Bab 14 - Penghinaan Murahan

Usai mengantar Ajeng ke rumah sakit, seperti biasa Aksa melakukan kegiatan yang menemaninya belakangan ini. Bekerja di salah satu rumah besar hanya untuk menghabiskan waktu hingga sore. Memuakkan jika di rumah sepanjang hari, pasti ibu mertuanya itu bersuara seperti knalpot racing.

Untung Aksa menyukai tanaman, jadi tidak risih melakukan pekerjaan kasar ini, salah satu pelanggan VIP restoran yang menyukai Aksa, memintanya merawat seluruh tanaman hias tiga kali dalam seminggu.

Aksa yang tengah fokus membasmi hama larva mendapat pesan dari seseorang.

“Aksa, kenapa belum datang? Branch Manager menunggumu, selagi posisi analis di sana kosong.”

Sebelum membalas pesan, pria ini duduk di kursi taman. Membaca dengan teliti satu persatu kata yang dikirimkan. Branch Manager apa? Analis di perusahan pengolahan ikan, begitu kah maksudnya?

Teleponnya bergetar, nama orang itu tertulis di sana tentu saja menggunakan kata samaran, agar Ajeng tidak curiga.

“Apa?” tanya Aksa malas, bantuan macam apa yang dimintanya, tidak sesuai.

“Branch Manager menunggumu Aksa. Aku carikan posisinya dekat rumah sakit istrimu kerja. Cepatlah ke sana! Mereka menghubungimu kemarin kan?”

“Perusahaan ikan kaleng? Tidak ada panggilan lain selain itu.” Sahut Aksa menengadahkan pandangan melihat rimbunnya pepohonan, ditambah semilir angin menyejukkan raga dan pikiran

“Bank, kapan aku minta sekretaris merekomendasikan perusahaan ikan? Eh sebentar.”

Cukup lama Aksa menunggu, hanya mendengar dialog antara pria dan wanita. Jelas sekali bahwa ada kesalahan, seharusnya pihak Bank yang menghubungi tetapi malah perusahaan lain. Semua karena kesalahpahaman memberi informasi.

“He … Maaf Aksa, tapi sebaiknya kamu datanglah masih ada waktu. Kamu menolak semua debit card sih jadi susah kan, dan terima kasih atas pemberian mobilnya. Kapan lagi aku bisa mendapatkan kendaraan itu secara gratis.”

“Lalu surat pengalihan nama toko yang aku minta mana? Kamu mengirim salinannya kan?” selidik Aksa, sampai hari ini tidak juga menerima apapun. Di rumah masih aman dan damai, artinya Maya ataupun Danang belum mengetahui isi surat itu.

“Sudah Aksa, kamu benar-benar bawel. Aku ingin tahu reaksi mertuamu. Hahaha. Jangan terlambat Aksa satu jam dari sekarang kamu harus sudah sampai.”

Percakapan dua orang itu berakhir, Aksa segera merapikan perkakas taman, membuang semua sampah dan pamit undur diri pada sang pemilik rumah.

Pukul satu siang Aksa kembali ke rumah mertuanya, sepi. Itulah kondisi saat ini, biasanya Maya duduk santai, tapi sama sekali tidak ada, namun rumah tidak terkunci. Mungkin saja ibu mertua itu ada di belakang rumah.

Rasa dahaga membakar kerongkongan, dirinya melangkah ke dapur. Membuka lemari es, menuangkan air dingin ke dalam gelas. Iris abu-abu Aksa, menangkap ada yang janggal dengan isi kulkas, kenapa hanya ada satu botol minuman?  Kemana jus, kopi, dan susu yang tertata rapi? Mustahil habis dalam satu malam.

Daripada memikirkan isi kulkas yang berubah, Aksa memilih bersiap. Karena kesempatan untuk membawa Ajeng pergi ada dalam genggamannya. Sebelum mengganti pakaian, dia membersihkan diri, tidak mungkin pergi dalam keadaan berkeringat.

Setelah melilitkan handuk di pinggang, kepala Aksa kunang-kunang. Pendar di kedua netra berubah gelap. Tubuhnya pun lemas, semua energi tersedot oleh sesuatu. Hanya sanggup berjalan pelan, sembari menahan bobot tubuh pada dinding.

BRUK

Aksa terjatuh tak sadarkan diri, kepala bagian belakang membentur lantai cukup keras. Ada apa dengan Aksa?

Berselang sepuluh menit, Maya dan suaminya masuk ke kamar, membuka pintu kamar mandi dengan kunci cadangan. Keduanya tersenyum melihat langkah awal menghancurkan Aksa berhasil. Cekatan membawa menantu tak diinginkan ini ke atas ranjang, bahkan dengan jahat Danang menambah dosis obat tidur.

“Bu, cepat hubungi teman ibu. Jangan lama-lama!” titah Danang, menyunggingkan senyum licik. Ini semua memang rencananya dengan Maya. Aji yang masih tergolek di atas brankar rumah sakit mendesak perceraian Ajeng.

Danang tidak punya pilihan lain, semula ia membeli obat perangsang dari salah satu rekan bisnis coffe shop. Namun Maya menolak penggunaan obat itu, sebab Aksa bukan orang yang mudah melampiaskan hasrat ke sembarang wanita, bisa jadi dia setia menunggu Ajeng pulang.

Otak licik Maya berpikir, lalu membeli obat tidur dari apotek, memasukan dalam botol minum di kulkas. Menyingkirkan semua kemasan karton susu dan jus, alhasil Aksa tidak punya pilihan selain meneguk habis air yang tersedia.

“Istri Bapak memang cerdas.” Puji Danang memeluk erat tubuh gempal istrinya. Mereka membagi tugas, Danang membuka semua penutup di badan menantu, sedangkan Maya menunggu kedatangan seseorang. Membayar cukup mahal untuk penjebakan ini, menguras tabungan Maya.

.

.

Sore harinya Ajeng pulang dalam keadaan kesal, Aksa janji menjemput di persimpangan, tapi sampai satu jam tidak bisa dihubungi. Wanita ini mendengus sebal sebab pintu pagar dan rumah terkunci. Belum lagi melihat dua unit kendaraan bermotor, satu diantaranya begitu asing.

Dilanda rasa curiga, Ajeng berlari ke dalam, rumahnya pun sepi. Segera melangkah melewati anak tangga dan membuka pintu kamar.

DEG

Jantung Rahajeng Prameswari berhenti berdetak, suaminya tidur dengan wanita lain di kamar mereka. Tidak ... bukan hanya tidur, lihat semua pakaian berserakan di atas lantai, lalu ada baju tidur miliknya tepat di sisi ranjang.

“Aksa” lirih Ajeng tertahan di bibir. Seketika manik jernihnya berkilat marah, kecewa dan lelah melebur jadi satu.

Menarik perempuan murahan yang bercinta dengan suaminya, ya ini nyata. Ajeng melirik alat kontrasepsi di samping kepala Aksa.

“Kurang ajar, kalian beraninya. Kamu … pe***** bangun, pergi dari sini sekarang juga.” Bentak Ajeng, suaranya melengking macam lady rocker.

Aksa mengerjapkan kedua mata, beberapa detik diam mencerna semua keadaan. Suara tamparan menyadarkannya, dia melihat belahan jiwanya memukuli wanita lain di sudut ruangan.

Sebentar, wanita itu tanpa sehelai pakaian, dan Aksa memeriksa tubuhnya, sama polos hanya tertutupi selimut. Gegas menyambar kaos dan celana yang berserakan, melekatkan dengan cepat.

“Ajeng tunggu, kamu bisa membunuhnya. Ada apa ini?” Aksa menahan kedua tangan Ajeng, namun dianggap membela selingkuhannya.

“Kamu memang tidak tahu diri Aksa, sudah menumpang, jadi benalu, sekarang berani selingkuh. Kamu membela dia? Kalian sama-sama menjijikan.” Sangar Ajeng tidak bisa dikendalikan.

“Selingkuh apa sayang? Aku tidak pernah …” kalimat Aksa terpotong dengan hadirnya ratu dan raja drama.

“Apa-apaan ini semua?”

“Aksa kamu membawa perempuan lain ke rumah saya, menantu gembel keterlaluan.”

Mertuanya datang seolah tidak mengetahui apapun, mereka pura-pura terkejut melihat Aksa, detik itu juga Aksara di seret keluar rumah.

Sekuat tenaga, Danang dan Maya mendorong Aksa sampai ke halaman depan. Dia diusir hanya dengan tas buluk miliknya, dilarang untuk datang ke rumah.

Sama halnya dengan wanita itu, penampilannya berantakan, dan gilanya lagi menunjukkan bukti bahwa Aksa memang menjalin hubungan dengannya.

“Pergi kamu Aksa, bisanya hanya membuat putriku  menderita.” Teriak Maya sembari memeluk Ajeng yang meraung sejak tadi, syok berat mendapati suaminya berbuat hal menjijikan.

“Ini salah Jeng, Ajeng ini tipuan. Kamu harus percaya, aku akan buktikan.” Aksa tidak terima dituduh dengan hina dan jebakan murahan.

Di saat bersamaan, Rayana datang memperkeruh keadaan. Menambah buruk penilaian terhadap Aksa. Rayana menyampaikan bahwa Aksa dipecat dari restoran karena menggelapkan sejumlah uang.

“Kamu pasti menggunakan uang itu untuk bersenang-senang iya kan? Pura-pura baik tapi kamu seorang yang busuk Aksa.” Teriakan Rayana mengundang para tetangga, semua kasak kusuk hanya untuk mencari tahu apa yang terjadi.

“Maksudmu apa Rayana? Jangan bicara tanpa bukti.” Bentak Aksa, saat ini benar-benar tersudut dengan permainan licik mertua dan ipar.

“Bukti? Buktinya kamu dipecat.” Rayana sangat senang akan situasi ini. “Asal kalian tahu, Aksa tidur dengan wanita lain di kamar Ajeng, nekat bawa selingkuhan ke rumah mertua dalam keadaan sepi. Dia juga korupsi di tempat kerjanya.” Lanjut Rayana menghasut warga komplek, mengeluarkan air mata palsu, sedih akan nasib adik satu-satunya.

“B1@*** kamu , kalau tidak mampu sewa hotel jangan ke rumah mertua.” Teriak para pemuda turut mencibir Aksara. Mereka ramai-ramai mengusir Aksa dari perumahan.

TBC

***

Tekan jempol dan komentarnya ditunggu

Terima kasih 🙏

Terpopuler

Comments

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

kok gini ceritanya thor gak dirubah tuh alur ceritanya, sungguh terlalu...

2024-05-15

0

Red Ant

Red Ant

gitu amat jalan cerita Aksa 😔

2023-05-08

2

Defi

Defi

Miris benar nasibmu Aksa dibuat othor 🤭
Aduh2, Ajeng juga ga bisa disalahin karena faktanya seperti itu dan ditunggu ketahuan semua akal licik dan niat jahat 3 orang manusia jadi2an itu

2023-04-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!