BAB 7 - Oknum Haus Materi

Di Coffe Shop

BRAK

“Selamat datang.” Sapa seorang pegawai wanita, sedikit tersentak sebab pintu dibuka sangat keras.

“Di mana bos kalian? Danang. Di mana? Suruh dia keluar, katakan Aji mencarinya.” Ucap Aji. Membusungkan dada, kemudian duduk di salah satu kursi, diangkatnya kaki ke atas meja.

Selepas Aksa pergi, Danang kedatangan tamu, salah satu pemuda yang tersohor di desa. Lelaki ini seakan tidak pernah jera mencari masalah, bahkan gigi bagian depannya lepas pun tetap percaya diri berhadapan dengan Aksara.

“Wah Aji suatu kehormatan kamu datang ke sini. Ayo pesan saja, gratis.” Kata Danang, begitu bangga dengan hadirnya kandidat calon menantu idaman. Dia harus menahan rasa kesal, karena Aji begitu arogan, lihat meja kayu yang Danang pesan dari pengrajin khusus, harus kotor terkena tanah dari sepatu Aji.

Aji, pemuda yang menjadi impian gadis satu komplek perumahan datang bersama dua temannya, membawa sesuatu dalam tas berwarna merah. Sembari menikmati permen karet, pemuda ini menjentikkan jari. Dua asistennya mengerti, segera menyimpan tas di atas pangkuan Danang.

“Buka Pak Danang!” perintah Aji tersenyum licik dan menunggu tanggapan Danang.

Perlahan Danang mulai membuka resleting tas, sontak kedua bola mata hitamnya berubah hijau. Dalam tas ini terdapat dua puluh gepok uang berwarna merah, dengan satu gepok bernilai sepuluh juta rupiah.

“Ini uang?” Danang bahagia, tapi beberapa detik kemudian berubah serius, menjaga wibawa.

“Iya uang, mata Bapak masih bagus kan?” tanya Aji mendengus kesal. Menawarkan imbalan 200 juta rupiah kepada Danang, jika berhasil membuat Aksa dan Ajeng cerai.

“Saya mau Ajeng dan laki-laki miskin itu bercerai, bila perlu hari ini langsung ke pengadilan.” Perintah Aji secara paksa, dirinya begitu menggebu ingin memiliki Rahajeng Prameswari, rasa balas dendam kepada Aksa sangat kuat karena merebut Ajeng dari incarannya.

“Tidak bisa begitu, Nak. Cerai itu tidak mudah, ada beberapa proses yang harus dilalui. Apalagi jalur pengadilan. Wah, saya juga perlu tambahan uang untuk bayar pengacara. 200 juta kurang Nak Aji. Bagaimana kalau ditambah biaya pengacara, administrasi dan biaya tidak terduga lainnya?” Danang tidak tahu diri, mengajukan negosiasi kepada pemuda berwatak keras seperti Aji.

“Berapa? Katakan saja Pak, yang pasti saya mau nikah dengan Ajeng!” geram Aji, mengingat ketika Ajeng dan Aksa berboncengan, panas sekali dada Aji, seharusnya dia yang menjadi suami kembang desa itu bukan Aksa.

Danang tersenyum, kalau putrinya menikah dengan Aji maka hidupnya bahagia, bisa meraup keuntungan besar, apalagi warisan tanah keluarga Aji di sebrang coffe shop ini sudah pasti jadi milik Ajeng suatu saat nanti.

“500 juta, sanggup kamu? Bapak pastikan Ajeng jadi istri Nak Aji.” Sungguh penjilat sekali seorang Danang, menukar putrinya dengan uang.

“Ok, setuju. Tapi uang saya berikan saat proses penceraian, bukan sekarang.” Aji pergi membawa tas berisi uang 200 juta. Lelaki ini juga tak mau rugi, bukankah bisnis harus menguntungkan?

.

.

Malam hari di rumah, Danang dan Maya berdebat di pekarangan, tepatnya ruang cuci dan jemur. Aksa tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua mertua, dia pun terpaksa menunda untuk menjemput istrinya pulang. Mendengar sampai tuntas topik yang disampaikan sebab nama Ajeng sangat jelas disebut.

“Bantu Bapak bu, kita bisa buka cabang coffe shop lagi, toko ibu di pasar juga bapak bantu kembangkan setelah menerima uang itu.” Danang melihat ada keraguan dalam diri Maya.

“Tapi Pak, tahu sendiri Ajeng susah kita kasih tahu. Apa juga yang dilihat dari gembel itu? Modal cinta saja tidak cukup, ibu bingung Pak.” Ucap Maya, otak jahatnya mulai berpikir menjalar kemana-mana.

“Minta tambahan saja Pak, kalau satu milyar bagaimana? Mungkin ibu lebih cepat memisahkan Ajeng dan Aksa. Duh … ibu tidak sabar bisa membeli banyak barang, jangan sia-siakan kesempatan ini Pak. Mereka harus bercerai. Ibu lelah hidup dengan menantu miskin, pasti Aji menjadi pohon uang kita.” Tukas Maya, wajahnya begitu bercahaya memikirkan uang dan uang.  

Sepasang suami istri itu tidak peduli Aksa mendengar semuanya, tidak memikirkan bagaimana perasaan seorang Aksa.

Sesuatu dalam diri bergejolak, betapa meradang Aksa mengetahui hal ini, tidak terima Ajeng diperlakukan seperti barang, kedua mertuanya memang keterlaluan. Bahkan Maya meminta imbalan lebih yaitu satu milyar, lalu Danang akan menemui Aji esok hari.

“Tidak bisa dibiarkan, Ajeng itu milikku.” Geram Aksa merasa harga diri tercoreng. Dia mengepalkan tinju, tangannya begitu lapar ingin menjatuhkan lawan dan membuatnya kesakitan.

Suami mana yang tidak sakit hati jika istrinya harus menikahi pria lain? Apalagi dengan imbalan uang dalam jumlah besar. Sangat menjijikan sekali, kehidupan rumah tangganya harus berakhir karena oknum haus materi. Aksa segera menemui Aji di tempat biasa pemuda berkumpul.

Roda dua yang setia menemani Aksa sengaja di simpan tepat di depan kumpulan pemuda.

Dengan kaos putih, jaket hitam, celana denim dan sepatu kets, Aksa berjalan mantap menghampiri Aji. Kedua tangannya siap melayangkan jab ke rahang lelaki yang saat ini tertawa bersama beberapa orang lain, dalam pembahasan mereka menyebut nama Ajeng.

“Ajeng tunggu tanggal mainnya, aku pastikan kamu bertekuk lutut dan memohon hanya kepada Aji.” Tawa Aji dan sahutan tidak senonoh dari pemuda lain.

“Jangan mimpi kamu Aji.” Berang Aksa, berdiri tepat di belakang Aji.

“Whoa … pria sampah datang, beri sambutan. Ada apa? Mau menyerahkan Ajeng secara sukarela? Boleh, uangnya jadi milik kamu Aksa.” Sinis Aji mengeluarkan cek kosong dari sakunya. Menyerahkan ke dada Aksa untuk diisi sendiri.

“Uang? Uang siapa yang kamu maksud? Orangtua kan?” balas Aksa, kedua manik abu-abu berkilat amarah, rahangnya berkedut tegas, serta darah dalam tubuh mendidih.

“Masih mending uang orangtua, daripada laki-laki miskin, modal tampang, hidup jadi benalu di rumah mertua. Apa yang bisa kamu kasih untuk Ajeng? Cinta? Kasihan Ajeng makan cinta.” Aji pun menghina Aksa dan berkata hal yang tidak seharusnya.

“Jangan-jangan kamu tidak bisa memuaskan Ajeng? Ok kalau tidak mau bercerai, kamu hanya perlu melihat aku menjajal istrimu di atas ranjang, kapan? Aku ingin tahu seperti apa rasa mantan kembang desa itu.” Pungkas Aji membayangkan sesuatu terjadi padanya dan Ajeng.

Hahaha

Tawa pemuda pecah dalam sunyi malam.

BUGH

Tanpa basa basi Aksa melayangkan pukulan kanan dan kiri, straight keras meluncur tepat ke wajah Aji, sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.

“Kurang ajar kamu Aksa, miskin, tidak tahu diri.” Maki Aji mendapati dirinya tidak berdaya melawan kekuatan Aksara.

“Rasakan ini.” Aji mencoba memukul tapi kedua tangannya berhasil dikunci, tidak bisa bergerak sedikitpun. “Jual saja Ajeng, kamu akan mendapat uang banyak.” Kata Aji dengan suara tertahan di tenggorokan

“Aku pastikan kamu menyesal. Jangan pernah menyentuh Ajeng seujung helai rambut pun.” Telak Aksa. Tidak ada kata ampun baginya, dia langsung mengakhirinya dengan pukulan dari bawah memotong ke atas, gigi pun terlempar dari dalam mulut kurang ajar Aji, pemuda itu terkapar tidak berdaya.

TBC

...**...

...ditunggu dukungannya...

...terima kasih sudah meluangkan waktu membaca novel author 🙏...

Terpopuler

Comments

Istri Bei Ming Ye

Istri Bei Ming Ye

lanjut tor

2023-04-08

1

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

penasaran wajahnya aji kyk apa belagu giginya jelek wkkwkw

2023-04-05

1

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

kurang pak harusnya 20milyar

2023-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!