BAB 9 - Penyerangan

Aksa meninggalkan mobil mewah, dia masih berusaha melupakan kejadian penuh darah malam itu. Usia muda membuatnya tidak bisa berpikir jernih ditambah nyawa menjadi taruhan. Secepat kilat pergi menjauh, bersembunyi di desa dan mencari pekerjaan untuk bertahan hidup.

“Aksa, hey Aksara. Kamu bengong, antar makanan itu ke salah satu pelanggan kita.” Rudi menggelengkan kepala, sejak pagi Aksa terlihat melamun.

“Oh iya, terima kasih Rud. Tagihannya di mana?” Aksa mencuci muka, baru menghadap bagian delivery order. Dia tidak bisa terus memikirkan masa lalu, sekarang adalah hidupnya yang harus di jalani penuh kerja keras.

” Di depanlah, cepat Aksa, nanti manager marah-marah.” Tukas Rudi sembari memeriksa daftar menu pelanggan yang masih dalam antrian.

“Dasar kamu Aksa, makanya punya muka jangan kelewat ganteng, jadi incaran terus. Semua pelanggan maunya sama kamu.” Rudi menggerutu dengan wajah sedikit menekuk.

Aksa mengantar makanan pesanan salah satu pelanggan restoran, komplek perumahan mewah tepat di seberang kediaman mertua. Sejenak Aksa menatap pintu pagar rumah yang tampak sepi, sebelum akhirnya masuk ke jalan luas dan lebar.

Tapi Aji dan kelompoknya menghadang jalan Aksa. Sebanyak sepuluh sepeda motor memblokade, belasan pemuda menatap marah karena ketua kelompok mereka babak belur.

“Minggir kalian, tidak baik menghalangi orang lain.” Pungkas Aksa masih duduk di atas roda duanya.

Tidak lama deru mesin mobil terdengar, decitan ban bergesekan dengan aspal menimbulkan suara dan debu mengepul di sekitar mobil. Pria angkuh keluar dari sunroof, Aji membawa anggota lainnya untuk menyerang Aksa.

Aji semakin kehilangan akal sebab mengetahui penolakan Ajeng, Danang mengarang cerita tentang semua hal kepada calon menantu idamannya itu. Termasuk Aksa yang akan mencelakai Danang dan Maya jika membantu Aji.

“Tidak semudah itu Aksa, langkahi dulu mereka semua! Berani sekali manusia rendahan seperti mu menggagalkan rencanaku.” Aji berambisi bisa membuat tulang Aksa patah, berakhir di rumah sakit atau paling buruk meninggalkan Ajeng dengan status cerai mati.

“Kalian masih sangat muda sebaiknya lakukan hal positif!” Aksa memandang satu per satu lelaki dengan usia muda, mungkin beberapa diantaranya baru lulus sekolah atau masuk perguruan tinggi.

“Jangan memberi perintah apapun, dasar gembel.” Teriak belasan pemuda menatap penuh kebencian tanpa sebab.

Malas meladeni, Aksa memilih maju dengan sepeda motor bututnya, ponsel terus bergetar sudah pasti dari restoran.

“Heh mau ke mana kamu? Malah kabur. Nyalimu kecil Aksa.” Aji tak henti menggali kuburan untuk dirisendiri.

Aksa tidak bisa lagi tinggal diam, ketika dua orang anak buah Aji berniat menjatuhkan makanan dalam box.

Berbekal kemampuan bela diri yang tidak bisa ditandingi, dia memukul beberapa pemuda. Bahkan lima orang diantaranya membawa balok kayu dan pisau, dengan tangan kosong Aksara mampu membuat mereka semua meringis kesakitan di pinggir jalan.

“Dengar Aksa! Aku akan membuat hidupmu tidak aman, aku pastikan kamu menyerah dan memohon ampun.” Aji tidak terima kekalahan untuk kesekian kalinya. Apalagi melihat musuh tanpa goresan luka sedikitpun, sikapnya sangat tenang tidak gentar mendengar ancaman.

Memastikan tidak ada lagi yang menghalangi, Aksa melempar balok kayu tepat mengenai kepala Aji di atas sunroof, hingga pria bermulut besar itu pingsan, menyisakan satu orang di sisinya yang berteriak ketakutan.

‘Ampun Aksa … saya hanya mengikuti perintah Bos Aji.’

“Sebaiknya kalian jangan mencari masalah.” Tegas Aksa, sembari menyalakan mesin motor dan berlalu dari tempat.

Tanpa disadari ada seorang wanita yang bersembunyi di balik kemudi mobil, merekam semua kejadian. Videonya berdurasi kurang dari tiga puluh detik, beredar luas di desa dan sampai pada pihak keamanan.

Aksa masih santai menjalankan tugasnya mengantar makanan, namun selesai dengan semua pekerjaan beberapa petugas membawa Aksa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

“Atas nama Aksara? Anda terlibat penyerangan terhadap saudara Aji, silahkan ikut kami ke kantor.” Tiga orang pria bertubuh besar, dua berseragam dan satu diantaranya menggunakan pakaian preman.  Aksa merasa tidak salah pun ikut dengan tenang.

Sampai di salah satu kantor polisi, di sana kedua orangtua Aji duduk menunggu kehadiran tersangka penyerangan. Tuan tanah tersohor di satu kota menghampiri, menarik kerah baju Aksa.

“Kurang ajar kamu, beraninya menyakiti putraku. Aji masuk rumah sakit, karena ulahmu. Pria ini tidak boleh bebas dengan mudah.” Suaranya menggema dalam ruang laporan.  Orangtua Aji tidak terima, putranya masuk rumah sakit penuh luka.

PMenuntut hukuman pada Aksara, selain itu dengan bukti video memperlihatkan bagaimana Aksa tanpa ampun menyerang Aji.

Rekaman yang berhasil dimodifikasi sangat cepat, semua orang mempercayai isinya tanpa berusaha mencari tahu.

“Silahkan percaya pada semua barang bukti , tapi anda akan lihat siapa yang salah.” Tegas Aksa masih sempat menyunggingkan senyum kepada dua orang yang menatap keji. Dia digiring masuk ke dalam, agar tidak terjadi keributan dengan orangtua korban.

Di dalam sini Aksa menuturkan semua kejadian mulai dari awal penyerangan, segala pertanyaan dijawab tenang dan santai. Namun polisi tidak bisa membebaskan Aksa begitu saja, bukti-bukti mengarah padanya.

‘Aksa silahkan menunggu proses penyelidikan selesai, kalau kamu tidak bersalah pasti bebas. Apa ada seseorang yang bisa dihubungi?’ Imbuh seorang petugas yang mendampingi Aksa sejak penangkapan.

Aksara mengangguk, dia mencoba menelepon istrinya. Rasa bahagia langsung membuncah dalam dada, tepat pada dering pertama Ajeng langung menerima.

“Ajeng, sayang. Aku ada di kantor polisi. Kamu bisa datang ke sini, bantu aku memberi penjelasan tentang rencana Aji dan Bapak?”

“Halo Ajeng? Tunggu, jangan ditutup, video itu tidak benar.”

Sambungan telepon tidak berlangsung lama, kurang dari lima menit. Aksa kecewa pada Ajeng, sebab istrinya enggan membantu.

“Kenapa dia sama sekali tidak mempercayai suaminya?” Aksa menghela napas, menyandarkan kepala pada dinding. Dia tidak bisa terus tertahan di tempat ini, otaknya berpikir apa yang harus dilakukan untuk keluar dari kantor polisi secepatnya.

Sampai siang Aksa hanya duduk diam, mendadak seorang pria paruh baya datang. Tergopoh-gopoh memegangi punggungnya yang sakit.

‘Pak polisi, saya punya rekaman video asli.’

Memberi bukti lain berupa rekaman Aksa yang tengah berjalan tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang. Petugas pun mencocokan bukti serta penjelasan Aksa, ditambah seseorang dengan nama berpengaruh dan memiliki kekuasaan berani menjamin, maka siang ini juga Aksa bisa pulang.

‘Aksa kamu bisa bebas, ada orang yang menjamin, ternyata kamu bukan sembarang orang sampai mengenal Tuan itu.’ Petugas mengantar Aksa sampai pintu keluar.

“Terima kasih Pak.” Aksa berpikir siapa pria tua tadi dan sosok yang berani memberi jaminan. Dia yakin orang itu sangat mengenalnya. Kalau tidak,mana mungkin berani menandatangani pernyataan khusus.

Sebelum keluar area parkir, Aksa melihat mobil merah yang baru saja melewati pelataran kantor polisi, bola matanya menangkap plat nomor kendaraan, dirasa tidak asing bagi Aksa.

TBC

Terpopuler

Comments

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

Min Yoon-gi💜💜ᴅ͜͡ ๓

jangan2 org tua itu bapaknya Aksa?

2023-04-05

1

Defi

Defi

Aji ga ada kapok2nya, itu pasti ulah Rayana yg rekam dan nyebarin.. Fix Aji cocoknya sama Rayana sama2 licik 🤣🤣

2023-04-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!