Bab 2 - Dia Istriku

BAB 2

Sekelompok pemuda menghadang jalan, menatap penuh intimidasi. Apa harus Aksa memberi pukulan lagi pada mereka?

Pemuda ini tidak jera mencari masalah dengannya. Padahal dua minggu yang lalu Aksa berhasil merontokkan gigi salah satunya. Terlalu lancang menurut Aksa, turut campur dalam kehidupan pribadi, apalagi menyinggung gaji. Bagi pria hal itu adalah harga dirinya.

Salah satu pemuda dengan angkuh berjalan mengitari Aksa, memandang rendah pria yang tengah memegang motor usang.

“Tinggalkan Ajeng, ceraikan dia sekarang juga. Kau tidak pantas bersanding dengannya. Pria miskin sepertimu cocok hidup sendiri sampai mati.” Sindir pemuda itu, menendang kendaraan roda dua milik Aksa. Sampai suara retak terdengar jelas.

Tawa saling bersahutan, melihat apa yang dilakukan piminan mereka. Aji namannya, pria itu sangat terobsesi memiliki Ajeng, tapi sayang cintanya di tolak mentah-mentah dan gadis pujaannya lebih memilih lelaki miskin bernama Aksara.

Aksa patut bangga karena akhirnya dia yang memiliki Rahajeng Prameswari, kembang desa incaran para pemuda kampung dan kota. Kecantikan dan kelembutan hati Ajeng mampu memikat siapa saja, termasuk Aksara Kaisar. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ajeng.

Namun pernikahannya bukan atas dasar cinta melainkan, keterpaksaan. Sebab warga tanpa sengaja memergoki Aksa sedang memeluk Ajeng di depan rumah kosong. Padahal Aksa hanya menolong Ajeng yang pingsan karena kelelahan bekerja.

“Lihat kan dia tidak bisa menjawab.” Ujar Aji bersikap angkuh ke teman-temannya, kemudian melayangkan pukulan kepada Aksara.

Tapi tubuh kering kerontang Aji tersapu angin, sebab Aksa hanya menggeser sedikit ke sisi kiri, menghindar dari pukulan pria congkak ini. Hingga Aji tersungkur mencium kerasnya aspal.

Teman-teman Aji yang lain langsung bersiap menyerang Aksa, tapi pria itu cukup tahu, menahan semua temannya.

“Dengar kau Aksa, aku yang akan menggantikan posisi mu sebagai suami Ajeng. Jadi sekarang kamu bersiap sebelum ditendang oleh mertua pengusaha itu.” Seru Aji tertawa menang, ia akan terang-terangan merebut kekasih hati dari tangan suaminya.

Tentu saja Aksara tidak terima, baginya Ajeng adalah pelabuhan terkahir seorang Aksara Kaisar. Tidak ada yang boleh merebut Ajeng.

Aksa langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi di rahang rapuh Aji, tersenyum kecil menanggap remeh aji. Bisa-bisanya berani menabuh genderang perang, sudah jelas statusnya sebagai suami sah dari Rahajeng.

“Sebaiknya kalian pergi. Ajeng istriku, kami menikah dan sah tercatat di negara.” Suara dingin dan menusuk seorang Aksa, mengusir Aji dari hadapannya.

“Heh kamu jangan sombong Aksa, aku pastikan mimpi buruk segera datang.” Ancam Aji, pemuda yang hanya bisa menghabiskan uang orangtua.

Aji berusaha bangkit dan melawan Aksa, tidak peduli darah mengalir dari sudut bibir yang pecah. Tapi lagi-lagi ia hanya memukul angin. Aksara memiliki kemampuan bela diri di atas rata-rata tidak sembarang orang bisa melawannya, apalagi pria seperti Aji.

Keributan di tengah jalan ini menjadi perhatian warga sekitar, beberapa tetangga merekam dan mengirimnya ke Maya, mereka bergosip menjatuhkan Aksa. Bahkan ada beberapa yang sengaja mencemooh Aksa.

“Zaman sekarang hati-hati pilih menantu, bisa jadi muka ganteng tapi perilakunya jelek, seperti itu.” Suara keras yang nyaring di gendang telinga Aksa, sudah pasti objek dari pembicaraan mereka semua adalah Aksa.

“Iya. Hati-hati, nanti harta mertua diambil menantu yang modal tampang. Kasihan sekali Ajeng, itu hukuman untuk perempuan yang berani menolak pemuda desa kita.” Sahut ibu lain.

Mereka semua kesal karena Ajeng berani menolak pinangan salah satu putranya, dengan alasan tidak cocok dan pemuda itu bukanlah pria yang baik, sampai para pemuja Ajeng patah hati mendapati gadis itu menikah dengan Aksa, orang asing yang tidak jelas asal usulnya.

Aksa memilih pergi dari pada telinganya rusak mendengar kata-kata menjijikan itu. Ia mengabaikan Aji yang merintih kesakitan di atas aspal.

Dia terus mendorong motornya, melewati hamparan hijau sawah yang begitu luas dan memanjakan mata. Pepohonan rindang di sisi jalan cukup melindungi tubuh dari sorot sinar mentari pagi yang begitu menyilaukan mata.

Akhirnya setelah berjalan selama lebih dari lima belas menit, Aksa tiba di bengkel. Ia harus menghela napas melihat antrian, ada yang sekedar mengganti oli, roda bahkan servis.

Tidak lama seorang montir datang membantu Aksa, memeriksa secara menyeluruh kondisi motor. Sangat disayangkan ada beberapa sparepart yang harus diganti, agar kendaraan roda dua miliknya bisa berfungsi kembali. Aksa pun mengunjungi pemilik bengkel dan bertanya rinciannya, kalau bisa dia akan membayar sore nanti.

“Berapa Pak totalnya? Apa saya bisa bayar nanti sore setelah dapat gaji?” Tanya Aksa ragu-ragu. Sebab sebelumnya mengintip isi dompet, hanya ada tiga puluh ribu rupiah di dalamnya.

“Maaf tidak terima hutang dalam bentuk apapun, totalnya 300 ribu rupiah. Kita tahan motor kamu, seenaknya saja pergi tanpa membayar.”

Aksa menelan saliva yang begitu sakit terasa di kerongkongan, ia melirik jam di ponsel. Sudah terlambat tiga puluh menit dan bagaimana caranya agar motor bisa terbayar? Dengan pertimbangan matang, dia menghubungi Ajeng. Hanya istri cantiknya yang bisa membantu untuk sekarang.

“Halo Ajeng. Sayang maaf, aku mau pinjam uang 300 ribu. Motorku mogok lagi, bisa transfer langsung ke pemilik bengkel? Aku sudah terlambat kerja.” Ucap Aksa panjang kali lebar.

“Apa? Mogok lagi? Aduh Aksa, motor kaya gitu kenapa masih dipakai? Uang gaji kamu selalu habis dasar menyusahkan.”

Gerutu Ajeng, terdengar sekali suaranya tidak senang mendapat telepon dari Aksa.

“Kamu boros Aksa. Selama dua tahun menikah aku tidak pernah hidup senang, selalu aku yang memenuhi kebutuhan rumah tangga kita, di mana peran kamu sebagai suami? Untuk bayar servis motor harus mengemis ke istri.”

Lanjut Ajeng masih berat hati mengirim uang yang jumlahnya cukup berarti di kehidupan mereka.

“Maaf Ajeng, aku janji sayang nanti sore setelah gajian semua aku ganti, sama hutangku yang kemarin ya jadi totalnya 400 ribu, benar kan?” suara Aksa selembut mungkin. Tidak pernah selama menjalani pernikahan membentak atau marah kepada istrinya.

“Kamu kerja hanya sampai sore, bisa kan malamnya cari sampingan. Aku lelah Aksa, uang gajiku habis terus, kapan aku bisa seperti teman-teman yang lain? Fungsi kamu sebagai suami apa? Bukan memberi malah minta terus menerus.”

Ajeng memang tidak pernah memberi cuma-cuma, semua uang yang digunakan Aksa harus dibayar secepatnya. Pria ini juga mengerti, karena ia sadar selama dua tahun tidak pernah memberi apapun untuk istrinya selain uang gaji yang tidak seberapa.

“Sore aku ganti Ajeng. Jangan cemas. Boleh kirim sekarang uangnya? Aku sudah terlambat kerja.” Pinta Aksa berharap kali ini sang istri menolongnya.

“Berikan nomor rekeningnya, aku kirim sekarang juga. Jangan lupa harus kamu bayar semua hutang. Aku mau beli sepatu baru. Ck menyebalkan, untuk beli sepatu saja suamiku tidak mampu.”

Cibir Ajeng sebelum mengakhiri sambungan telepon.

Akhirnya motor bisa dibayar lunas, bagi Aksa Ajeng memang benar-benar dewi penolongnya. Walaupun harus menebalkan telinga lebih dulu.

Tepat Aksa menyalakan kendaraan, suara ponsel dalam tas mengalihkan fokusnya. Dia periksa siapa yang menelepon, seketika Aksa menghela napas melihat nama yang tertera di layar.

TBC

 

Terpopuler

Comments

EL Shawieto

EL Shawieto

Dasar kampret lu Jeng!!!

2023-05-15

1

memei

memei

fix istri kayak Ajeng klo udah cerai GK usah balikan DECH ... ngrendahin suami banget ,istri durhaka ...semoga Aksa dapat obatnya dg mendapat istri baru yg sholehah

2023-03-24

2

Defi

Defi

Aksa lelah pergi jauh dari hidup kamu mewek2 nangis.. Jeng..jeng

2023-03-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!