10. First Kiss with Allen

"Assalamualaikum, buk!" ucap Dhezia memasuki rumahnya.

" Waalaikumsalam kak, kok lama sekali si kak? Ibuk khawatir, " kata ibunya yang sedang menunggu Dhezia di ruang tamu.

“Tuh kan ibuk sudah khawatir. Bagaimana caranya aku bisa keluar menemui Allen sehabis ini?!” pekiknya dalam hati.

"Maaf buk, tadi di Apotek antri, dan Dhezia terjebak hujan saat membeli susu beruang di toserba," ucapnya mencari alasan.

"Ini buk, susu beruangnya dan obat bapak." Dhezia menyerahkan sekantong plastik hitam berisi obat dan susu beruang kepada ibunya.

"Oh iya kak, makasih ya Kak Zia, Ibuk kira terjadi sesuatu sama Kakak tadi, yaudah Ibuk mau mengambilkan Bapak makan, terus nyuruh Bapak minum obat, kamu ganti baju dulu sana, Kak!" ucap Bu Ratia menyuruh putri sulungnya.

"Baik bu, Dhezia ganti baju dulu ya," Dhezia berkata kepada ibunya lalu memasuki kamarnya dan mengganti bajunya.

Barusaja Dhezia membuka pintu kamarnya dan hendak berganti baju, terdapat pesan masuk dari nomor baru di Whatsappnya. Dhezia segera membuka pesan itu dan seketika matanya terbelalak kaget.

(“Datang ke perpustakaan desa sekarang! -Allen”)

“Mampus gue!” Dhezia membaca pesan yang masuk di Whatsappnya. Kemudian buru buru menelfon Citra.

Dhezia mengetik nama Citra di kontak Whasapp nya, kemudian memencet tombol Call, dan berdering.

Tuuutt....tutt....

Dan Citra langsung mengangkatnya.

"Halo Zia? Sekarang?"

Terdengar suara dari arah telfon yang dituju.

"Iya, tolong jemput gue sekarang ya, Tra," kata Dhezia di telfon.

"Oke otw." Citra mengiyakan, lalu menutup telfon nya.

Sementara Dhezia buru buru mengganti bajunya yang usai terguyur air hujan, kemudian memakai parfum. Dah beres deh. Dhezia memang perempuan yang tidak menyukai jika dirinya berantakan.

***

Tak lama kemudian, Citra sampai di rumah Dhezia.

Tok Tok Tok!

"Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam, siapa ya?" Bu Ratia keluar dari dalam rumah melihat siapa tamu yang datang malam- malam itu.

"Hehe, saya buk, Citra." jawab Citra sembari tersenyum melebarkan bibir manisnya semanis manisnya.

"Eh, nak Citra kok malam- malam ada apa ya nak? silakan masuk dulu," ucap Bu Ratia mempersilakan Citra masuk ke ruang tamu.

"Eum itu buk, Citra mencari Dhezia. Gini buk, Citra kan selaku staff balai desa yang juga mengurus pendataan tentang COVID, nah Citra kesini mau membawa Dhezia ke Balai Desa, Buk. Soalnya Dhezia kan baru pulang dari LuarNegeri tadi malam."

Citra mencari- cari alasan agar bisa membawa Dhezia ke Balai Desa bertemu Allen.

"Jadi, maksud nak Citra si Dhezianya mau diisolasi?" Bu Ratia tampak bertanya dengan khawatir.

Melihat raut muka bu Ratia yang tampak khawatir jika Dhezia diisolasi, maka Citra buru buru menjelaskan kepada Bu Ratia.

"Eum boten (tidak), Buk. Dhezia nanti cuma saya suruh untuk mengisi data diri saja. Masyarakat Desa yang barusaja dari Luar Negeri," kata Citra menenangkan Bu Ratia.

"Bener kan, nak? Dhezianya ndak diisolasi kan?"

Bu Ratia masih bertanya kembali, seolah tidak percaya pada perkataan Citra barusan.

"Tidak, bu. Karena Dhezia sudah melakukan Vaksin saat di Amerika katanya. Dhezia juga  sehat, tidak ada tanda tanda dia batuk atau pilek, bu. Tidak usah khawatir ya bu," kata Citra yang masih saja berusaha

menenangkan Bu Ratia.

"Baiklah, Ibu panggilin Dhezia dulu sebentar ya Citra." Bu Ratia meninggalkan ruang tamu, menuju kamar Dhezia dan mengetuk pintunya.

Tok!

Barusaja Bu Ratia mengetuk sekali sontak Dhezia membukakan pintu.

"Kak Zia, katanya kakak mau dibawa ke balai desa mengisi data warga yang baru pulang dari luar negeri, kakak mau tidak?" Bu Ratia bertanya pada Dhezia.

“Ya jelas mau lah buk, kalo Dhezia tidak ke Balai Desa sekarang maka hidup Dhezia akan hancur dibuat Allen nanti!” pekik Dhezia dalam hati.

Dhezia menatap mata ibunya sembari tersenyum agar ibunya tidak khawatir,

"I-ya tidak apa- apa bu, Dhezia sudah ganti baju, Dhezia berangkat sekarang ya bu, Assalamualaikum," pamit Dhezia pada Bu Ratia

"Kami pamit dulu ya bu," ucap Citra yang juga berpamitan pada Bu Ratia.

"Iya hati hati, sudah larut, nanti selesai mengisi data langsung pulang ya Kak!" kata Bu Ratia.

"Baik, buk," sahut Dhezia pada Ibunya.

***

Dhezia membonceng Citra menuju Balai Desa. Di kawasan Balai Desa terlihat beberapa orang yang tengah sibuk masing- masing. Ada Tim Satgas COVID Desa bambu yang terdiri dari beberapa Kepala Dusun dan Staff sedang asyik mengobrol di Ruang Staff. Adapula Tim Satgas COVID yang dikirim dari Semarang beranggotaan tentara muda itu tengah berada di Aula Balai Desa. Kawasan Balai Desa bambu masih sama. Persis dengan saat terakhir kali Dhezia menginjakkan kakinya ditempat itu sebelum Ia ke Amerika. Dhezia yang sudah sampai di Balai

Desa, tampak mencari keberadaan Allen.

"Biasanya mereka di Aula, Re." kata Citra pada Dhezia yang hanya diam memandangi Kawasan Balai Desa itu.

"Oh, iya," sahut Dhezia singkat.

"Oke, aku ke Ruang Staff dulu ya mau mengambil dokumen, kamu telfon aja Allen ada dimana," kata Citra pada Dhezia kemudian berlalu ke Ruang Staff.

Perpustakaan Desa. Ya, tadi Pria  itu menyuruh Dhezia untuk menemuinya di Ruang Perpustakaan Desa. Dhezia tampak berjalan menuju Ruang Perpustakaan yang tidak pernah dikunci pintunya selama ada Tim Satgas Covid di Balai Desa.

Sesampainya di depan perputakaan, Dhezia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan. Dhezia berdoa agar ada orang lain disana yang sedang mencari arsip atau membaca buku, agar Allen menggagalkan syaratnya itu malam ini. Tetapi, takdir tak berpihak kepadanya, Dhezia tidak menemukan orang yang sedang membaca

ataupun mencari-cari arsip dokumen di perpustakaan itu. Kemudian Dhezia berjalan mengelilingi rak rak buku. Dan pandangan matanya terbelalak ketika melihat seorang pria tengah menunggu kedatangannya di sudut ruang perpustakaan itu. Allen!

"A-Allen?!" panggil Dhezia pada Pria itu.

"Lama!" jawabnya ketus.

"Ma-af tadi ganti baju dulu, basah soalnya," kata Dhezia menjelaskan.

"Ok. Yaudah sini cepet," Allen menarik pergelangan tangan Dhezia kearahnya.

“Gimana ini, gimana ini?” pekik Dhezia dalam hati.

Dhezia belum pernah mencium ataupun dicium sama cowok! Terakhir kali hanyalah adegan ia dipeluk oleh Gabriel, tidak ada Kiss Kiss seperti sekarang!

"Se-sekarang?!" Jantung Dhezia berdegup kencang.

Hanya ada Allen dan Dhezia di Ruang Perpustakaan itu. Ah, bagaimana bisa Allen menemukan tempat seaman itu? Sangat sepi!

"Iyalah sekarang, masa iya besok!" sahut Allen masih saja ketus.

"Yaudah merem dulu si jangan lihat, malu gue!" Dhezia berkata pada Allen.

Allen kemudian memejamkan matanya, menahan senyum di bibirnya mendengar gadis di depannya itu kesal karena tingkahnya. Allen tidak menyangka gadis di depannya itu mau- mau saja dikerjainnya.

Dan akhirnya-- Cup, Muach!!

Dhezia mendaratkan ciumannya di pipi kanan Allen. Kemudian buru- buru berlari meninggalkan ruangan. Sementara Allen masih terdiam terpatung di ruangan perpustakaan. Allen merasakan dirinya sedikit memanas akibat ulah Dhezia.

Allen kemudian mengirim pesan via Whatsapp kepada Dhezia yang barusaja berlalu meninggalkannya.

(“Thanks ya. Besok lagi!”)

Lalu Allen memencet tombol send.

***

Episodes
1 1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2 2. Dhezia Frustasi
3 3. Ditolak Gabriel
4 4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5 5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6 6. Cekcok Allen dan Dhezia
7 7. Membeli Obat Demam
8 8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9 9. Bertemu Citra
10 10. First Kiss with Allen
11 11. Allen Tersenyum Licik
12 12. Lurah Jahat
13 13. Menyelamatkan Dhezia
14 14. Telfon dari Allen
15 15. The Bite Kiss
16 16. Dhezia Menangis
17 17. Diantar Pulang Allen
18 18. Pujaan Hati Allen
19 19. Allen Sedih
20 20. Dhezia Sakit
21 21. Kembalinya Allen ke Semarang
22 22. Dhezia ke Semarang
23 23. Perjanjian dengan Yovien
24 24. Kota Lama Semarang
25 25. Stasiun Tawang
26 26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27 27. Allen Menemui Dhezia
28 28. Allen Marah
29 29. Kedatangan Yovien
30 30. Sandal Jepit Maut
31 31. Payung untuk Allen
32 32. Kissing Under Umbrella
33 33. Jatuhnya Selimut Allen
34 34. Makan 10 Detik
35 35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36 36. Flash Back in Bali 1
37 37. Flash Back in Bali 2
38 38. Flash Back in Bali 3
39 39. Flash Back in Bali 4
40 40. Flash Back in Bali 5
41 41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42 42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43 43. Permintaan Nyonya Clarista
44 44. Melacak Keberadaan Allen
45 45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46 46. Memesan Taxi Online
47 47. Bunga Aster
48 48. Trans Semarang
49 49. Xander Japanesse Food
50 50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51 51. Curhat dengan Rigel
52 52. Membeli Roti untuk Dhezia
53 53. Gold Eksekutif Room
54 54. Allen Terpesona
55 55. Makan dengan Allen
56 56. Hidangan Mahal
57 57. Kejahatan Novia
58 58. Menggendong Dhezia
59 59. Kejadian di Xander Mall
60 60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61 61. Menunggui Acre di RST
62 62. Perhatian Sementara
63 63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64 64. Pesan dari Brielle
65 65. Menyuapi Dhezia
66 66. Membantu Dhezia Mandi
67 67. Mendekap Erat Allen
68 68. Penjelasan Allen
69 69. Mencubit Pipi Dhezia
70 70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71 71. Kamar Mess Dhezia
72 72. Menciumi Dhezia
73 73. Severius dan Candra
74 74. Simpang Lima Semarang
75 75. Candra dan Severius ke Club
76 76. Mengetahui yang Sebenarnya
77 77. Allen dan Yovien Bertengkar
78 78. Titik Terang Kesalahpahaman
79 79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1.Corona Virus Mengubah Semuanya!
2
2. Dhezia Frustasi
3
3. Ditolak Gabriel
4
4. Pulangnya Dhezia ke Indonesia
5
5. Pertemuan dengan Allen, Basah Kuyup!
6
6. Cekcok Allen dan Dhezia
7
7. Membeli Obat Demam
8
8. Rusaknya IPhone 14 Allen!
9
9. Bertemu Citra
10
10. First Kiss with Allen
11
11. Allen Tersenyum Licik
12
12. Lurah Jahat
13
13. Menyelamatkan Dhezia
14
14. Telfon dari Allen
15
15. The Bite Kiss
16
16. Dhezia Menangis
17
17. Diantar Pulang Allen
18
18. Pujaan Hati Allen
19
19. Allen Sedih
20
20. Dhezia Sakit
21
21. Kembalinya Allen ke Semarang
22
22. Dhezia ke Semarang
23
23. Perjanjian dengan Yovien
24
24. Kota Lama Semarang
25
25. Stasiun Tawang
26
26. Meremas dan Melempar Katsina Doll
27
27. Allen Menemui Dhezia
28
28. Allen Marah
29
29. Kedatangan Yovien
30
30. Sandal Jepit Maut
31
31. Payung untuk Allen
32
32. Kissing Under Umbrella
33
33. Jatuhnya Selimut Allen
34
34. Makan 10 Detik
35
35. Masa Lalu Allen dan Yovien
36
36. Flash Back in Bali 1
37
37. Flash Back in Bali 2
38
38. Flash Back in Bali 3
39
39. Flash Back in Bali 4
40
40. Flash Back in Bali 5
41
41. Kembali ke Masa Sekarang, 2021
42
42. Perdebatan Tuan Xander dan Nyonya Clarista
43
43. Permintaan Nyonya Clarista
44
44. Melacak Keberadaan Allen
45
45. Tak Mampu Mengungkapkan Perasaan
46
46. Memesan Taxi Online
47
47. Bunga Aster
48
48. Trans Semarang
49
49. Xander Japanesse Food
50
50. Memakai Baju Maid (Pelayan)
51
51. Curhat dengan Rigel
52
52. Membeli Roti untuk Dhezia
53
53. Gold Eksekutif Room
54
54. Allen Terpesona
55
55. Makan dengan Allen
56
56. Hidangan Mahal
57
57. Kejahatan Novia
58
58. Menggendong Dhezia
59
59. Kejadian di Xander Mall
60
60. Rumah Sakit Tentara (RST)
61
61. Menunggui Acre di RST
62
62. Perhatian Sementara
63
63. Kecupan Sekilas Allen & Mengakhiri Perjanjian dengan Yovien
64
64. Pesan dari Brielle
65
65. Menyuapi Dhezia
66
66. Membantu Dhezia Mandi
67
67. Mendekap Erat Allen
68
68. Penjelasan Allen
69
69. Mencubit Pipi Dhezia
70
70. Dhezia Boleh Pulang dari RST
71
71. Kamar Mess Dhezia
72
72. Menciumi Dhezia
73
73. Severius dan Candra
74
74. Simpang Lima Semarang
75
75. Candra dan Severius ke Club
76
76. Mengetahui yang Sebenarnya
77
77. Allen dan Yovien Bertengkar
78
78. Titik Terang Kesalahpahaman
79
79. Tamat (Allen Melamar Dhezia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!