BAB 20 - Ini Baru Awal

Siang ini, waktu istirahat Ajeng gunakan untuk pergi ke Bank, dekat rumah sakit tempatnya bekerja, ya walaupun tetap harus menggunakan angkutan umum.

Tidak banyak antrian, hanya menunggu sekitar dua orang , customer service pun bukan hanya satu tapi ada lima. Tentu saja ini Kantor Cabang, bukan Cabang Pembantu, dan Area yang menangani segala cabang di kota ini, orang kepercayaan Aksa pun menjabat sebagai Area Head.

Ajeng dibantu salah satu customer service melakukan pengecekan siapa pengirim dana itu, karena melalui aplikasi tidak terlihat dari mana sumbernya. Cetak rekening Koran pun dilakukan, dan secara sistem memang tidak terdeteksi siapa pengirimny.

“Tolong di bantu ya mba, saya tidak ada transaksi apapun, jual tanah juga tidak, tapi uang itu masuk ke rekening saya.” Ajeng cemas karena dia melihat sendiri di layar komputer hanya tertulis pendapatan.

Padahal transaksi umumnya akan diketahui siapa pengirim dan sumbernya, sekalipun melalui aplikasi.

Petugas bank mengalihkan bantuan pada Supervisor, jawaban sama diberikan. Akhirnya Rahajeng pulang tanpa mendapat kepastian, ia putuskan tidak akan menggunakan uang itu, merasa bukan haknya. Memilih membuka rekening baru dan mengambil uang sisa tabungannya saja.

Sampai kapanpun Ajeng tidak akan tahu bahwa Aksara sengaja mengirimnya uang bulanan, sebab IT khusus dari perusahaan pusat di berikan tugas untuk menghapus jejak pengiriman.

Dia juga tidak tahu memiliki saham dalam jumlah fantastis, namun nama Rahajeng Prameswari tercatat di badan Kustodian Efek.

.

.

.

Sudah enam bulan sejak Aksa pergi meninggalkan tanah air, semua masih sama tapi tidak pada beberapa tempat, tanah kosong yang semula di beli oleh Aksa ditumbuhi rumput liar dan pohon kecil.

Tapi hari ini seorang arsitek terkenal menyambangi tanah yang telah bersih dari rumput, sesuai mandat sang bos, ia memiliki waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikan tugasnya. Puluhan pekerja dikerahkan, dibantu alat berat, sebab beberapa hari lagi pondasi harus terpasang. Material bangunan pun mulai diturunkan, semua berkualitas nomor satu.

Hal ini menjadi tontonan warga sekitar, karena sepengatahuan mereka tanah itu milik keluarga Aji, tiba-tiba didatangi orang asing dan mencuri perhatian siapapun.

‘Bos, lokasinya sangat bagus. Sesuai rencana, semua selesai sebelum Bos kembali kesini.’

“Lakukan tugasmu.” Suara bariton terdengar jelas oleh telinga sang arsitek.

Hari-hari pun berlalu, bahkan bangunan itu telah kokoh dan kuat hanya perlu sedikit sentuhan cat untuk memperindah penampilannya.

Danang yang sudah merasa menjadi bos besar, sebab beberapa waktu lalu usahanya ramai sehingga ia jarang datang ke coffe shop. Saat ini mengeluh, omset perlahan menurun awalnya hanya 2% tapi semakin hari terus berkurang, pria pongah itu pun kembali mengunjungi coffe shopnya, dia terkejut merasa dipermainkan.

“Apa-apaan kalian ini? Kenapa tiba-tiba mengundurkan diri, hah? Kalian itu tidak tahu terima kasih. Dasar barista bodoh.” Danang naik pitam, niatnya untuk memperbaiki masalah tapi mendapat ujian lebih. Dua barista andalannya mengundurkan diri secara mendadak, kemana lagi dia harus mencari para barista berbakat.

‘Maaf Pak. Tapi kami barista bukan marketing, tidak bisa merangkap pekerjaan’

‘Mohon maaf Pak Danang’

Keduanya pun pergi dari dalam bangunan seluas 100 meter. Amarah Danang semakin jadi melihat coffe shop kosong melompong, tidak ada seorang pun sejak siang yang datang membeli minuman.

Kepalanya semakin sakit mendapati bangunan kokoh, luas dan estetik di seberang jalan. Tersedia area parkir luas, untuk mobil dan motor tidak seperti coffe shop-nya hanya memiliki parkir untuk satu mobil dan beberapa motor.

“Heh, siapa itu yang mau membuka usaha di sana? Bukannya itu tanah Aji, jangan-jangan dia mau jadi pesaingku. Tidak bisa ini, awas saja Aji kalau sampai berani mengambil usahaku.” Danang menendang pintu kaca di depannya hingga pecah.

PRANG

“Aduh, kenapa lagi pintu itu? Dasar bahan murah, usaha lagi sepi tapi rusak, hah.” Marah Danang, terpaksa mengambil dana tabungannya untuk memperbaiki pintu. Benar-benar sial nasibnya sejak awal bulan lalu.

Usaha Maya pun sepi, sebab toko baru yang bekerja sama dengan pedangan lain, hanya Maya tidak ikut andil dalam toko itu.

Wanita paruh baya ini terlalu congkak, dia tak ingin bergabung dengan toko asing untuk menyuplai baju, dan akhirnya satu per satu pelanggan menghilang. Untuk membayar biaya sewa yang jatuh tempo dalam dua bulan lagi pun ketar ketir.

Tapi dua orang ini masih menganggap hanya fenomena dalam bisnis, kadang pasang dan surut. Sikapnya masih tetap sombong di mana pun berada.

Danang pulang ke rumah dalam keadaan emosi, sudah jatuh tertimpa tangga. Dalam perjalanan, kendaraan roda empat kebanggaannya mogok, akibat terlalu lama tidak di servis. Terpaksa menghubungi mobil derek dan pulang menggunakan ojek online.

“Ada apa Pak? Kusut banget macam baju belum di setrika.” Ucap Maya sembari menyantap donat yang dibawa Rayana sebagai buah tangan.

“Diam Bu, berisik. Suara Ibu bikin sakit kepala.” Sahut Danang enggan melihat wajah istri yang selalu ia puji cantik dan menarik.

“Bapak kamu kenapa Rayana? Berangkat kusut, pulang semakin kusut, bukannya kasih uang untuk Ibu. Bulan lalu alasannya gaji karyawan, apa iya sekarang ibu harus pakai tabungan lagi, dasar suami tidak berguna.” Umpat Maya dengan suara kecil, khawatir Danang mendengarnya.

“Ibu, namanya usaha wajar kadang naik dan turun, Rayana bantu ya bu, tapi bulan ini saja. Besok-besok minta Ajeng, setidaknya untuk bayar listrik, aku masih punya cicilan mobil dan tas branded.” Tukas Rayana, berat hati membantu masalah orangtuanya.

“Iya iya, kamu tenang. Nanti Bapakmu ganti semua, jangan takut. Kamu sabar ya Rayana.” Ucap Maya mengelus pipi putri sulung yang sangat bisa diandalkan, sebab gajinya sebagai dokter di dua rumah sakit cukup besar tidak seperti Ajeng, sangat kecil sebatas upah minimum.

“IBU … Maya, di mana makanan? Aku lapar ini May.” Teriak Danang melengking. Pria itu menjadi pemarah sejak omset penjualannya menurun.

“Aduh, bagaimana ini Rayana. Ibu lupa masak, bahan makanan di kulkas habis. Kamu bantu Ibu belanja ya, beli daging dan aneka sayuran jangan lupa bumbu juga.” Titah Maya, dengan takut berdiri menghampiri suaminya di meja makan.

“Berisik Pak, malu sama tetangga.” Sahut bibir yang begitu percaya diri mengucapkannya.

“Apa? Malu sama tetangga? Memang perut kita di beri makan tetangga? Sekarang masak Bu, suami pulang tidak ada makanan apapun.” Danang duduk manis sembari membuka tutup kerupuk, lagi-lagi bernasib sial. Bukannya renyah tapi kerupuk itu sudah masuk angin.

“Maaf Pak, beras habis, persediaan di kulkas habis.” Maya menunduk, jujur ini kesalahannya tidak bisa mengatur keuangan, semua uang pemberian suami dia habiskan untuk arisan dan membeli tas atau sepatu model terbaru.

Danang yang kesal memilih ke kamar untuk tidur, daripada lepas kendali pada istrinya. Sama sekali tidak menyangka hasil kerja kerasnya dihamburkan begitu saja.

“Dasar istri tidak tahu untung kamu Maya.” Gerutu Danang, membenamkan kepala di atas bantal.

**

Dua minggu kemudian

Coffe shop milik Danang sepi, hanya ada dua atau tiga pelanggan itu pun masing-masing membeli satu cup kopi dengan harga paling murah.

Ayah kandung Rahajeng Prameswari menekuk wajah dan menatap marah pada Well Coffe Shop. Bagaimana tidak marah? Dua barista andalannya, kini bekerja di bangunan seberang jalan yang jelas-jelas mengambil semua pelanggannya.

Danang kesal, sebab konsep coffe shop sangat unik, tempatnya cocok untuk anak muda menghabiskan waktu atau pegawai mengadakan rapat.

Baru satu minggu resmi dibuka, sudah dipenuhi oleh mobil mewah dan para selebgram yang rela mengantri untuk mempromosikan coffe shop terbaru ini.

“Siapa orang yang berani melawanku itu?” Danang menatap tulisan besar tepat di atas rooftop coffe shop.

TBC

***

siapa yang mau lihat Danang menuju kehancuran?

sabar ya heheheh

ditunggu like dan komentarnya🙏😁terima kasih

Terpopuler

Comments

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

bukanya insyaf udah tua banyakin ibadah siapa tau umur gak panjang

2023-08-14

2

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

udah pasti itu Aksa pak. salah sendiri membuang menantu kaya

2023-04-11

1

Defi

Defi

Menantumu yang kamu anggap sampah selama ini. Nyesal kan pastinya lihat Aksa kaya raya 😜🤣🤣.. Aku thor ga sabar lihat 5 serangkai (Danang, Maya, Rayana, Aji dan Rudi) hancur bagai debu

2023-04-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!