BAB 15 - Rumah Sakit

Ajeng terbakar oleh suasana yang diciptakan keluarganya. Maya, Danang dan Rayana benar-benar menjalani peran dengan baik. Tapi tidak layak membintangi layar lebar. Mereka terlalu picik hanya karena materi semata.

Ya, Aji menjanjikan uang tunai senilai satu milyar, maka dari itu Maya berani merogoh dalam tabungannya, untuk membayar seorang teman sebagai pemeran pembantu.

Di atas dipan pekarangan rumah, seorang wanita duduk memeluk kedua lutut, masih bercucuran air mata. Dia menyesal mempertahankan suami yang selama ini dicintainya, pikiran Ajeng terkunci pada satu titik, yaitu Aksa tega mengkhianati dan melakukan hal bodoh sampai dirinya dipecat.

“Ajeng kamu bisa diam? Kakak pusing dengar suara tangisan kamu. Pria macam Aksa layak dibuang, dilupakan. Kamu tahu? Tadi sebelum kakak pulang, Dokter Rizwan tanya status pernikahan kalian, lepas dari Aksa kamu bisa pilih lelaki manapun, Aji juga siap menikahi kamu .” Rayana malah menambah beban pada adiknya, dia bukan kakak yang baik.

Hanya bisa menyesatkan jalan dan mendorong Ajeng pada lubang kebencian.

“Tidak semudah itu kak, aku … khawatir Aksa tidur di mana? Dia …” Ajeng menoleh, mendongak pada Rayana, kemudian beralih menatap langit senja yang mulai gelap.

Gelap karena matahari hampir terbenam dan pertanda akan turunnya hujan.

“Dia bisa tidur di emperan toko, atau yayasan sosial.” Tawa Rayana dalam hati membayangkan kehidupan adik iparnya yang benar-benar menjadi seorang sampah.

“Kak?” tekan Ajeng, tanpa bisa membalas perkataan Rayana.

Rayana pun masuk ke dalam, meninggalkan Ajeng. Lebih baik dia merayakan kepergian Aksa dengan kedua orangtuanya.

Danang dan Maya semakin kagum kepada putri sulungnya, menutup adegan sangat sempurna, melebihi prediksi Danang.

“Kamu memang anak bapak, Ayana. Setelah Aji memberi uang, kamu bisa sekolah spesialis, bapak janji.” Imbuh Danang mengelus punggung anak emasnya.

**

Di tempat lain

Aksa berjalan tanpa tujuan dan arah, ia bingung tidak tahu harus kemana. Dalam saku celana hanya tersisa uang dua puluh ribu rupiah.

“Heh dua puluh ribu, cukup untuk apa ya?” monolog Aksa, helaan napasnya cukup panjang dan berat, dia  terus melangkah menjauhi rumah mertuanya.

Jangankan untuk menyewa rumah, membayar ongkos angkutan umum sekali naik pun habis.

Hari gini mana ada yang murah, iya kan?

Sampai hujan turun pun, Aksa setia jalan kaki, tidak merasa lelah, setidaknya ada satu orang di dekat sini yang bisa membantu. Ya Rudi, siapa lagi, tapi belakangan ini tidak pernah ada kabar dari rekannya itu. Lenyap ditelan bumi.

Aksa menepi untuk menghubungi temannya itu, sekali lagi sial, ponselnya yang sudah layak pensiun kehabisan daya. Tapi dia tidak kehilangan akal, minta tolong pada seseorang yang juga berteduh di depan toko busana.

Dan

Hanya penolakan yang diterima, mungkin takut kalau Aksara adalah penjahat yang berdalih meminjam ponsel untuk menghubungi keluarga. Setelah itu membawa kabur, berlari secepat mungkin, tidak salah memang. Mereka waspada dan itu naluri setiap manusia.

Aksa putuskan terus melangkah lebar, menambah kecepatan sebelum hari benar-benar berubah gelap. Dia butuh tumpangan untuk satu malam saja.

Harum aroma masakan dari pedagang kaki lima menyeruak masuk ke dalam hidung, perutnya keroncongan. Baru ingat hanya makan selembar roti pagi ini, melewatkan makan siang dan ya makan malam.

Akhirnya demi bertahan hidup, pria ini mencari warung nasi di pinggir jalan dengan harga miring. Aksa berlari cepat menuju penjual makanan yang diidolakan hampir seluruh buruh di seluruh tanah air.

Dia menyebrang jalan, melihat incarannya. Tidak peduli banyak pasang mata memperhatikannya, bukan tatapan kebencian melainkan iba.

Sebelum masuk warung makan, Aksa diam di tempat merasakan sesuatu. Pening pada kepala, tapi masih bisa berdiri tegak dan berjalan pelan. Akibat perut kosong dan tubuh basah kuyup, Aksa menggigil, dia juga tidak menggunakan baju hangat apapun.

Aksa nyaris jatuh pingsan, tubuhnya demam, wajahnya juga pucat pasi, namun orang baik membawanya ke rumah sakit.

‘Ayo bantu, kasihan dia’

‘Antar saja ke rumah sakit’

‘Pakai mobil saya saja’

Kenapa orang-orang di luar sini sangat baik, padahal tidak mengenal ataupun bertemu sebelumnya.

Tiba di rumah sakit, Aksa langsung mendapat penanganan medis. Tapi dia bingung bagaimana membayar biaya perawatan. Sampai semalaman ia terus berpikir, sebab wanita setengah baya yang menolongnya, tergesa-gesa pergi.

“Dari mana dapat uang untuk bayar semua ini?” bukannya sembuh, kepala Aksa semakin sakit karena memikirkan susahnya mencari uang untuk biaya pengobatan. Apa harus menjual ponsel? Bisa jadi, dan Aksa berpikir orang seperti dirinya memang tidak boleh sakit karena menyusahkan.

.

.

Pagi ini tiga mobil memasuki pelataran rumah sakit, satu super car berwarna merah dengan plat nomor AK 54 R4, dua lainnya SUV hitam metalik.

Sosok tinggi, gagah dan rupawan bak consigliere turun dari kendaraan merah yang mencolok setiap mata. Pemandangan ini tidak lazim, petugas keamanan tergopoh-gopoh menghampiri, pasti mereka semua bukan orang sembarangan.

Diikuti beberapa pria berpakaian hitam turun dari SUV, berjalan menuju bagian infomasi. Para pria ini mencari bangsal seseorang di dalam sana.

Sosok rupawan itu syok mendapat kabar tentang Aksa. Tanpa buang waktu dia segera mengunjungi kota kecil ini. Ditambah perintah seorang paruh baya yang mengancamnya untuk membawa Aksara, kalau gagal, maka dirinya siap dikirim ke Antartika dan hidup menua di sana.

Didampingi dua orang, dia masuk menuju brankar Aksara. Sorot mata tajamnya memudar melihat kondisi Aksara, bahkan menangis.

Bodo amat dengan penilaian orang yang bilang lemah, begitulah isi kepalanya.

“Kalian ke bagian administrasi, bayar biaya rumah sakit. Ah jangan lupa bawa penerjemah bahasa kita.” Sosok pria sangar tapi berhati selembut kapas itu melunasi semua administrasi Aksa.

“Siap Tuan”

Masih terus memindai tubuh kurus Aksara, dia membangunkan pelan, menyentuh perlahan bagian bahu.

“Hey bangun. Tidak boleh tidur terlalu lama.”

“Hem” sahut Aksa masih menutup kedua mata, tanpa melihat pun tahu siapa orang yang berdiri di samping ranjang pasien ini.

“Aku bosan membujukmu, kepala batu. Ayah mengancam mengirim-ku ke benua es tanpa bekal apapun. Ya kasihanilah aku Aksa, tega sekali.” Menghela napas tidak mendengar jawaban pasti.

Aksara Kaisar membuka dua matanya, iris abu-abu itu menatap langit-langit ruangan. Rahangnya mengeras, bisa-bisanya mereka melakukan penjebakan, kejadian kemarin mungkinkah membawa kembali pada status aslinya?

Aksa Melirik ke samping, tersenyum kecut akan perjalanan hidupnya, apalagi istri tercinta sama sekali tidak membela atau mendengar penjelasan satu kalimat pun dari bibir Aksa.

“Kau itu bawel sekali Elang. Tidak tahu kalau kepalaku sakit.” Balas Aksa, merubah posisi tubuhnya, duduk bersandar memijat pangkal hidung.

“Tuan Muda Caldwell sudah waktunya anda kembali ke rumah.” Ucap Elang asisten pribadi Keluarga Caldwell.

TBC

**

ditunggu dukungannya kakak semua 🙏 terima kasih waktunya untuk author receh 😁

***

sesuai janjiku padamu😅😅😅 satu orang beruntung dapet pulsa 20k

untuk kakak dengan user name dibawah ini silahkan chat ya kirim nomor teleponnya.

Pria misterius itu asisten pribadi Aksa Namanya Elang.

bagi yang lainnya jangan kendor kasih dukungan.

semoga di akhir novel I'm A Billionaire aku bisa berbagi untuk siapa saja yang aktif 😁😁

terima kasih

Terpopuler

Comments

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

lanjut moga sukses thor

2023-08-14

0

Jallu

Jallu

dah cukup jadi alas kaki.
giliran terbang tinggiiiiiii👍🏾

2023-08-08

1

Aceng Lee

Aceng Lee

lanjutkan lagi malam ini
kayak nya makin seru nich

2023-04-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!