pagi-pagi, Laura sudah menagih Dhezia apa yang dijanjikan Dhezia kepada adiknya itu semalam, karena pulang dari Amerika tidak membawa buah tangan. Dhezia berjanji akan membelikan  es krim dan buku pada Laura pagi ini.

"Kakak, kita jadi beli es krim sama buku kan pagi ini?" tanya Laura kepada Dhezia yang sedang membantu ibunya mengepel lantai.

"Iya jadi dek, bentar kakak habis ini mau mandi dulu ya," sahut Dhezia kepada Laura.

"Oke kak, jangan lama lama ya kak, aku siap siap ganti baju dan pakai masker dulu ya" sahut Laura kegirangan.

Setelah selesai mengepel lantai, Dhezia bergegas mandi, ganti baju dan berdandan. Style penampilan Dhezia masih sama. Ia memakai celana jeans, sepatu flat shoes, kemeja lengan panjang, rambut yang terurai dan memakai masker. Layaknya seorang mahasiswi yang akan pergi ke kampus, padahal ia hanya akan

pergi ke Toserba!

"Ayok deekkk," ucap Dhezia berteriak kepada adiknya.

"Iya kakak!!" Jawab Laura

"Pamit sama ibu dulu dek," perintah Dhezia

"Bukk... Aku sama kak Dhezia mau beli eskrim sama bukuuuuu!" teriak Laura

"Iyaa hati hati...," sahut ibu dari ruang tamu.

"Re...jangan lupa pakai helm sama masker, laura jugaaaa," Pak Abu yang tengah sibuk berjemur dibawah matahari pagi di samping rumah itupun sontak berteriak mengingatkan Dhezia dan Laura.

“Yes, Dad!” sahut Dhezia

“Udah di Indonesia ini kak, gak usah Dad Ded Dad Ded! Bapak gak ngerti!” omel Pak Abu dari samping rumah.

“Ini Dhezia ajarin dikit- dikit biar ngerti, Dad!” sahut Dhezia.

“Udah sana, pakai masker pakai helm,” perintah Pak Abu.

"Iya bapaaaakk," sahut Laura.

Tak lama kemudian Dhezia memencet tombol double starter dan mengendarai motornya, di belakangnya ada Laura yang sedang membonceng melingkarkan tangannya ke pinggang kakaknya itu.

Dhezia melanjukan motornya dengan kecepatan sedang menuju Toserba yang menjual berbagai macam alat tulis dan tentunya juga ada es krim disana.

Sampai di depan Toserba yang berada di sebelah jalan raya itu, Dhezia memarkirkan motornya, situasi di Toserba tidak begitu ramai pembeli, dikarenakan Masa Pendemi Corona Vyrus. Di depan pintu masuk toko tersebut pada sisi sebelah kanan tampak banner bertuliskan "Selamat Berbelanja" dan disisi kiri pintu terdapat banner bertuliskan "Area Wajib Memakai Masker". Dhezia dan Laura memasuki Toserba kemudian menuju tempat bagian alat alat tulis.

"Mau yang gambar apa dek buku tulisnya?" tanya Dhezia kepada adiknya, Laura.

"Kuda poni sama frozen kak," jawab Laura

"Mau beli 2 pack?" tanya Dhezia

"Iya, boleh kan kak?"

"Yaudah ambil aja dek, ini nanti adek yang membayar di kasir ya, sekalian ambil es krim juga di dekat meja kasir itu, adek milih aja mau yang mana, kakak tunggu diluar ya, adek berani kan bayar di kasir sendiri? " Dhezia

menyodorkan sejumlah uang kepada adiknya.

"Berani kak, mana sini uangnya" Laura menerima sejumlah uang yang disodorkan kakaknya kepadanya.

Dhezia menyuruh Laura membayar di kasir sendiri, untuk melatih sifat mandiri dan pemberani pada adiknya.

Dhezia keluar dari Toserba kemudian berdiri disebelah motornya yang terparkir di depan toserba sebelah jalan raya itu. Dhezia menunggu Laura yang sedang memilih es krim dan membayar di kasir. Sesaat ketika Dhezia sedang menunggu adiknya itu terdengar suara seruan menggunakan speaker mobil polisi yang sangat keras, kemudian disusul beberapa petugas pengamanan yang berboncengan menggunakan motor di belakang mobil polisi, petugas pengamanan itu terdiri dari seorang Babinsa desa, Bhabinkamtibmas, dan diikuti empat orang

tentara muda dari Semarang yang ditugaskan PAM (pengamanan) Covid di wilayah Kota Kudus.

Perhatian, Perhatian…

Semua orang yang melewati kawasan ini...

Dimohon memakai masker..

Dimohon menjaga jarak...

Perhatian, Perhatian..

Semua orang yang melewati kawasan ini...

Dimohon memakai masker..

Dimohon menjaga jarak...

Di barisan paling depan kembali terdengar mobil polisi berseru dengan speaker dan sirinenya, barisan kedua Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa, sementara barisan terakhir tampak empat orang tentara muda berseragam loreng, berboncengan menggunakan dua sepeda motor yang berjajar dan dikendarai dengan perlahan, Severius dan Candra berada di depan memegang kemudi motor, sementara Allen dan Rigel yang bertugas menyemprotkan cairan disinfektan ke pinggir jalan.

Rigel bertugas menyemprotkan cairan disinfektan di pinggir jalan sebelah kanan dan Allen yang bertugas menyemprotkan disinfektan di pinggir jalan sebelah kiri tempat Dhezia berdiri.

Allen dari jauh sebenarnya sudah melihat keberadaan Dhezia di pinggir jalan. Akan tetapi, Allen yang merasa bosan harus melewati jalan yang sama juga terik matahari yang menyengat di tubuhnya dan harus setiap hari berkeliling menyemprotkan disinfektan setiap pagi menjelang siang hari itupun muncul sifat jahilnya. Allen sengaja tidak mau mengubah arah alat penyemprotnya sehingga cairan disinfektannya mengenai Dhezia yang berdiri diparkiran samping jalan raya.

Dhezia pun sontak kaget ketika tersemprot cairan disinfektan yang disemprotkan ke arahnya oleh salah satu tentara muda yang melewatinya tersebut. Sial. Baju dan badannya basah kuyup.

"Sepertinya tentara nyebelin itu sengaja! Masa iya gak lihat sih kalo ada cewek di pinggir jalan ya harusnya di semprotkan ke arah lain. Bukan tetap di arah yang sama!" gerutu Dhezia sambil emosi.

Dhezia yang kesal dirinya basah kuyup seketika berteriak kepada petugas yang baru saja melewatinya.

"BERHENTIII!!!" teriak Dhezia dengan nada emosinya. Emosinya kini meluap luap.

Empat tentara muda yang berada di barisan belakang konvoi pengamanan itu pun berhenti. Sepertinya mereka menyadari ada cewek yang emosi karena dirinya basah kuyup terkena cairan disinfektan. Sementara Mobil Polisi paling depan, babinsa, dan Bhabinkamtibmas sepertinya tidak mendengar teriakan Dhezia sehingga tetap melanjutkan perjalanan.

"Sepertinya cewek tadi marah bang!" ucap tentara paling bontot bernama Severius yang melihat tingkah jahil abangnya dibelakang.

"Biarin," jawab Allen ketus.

"Heh Len, cewek tadi marah tuh!" seru Rigel, teman satu letting dengan Allen.

"Abang si, tadi semprotin ke arahnya, mungkin bajunya basah kuyup tuh!" sahut Candra yang sedang memboncengkan Rigel.

"Yaudah biar saya yang turun, kalian disini aja!" ucap Allen turun dari motor kemudian menghampiri Dhezia yang tengah basah kuyup.

Dhezia langsung meluapkan emosinya begitu melihat pria berseragam loreng berjalan ke arahnya.

"Bisa gak sih, kalo nyemprot itu hati hati??!!!!" cerocos Dhezia.

"Yang salah kamu atau saya? Saya hanya menjalankan perintah untuk menyemprotkan disinfektan ke pinggir jalan," jawab Allen datar.

"Kamu sengaja kan? Biar saya basah kuyup gini? " Dhezia melontarkan pertanyaan dengan nada sinisnya.

"Apa? Sengaja? Kamu pikir saya sengaja?! Meskipun saya sengaja ya tetap saja kamu yang salah! kamulah yang berdiri di pinggir jalan, tugas saya kan menyemprot di pinggir jalan, saya hanya melaksanakan perintah, jelas?!!"

bantah Allen tidak mau kalah.

Allen yang sudah kepanasan karena berkeliling di jalan raya menyemprotkan disinfektan itu menjadi tambah kesal berhadapan dengan cewek di depannya itu.

"Kamu kok balik marahin aku?!! Kamu gak lihat aku basah kuyup kayak gini gara gara kamu!!!" Tak kalah Dhezia menyerang Allen dengan nada yang sama sama kesal.

Rigel, Severius, dan Candra yang menyadari sepertinya terjadi keributan antara Dhezia dan Allen pun memutarbalikkan kemudi motornya menuju arah Dhezia dan Allen. Mereka bertiga kini turun dari motornya.

***

Terpopuler

Comments

Sery

Sery

jahat Allen .. emang Dhezia kuman

2023-04-18

0

lihat semua
Episodes
1 1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2 2. Dhezia Frustasi
3 3. Ditolak Gabriel
4 4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5 5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6 6. Cekcok Allen dan Dhezia
7 7. Membeli Obat Demam
8 8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9 9. Bertemu Citra
10 10. First Kiss with Allen
11 11. Allen Tersenyum Licik
12 12. Lurah Jahat
13 13. Menyelamatkan Dhezia
14 14. Telfon dari Allen
15 15. The Bite Kiss
16 16. Dhezia Menangis
17 17. Diantar Pulang Allen
18 18. Pujaan Hati Allen
19 19. Allen Sedih
20 20. Dhezia Sakit
21 21. Kembalinya Allen ke Semarang
22 22. Dhezia ke Semarang
23 23. Perjanjian dengan Yovien
24 24. Kota Lama Semarang
25 25. Stasiun Tawang
26 26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27 27. Allen Menemui Dhezia
28 28. Allen Marah
29 29. Kedatangan Yovien
30 30. Sandal Jepit Maut
31 31. Payung untuk Allen
32 32. Kissing Under Umbrella
33 33. Jatuhnya Selimut Allen
34 34. Makan 10 Detik
35 35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36 36. Flash Back in Bali 1
37 37. Flash Back in Bali 2
38 38. Flash Back in Bali 3
39 39. Flash Back in Bali 4
40 40. Flash Back in Bali 5
41 41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42 42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43 43. Permintaan Nyonya Clarista
44 44. Melacak Keberadaan Allen
45 45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46 46. Memesan Taxi Online
47 47. Bunga Aster
48 48. Trans Semarang
49 49. Xander Japanesse Food
50 50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51 51. Curhat dengan Rigel
52 52. Membeli Roti untuk Dhezia
53 53. Gold Eksekutif Room
54 54. Allen Terpesona
55 55. Makan dengan Allen
56 56. Hidangan Mahal
57 57. Kejahatan Novia
58 58. Menggendong Dhezia
59 59. Kejadian di Xander Mall
60 60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61 61. Menunggui Acre di RST
62 62. Perhatian Sementara
63 63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64 64. Pesan dari Brielle
65 65. Menyuapi Dhezia
66 66. Membantu Dhezia Mandi
67 67. Mendekap Erat Allen
68 68. Penjelasan Allen
69 69. Mencubit Pipi Dhezia
70 70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71 71. Kamar Mess Dhezia
72 72. Menciumi Dhezia
73 73. Severius dan Candra
74 74. Simpang Lima Semarang
75 75. Candra dan Severius ke Club
76 76. Mengetahui yang Sebenarnya
77 77. Allen dan Yovien Bertengkar
78 78. Titik Terang Kesalahpahaman
79 79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2
2. Dhezia Frustasi
3
3. Ditolak Gabriel
4
4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5
5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6
6. Cekcok Allen dan Dhezia
7
7. Membeli Obat Demam
8
8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9
9. Bertemu Citra
10
10. First Kiss with Allen
11
11. Allen Tersenyum Licik
12
12. Lurah Jahat
13
13. Menyelamatkan Dhezia
14
14. Telfon dari Allen
15
15. The Bite Kiss
16
16. Dhezia Menangis
17
17. Diantar Pulang Allen
18
18. Pujaan Hati Allen
19
19. Allen Sedih
20
20. Dhezia Sakit
21
21. Kembalinya Allen ke Semarang
22
22. Dhezia ke Semarang
23
23. Perjanjian dengan Yovien
24
24. Kota Lama Semarang
25
25. Stasiun Tawang
26
26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27
27. Allen Menemui Dhezia
28
28. Allen Marah
29
29. Kedatangan Yovien
30
30. Sandal Jepit Maut
31
31. Payung untuk Allen
32
32. Kissing Under Umbrella
33
33. Jatuhnya Selimut Allen
34
34. Makan 10 Detik
35
35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36
36. Flash Back in Bali 1
37
37. Flash Back in Bali 2
38
38. Flash Back in Bali 3
39
39. Flash Back in Bali 4
40
40. Flash Back in Bali 5
41
41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42
42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43
43. Permintaan Nyonya Clarista
44
44. Melacak Keberadaan Allen
45
45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46
46. Memesan Taxi Online
47
47. Bunga Aster
48
48. Trans Semarang
49
49. Xander Japanesse Food
50
50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51
51. Curhat dengan Rigel
52
52. Membeli Roti untuk Dhezia
53
53. Gold Eksekutif Room
54
54. Allen Terpesona
55
55. Makan dengan Allen
56
56. Hidangan Mahal
57
57. Kejahatan Novia
58
58. Menggendong Dhezia
59
59. Kejadian di Xander Mall
60
60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61
61. Menunggui Acre di RST
62
62. Perhatian Sementara
63
63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64
64. Pesan dari Brielle
65
65. Menyuapi Dhezia
66
66. Membantu Dhezia Mandi
67
67. Mendekap Erat Allen
68
68. Penjelasan Allen
69
69. Mencubit Pipi Dhezia
70
70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71
71. Kamar Mess Dhezia
72
72. Menciumi Dhezia
73
73. Severius dan Candra
74
74. Simpang Lima Semarang
75
75. Candra dan Severius ke Club
76
76. Mengetahui yang Sebenarnya
77
77. Allen dan Yovien Bertengkar
78
78. Titik Terang Kesalahpahaman
79
79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!