BAB 5 - Rasa Kecewa

Aksa menguping di balik pintu, betapa marahnya dia mengetahui istrinya dipukul oleh ibu mertua. Samar-samar percakapan dua orang dalam kamar terdengar.

“Awas kamu kalau sampai hamil. Ibu tidak mau ya Ajeng punya cucu dari suami kamu yang tidak jelas asal usulnya. Kamu itu menyusahkan Ajeng, ibu dan bapak usaha dari pagi sampai malam, demi kamu dan Rayana. Tapi … aduh, malah pilih suami sampah begitu.” Maya berkacak pinggang sembari menunjuk-nunjuk anak bungsunya.

“Iya bu, iya. Ajeng selalu nurut sama ibu dan bapak.” Tangis Ajeng sesenggukan, ia tidak menyangka Maya akan bersikap seperti ini.

“Masih suntik atau minum pil? Jangan kamu lepas itu kontrasepsi, ingat Ajeng!” hardik Maya, meluapkan amarahnya.

DEG

Dada Aksa semakin sakit mengetahui bahwa selama ini Ibu Mertua memaksa Ajeng menggunakan alat kontrasepsi. Pantas saja selama dua tahun istrinya itu tidak kunjung hamil, rupanya memang kehadiran bayi tidak diinginkan di rumah Danang dan Maya.

“Ibu dan bapak, benar-benar keterlaluan.” Geram Aksa menahan kepalan kedua tangannya.

KLEK

Maya keluar dari kamar, menatap menantu tidak berguna dengan pandangan merendahkan. Menyisir penampilan Aksa dari ujung kepala ke ujung kaki.

“Minggir, saya mau lewat. Jangan lupa masak makan malam Aksa. Seenaknya saja mau gratisan.” Cibir ibu mertua sembari melebarkan kedua matanya.

Aksa tidak menggeser tubuh, menantang wanita yang telah melahirkan sang istri. Aksa berdiri tegak di depan Maya, beradu pandang, iris abu-abunya menatap tajam.

“Apa? Berani kamu? Sadar diri Aksa, rumah saja masih numpang, mau punya anak. Mimpi kamu.” Sinis Maya teramat angkuh merendahkan menantunya.

“Ibu berhak marah ke saya tapi jangan pernah sekalipun menyakiti Ajeng. Dia itu istriku, putri kandung ibu, seharusnya ibu lebih sayang kepada Ajeng. Memiliki anak bukan mimpi, tapi anugerah bu.” Tegas Aksa, kalau saja di hadapannya bukan ibu mertua pasti sudah Aksa banting jatuh ke lantai.

“Miskin saja sombong kamu, apalagi kaya raya.” Maya sengaja menabrak menantunya kemudian pergi, tidak betah terlalu lama bersama seorang yang tidak jelas bibit, bebet dan bobotnya.

Aksa melihat istrinya duduk menekuk lutut di atas lantai, pipi Ajeng merah. Suara tamparan Maya begitu nyaring dan menempel di ingatan, istrinya ini menahan sakit seorang diri.

Diambilnya handuk dan es batu untuk mengurangi lebam, dia juga mencari salep di dalam laci.

“Ajeng … sayang.” Aksa berusaha mengobati luka di pipi tapi Ajeng malah menepis tangan suaminya, karena menganggap ini semua salah Aksa. Seandainya tidak membeli susu hamil dan vitamin, pasti Maya tidak marah.

“Kamu baca Aksa itu hasil pemeriksaan aku.” Suara Ajeng bergetar, isak tangisnya begitu pilu sampai ke gendang telinga. Ajeng menunjukkan hasil pemeriksaan bahwa ia hanya sakit flu dan perut kembung bukan hamil.

“Maaf Ajeng. Aku …” lirih Aksa, lalu memeluk Ajeng yang terlihat kacau. “Aku obati pipi kamu ya.” bujuk Aksa, melekatkan kain handuk ke pipi mulus yang kini merah dan basah dialiri air mata.

“Semua ini karena kamu Aksa, kamu pikir hamil itu mudah. Siapa nanti yang merawat anak kamu? Aku? Apa iya aku harus berhenti kerja? Mau dikasih makan apa anak kamu?” teriak Ajeng terus memukuli dada bidang suaminya, begitu kalap, melampiaskan semua isi hati.

“Anak kamu?” gumam Aksa tersenyum kecut, serendah itukah dirinya di mata penghuni rumah ini?

“Kebutuhan harian kita masih kekurangan, terus dari gaji aku lagi? Biaya periksa bulanan, melahirkan, pakaian bayi dan semuanya dari aku? Ck, peran kamu sebagai suami apa? Atau kamu berhenti kerja? Hidup tidak semudah isi kepala kamu Aksa.” Suara Ajeng semakin keras mencaci maki suaminya.

Sementara Aksa bergeming memeluk erat Ajeng, perih sekali hati Aksa mendengar semua kalimat yang keluar dari bibir istrinya. Semua selalu salah, di mata orang-orang sosok Aksara begitu hina.

“Seharusnya kita tidak menikah Aksa, kamu ingat kan kita menikah karena apa? Itu juga salah kamu.” Ajeng mengingat hari sial kala itu, semua memang salahnya berteduh di depan rumah tua dan kosong, seharusnya langsung pulang bukan berdiam diri bersama pria asing.

“Cukup Ajeng, ingat semiskin apapun. Takdir kamu menjadi istriku, Aku Aksara suami kamu, jaga lisan dengan baik.” Tegas Aksa, ingin mengakhiri hari ini, tanpa perdebatan lagi yang berujung pada statusnya sebagai suami tak berguna.

Daripada terus mendengar kata-kata menusuk hati, dia memilih keluar kamar melakukan tugasnya sebagai menantu, masak makan malam.

 Aksa yang sebelumnya senang bukan main, sekarang terperosok sangat dalam ke lubang kekecewaan. Dia merutuki kebodohannya, kenapa percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya.

.

.

Satu minggu setelah rasa kecewa, Aksa yang sakit hati mengambil kerja dua shift di restoran, pagi dan siang. Dia memiliki rencana untuk membawa istrinya keluar dari rumah mertua, setidaknya cukup untuk mengontrak rumah yang layak huni.

“Wah Aksa, semangat. Kalau begitu aku juga mau ambil shift siang, lumayan untuk beli bedak istri.” Gurau Rudi, merapikan piring di rak.

“Iya. Ada informasi kontrakan rumah murah tapi nyaman Rud? Ya budget 800 ribu mungkin. Tapi dekat rumah sakit. Supaya istri bisa lebih dekat berangkat dan pulang kerja.” Tanya Akasa sebab rumah orangtua temannya ini di sekitar rumah sakit.

“Mungkin ada, tapi belum termasuk listrik. Jalannya kecil, bisa dilewati motor. Kalau mau lebih bagus lagi sedia dana satu juta lebih.” Rudi mengingat beberapa rumah yang ia lalui setiap harinya.

“Jalan Motor juga cukup Rud, kamu pikir aku punya mobil? Masih jauh Rud. Aku ingin hidup berdua, tentram bersama Ajeng. Sudah cukup dua tahun ini menumpang di mertua.” Angan-angan Aksa dalam waktu dekat yang harus terwujud.

Dia membayangkan memiliki keluarga kecil yang harmonis dengan hadirnya buah hati, pasti anak-anak menjadi obat lelah dan bagi Aksa kesulitan ini hanya sementara.

“Hey pemimpi, aku pulang dulu ya, istri telepon terus katanya anak demam.” Pamit Rudi menepuk bahu rekan seperjuangannya.

Aksa yang telah selesai bergegas merapikan barang-barang dan keluar area parkir dengan motornya. Dalam perjalanan, dia selalu merasa ada seseorang yang membuntuti sejak keluar dari restoran.

Satu unit mobil yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dan tentu harganya sangat mahal, setia mengekor sampai Aksa masuk gerbang komplek perumahan, tapi sudah satu minggu ini tidak ada kejadian janggal yang menimpa.

Siapa juga yang tidak khawatir diawasi orang asing, apalagi marak pemberitaan kriminal, tapi apa yang diincar dari seorang Aksa? Tidak ada.

Aksa juga bersyukur satu minggu ini restoran semakin ramai dengan pesanan catering dan tamu selalu datang silih berganti.

Sementara di dalam mobil, seorang pria terus mengawasi Aksa dan menghubungi seseorang. Dia mangut-mangut mendengar instruksi yang diberikan.

TBC

***

ditunggu dukungannya teman-teman

like, komentar, gift dan vote dapat menambah stamina author 🤭🙏

Terpopuler

Comments

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

sory ya thor ku gk komen, baca aja smg smpai tamat..

2024-05-14

0

IR WANTO

IR WANTO

tolol udah di hina ma istri masih di belain tinggalin istri kyak gitu mah..

2023-10-25

0

Sulis Tiyono

Sulis Tiyono

ya tu baru hebat selama masih JD 1 Ama mertua gak bakal tentram hidup rumah tangga klu saling cinta bagus tu ngotrak lebih terhormat akan ada rasa rindu dan sayang klu berjauhan

2023-08-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Panas Telinga
2 Bab 2 - Dia Istriku
3 Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4 BAB 4 - Kabar Ajeng
5 BAB 5 - Rasa Kecewa
6 BAB 6 - Nasib Sial
7 BAB 7 - Oknum Haus Materi
8 BAB 8 - Pria Misterius
9 BAB 9 - Penyerangan
10 Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11 BAB 11 - Ulah Rayana
12 BAB 12 - Kehilangan
13 Bab 13 - Tawaran Kerja
14 Bab 14 - Penghinaan Murahan
15 BAB 15 - Rumah Sakit
16 BAB 16 -Kembali
17 BAB 17 - Selamat Tinggal
18 BAB 18- Untuk Ajeng
19 BAB 19 - Masih Sah
20 BAB 20 - Ini Baru Awal
21 BAB 21 - Kunjungan Danang
22 BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23 BAB 23 - Transaksi Berhasil
24 BAB 24 - Memaksa
25 BAB 25 - Lancangnya
26 BAB 26 Tanpa Ilmu
27 BAB 27 Hancur
28 BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29 BAB 29 Hasil Penyelidikan
30 BAB 30 Tranding Topic
31 BAB 31 Melepas Rindu
32 BAB 32 Menantu?
33 BAB 33 Teman?
34 Bab 34 Misi Kedua
35 BAB 35 Rencana Jahat
36 BAB 36 Hukuman (edit)
37 BAB 37 Ikut Denganku
38 BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39 BAB 39 Menjenguk Ibu
40 BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41 BAB 41 Rencana Mutasi
42 BAB 42 Menjaga Ajeng
43 BAB 43 Hari Yang Berat
44 BAB 44 Harus Patuh
45 BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46 BAB 46 Kecemasan Aksara
47 BAB 47 Mencari
48 BAB 48 Kesepakatan Licik
49 BAB 49 Perlu Waktu Lama
50 BAB 50 Rencana Rayana
51 BAB 51 Pencuri Legal
52 BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53 BAB 53 Tetap Bersamaku!
54 BAB 54 Seharusnya
55 BAB 55 Mudah Terprovokasi
56 BAB 56 Syok Berat
57 BAB 57 Nihil
58 BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59 BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60 BAB 60 Terkuak
61 BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62 BAB 62 Keputusan Rayana
63 BAB 63 Melahirkan
64 BAB 64 Kesehatan Danang
65 BAB 65 Menyesal
66 Pengumuman
67 Ekstra Part 1
68 Ekstra Part 2
69 TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70 TRAP MY STEPMOTHER
71 Ekstra Part 3
72 Ekstra Part 4
73 Ekstra Part 5
74 Ekstra Part 6
75 Ekstra Part 7
76 Ekstra Part 8
77 Ekstra Part 9
78 Ekstra Part 10
79 Ekstra Part 11
80 Ekstra Part 12
81 Ekstra Part 13
82 Ekstra Part 14
83 Ekstra Part 15
84 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85 AKU BUKAN WANITA CACAT
86 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Panas Telinga
2
Bab 2 - Dia Istriku
3
Bab 3 - Bukan Cinta Tapi Uang
4
BAB 4 - Kabar Ajeng
5
BAB 5 - Rasa Kecewa
6
BAB 6 - Nasib Sial
7
BAB 7 - Oknum Haus Materi
8
BAB 8 - Pria Misterius
9
BAB 9 - Penyerangan
10
Bab 10 - Musuh Dalam Selimut
11
BAB 11 - Ulah Rayana
12
BAB 12 - Kehilangan
13
Bab 13 - Tawaran Kerja
14
Bab 14 - Penghinaan Murahan
15
BAB 15 - Rumah Sakit
16
BAB 16 -Kembali
17
BAB 17 - Selamat Tinggal
18
BAB 18- Untuk Ajeng
19
BAB 19 - Masih Sah
20
BAB 20 - Ini Baru Awal
21
BAB 21 - Kunjungan Danang
22
BAB 22 - Salah Satu Prediksi
23
BAB 23 - Transaksi Berhasil
24
BAB 24 - Memaksa
25
BAB 25 - Lancangnya
26
BAB 26 Tanpa Ilmu
27
BAB 27 Hancur
28
BAB 28 Peralihan Kepemilikan
29
BAB 29 Hasil Penyelidikan
30
BAB 30 Tranding Topic
31
BAB 31 Melepas Rindu
32
BAB 32 Menantu?
33
BAB 33 Teman?
34
Bab 34 Misi Kedua
35
BAB 35 Rencana Jahat
36
BAB 36 Hukuman (edit)
37
BAB 37 Ikut Denganku
38
BAB 38 Yang Terjadi Padanya
39
BAB 39 Menjenguk Ibu
40
BAB 40 Pertengkaran Tiga Manusia
41
BAB 41 Rencana Mutasi
42
BAB 42 Menjaga Ajeng
43
BAB 43 Hari Yang Berat
44
BAB 44 Harus Patuh
45
BAB 45 Hadir Lebih Cepat
46
BAB 46 Kecemasan Aksara
47
BAB 47 Mencari
48
BAB 48 Kesepakatan Licik
49
BAB 49 Perlu Waktu Lama
50
BAB 50 Rencana Rayana
51
BAB 51 Pencuri Legal
52
BAB 52 Kebencian Yang Tertanam
53
BAB 53 Tetap Bersamaku!
54
BAB 54 Seharusnya
55
BAB 55 Mudah Terprovokasi
56
BAB 56 Syok Berat
57
BAB 57 Nihil
58
BAB 58 Menyelesaikan Sisa Masalah
59
BAB 59 Memperluas Sayap Bisnis
60
BAB 60 Terkuak
61
BAB 61 Tujuan Yang Berbeda
62
BAB 62 Keputusan Rayana
63
BAB 63 Melahirkan
64
BAB 64 Kesehatan Danang
65
BAB 65 Menyesal
66
Pengumuman
67
Ekstra Part 1
68
Ekstra Part 2
69
TAWANAN CINTA KETUA GANGSTER
70
TRAP MY STEPMOTHER
71
Ekstra Part 3
72
Ekstra Part 4
73
Ekstra Part 5
74
Ekstra Part 6
75
Ekstra Part 7
76
Ekstra Part 8
77
Ekstra Part 9
78
Ekstra Part 10
79
Ekstra Part 11
80
Ekstra Part 12
81
Ekstra Part 13
82
Ekstra Part 14
83
Ekstra Part 15
84
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
85
AKU BUKAN WANITA CACAT
86
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!