Bab 10 - Musuh Dalam Selimut

Gesekan pagar terdengar, Aksa membuka pintu gerbang. Seolah hari sialnya belum berakhir, tidak biasanya melihat Maya siang hari di rumah, ibu mertua itu selalu pulang sore setelah toko pakaiannya tutup.

Tapi sekarang Maya tengah menyiram tanaman kesayangannya. Riak wajah paruh baya tampak tidak bersahabat, Aksa yakin ibu mertuanya pasti langsung menyerang dengan banyak pertanyaan.

“Lho Aksa? Kamu? Kenapa bisa bebas?” suara melengking khas wanita yang terkejut melihat sesuatu, Aksa seperti penampakan yang menakutkan bagi Maya.

“Iya bu, Tuhan masih sayang dengan Aksa. Permisi bu.” Aksa berlalu dari hadapan Maya, namun wanita itu kembali berteriak menghentikan langkah kaki menantunya.

“Heh Aksa, kamu pasti menggunakan cara licik, iya kan? Atau jangan-jangan kamu kabur, saya tidak mau ya di rumah ada buronan. Memalukan, bisa-bisanya kamu menyerang Aji, calon mantuku. Kamu tidak selevel dengannya.” Cerca Maya seakan tiada akhir, entah terbuat dari apa mulut itu sampai tak jenuh mengeluarkan kalimat pedas.

Tetangga berdatangan ingin tahu, bahkan sebagian dari mereka menerobos masuk melewati pagar, hanya untuk menyaksikan drama pertengkaran menantu dan mertua.

Aksa melirik malas pada kerumunan di depan rumah.

“Bukti apa yang ibu miliki sampai menilai saya bersalah? Jaga lisan bu, tuduhan tanpa bukti termasuk pencemaran nama baik.” Telak Aksa memutar tubuhnya dan berjalan masuk.

“Dasar menantu rendahan kamu, Aksa. Kurang ajar kamu sama orangtua.” Teriak Maya hingga urat-urat di leher tertarik ke atas.

“Sudah Bu Maya, menantu seperti itu depak saja. Ajeng juga masih muda, bisa dapat suami melebihi Aksa.” Timpal warga komplek lain, setiap hari gemar menggunjing ketidaksempurnaan orang lain.

‘Iya Bu Maya, bilang ke Ajeng kalau suaminya tidak sopan mengancam mertua.’

Suara itu saling bersahutan satu sama lain, bahkan sampai Aksa masuk kamar mandi pun hinaan, caci maki semua menggema dalam ruangan.

Dalam guyuran air, tiba-tiba Aksa mengakhiri kegiatannya, sebab dering ponsel tak henti sejak lima menit lalu. Dilihat nama istri tercinta dalam layar, Aksa sigap menerima panggilan video.

“Ya sayang, Ajeng, aku di rumah. Pulang kerja aku jemput ya.”

Bukannya menanyakan kabar atau mencemaskan Aksa, wanita berlesung pipi itu mendadak marah. Jelas sekali wajah ketus Ajeng pada layar ponsel.

“Aksa kamu marah sama ibu? Kamu berani membentak ibu di depan semua tetangga? Beliau itu ibu aku Aksa, mertua kamu.”

Sembur Ajeng, mendapat hasutan dari Maya yang lebih dulu menghubungi putrinya. Mengadu domba antara sepasang suami istri.

“Maksud kamu, sayang? Seharusnya aku yang protes. Ibu menghina aku di hadapan teman-temannya. Apa itu pantas? Mungkin kamu bisa bilang ke ibu untuk jaga sikap, hargai aku sebagai suami anaknya.” Ucap Aksa meluap, mengingat dirinya yang tertimpa masalah sejak pagi hari, ditambah reaksi belahan jiwa tidak sesuai harapan.

Sejenak Ajeng termenung, diam. Tak menanggapi kata-kata suaminya, berpikir untuk menjawab semua perkataan Aksa.

“Kita itu menumpang Aksa, lebih baik tahu diri. Mengalah saja jangan mencari masalah. Kita tidak diusir pun sudah untung."

“Ibu benar Aksa, bagaimana caranya kamu bebas? Dalam video itu jelas kamu memukul Aji lebih dulu dengan kayu sampai dia pingsan.”

Detak jantung Aksara seakan berhenti, mendengar pernyataan istrinya. Demi apapun Ajeng membela Aji? Tidak mempercayai suami yang telah hidup dengannya selama dua tahun ini.

“Katakan, siapa yang menolong kamu? Kata ibu kamu pakai cara li …”

Sebelum kata-kata hinaan itu keluar dari bibir manis istrinya. Aksa lebih dulu angkat bicara, mengakhiri segala prasangka Ajeng.

“Ajeng silahkan percaya apa yang kamu yakini. Aku kerja dulu, ambil shift siang.” Tegas Aksa menutup telepon. Sudah tahu rumah tangganya tidak baik-baik saja, tetap berharap Ajeng peduli padanya.

Semula ingin istirahat dari rutinitas harian tapi semakin lama malah membuat Aksa kesal, akhirnya memilih pergi kerja.

“Mau kemana kamu? Kabur?” sinis Maya menatap nyalang ke arah menantunya.

“Kerja Bu.” Aksa menjawab tanpa melihat wajah ibu mertua, tidak mau sampai bertengkar dengan wanita, lalu membuat keributan yang mengudang warga komplek berkumpul.

Aksa mendorong motor, menulikan dua telinga, berusaha meredam amarah. Sebab Maya masih terus membandingkan dirinya dengan Aji. Tentu saja beda, Aksa setuju itu, tapi dia masih lebih baik dibanding pemuda yang terang-terangan merebut istrinya.

.

.

.

.

Pikiran Aksa bercabang ke sana kemari, untunglah dia masih tetap fokus mengendarai roda dua miliknya.

Sebelum masuk parkiran restoran, Aksa menghela napas. Dia harap bisa melewati hari ini dan seterusnya dengan baik.

‘Eh itu Aksa, mau apa dia ke sini?’

‘Mungkin minta pesangon. Pasti dipecat.’

‘Hebat juga dia bisa bebas cepat, jangan-jangan manager membantunya. Benar-benar Aksara pandai menjilat.’

‘Mungkin istrinya yang bantu, aku dengar seorang perawat, pasti gajinya di atas kita, bisa menjamin suaminya keluar.’

‘Aku kasihan, pasti istrinya tekanan batin. Suami seperti itu lebih baik ditinggalkan saja’

Hampir semua rekan kerja melontarkan kata-kata hinaan, tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lagi-lagi menilai orang dari cangkang luarnya, itupun belum tentu sesuai indra penglihatan.

Aksa tidak peduli, dia di sini untuk bekerja. Dunia luar memang keras banyak musuh bertebaran dimana-mana, itulah yang Aksa pelajari lima tahun belakangan ini. Setidaknya mereka mengungkapkan secara langsung daripada bersembunyi di balik kebaikan.

“Aksa, kamu bukannya di … ditahan ya? Ini benar kamu Aksa?” Rudi yang berpapasan dengan Aksa langsung memperhatikan rekannya ini.

“Iya Rud, beruntungnya ada orang baik yang memiliki semua bukti kalau aku tidak bersalah. Di mana manager?” Aksa menepuk bahu teman yang dinilai baik, selalu saling membantu selama tiga tahun ini.

“Biasa, bos ada tamu. Tunggulah dulu di sini Aksa, ceritakan kejadiannya. Aku penasaran.” Kata Rudi, menyimpan buku menu di atas meja, duduk menghadap Aksa.

Sebenarnya sedikit malas memberitahu kejadian tidak menyenangkan pagi tadi, Aksa meringkas beberapa cerita, tidak terlalu detil.”

“Orang itu bukan manager? Siapa lagi yang kamu kenal punya banyak uang selain bos kita? Selama ini kamu dapat perlakuan istimewa, mungkin bos bantu kamu. Beruntung sekai.” Ucap Rudi sedikit tertawa pelan, terkadang berpikir apa yang dilakukan Aksa sampai manager tidak memecatnya? Padahal Aksa sering datang terlambat.

“Apapun yang terjadi, aku tetap percaya bahwa Aksara kawanku ini tidak bersalah, tetap berjuang Aksa untuk tujuanmu. Aku yakin hidupmu ke depannya berubah” Inilah sikap Rudi selalu memberi semangat, dia salah satu senior tapi tidak arogan.

Melihat tamu keluar, Aksa bergegas menemui manager. Statusnya sebagai pegawai harus jelas, kalaupun di pecat, pasti ada pesangon. Setidaknya cukup untuk biaya mencari pekerjaan baru.

Beruntungnya Aksa, manager masih memberi kesempatan terakhir. Karena Aksa, restoran ramai selain itu dapat menghandle pelanggan VIP.

Rudi tidak senang melihat interaksi antara manager dan rekannya. Bahkan berharap Aksa meringkuk di tahanan selamanya.

“Kenapa kamu beruntung sekali Aksa? Seharusnya posisi frontliner jatuh ke tanganku.” Tubuh Rudi sedikit bergetar, tatapannya menyorot tajam membelah apapun yang menghalangi.

TBC

**

Ditunggu dukungannya kakak semua. Terima kasih banyak 🙏

Like, komen, vote dan gift menambah stamina Author

Terpopuler

Comments

Oman Mahayana

Oman Mahayana

udah bab 10 gini.....keistimewaan si tokoh apa.....ga jelas....yg ada cuma cerita dia kena tindas, di maki....sial....udah gitu aja ga ada kemajuan...bikin eneg saja

2023-08-22

2

Ymmers

Ymmers

ooooppsss ada brutus di sini.. 🤭🤭🤭🤭

2023-05-31

1

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

fontliner kan gajinya ga seberapa harusnya si rudi berharap jd manager wkkwkw. rudi rupanya teman dalam selimut. gak tulus

2023-04-05

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!