6. Cekcok Allen dan Dhezia

"Mbak, maaf ya mbak tadi memang abang saya tidak sengaja," ucap Severius membela abangnya, tetapi kemudian meminta maaf atas nama abang lettingnya itu, Allen.

“Oh, lo belain dia? Gak lihat apa gue basah kuyup gini?” Dhezia masih saja emosi.

Kini bergantian Rigel berpangkat pratu yang meminta maaf atas nama teman lettingnya itu, Allen.

“Mbak, tolong maafin ya. Tadi mungkin memang teman saya Allen ini tidak sengaja, tolong jangan di perpanjang lagi ya, Mbak. Nanti saya cuciin bajunya mbak yang basah itu, ya. Gimana?” tawar Rigel.

"Eh gausah, Mas. I- iya saya maafin,”  jawab Dhezia terbata. Dhezia langsung tampak canggung mendengar tawaran dan permintaan maaf dari Rigel.

"Ngapain lo repot- repot mau nyuciin, Gel? Juga gausah minta maaf, cewek ini yang salah," sahut Allen ketus.

"Apa lo bilang? Gue yang salah?!" cerocos Dhezia. Emosinya kembali menaik mendengar perkataan Allen barusan. Bukannya minta maaf Allen malahan bersikap seperti tidak punya salah!

“Ya iyalah, Nona yang salah! Masa iya sih saya?” Allen berkata dengan nada menyindir.

“Dasar cowok nyebelin!” maki Dhezia sambil mengangkat tangannya hendak memukul pundak Allen yang berdiri tepat di depannya itu.

Allen dengan sigap segera menahan tangan Dhezia, sehingga kini pergelangan tangan Dhezia berada dalam genggaman tangannya.

“Lepas!” ronta Dhezia.

Allen tersenyum menang. Kemudian melanjutkan, “Kalo gue cowok nyebelin terus lo apa?” Kini Allen menatap mata Dhezia. Dan tangannya masih menahan erat tangan Dhezia yang tadi hendak memukulnya.

“Lepas gue bilaaaang!” Dhezia mulai frustasi menghadapi tingkah Allen.

Melihat Allen dan Dhezia semakin ribut, Candra segera melerai mereka.

"Bang Allen, lepasin tangannya. Udah bang ayok! nanti kita dicari-cari pak Babin kalo kelamaan disini, maaf ya mbak," kata Candra pada mereka berdua, kemudian menyeka keringat yang membasahi dahinya dibawah baret

hijaunya.

Dhezia yang melihat Candra meminta maaf sambil menyeka keringatnya pun emosinya kian menurun dan berfikir 'kasian juga, mungkin mereka capek dan haus, makanya gak lihat aku dipinggir jalan' batinnya.

Kemudian, tampak Laura keluar dari Toserba dan terkejut karena baju kakaknya basah kuyup.

"Kakak kenapa basah gitu?" tanya Laura

"Tuh gara gara mas ini! kakak kena semprot cairan disinfektan, huh dek dek kakak baru sehari di Indonesia udah kena semprot bahan kimia!" gerutu Dhezia panjang lebar kepada Laura sambil jemari telunjuknya menunjuk Allen.

"Minta maaf sama kakakku!!!" Laura kecil dengan emosi matanya melotot ke arah para lelaki berseragam loreng itu.

"Gak! Cuma basah bentar lagi juga kering!" tolak Allen ketus.

Sementara Rigel spontan menginjak kaki Allen karena berkata demikian kepada Laura yang masih kecil.

“Apa sih, Gel? Lo temen gue atau temen ini cewek?” oceh Allen pada Rigel karena kesal kakinya diinjak.

"Udah udah kakak gapapa, bentar lagi juga kering, dek kakak minta tolong beliin teh pucuk 4 ya dek didalam toserba, yang dingin ya," perintah Dhezia pada Laura

"Buat?" Laura bertanya penasaran

"Udah beli dulu aja, cepet!" seru Dhezia.

Laura yang bingung tiba tiba diperintah kakak nya yang tengah basah kuyup, hanya mengiyakan kemudian berlari masuk ke dalam toserba lagi.

"Maaf mbak, kalo mbak sudah memaafkan kejadian tadi, bolehkah kita pamit sekarang?" tanya Severius dengan hati hati.

"Tunggu sebentar," jawab Dhezia menahan mereka.

"Mbak maaf, soalnya kita buru- buru ak-" Belum sempat Candra menyelesaikan kalimatnya datang Laura dengan membawa teh pucuk dingin. Dhezia segera mengambil teh itu dan memberikan kepada keempat tentara itu.

"Iya, ini untuk kalian, kayaknya capek sekali, sekarang boleh pergi, aku udah maafin kok," kata Dhezia pada mereka.

Rigel, Severius, dan Candra melongo seketika. Bagimana mungkin cewek yang sudah di jahili Allen sangat mudah memaafkan dan bahkan membalasnya dengan kebaikan?

"Terimaksih banyak ya mbak, tau saja kalo kami haus, kami pamit melanjutkan tugas kami" kata Rigel berpamitan pada Dhezia.

"Makasih!!" ucap Allen dingin.

Kemudian melanjutkan, “benar- benar gadis yang aneh! Tadi marah marah gak jelas! Ini malahan beliin minum!” gerutu Allen yang masih dapat didengar oleh Dhezia Laura dan teman temannya. Kemudian Allen segera membalikkan badan mendahului teman temannya yang masih berdiri di depan Dhezia dan Laura.

Dhezia yang masih basah kuyup hanya memandangi punggung Allen yang berlalu menuju motor yang tadinya dipakainya untuk berkeliling menyemprot disinfektan.

“Udah biarin, Mbak. Allen memang begitu, terimakasih ya, Mbak.” kata Rigel tersenyum pada Dhezia.

Sementara Dhezia hanya mengangguk dan mengiyakan. Rigel, Severius, dan Candra kemudian berlalu meninggalkan Dhezia dan Laura, lantas menuju kearah motor mereka yang telah terdapat Allen disana.

Dan Laura, tampak bingung melihat apa yang dilakukan kakaknya barusan, lantas bertanya, "Kakak kan dibuat basah kuyup, kok malahan beliin mereka minum?"

"Gapapa dek, dengan begitu kita akan diingat orang sebagai pribadi yang baik," kata Dhezia pada Laura.

"Tapi tadi kakak sempat marah- marah ya?” tanya Laura penuh selidik pada Dhezia.

“Eh, iya kakak Cuma marah dikit, abisnya kesel sih, Dek!” gerutu Dhezia.

“Abis kesel beliin minum? Memang benar! Kakak mempunyai kepribadian yang aneh!” cecar Laura pada kakaknya.

“Aneh darimana coba, ih,” sahut Dhezia sewot.

“Tau deh! Yaudah yuk pulang kak, daripada kesal disini, ganti baju dulu dirumah, Kak," ajak Laura akhirnya.

“Yaudah ayok, udah basah gini juga,” jawab Dhezia.

Dhezia kemudian mengendarai motornya, dan membonceng Laura pulang kerumah.

***

Sementara Allen tampak kesal kejahilannya gagal. Andai saja Allen terlibat insiden dengan cewek itu lebih lama selesainya, hari ini Allen tidak perlu lagi keliling keliling menyemprot disinfektan ke jalanan. Karena memiliki alasan terlibat insiden yang tidak disengajanya, eh ralat, yang disengaja.

“Harusnya tadi tuh gue mau ngasih pelajaran ke tuh cewek!” omel Allen yang sedang membonceng dibelakang punggung Severius.

“Mau diapain lagi, Bang? Kasian udah basah kuyup gitu. Kita juga tadi dibeliin minum sama dia kan, Bang.” sahut Severius.

“Lo gak liat tadi tuh cewek mau mukul gue?” Allen tampaknya masih sangat kesal.

“Iya, saya lihat, Bang. Tapi abang juga sepertinya tadi sengaja buat dia basah kuyup!” ledek Severius.

“Kok gue jadi kesel juga sama lo ya. Abis ini sampai Balai Desa sikap tobat dulu!” sahut Allen asal.

“Siap salah, Bang!” kata Severius pada abangnya itu.

“Udah berani ini kamu sama saya ya? Udah kuat rahang kamu, hm?” sahut Allen di belakang punggung adek lettingnya yang sedang mengendarai motor itu.

“Siap salah, Bang!” kata Severius lagi.

“Cewek tadi itu cantik- cantik menyebalkan ternyata!” gerutu Allen pada diri sendiri. Dan lagi- lagi Severius menyahut.

“Dia tidak menyebalkan kalo abang gak jahil sama dia, Bang.”

“Udah fokus aja mengendarai motor! Gak usah banyak bicara!” sahut Allen ketus.

“Siap salah, Bang.”

***

Episodes
1 1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2 2. Dhezia Frustasi
3 3. Ditolak Gabriel
4 4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5 5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6 6. Cekcok Allen dan Dhezia
7 7. Membeli Obat Demam
8 8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9 9. Bertemu Citra
10 10. First Kiss with Allen
11 11. Allen Tersenyum Licik
12 12. Lurah Jahat
13 13. Menyelamatkan Dhezia
14 14. Telfon dari Allen
15 15. The Bite Kiss
16 16. Dhezia Menangis
17 17. Diantar Pulang Allen
18 18. Pujaan Hati Allen
19 19. Allen Sedih
20 20. Dhezia Sakit
21 21. Kembalinya Allen ke Semarang
22 22. Dhezia ke Semarang
23 23. Perjanjian dengan Yovien
24 24. Kota Lama Semarang
25 25. Stasiun Tawang
26 26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27 27. Allen Menemui Dhezia
28 28. Allen Marah
29 29. Kedatangan Yovien
30 30. Sandal Jepit Maut
31 31. Payung untuk Allen
32 32. Kissing Under Umbrella
33 33. Jatuhnya Selimut Allen
34 34. Makan 10 Detik
35 35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36 36. Flash Back in Bali 1
37 37. Flash Back in Bali 2
38 38. Flash Back in Bali 3
39 39. Flash Back in Bali 4
40 40. Flash Back in Bali 5
41 41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42 42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43 43. Permintaan Nyonya Clarista
44 44. Melacak Keberadaan Allen
45 45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46 46. Memesan Taxi Online
47 47. Bunga Aster
48 48. Trans Semarang
49 49. Xander Japanesse Food
50 50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51 51. Curhat dengan Rigel
52 52. Membeli Roti untuk Dhezia
53 53. Gold Eksekutif Room
54 54. Allen Terpesona
55 55. Makan dengan Allen
56 56. Hidangan Mahal
57 57. Kejahatan Novia
58 58. Menggendong Dhezia
59 59. Kejadian di Xander Mall
60 60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61 61. Menunggui Acre di RST
62 62. Perhatian Sementara
63 63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64 64. Pesan dari Brielle
65 65. Menyuapi Dhezia
66 66. Membantu Dhezia Mandi
67 67. Mendekap Erat Allen
68 68. Penjelasan Allen
69 69. Mencubit Pipi Dhezia
70 70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71 71. Kamar Mess Dhezia
72 72. Menciumi Dhezia
73 73. Severius dan Candra
74 74. Simpang Lima Semarang
75 75. Candra dan Severius ke Club
76 76. Mengetahui yang Sebenarnya
77 77. Allen dan Yovien Bertengkar
78 78. Titik Terang Kesalahpahaman
79 79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2
2. Dhezia Frustasi
3
3. Ditolak Gabriel
4
4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5
5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6
6. Cekcok Allen dan Dhezia
7
7. Membeli Obat Demam
8
8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9
9. Bertemu Citra
10
10. First Kiss with Allen
11
11. Allen Tersenyum Licik
12
12. Lurah Jahat
13
13. Menyelamatkan Dhezia
14
14. Telfon dari Allen
15
15. The Bite Kiss
16
16. Dhezia Menangis
17
17. Diantar Pulang Allen
18
18. Pujaan Hati Allen
19
19. Allen Sedih
20
20. Dhezia Sakit
21
21. Kembalinya Allen ke Semarang
22
22. Dhezia ke Semarang
23
23. Perjanjian dengan Yovien
24
24. Kota Lama Semarang
25
25. Stasiun Tawang
26
26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27
27. Allen Menemui Dhezia
28
28. Allen Marah
29
29. Kedatangan Yovien
30
30. Sandal Jepit Maut
31
31. Payung untuk Allen
32
32. Kissing Under Umbrella
33
33. Jatuhnya Selimut Allen
34
34. Makan 10 Detik
35
35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36
36. Flash Back in Bali 1
37
37. Flash Back in Bali 2
38
38. Flash Back in Bali 3
39
39. Flash Back in Bali 4
40
40. Flash Back in Bali 5
41
41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42
42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43
43. Permintaan Nyonya Clarista
44
44. Melacak Keberadaan Allen
45
45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46
46. Memesan Taxi Online
47
47. Bunga Aster
48
48. Trans Semarang
49
49. Xander Japanesse Food
50
50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51
51. Curhat dengan Rigel
52
52. Membeli Roti untuk Dhezia
53
53. Gold Eksekutif Room
54
54. Allen Terpesona
55
55. Makan dengan Allen
56
56. Hidangan Mahal
57
57. Kejahatan Novia
58
58. Menggendong Dhezia
59
59. Kejadian di Xander Mall
60
60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61
61. Menunggui Acre di RST
62
62. Perhatian Sementara
63
63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64
64. Pesan dari Brielle
65
65. Menyuapi Dhezia
66
66. Membantu Dhezia Mandi
67
67. Mendekap Erat Allen
68
68. Penjelasan Allen
69
69. Mencubit Pipi Dhezia
70
70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71
71. Kamar Mess Dhezia
72
72. Menciumi Dhezia
73
73. Severius dan Candra
74
74. Simpang Lima Semarang
75
75. Candra dan Severius ke Club
76
76. Mengetahui yang Sebenarnya
77
77. Allen dan Yovien Bertengkar
78
78. Titik Terang Kesalahpahaman
79
79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!