BAB 4 - Kabar Ajeng

Tubuh yang remuk redam, akibat tidur di atas dinginnya lantai semalaman tidak membuat Aksa bermalas-malasan. Sebagai seorang suami harus semangat, walaupun gajinya tidak seberapa Aksa memaksakan diri berangkat bekerja. Tentu bangun lebih awal sebelum para penghuni rumah membuka mata.

Usai melakukan rutinitas melelahkan pagi hari, Aksa mengintip dalam kamar. Memastikan Ajeng baik-baik saja, mana tega dia bersikap acuh.

Ditatapnya wajah sayu dan kedua mata sembab Ajeng, pastilah wanita itu menangis. Lagi-lagi masalah uang, apa sepenting itu uang? Jawabannya iya.

Hati Aksa tercubit karena tidak bisa memberi kebahagiaan untuk istri tercinta, merasa gagal sebagai pria memberi yang terbaik.

“Maaf sayang.” Lirih Aksa, menarik napas dalam dan menghembusnya perlahan.

Padahal dia menikahi Rahajeng Prameswari bukan untuk hidup susah, melainkan mengarungi bahtera rumah tangga bersama penuh cinta dan tawa.

Tapi satu tahun belakangan sikap Ajeng berubah, tidak lagi seperti dulu sering membelanya. Mungkinkah istri cantik dan baik hatinya itu lelah? Tentu hanya Ajeng yang tahu.

Aksa berjalan sendiri, tertatih menghadapi rumah bak neraka ini.

“Sayang jangan lupa sarapan! Aku berangkat kerja dulu.” Bisik Aksara tepat pada daun telinga Ajeng. Mengecup pelipis yang tertutupi beberapa helai rambut.

Pagi ini Aksa putuskan tidak sarapan bersama, lebih baik menunggu sampai restoran buka.

Berteman motor berusia lima belas tahun, Aksara pergi dari rumah megah mertua, menjemput rezeki untuk menghidupi rumah tangganya.

Tidak membutuhkan waktu lama Aksara tiba di pelataran restoran, pagar masih terkunci, lalu lintas kendaraan pun senggang. Udara dingin pagi menusuk siapapun, termasuk Aksa hanya menggunakan jaket tipis yang dibelinya dua tahun lalu.

“Aksara?” panggil pria dengan usia lebih tua. Dia adalah teman setia Aksa, memiliki nasib miris.

Bedanya uang gaji Rudi kerap habis digunakan untuk berjudi, bukan diberikan kepada istri dan anak-anaknya. Tapi di restoran ini hanya Rudi dan scurity yang bersedia menemani bertukar pikiran.

“Wah Rud, kamu datang pagi juga?” tanya Aksa melirik penampilan berantakan temannya.

“Iya, biasa. Masih pagi ada masalah sama istri, susu anak habis, popok habis, belum lagi uang gaji kemarin habis aku pakai. Boleh pinjam Aksa? Anakku kasihan.” Rudi mengiba dan sedikit memaksa.

“Maaf Rudi, aku juga habis untuk bayar hutang. Minta tolong sama manager saja.” Tukas Aksa, daripada anak rekannya ini kelaparan.

“Memang ya semua ini lucu, kenapa hidup kita tidak bisa berubah, kerja siang malam sampai begadang tetap belum maju. Tapi harus tetap semangat Aksa, jangan mudah menyerah, sebagai pria harus bisa membuktikan kalau kita juga bertanggung jawab, bukan diam berpangku tangan, benar kan?” tawa Rudi menular kepada Aksa.

Pagar besi berwarna hitam ini terbuka, scurity meminta bantuan dari Aksa dan Rudi.

“Bantu jangan diam saja, nanti ada kopi gratis untuk kalian berdua.” Pungkas pria bertubuh besar.

.

.

Siang ini Aksara terpaksa mengantar makanan ke rumah sakit tempat Rayana dan Ajeng bekerja. Kakak iparnya itu memesan makanan, ya seperti biasa ingin Aksa yang mengantarnya langsung ke ruang praktik Dokter Rayana.

Tiba di dalam ruangan kakak iparnya, Aksa menarik napas, ketika lagi-lagi Rayana merendahkannya di depan rekan kerja Ajeng.

“Pelayan datang juga, lain waktu harus lebih cepat ya. Karena kamu terlambat jadi menghambat pekerjaan kami.” Tegas Rayana, sengaja membuat adik iparnya dinilai buruk.

Padahal dalam catatan dikatakan, makanan diantar ke ruang tamu, tapi berubah terus sampai Aksa kelelahan berkeliling rumah sakit.

“Bisa Bu Dokter membayar jasa untuk ongkosnya sekarang?” suara dingin Aksa, enggan menanggapi kegilaan Rayana.

“Ok, ini ambil.” Rayana menjatuhkan uang ke lantai sebesar dua puluh ribu rupiah tepat di depan sepatunya. “Ayo ambil Aksa, kamu membutuhkan itu untuk beli bensin.” Suara angkuh wanita yang sangat ingin Aksa lempar keluar gedung.

“Ambil saja, cepat keluar dari sini.” Ucap rekan kerja Rayana yang lain.

Terpaksa Aksa memungutnya dan berjongkok di depan Rayana. Lebih parahnya lagi Rayana sengaja menumpahkan makanan tepat ke punggung Aksa.

“Oops. Tutupnya rusak, jadi tumpah. Kasihan sekali restoran itu memiliki oknum pelayan yang buruk, keluarlah! Merusak pemandangan.” Kejamnya Rayana tanpa sedikit belas kasih.

“Lebih kasihan lagi rumah sakit ini memiliki dokter dengan kepribadian yang buruk.” Gumam Aksa sembari berlalu dari dalam ruangan.

Sebelum kembali ke restoran, Aksa masuk ke toilet untuk membersihkan pakaiannya dari makanan.

“Lengket.” Keluh Aksa, melepas kemeja dan membilas sampai kotoran terlepas semua.

"Rayana semakin hari sikapnya tidak bisa ditoleransi." Geram Aksa terus membersihkan noda makanan.

Terdengar pintu terbuka, dan Aksa pastikan beberapa orang ada di depan wastafel. Mereka membicarakan sesuatu yang mengundang rasa ingin tahu Aksara.

“Hari ini Ajeng tidak masuk ya? Wah aku kangen, ruang IGD jadi sepi dan membosankan. Sayangnya dia sudah menikah.” Kata seorang pria dengan suara lesu dan kecewa.

Dalam bilik, Aksa ingin sekali keluar dan memberitahu bahwa Ajeng hanya miliknya. Tapi tanggapan lain sukses membuat Aksa mengurungkan niat.

“Jangan mimpi kamu. Kemarin Ajeng muntah dan pusing, pasti dia hamil. Makanya izin pulang cepat.”

“Hamil? Tidak mungkin.” Sanggah pengagum Ajeng.

“Iya hamil, salahnya apa? Ajeng sudah menikah dan pasti melakukan hubungan suami istri bukan hal aneh. Jangan mengharapkan istri orang, nanti kamu sakit hati.” Telak satu pria yang membuat hati Aksa di dalam sana senang bukan main.

Tak ingin membuang waktu, Aksa memacu motor bututnya untuk kembali ke restoran. Hari ini harus meyelesaikan pekerjaan tepat waktu, demi mendengar kabar baik dari bibir Ajeng.

Sampai di restoran, Aksa yang diliputi rasa bahagia meminjam uang kepada Manager. Beruntungnya ia mendapat pinjaman sebesar 300 ribu rupiah.

Sepulang kerja Aksa mampir ke apotek membeli susu ibu hamil dan vitamin, perasaanya sebagai calon ayah ingin memberi yang terbaik. Akhirnya setelah menanti dua tahun, dia bisa memiliki anak dari istrinya. Aksa janji akan membuat Ajeng dan anaknya bahagia.

“Terima kasih Ajeng, sayang.” Ucap Aksa selama berkendara.

Jalanan hari ini tidak macet dan Aksa lebih cepat tiba di rumah, dia langsung berlari menuju lantai dua, membuka pintu kamar tidak sabaran.

“Sayang, aku pulang.” Aksa memeluk Ajeng erat bahkan menciumi istrinya tanpa menutup pintu dengan rapat.

“Ada apa? Kamu senang sekali Aksa?” selidik Ajeng dari atas ke bawah, memindai seluruh tubuh suaminya.

“Ini untuk kamu dan anak kita sayang. Kamu hamil kan Ajeng?” Aksa memberi susu ibu hamil dan vitamin.

“Aku tidak hamil, aku masuk angin.” Ajeng menolak  susu dan vitamin itu sebab dia merasa tidak hamil.

“Tapi kamu pusing dan mual, itu salah satu tanda hamil kan? Kita rutin melakukannya dan pasti kamu hamil sayang.” Pungkas Aksa begitu menggebu.

“Iya tapi … tapi pusing dan mual bukan tanda mutlak seseorang dinyatakan hamil.” Jawab Ajeng ragu-ragu. Sebenarnya dia juga ingin memiliki buah hati, namun ada alasan lain yang menghalangi.

BRAK

Pintu kayu jati terbuka lebar, tiba-tiba Maya muncul dan terkejut mendengar semua percakapan menantu dan putri bungsunya.

“Keluar kamu Aksa, saya bilang keluar sekarang!” Maya mendorong Aksa keluar kamar dan menutup rapat pintu, lalu menguncinya.

PLAK

PLAK

Maya menampar pipi putrinya, tidak sudi kalau memiliki cucu dari menantu miskin seperti Aksa.

“Rahajeng Prameswari, otak kamu di mana hah? Bisa-bisanya hamil. Aduh Ajeng kamu memalukan ibu dan bapak.” Maya membentak Ajeng karena berani melanggar peraturan.

“Aku masuk angin bu, Aksa salah paham bu. Ibu dengar dulu penjelasan Ajeng.”  Tangis Ajeng menahan panas di pipi kanan dan kirinya.

TBC

***

...ditunggu dukungannya kakak semua🙏terima kasih banyak sudah meluangkan waktu baca karya author ini 🙏...

Terpopuler

Comments

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

biang keladinya klu di pikir ortu anaknya geblek ortu kaya stres. ktnya orang kaya tp miskin akhlak kasihan YaAlloh

2023-08-13

2

Jallu

Jallu

belum sampai ke dasar jurang hinaannya...
teruuus lanjut..

2023-08-08

1

Hattadyj

Hattadyj

hadiah 1 gelas kopi meluncur

2023-05-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!