Bab 13 - Tawaran Kerja

“Aku pikir kamu marah?” tanya Aksa singkat dan sengaja mengacuhkan istrinya yang masuk kembali ke kamar. Pria berperawakan tinggi dengan hidung bangir ini memilih membaca beberapa buku non fiksi milik Ajeng.

“Ngantuk, mau tidur.” Ketus Ajeng, memutari ranjang. Berbaring memunggungi suami, mengurung diri dalam selimut tipis.

Jangan tanya kenapa tipis, karena udara di kota ini cukup panas dan gerah malam hari.

Aksa menyimpan buku di atas rak kayu dengan penyangga besi, sengaja tidak naik ke atas kasur. Dia memilih duduk di atas lantai, menyandarkan kepala pada pintu lemari kayu jati. Ditatap lekat-lekat punggung Ajeng.

“Ajeng? Kamu belum tidur kan? Mari kita bicara, apa yang kamu inginkan. Tidak baik terus marah, kamu ingin aku kerja kantoran seperti suami teman-teman kamu?” tanya Aksa, menggulir layar ponsel mengirim pesan pada seseorang yang sangat penting.

“Aku perlu bantuan, jangan menolak. Kalau tidak habis kamu.”

Tak berselang lama Aksa mendapat balasan, dari orang itu. Dia membaca sekilas tanpa membalasnya.

“Siap, apapun untukmu”

Ajeng membalik badan menghadap Aksa, kelopak mata dengan bulu lentik mengedip memandang lurus. Sudah lelah ia menjalani hari-hari pernikahannya yang selalu berjalan di tempat, tidak ada kemajuan sama sekali, mundur mungkin iya.

Ajeng adalah wanita yang menggunakan perasaan sebagai sumber pengambilan keputusan, jujur dia ingin setara dengan semua teman-temanya. Selalu malu dan terpojok ketika membahas para suami di sela-sela waktu senggang. Kumpul bersama keluarga pun sering ia lewati, semua terkena hasutan Maya, memusuhi Aksa.

“Iya, aku ingin hidup kita berubah Aksa, tidak seperti ini. Aku lelah, kamu, ibu, bapak, kakak termasuk rekan kerja membuat kepalaku pusing. Cerai adalah pilihan yang tepat, aku bukan istri yang baik Aksa. Kamu pun sama bukan suami idaman yang baik.” Tutur Ajeng, kali ini suaranya melemah, hanya ada sedikit tangis di sudut mata.

“Semua karena uang? Aku bisa kerja kantoran, mungkin melebihi suami teman-temanmu itu.” Sambar Aksa, kukuh tidak ingin bercerai. Karena Ajeng lah membuat hidup Aksa semangat dan tidak terkurung dalam kesedihan mendalam.

“Ya, aku bukan munafik Aksa. Kamu kerja di mana? Ijazah saja tidak punya. Kantoran mana yang mau menerima pegawai seperti kamu. Kelengkapan administrasi sebagai penduduk saja tidak ada. Jangan mengkhayal Aksa!” Sahut Ajeng merendahkan suaminya.

Lagipula ijazah apa? Dia tidak perlu itu semua.

Aksa menghela napas, entah cara apalagi yang digunakan untuk memperbaiki hubungannya. Aksa melirik kamar luas ini serta beberapa furniture mahal, dan bingkai foto Ajeng berama kedua orangtuanya.

“Aku ingin kita hidup mandiri tanpa bayang-bayang keluarga kamu, bisa mengontrak rumah kecil. Setelah aku mendapat pekerjaan baru kita pindah.” Telak Aksa, tidak mau rumah tangga berakhir perceraian dan akhirnya saling menyakiti diri sendiri, karena termakan hasutan orang lain termasuk keluarga.

Ajeng nampak berpikir, meninggalkan rumah ini adalah hal yang tak pernah terlintas dalam benaknya sekalipun. Tinggal berdua dengan Aksa, harus siap melepas fasilitas di rumah dan hidup sederhana mungkin kesusahan.

“Tapi … tapi aku takut Aksa, kamu belum jelas. Maksudku penghasilannya, apa kamu bisa menjamin aku hidup berkecukupan?” tentu saja Ajeng masih memikirkan diri sendiri.

Setidaknya di rumah ini walau tak menyenangkan, dia tetap bisa merasakan tidur nyaman tidak kepanasan, tidak juga menahan lapar akibat kurangnya gaji suami.

“Bagaimana Ajeng? Kamu setuju? Kita keluar dari rumah ini setelah aku dapat penghasilan sebagai pegawai kantoran.” Tegas Aksa, terus menatap Ajeng tanpa mengalihkan sedetikpun, karena yang keluar dari bibir istrinya itulah keputusan mereka.

“Ya Aksa. Selama kamu bisa menjamin hidupku tidak kekurangan.” Jawab Ajeng setengah hati.

Setelah mendapat kesepakatan itu, Aksa dan Ajeng mulai mencari rumah kontrakan dekat rumah sakit yang layak huni.

Aksa pun menunggu sesuatu sampai ke tangannya, sebagai salah satu bukti dia bisa mewujudkan impian Ajeng.

**

Sementara di rumah

Kebetulan Maya tengah bersantai di pekarangan menikmati secangkir teh dan aneka kue kering yang dibelinya dari tetangga. Wanita paru baya ini terkejut mendapat sebuah kiriman paket dari seseorang, bukan ditujukan kepada anggota keluarga, melainkan utuk Aksa.

Di amplop tertera logo perusahaan internasional yang memiliki gurita bisnis, terutama luar negeri sebagai kantor pusat.

“Apa ini? Untuk Tuan Aksara K. C, oh menantu gembel itu melamar pekerjaan di sini? Masih berusaha dia. Tapi jangan harap kamu bisa bertahan dengan Ajeng.” Maya tidak senang bila hidup putri dan menantunya semakin baik serta bahagia. Belum pasti juga Aksa memberinya kepuasaan materi sebab bekerja sebagai karyawan biasa.

Dalam pikiran, Maya mengatakan bahwa Aksa melamar pekerjaan sebagai office boy atau juru parkir, tidak mungkin manusia rendahan seperti Aksa duduk di balik meja dengan satu unit komputer di tangannya.

“Enak saja kamu Aksa, pasti kamu mau membawa Ajeng keluar dari sini, mimpi kamu.” Geram Maya, kaki keriputnya melangkah menuju dapur, membakar surat panggilan kerja untuk menghilangkan bukti.

.

.

Sementara Aksa heran mengapa surat untuknya belum juga datang, ia khawatir jatuh ke tangan Maya atau Danang, kemudian mereka berdua mengetahui sesuatu atau mungkin merusak surat.

Tidak tinggal diam, Aksa bertanya baik-baik pada mertuanya, namun respon yang diberikan seperti biasa. Maya meradang, mengadu pada Ajeng bahwa menantunya ini sengaja memarahi ibu mertua.

“Katakan saja bu, jujur, jangan bersembunyi. Apa surat itu diterima oleh ibu? Kalau iya sebaiknya kembalikan. Itu bukan barang ibu.” Beritahu Aksa pada ibu mertua yang sangat kerasa kepala tiada tandingan.

“Eh Aksa kamu menuduh saya? Dasar menantu tidak tahu diri kamu.” Maya terus mengeluarkan segala cacian, tanpa digubris satupun oleh menantunya.

Dengan wajah datar dan tetap tenang Aksa masuk kamar, menyambar kain handuk, namun suara panggilan istri mengalihkannya.

“Aksa ada telepon, dari orang tidak dikenal, sudah sepuluh menit. Mungkin penting, kamu terima.” Ajeng menyerahkan ponsel butut, layar depannya pun tampak retak dan anti gores yang mulai terkikis.

“Ok”

Aksa menerima telepon di hadapan sang istri, keningnya mengkerut, mendapat tawaran kerja salah satu cabang perusahaan produksi ikan kalengan. Dia merasa tidak melamar ke perusahaan itu melainkan tempat lain.

Semula Aksa ingin menjawab, tapi Ajeng lebih dulu mencari tahu keberadaan kantor tersebut, dan ya letaknya sangat jauh. Berbeda pulau dan provinsi pasti. Itu artinya jika Aksa menerima, maka mereka akan hidup terpisah selamanya, karena alasan pekerjaan.

Ajeng menggeleng lemah, menolak tawaran itu, ia tidak mau jauh dari suaminya. Akhirnya Aksa minta waktu untuk mempertimbangkan jawaban.

“Ajeng kamu tahu kan ini yang kita tunggu, mendapat pekerjaan tetap, bisa membebaskan kita dari kesulitan ekonomi.” Alasan Aksara masuk akal, hanya Ajeng sebagai wanita menolak keras.

“Tapi jauh Aksa, cari yang dekat saja. Aku … nanti aku sendirian di rumah.” Cicit Ajeng memelas kepada suaminya.

“Kalau begitu kamu ikut, kita tinggal di sana berdua.” Sahut Aksa percaya diri, sembari memeriksa kiriman pesan di ponsel.

Ajeng ragu menyetujui ini, bukan tanpa alasan, Aksa baru saja kerja jadi mereka belum pasti hidup layak di pulau lain, dan Ajeng keberatan.

Kalaupun ikut pindah artinya karir sebagai perawat harus pupus, ia tinggalkan demi mengikuti suami yang belum jelas penghasilan serta karirnya.

TBC

***

jangan lupa dukungannya kakak

boleh like dan komen

gift dan vote ditunggu 😁😁😁😁🙏

terima kasih banyaj

 

 

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

kedamaian membawa kebahagiaan bahagia bawa keberkahan jgn takut tuk hijrah tuk memulai LBH baik

2023-08-14

1

EL Shawieto

EL Shawieto

Aksa GUOBLOK nya parah!!

2023-05-16

1

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

Thornya pengen tak sianida, gemes masak suratnya dibakar. trus yg diterima malah yang lamaran lain nnti masalah lagi ahhh gemes

2023-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!