8. Rusaknya IPhone 14 Allen!

Cuaca diluar memang gerimis. Tetapi Dhezia tidak mau mengenakan jas hujannya, karena jas hujannya yang kebesaran dan membuatnya tampak seperti orang orangan sawah jika Dhezia memakainya. Jarak antara rumah Dhezia dan apotek tidak jauh, hanya sekitar sepuluh menit. Sampai di apotek nya Mbak Yatun, Dhezia mengantri untuk membeli obat sesuai barisan.

“Banyak sekali orang yang sakit ternyata, harus cepet,nih. Bapak menunggu obatnya,” gumamnya dalam hati.

Setelah mengantri hampir satu jam sampailah pada giliran Dhezia berkata pada penjaga apotek itu.

"Obat demam ya mbak," kata Dhezia.

"Iya mbak, Separo nopo setunggal (setengah atau satu)?" tanya penjaga apotek itu.

"Separo mawon (setengah saja), Mbak." balas Dhezia memakai bahasa jawa.

Petugas apotek segera mengambil obat yang Dhezia pesan dan Dhezia menyerahkan uang kepada petugas apotek itu.

“Obat sudah, apalagi ya? Oiya susu beruang!” Dhezia keluar dari apotek mengingat titipan ibunya.

Langit masih saja gerimis, Dhezia segera melajukan motornya menuju toserba untuk membeli susu beruang.

Setelah sampai di toserba, Dhezia memarkirkan motornya, kemudian masuk dan mengambil 4 kaleng susu beruang, lalu mengantri di kasir untuk membayar susu itu.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan tampak dari luar toserba Allen memarkirkan motornya tepat di sebelah motor Dhezia. Allen hendak membeli handbody anti nyamuk alias Autan, Soffel, atau yang lainnya agar ia bisa tidur

nanti malam, juga tidak digigit oleh nyamuk. Maklum saja, para petugas satgas itu tidurnya di kawasan balai desa, dan tentu saja banyak sekali nyamuk. Sesudah memarkirkan motornya, Allen mengingat-ingat apa yang tadi dipesan Rigel, teman satu lettingnya. Tetapi usahanya itu tak membuahkan hasil, sia sia. Allen masih saja lupa. Akhirnya dengan frustasi Allen menelfon Rigel.

(Tuuutt... tuuuttt)

Whatsapp nya berdering tetapi Rigel tak mengangkat telponnya.

“Rigel sialan! Nyuruh nyuruh gue! Jadi lupa kan, nitip apaan tadi tuh anak!” umpat Allen dalam hati.

Menunggu telfon yang tak diangkat itupun Allen ganti menelfon Candra, adik lettingnya.

(tuuutt...)

Barusaja tombol call di Whatsappnya dipencet langsung terdengar suara dari arah yang dituju. Memang tradisi adik letting yang harus sigap jika berurusan dengan abangnya.

("Halo, Can! Tadi Rigel nitip apaan? Tanyain sekarang ini saya sudah didepan toko!") kata Allen dengan suara lantang layaknya komandan upacara yang sedang memimpin barisan.

("Nitip kertas kado, lem sam-a do-uble-tip,") jawab Candra melalui telfon.

Tetapi sialnya, jaringan jelek dan suara Candra terputus-putus.

("Halo??!! Candra?!! Hei Can! Can! Macan! Nitip apa tadi?") kesal Allen mengubah asal nama panggilan adek lettingnya itu.

(“Haloooooo”) teriak Allen melalui telfon. Dan-

Tuuutt...sambungan terputus!

Allen tampak kebingungan dan juga kesal menerjemahkan ucapan Candra tadi di telfon. Sementara itu, langit yang awalnya gerimis menjadi hujan.

Dan dari dalam toserba, Dhezia yang menyadari jika diluar hujan itupun setelah membayar di kasir bergegas berlari keluar. Dhezia lupa jika ia meninggalkan obat bapak di motornya.

"Hujan, obat bapak...!!!!" Dhezia berlari keluar menuju motornya dengan tergesa. Tanpa hati hati, Dhezia mengambil obat yang berada di motornya dan akan kembali kedalam toserba untuk berteduh terlebih dahulu, tetapi saat Dhezia berbalik-,

BRUUKKKKKKKK!!

Dhezia berbalik dengan tergesa kemudian menabrak seorang pria berseragam loreng yang sedang menerima telfon di depan toserba itu.

Dan naas nya, ponsel merek Iphone 14 yang digenggam pria berseragam loreng itu pun terlempar ke tengah jalan raya kemudian terlindas oleh mobil picanto yang sedang melaju kencang malam itu.

"Hp saya!!!" teriak pria berseragam loreng itu.

"Arghh!! Picanto sialan!! Dan Kau!!" Pria itu menatap Dhezia dengan tatapan tajam.

''LAKUKAN APA YANG SAYA PERINTAHKANN!!!" Pria itu berkata dengan mata tajam dan menyala, membuat Dhezia ketakutan.

Dhezia yang melihat pria di depannya itu langsung menyadari bahwa itu adalah pria yang berurusan dengannya tadi siang. Allen.

"So-sorry Len. A-aku gak sengaja," Ditengah derasnya hujan, Dhezia berkata dengan terbata.

Dhezia kemudian bergegas mengambil ponsel Iphone 14 Allen yang terlindas itu. Dan ponselnya hancur! Layarnya retak, benar benar tidak bisa hidup!

"Buat apa kamu ambil, hah?! Percuma, udah hancur!" Allen menatap tajam Dhezia.

Kini mereka berdua telah basah karena hujan yang mengguyur malam itu.

"So-Sorry, Len. Tadi aku bener bener gak sengaja, bakalan tak ganti kok, beneran..." ucap Dhezia dengan suara bergetar.

"Mau ganti pakai apa?!!!! Kamu kerja dua bulan aja belum tentu cukup buat gantiin!!!" Allen terus menyerang Dhezia.

"Bisa kasih aku waktu buat ganti?" Dhezia mencoba menawarkan negosiasi dengan suara yang bergetar.

"Baik, saya kasih kamu waktu buat ganti, tapi ada syaratnya."

Allen tersenyum licik.

"A-apa syaratnya?"

Jantung Dhezia berdegup kencang, kakinya lemas harus berhadapan dengan Allen lagi.

"Lakukan semua yang saya perintahkan, selama saya disini!! Yang pertama cium saya setiap pagi, siang, sore, dan malam hari! yang kedua, kamu harus ada setiap saya butuh!" jawab Allen enteng, ia tampak tersenyum menang.

“Mampus lo! Masuk juga kan ke perangkap gue ning cewek!” batin Allen dalam hati.

Dhezia syok seketika. Rasanya ingin menghilang saja dari dunia ini. Bagaimana mungkin ia harus mencium laki laki yang sama sekali tidak punya perasaan terhadapnya dan Dhezia juga tidak mencintainya. Mereka bahkan baru

bertemu tadi siang.

"Kok, kok gitu si syarat nya?" ucap Dhezia masih syok.

"Kalo gak setuju, silahkan ganti hp saya sekarang, dua puluh juta aja tidak apa-apa,"

Dhezia melongo seketika mendengar nominal yang disebutkan Allen.

"Aku, aku gabisa kalo ganti sekarang, kasih waktu ya..please..," Dhezia memohon pada Allen.

"Saya kasih waktu dengan syarat tadi," Ucap Allen datar, kemudian meraih ponselnya yang rusak ditangan kiri Dhezia, sekaligus mengambil ponsel Dhezia di tangan kanan gadis itu.

"Saya minta nomor kamu, karena kamu harus bertanggung jawab atas insiden ini!" kata Allen ketus.

Allen mengeluarkan ponsel lain miliknya dari dalam jok motornya dan segera menyimpan nomor Dhezia.

"Itu kamu kan masih punya ponsel lagi yang lain," protes Dhezia.

"Tadi Iphone 14, dan hancur! Akan lebih parah jika saya tidak memiliki ponsel yang lain, kamu jangan coba coba kabur dan lepas tanggung jawab!" ucap Allen memperingatkan Dhezia.

"I-iya, tidak mungkin aku kabur," jawab  Dhezia pasrah.

"Oke, Syarat saya dimulai dari malam ini!" jawab Allen tersenyum menang.

"Ma-lam ini?!!"

"Lima menit lagi jam 9 malam, toserba ini akan tutup, dan kita sudah basah kuyup diguyur hujan, tunggu apalagi? Cium saya sekarang." ucap Allen enteng.

"Se-sekarang, bagaimana jika ada yang melihat?" ucap Dhezia gugup.

Allen tampak menengok kanan kiri, memang masih ada beberapa orang yang lewat, dan Allen juga masih mengenakan seragam.

“Haaahhh!!” Allen tampak berdecak kesal.

"Yaudah, dua jam lagi temuin saya di perpustakaan desa," ucap Allen kemudian berlalu meninggalkan Dhezia yang masih berdiri terpatung di depan toserba.

“Dua jam lagi?! Mampus gue!”  pekik Dhezia dalam hati.

***

Terpopuler

Comments

Azzahra

Azzahra

Semangat kakak nulisnya, rajin" up ya🤗

2023-04-03

0

lihat semua
Episodes
1 1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2 2. Dhezia Frustasi
3 3. Ditolak Gabriel
4 4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5 5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6 6. Cekcok Allen dan Dhezia
7 7. Membeli Obat Demam
8 8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9 9. Bertemu Citra
10 10. First Kiss with Allen
11 11. Allen Tersenyum Licik
12 12. Lurah Jahat
13 13. Menyelamatkan Dhezia
14 14. Telfon dari Allen
15 15. The Bite Kiss
16 16. Dhezia Menangis
17 17. Diantar Pulang Allen
18 18. Pujaan Hati Allen
19 19. Allen Sedih
20 20. Dhezia Sakit
21 21. Kembalinya Allen ke Semarang
22 22. Dhezia ke Semarang
23 23. Perjanjian dengan Yovien
24 24. Kota Lama Semarang
25 25. Stasiun Tawang
26 26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27 27. Allen Menemui Dhezia
28 28. Allen Marah
29 29. Kedatangan Yovien
30 30. Sandal Jepit Maut
31 31. Payung untuk Allen
32 32. Kissing Under Umbrella
33 33. Jatuhnya Selimut Allen
34 34. Makan 10 Detik
35 35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36 36. Flash Back in Bali 1
37 37. Flash Back in Bali 2
38 38. Flash Back in Bali 3
39 39. Flash Back in Bali 4
40 40. Flash Back in Bali 5
41 41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42 42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43 43. Permintaan Nyonya Clarista
44 44. Melacak Keberadaan Allen
45 45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46 46. Memesan Taxi Online
47 47. Bunga Aster
48 48. Trans Semarang
49 49. Xander Japanesse Food
50 50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51 51. Curhat dengan Rigel
52 52. Membeli Roti untuk Dhezia
53 53. Gold Eksekutif Room
54 54. Allen Terpesona
55 55. Makan dengan Allen
56 56. Hidangan Mahal
57 57. Kejahatan Novia
58 58. Menggendong Dhezia
59 59. Kejadian di Xander Mall
60 60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61 61. Menunggui Acre di RST
62 62. Perhatian Sementara
63 63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64 64. Pesan dari Brielle
65 65. Menyuapi Dhezia
66 66. Membantu Dhezia Mandi
67 67. Mendekap Erat Allen
68 68. Penjelasan Allen
69 69. Mencubit Pipi Dhezia
70 70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71 71. Kamar Mess Dhezia
72 72. Menciumi Dhezia
73 73. Severius dan Candra
74 74. Simpang Lima Semarang
75 75. Candra dan Severius ke Club
76 76. Mengetahui yang Sebenarnya
77 77. Allen dan Yovien Bertengkar
78 78. Titik Terang Kesalahpahaman
79 79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2
2. Dhezia Frustasi
3
3. Ditolak Gabriel
4
4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5
5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6
6. Cekcok Allen dan Dhezia
7
7. Membeli Obat Demam
8
8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9
9. Bertemu Citra
10
10. First Kiss with Allen
11
11. Allen Tersenyum Licik
12
12. Lurah Jahat
13
13. Menyelamatkan Dhezia
14
14. Telfon dari Allen
15
15. The Bite Kiss
16
16. Dhezia Menangis
17
17. Diantar Pulang Allen
18
18. Pujaan Hati Allen
19
19. Allen Sedih
20
20. Dhezia Sakit
21
21. Kembalinya Allen ke Semarang
22
22. Dhezia ke Semarang
23
23. Perjanjian dengan Yovien
24
24. Kota Lama Semarang
25
25. Stasiun Tawang
26
26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27
27. Allen Menemui Dhezia
28
28. Allen Marah
29
29. Kedatangan Yovien
30
30. Sandal Jepit Maut
31
31. Payung untuk Allen
32
32. Kissing Under Umbrella
33
33. Jatuhnya Selimut Allen
34
34. Makan 10 Detik
35
35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36
36. Flash Back in Bali 1
37
37. Flash Back in Bali 2
38
38. Flash Back in Bali 3
39
39. Flash Back in Bali 4
40
40. Flash Back in Bali 5
41
41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42
42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43
43. Permintaan Nyonya Clarista
44
44. Melacak Keberadaan Allen
45
45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46
46. Memesan Taxi Online
47
47. Bunga Aster
48
48. Trans Semarang
49
49. Xander Japanesse Food
50
50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51
51. Curhat dengan Rigel
52
52. Membeli Roti untuk Dhezia
53
53. Gold Eksekutif Room
54
54. Allen Terpesona
55
55. Makan dengan Allen
56
56. Hidangan Mahal
57
57. Kejahatan Novia
58
58. Menggendong Dhezia
59
59. Kejadian di Xander Mall
60
60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61
61. Menunggui Acre di RST
62
62. Perhatian Sementara
63
63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64
64. Pesan dari Brielle
65
65. Menyuapi Dhezia
66
66. Membantu Dhezia Mandi
67
67. Mendekap Erat Allen
68
68. Penjelasan Allen
69
69. Mencubit Pipi Dhezia
70
70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71
71. Kamar Mess Dhezia
72
72. Menciumi Dhezia
73
73. Severius dan Candra
74
74. Simpang Lima Semarang
75
75. Candra dan Severius ke Club
76
76. Mengetahui yang Sebenarnya
77
77. Allen dan Yovien Bertengkar
78
78. Titik Terang Kesalahpahaman
79
79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!