BAB 6 - Nasib Sial

Pagi yang cukup sial bagi Aksara, usai melakukan kegiatan harian. Danang, ayah mertua memaksanya ikut ke coffe shop, bukan untuk belajar bisnis, melainkan atap di sana bocor. Mertua tak berperasaan itu ingin tenaga gratis dari menantunya.

“Di sana Aksa, kamu perbaiki. Bocor terus, lama-lama bisa habis terkikis air kalau begini.” Tunjuk Danang, dengan gaya seorang bos besar yang sangat angkuh.

“Kenapa Bapak tidak panggil tukang? Saya tidak bisa Pak.” Tolak Aksa, dari rumah pun ia sudah mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak bisa dilakukannya. Seumur-umur Aksa tidak pernah membenahi atap.

“Heh, bisanya apa kamu? Cari uang saja tidak becus, kekurangan terus. Jadi menantu harus berguna, bukan malas-malasan di rumah. Cepat Aksa, sebentar lagi coffe shop buka, jangan sampai pengunjung mendengar suara berisik kamu.” Perintah Danang tidak ingin mendengar apapun alasan Aksa.

Danang bukan tidak mampu membayar tukang, tapi dia ingin menggunakan tenaga yang ada, sekaligus merusak hari libur Aksa. “Mau enaknya tinggal di rumah mertua tapi malas-malasan, dasar mantu tidak tahu diri.” Cibir Danang dalam hati, padahal Aksa mengambil libur hanya satu kali dalam seminggu.

“Panggil tukang saja Pak, saya bukan ahlinya, takut nanti malah tambah rusak.” Aksa menolak berkali-kali. Namun tanggapan lain keluar dari mulut Danang, kata-kata yang tidak seharusnya terlontar.

“Kamu sayang Ajeng? Kamu mau Ajeng tidak bisa jalan? Hidupnya menderita karena kamu Aksa ingat itu, seandainya dia menikah dengan tuan tanah atau pemilik peternakan, pasti hari-harinya tenang, saya juga pasti punya cucu sekarang. Percuma muka bagus tapi minim keahlian, seharusnya kamu malu.” Tapi Danang tetap memaksa dan mengancam akan melukai Ajeng

Sebenarnya Aksara bisa menolak, tapi Danang tidak memiliki belas kasih pada putri bungsunya. Ajeng dianggap gagal karena hanya bisa meraih gelar sebagai perawat bukannya dokter seperti Rayana.

Aksa ingat sekali ketika baru menikah tepat di hari pertama setelah mengucapkan ikrar suci, melihat ayah mertuanya menyeret Ajeng ke belakang rumah. Wanita cantik terbalut kebaya sederhana hanya bisa menangis, terseok-seok mengikuti langkah kaki, tidak lama jerit kesakitan seorang Rahajeng sampai ke telinga Aksa.

Sontak pria yang masih mengenakan kemeja lusuh dengan kalung melati, berlari ke area belakang rumah. Betapa terkejutnya menyaksikan Danang memukul kaki Ajeng dengan rotan, sebab menikahi pria gembel seperti Aksa. Rekaman itu tidak pernah bisa dilupakan sedikitpun, dan hari ini Aksara tidak ingin istrinya kembali merasakan sakitnya rotan milik ayah mertua.

“Iya Pak, saya coba perbaiki. Di mana peralatannya?” tanya Aksa menahan kesal terhadap orangtua yang selalu membencinya ini.

“Ya kamu cari sendiri Aksa, jangan malas. Kamu itu pemalas, sudah sana! Saya mau buka coffe shop.” Danang pergi ke depan, membuka beberapa tirai dan pintu  kaca.

Tanpa pikir panjang Aksa setuju dan naik ke atap, seorang barista muda memberi satu kotak peralatan.

“Sabar ya, Pak Bos belakangan ini marah-marah terus.” Ucapnya, membantu Aksa mengambil tangga di bagian sisi, kemudian memegangi tangga dari bawah.

Aksa mulai memeriksa satu persatu atap yang tersusun rapi dari matanya, tidak ada retak atau bergeser sedikitpun.

“Coba Aksa, kamu lihat, mungkin ada daun atau plastik tersangkut di atas, itu juga jadi penyebab bocor.” Teriak Barista, masih terus menahan tangga agar tidak goyang dan jatuh.

Tubuh dan langkah kaki Aksa semakin jauh ke atas, memastikan kondisi atap. Ternyata benar banyak dedaunan kering menyumbat lubang pembuangan, hingga air menggenang dan rembes. Dia berusaha membersihkan semua kotoran yang tersangkut, berpegangan pada ranting pohon.

Naasnya sesuatu menggantung di ranting tanpa sepengetahuan siapapun, karena Aksa kesulitan bergerak hanya satu tangan, hingga membuat tangan lainnya berpegangan lebih erat. Tanpa sengaja lengannya menyentuh sarang lebah hitam.

“Argh, lebah.” Pekik Aksa, rasa tertusuk melebihi jarum begitu kuat menjalar sampai ke otak. Aksa mengibaskan tangan, dia panik.

Seketika melompat turun dan meringis kesakitan, lengannya masih panas dan peradangan akibat terkena racun mulai terlihat.

BRUK

Bagian sisi atap runtuh karena tersangkut kaki Aksa.

“Apa yang kamu lakukan Aksa? Aduh, tambah biaya lagi. Rugi saya pagi-pagi.” Marah Danang, tatapannya berkilat seperti ingin menelan mangsa bulat-bulat. Danang bukan merasa kasihan atau menolong malah sibuk memperhatikan atap coffe shop dan mencaci maki.

“Memang dasar sampah tidak berguna kamu Aksa, apapun tidak bisa. Mau kamu ganti pakai apa ini? Minta sama Ajeng? Gaji kamu dua bulan saja belum cukup.” Danang memunguti partikel yang pecah dan hancur, padahal bahan bangunan ini sulit diperoleh, harus memesan jauh hari, belum tentu barang tersedia. Selain itu pemasangannya pun sulit, tidak bisa dilakukan sembarang orang.

“Saya tidak sengaja Pak, ada lebah di atas sana.” Aksa berdiri dibantu barista yang langsung mengambil sekantung es batu.

“Alasan kamu, sama lebah saja takut.” Danang tidak peduli kondisi Aksa, bukan masalah penting baginya. “Apa-apaan itu, jangan ambil es sembarangan, mengurangi persediaan, simpan ke dalam.” Danang merebut kantung es dari tangan pegawai, berjalan masuk membuang es ke tempat sampah.

Danang tidak tahu bahwa satu orang pria bertubuh tinggi mengawasi gerak geriknya sejak awal.

“Kurang ajar, berani sekali Pak Tua itu. Awas kalian semua, akan menyesal.” Geram pria tampan berkacamata. Dia meremukkan gelas, sampai kopi yang masih panas meluap keluar membasahi meja kayu.

Pertolongan datang dari seorang pria misterius memakai kacamata hitam.

 “Mari saya bantu.” Pria dengan setelan jas mewah ini sigap berlari ke belakang. Dia langsung membawa Aksa ke klinik terdekat.

“Terima kasih atas bantuannya.” Ucap Aksa terus mengamati mobil mewah yang ditumpangi, suasana ini kental seperti seseorang yang ia kenal.

“Apa orang itu selalu bersikap sewenang-wenang?” tanyanya penasaran, sembari mencengkram erat setir mobil.

Aksa enggan menjawab, untuk apa meluapkan pada orang asing. Secara tidak langsung dia akan membuka aib keluarganya sendiri, sangat tidak bijak. Tapi tunggu orang asing? Bukan, jelas pria ini bukanlah orang asing.

Sejenak Aksara memperhatikan, samar-samar mengingat garis wajah rupawan pria yang menolongnya. Tapi dia lupa siapa itu.  

“Siapa dia? Wajahnya mirip dengan … apa mungkin dia? Tapi lucu sekali bisa sampai sejauh ini. Kalau itu benar aku akui kemampuan kalian sangat hebat.” Gumam Aksa sambil tersenyum simpul.

Sementara Aksa mendapat pertolongan pertama dalam ruang tindakan. Pria rupawan menuju bagian administrasi.

“Berapa biaya pengobatannya? Tolong berikan juga obat yang terbaik, jangan sampai pasien merasa sakit apapun.” Tegasnya, sedikit meringis mengingat kejadian di coffe shop tak beretika itu.

“100 ribu rupiah tuan.” Jawab petugas administrasi begitu terpesona akan penampilan pria tampan di depannya.

“Ini, katakan semua sudah di bayar lunas.”

Sosok itu pergi tanpa pamit, hanya meninggalkan uang untuk biaya pengobatan Aksara.

TBC

***

Pengalaman author di sengat lebah dua minggu yang lalu, luar biasa sakitnya

jangan lupa dukungannya, sekaligus memberi vitamin dalam kebaikan jempol 🙏

Terpopuler

Comments

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

munki agak tegas dikit x kasih pelajaran mertua buru2 pindah rumah biar tenang kan punya urusan masing2

2023-08-14

0

Ymmers

Ymmers

waah.. punya pengalaman di gigit lebah juga ya thor 🤭😊

2023-05-31

1

Defi

Defi

kalau ga mau makin rugi panggil ahlinya untuk perbaiki 😬

2023-04-02

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!