Asmara Hanna dan Adi.

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

Pulang Sekolah.

Gia berjalan sembari senyum-senyum sendiri. Hanna yang memperhatikannya dari tadi langsung bertanya.

"Lo kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri?"

Gia berpikir sejenak. "Gapapa!"

"Kelihatannya Lo lagi seneng banget yaa. Btw, Lo seneng kenapa sih? Ceritain dong!" Tanya Hanna penasaran.

"Gue cuman seneng gara-gara tadi lihat si Egi doang. Sudah itu saja!" Jawabnya bohong. Ia mencoba merahasiakan kejadian yang sebenarnya agar kelakuan liciknya tak di ketahui siapapun termasuk Hanna.

"Lihat si Egi saja Lo sampai se-senang itu? Aneh, biasanya Lo gak pernah deh kayak gitu." Ucap Hanna sembari tertawa kecil.

"Lagian biasanya Lo kalau ngobrol sama Egi saja gak pernah sampai se-sumringah itu. Tapi sekarang, kok cuman lihat si Egi saja tanpa ngobrol sedikit itu, Lo sampai se-senang itu. Ada apa sebenarnya?" Lanjut Hanna bertanya saking penasarannya.

"Lo gak percaya sama jawaban Gue? Gue kan lagi jatuh cinta sama si Egi. Jadi wajar saja lah, kalau baru hari ini Gue se-sumringah ini." Sewot Gia ngada-ngada.

"Oh okey!" Hanna langsung tersenyum kecil, ia merasa aneh dengan tingkah Gia hari ini.

"Btw, gimana kencan Lo kemarin? Lancar?" Lanjut Hanna bertanya lagi. Gia langsung menatap malas Hanna dan berpikir sejenak.

"Lancar kok!" Jawab Gia bohong lagi sambil cengengesan.

"Oh syukurlah kalau lancar. Oh iya, Gue boleh gak bertanya lagi?"

"Nanya terus! Mau nanya apalagi?" Tanya Gia keberatan.

"Sebenarnya Lo ini beneran suka gak sih sama Egi?" Tanya Hanna. Gia berhenti melangkah dan kini menatap Hanna dengan kesal.

"Kok Lo nanya gitu?"

"Ya Gue aneh saja sih sama Lo. Katanya Lo suka sama Egi, tapi Lo masih suka kencan sama cowok lain. Gimana sih?"

Gia langsung mendengus kesal.

"Ya terserah Gue lah, mau pacaran sama siapa saja! Kalau nunggu si Egi itu kelamaan! Gue males nunggunya. Mending pacaran saja sama yang ada." Ketus Gia.

"Oh, berarti jawaban Lo menandakan, kalau Lo benar-benar sama sekali gak punya perasaan apa-apa sama si Egi?"

"Gue masih ada rasa kok!"

"Terus kalau Lo masih ada rasa, kenapa Lo masih kencan sama yang lain? Bukannya fokusin deketin si Egi saja." Kecam Hanna.

"Kenapa Lo jadi ngatur urusan Gue kek gini yaa?? Suka-suka Gue saja mau pacaran sama siapapun dan berapa banyak cowok yang bakal Gue pacari. Lagian yang jalanin hubungan ini Gue sama cowok Gue. Jadi Lo gak berhak ngatur-ngatur hidup Gue! Karna Lo bukan emak Gue!" Gia mulai naik pitam. Hanna hanya terdiam tak berkutik lagi.

"Lagian Gue gak sama Egi juga gapapa kok. Gue juga gak terlalu mengharapkan dia, karna jodoh gak ada yang tau." Ucap Gia sembari kembali berjalan beriringan dengan Hanna. Hanna hanya terdiam tanpa menjawab maupun melontarkan kata-kata apapun lagi.

Dalam perjalanan pulang bersama. Gia dan Hanna harus berpisah di persimpangan jalan, karena jalan menuju rumah mereka berbeda meskipun rumah mereka satu daerah.

Gia pulang melalui jalan ke arah kanan, sementara Hanna melalui jalan ke arah kiri. Gia berhenti dulu di pinggir jalan agar di jemput supirnya, padahal jalan menuju rumahnya sangat, tinggal berjalan sedikit lagi.

Sementara Hanna tak se-lebay Gia. Ia memilih pulang jalan kaki, meskipun perjalanan menuju rumahnya masih jauh.

TINN!! TINN!! TINN... (Suara klakson motor).

Hanna berhenti melangkah dan berbalik ke belakang untuk melihat siapa orang yang mengelaksoninya. Padahal ia berjalan di pinggir jalan tak di tengah. Kenapa harus diklaksoni?

Kemudian orang yang mengendarai motor itu mengenakan jaket hitamnya, berhenti tepat di samping Hanna, kemudian ia membuka helm nya.

"Adi!" Ucap Hanna terkejut setelah melihat orang itu yang ternyata Adi.

"Cepat naik ke motor Gue!" Ucap Adi yang tiba-tiba menawarkannya tumpangan dengan nada ketus tanpa menatapnya. Hanna langsung berdenyit heran.

"Ngapain?"

"Biar Gue anterin Lo sampai depan rumah! Lagian kita kan searah." Jawab Adi dengan tatapannya yang masih tetap fokus ke depan.

"Gak usah! Gue mau jalan saja!" Tolak Hanna dengan wajah sinis. Adi langsung menatap tajam Hanna.

"Jangan gengsi! Cepat naik! Cuaca sudah mendung, bentar lagi mau hujan." Ucap Adi memaksa dengan nada ketus.

Hanna langsung tersadar akan cuaca hari ini setelah di ingatkan Adi. Memang benar, kalau ia terus berjalan, bisa-bisa hujan akan mengguyur cepat membasahi seragamnya. Tak ada pilihan lain, Hanna langsung naik ke motor besarnya Adi. Dan Adi mulai kembali menjalankan motornya.

.....

Di perjalanan.

Adi masih menjalankan motornya membonceng Hanna. Sementara Hanna yang di bonceng, lebih asik memandangi para pengendara di sekitar.

Tiba-tiba ada sebuah mobil truk muncul dari gang sempit melintas di depan Adi. Dengan cepat, Adi langsung ngerem mendadak agar tak menabrak. Seketika Hanna langsung kaget hampir terjungkal, dengan cepat ia memeluk erat Adi dari belakang. Adi langsung terkejut melihat Hanna yang memeluknya erat sambil ketakutan. Tak lama, Hanna langsung melepas pelukannya dan memarahi Adi.

"Lo ini gila ya? Tiba-tiba ngerem mendadak! Lo mau anak orang mati hah? Kalau Lo gak bener ngejalanin motor! Jangan sok-sokan berani boncengin Gue! Tanggung jawab Lo kalau Gue kenapa-kenapa!" Hanna terus nyerocos memarahinya.

"Kok Lo jadi nyalahin Gue? Ini ada truk di depan! Kalau Gue jalan terus, Lo mau Gue nabrak hah! Bisa-bisa Gue mati." Jelas Adi dengan nada kesal. Hanna tak berkutik lagi setelah melihat memang benar ada truk yang sedang melintas tepat di depannya.

Setelah itu, Adi kembali menjalankan motornya.

"Maaf ya! Gue tadi nyalahin Lo." Ucap Hanna minta maaf dengan malu-malu.

"Gapapa! Gue tau, Lo tadi gak fokus kan lihat ke depan makanya Lo kaget." Ucap Adi. Hanna mengangguk.

"Oh iya, sebenarnya ada sesuatu yang mau Gue omongin sama Lo." Ucap Adi lagi sambil tetap fokus mengendarai motornya.

"Soal apa?" Tanya Hanna.

"Sebenarnya Gue mau minta maaf soal kejadian waktu itu, saat Gue menaruh permen karet di bangku Lo." Ucap Adi. Hanna hanya diam mendengarkan.

"Sebenarnya Gue gak sengaja, Gue gak berniat mau menjahili Lo! Sebenarnya sasaran Gue itu Gia. Karna setahu Gue, Gia sering duduk di bangku itu, entah kenapa? Tiba-tiba Lo yang pindah posisi jadi duduk di bangkunya yang sering dia duduki. Padahal saat itu Gue baru saja menaruh permen karetnya. Gue kira Lo gak bakal tukar posisi. Lagian kenapa Lo harus tukar posisi duduknya sih? Kenapa Lo gak menetap saja di bangku Lo sendiri? Gak usah pindah posisi kayak gitu. Gue kan jadi salah sasaran." Ucap lagi Adi.

"Oh, jadi sebenarnya Lo mau jahilin Gia doang. Bukan gue?" Tanya Hanna.

"Bukan! Gue gak ada masalah sama Lo. Masalah Gue cuman sama Gia doang. Waktu itu Gue cuman mau bales perbuatannya saja, karna dia sering banget menaruh permen karet di bangku Gue."

"Oh gitu!" Ucap Hanna singkat.

"Btw, Lo maafin Gue gak?" Tanya Adi.

"Buat apa minta maaf? Sudah telat! Yang lalu biarlah berlalu. Lagian permintaan maaf Lo gak akan bisa bersihin rok Gue yang sudah kena permen karet." Ketus Hanna.

"Hmm... Iya Gue salah, tapi Gue minta maaf tulus banget sama Lo. Sebagai gantinya kalau Lo butuh bantuan, jangan sungkan buat minta bantuan Gue. Gue pasti bakal bantuin Lo sampai kapanpun sebagai penebus dosa Gue ke Lo." Ucap Adi sambil sedikit tersenyum. Hanna masih bisa melihat Adi ketika tersenyum di balik spion. Hanna pun langsung terbawa perasaan.

"Beneran?"

"Iya!" Jawab Adi antusias. Hanna langsung tersenyum lebar.

"Btw, Lo gak kepikiran lagi kan soal kejadian yang waktu itu?" Tanya lagi Adi sambil tak lupa fokus menjalankan motornya. Hanna mulai mengingat.

"Enggak kok!" Jawab Hanna.

"Kalau gak ada kejadian itu, pasti semua itu gak akan terjadi. Ini semua salah Gia, kalau Lo gak ikut-ikutan sama Gia buat jahilin Gue. Pasti gak akan ada kejadian yang waktu pas kita di foto sama temen-temen sekelas."

"Iya ini semua salah Gue juga. Gue merasa malu. Gue minta maaf juga ya soal yang waktu itu di kantin. Gue salah besar banget sama Lo. Tapi jujur Gue sudah gak ikut-ikutan lagi sama Gia buat jahilin Lo maupun orang lain."

"Serius Lo?" Tanya Adi sembari nyengir.

"Serius! Sumpah! Lagian Gue sama Lo kan gak ada masalah apa-apa. Mulai sekarang, Gue cuman pengen berteman baik saja sama Lo. Gak akan cari gara-gara lagi." Jelas Hanna. Adi semakin tersenyum lebar.

"Gue juga berpikir hal yang sama."

Hanna langsung tersenyum ceria setelah mendengar kata-kata Adi. Mereka terus berbincang-bincang sepanjang jalan.

"Di? Gue boleh gak nanya sesuatu gak?"

"Soal apa?" Tanya Adi.

"Kok Gia bisa benci banget sama Lo? Terus dia sering banget jahilin Lo. Kenapa? Apa gara-gara waktu itu pas ujian Lo kasih jawaban yang salah ke dia?" Tanya Hanna penasaran.

"Bukan gara-gara itu!" Adi langsung menampik tuduhan Hanna. Hanna langsung berdenyit heran.

"Beneran? Terus gara-gara apa dong? Sampai si Gia sebenci itu sama Lo?" Tanya Hanna lagi.

"Sebenarnya Gia sudah benci sama Gue sudah lama banget. Semenjak lulus SMP. Perkaranya? Ya dari dia sendiri yang bikin." Jelas Adi.

"Perkara dari dia sendiri? Oh berarti maksud Lo, Gia sudah ada masalah sama Lo sebelum masuk SMA?"

"Iya!"

"Kalau boleh tau. Masalahnya kayak gimana ya? Sampai Gia sebenci itu sama Lo, sering jahilin Lo. Bisa gak Lo ceritain? Gue pengen tau penyebabnya." Tanya Hanna yang terus penasaran.

"Sebenarnya dulu..." Belum selesai Adi bercerita. Hanna langsung menepuk-nepuk bahunya sembari berkata.

"Sudah sampai! Sudah sampai! Sudah sampai!"

Adi langsung menghentikan motornya. Hanna langsung turun.

"Makasih ya sudah anterin Gue pulang." Ucap Hanna berterima kasih.

"Sama-sama! Jadi di sini ya rumah Lo." Ucap Adi sembari tersenyum dan bertanya juga.

"Iya!" Jawab Hanna sembari cengengesan.

"Ya sudah! Gue pulang dulu ya." Pamit Adi.

"Iya, hati-hati ya!" Ucap Hanna yang masih tetap menahan senyumnya yang gembira. Sebelum pergi, Adi kembali menatap Hanna dan bertanya.

"Kita sekarang sudah jadi teman kan?"

Hanna berpikir sejenak.

"Iya, sekarang kita sudah menjadi teman." Jawab Hanna sembari mengangguk. Adi langsung tersenyum senang dan melakukan TOS bersama Hanna sebagai awal bentuk pertemanan mereka.

*****

Beralih pada Gia.

Sesampainya di Rumah.

Biasanya orang-orang yang sedang melaksanakan ujian, setelah pulang ke rumahnya, mereka akan berusaha menghafal dan belajar sendiri untuk berhadapan kembali dengan ujian besok. Tapi, tidak dengan Gia. Ketika sudah pulang bukannya menghafal atau belajar, justru ia malah asik rebahan sambil asik bermain ponsel, mencari pacar baru di aplikasi Dating Apps untuk ia kencani.

Saat sedang sibuk mencari pacar di sosial media. Tiba-tiba Andrean menelponnya. Ia langsung kesal saat melihat kontaknya yang sudah ia ganti namanya menjadi 'Si Penagih Hutang'.

"Dia lagi! Dia lagi..."

Gia mendengus kesal lalu mengangkat teleponnya.

"Iya, ada apa?" Ketus Gia.

^^^"Gia, apa kabar? Bagaimana? Apa kamu bisa membayar hutang sekarang?"^^^

Gia langsung emosi.

"Kamu kan sudah kasih aku tenggat sampai tiga hari. Jadi ngapain kamu tagih aku sekarang? Nyebelin banget! Ganggu orang saja yang lagi sibuk." Gia mulai marah-marah.

^^^"Kalau bisa bayar secepatnya! Karna hutang itu harus di bayar."^^^

"Iya tau! Lo ini nge-gampangin banget! Emang bayar hutang sebesar 250 juta dalam sehari itu gampang nyarinya hah!" Bentak Gia.

^^^"Orang tua kamu kan sudah kaya. Mereka pasti punya uang lebih dari segitu. Pasti akan mudah membayar hutang mereka pada keluargaku."^^^

"Mudah! Mudah! Batok Lo yang mudah!" Pekik Gia.

Kemudian ia menutup teleponnya dengan kesal. Dan ia kembali melanjutkan ritual mencari kekasih di Dating Apps.

...----------------...

...Bersambung....

Episodes
1 GIA.
2 Kecewa.
3 Cowok Ganteng.
4 Adi.
5 Tak tahu diri.
6 Murid baru.
7 Kagum.
8 Tertipu.
9 Aku bukan pelakor.
10 Perhatian Egi.
11 Baper.
12 Kenyataan yang tak di ketahui.
13 Ayah Gia dan Rencana.
14 Sisi baik Adi.
15 Kencan Kedua membawa fakta.
16 Kejadian tak terduga.
17 Pulpen ajaib.
18 Asmara Hanna dan Adi.
19 Curang.
20 Sial.
21 Egi yang malang.
22 IQ minus.
23 Mencurigakan.
24 Ketahuan.
25 Tertipu 2.
26 Kencan yang Menyebalkan.
27 Kencan yang Menyebalkan part II.
28 Nasib yang berbeda.
29 Duka Adi dan Egi.
30 Kecurigaan Adi.
31 Gia si pembohong handal.
32 Pertanyaan jebakan.
33 Kebenaran.
34 Pertikaian.
35 Keberuntungan masih berpihak.
36 Pengawasan ketat.
37 Nekat.
38 Menari di atas penderitaan orang.
39 Kabar mengejutkan.
40 Kebusukan Gia.
41 Emosi Egi.
42 Takut.
43 Hari pertama bekerja.
44 Bekerja lagi.
45 Senyuman palsu.
46 Benalu.
47 Kerja seharian.
48 Berulah.
49 Berulang kali.
50 Petaka.
51 Merawat Egi.
52 Perhatian Gia.
53 Kepergok.
54 Hanya Gia.
55 Baper 2.
56 Belajar bersama.
57 Oh, ternyata?
58 Reaksi obat.
59 Reaksi obat 2.
60 Saling menyalahkan.
61 Ketahuan
62 Sebagian bukti
63 Bukti baru
64 Ketinggalan
65 Flashdisk
66 Cemas dek?
67 Permainan
68 21+ Gombalan panas
69 Cara terbaik
70 Terbongkar
Episodes

Updated 70 Episodes

1
GIA.
2
Kecewa.
3
Cowok Ganteng.
4
Adi.
5
Tak tahu diri.
6
Murid baru.
7
Kagum.
8
Tertipu.
9
Aku bukan pelakor.
10
Perhatian Egi.
11
Baper.
12
Kenyataan yang tak di ketahui.
13
Ayah Gia dan Rencana.
14
Sisi baik Adi.
15
Kencan Kedua membawa fakta.
16
Kejadian tak terduga.
17
Pulpen ajaib.
18
Asmara Hanna dan Adi.
19
Curang.
20
Sial.
21
Egi yang malang.
22
IQ minus.
23
Mencurigakan.
24
Ketahuan.
25
Tertipu 2.
26
Kencan yang Menyebalkan.
27
Kencan yang Menyebalkan part II.
28
Nasib yang berbeda.
29
Duka Adi dan Egi.
30
Kecurigaan Adi.
31
Gia si pembohong handal.
32
Pertanyaan jebakan.
33
Kebenaran.
34
Pertikaian.
35
Keberuntungan masih berpihak.
36
Pengawasan ketat.
37
Nekat.
38
Menari di atas penderitaan orang.
39
Kabar mengejutkan.
40
Kebusukan Gia.
41
Emosi Egi.
42
Takut.
43
Hari pertama bekerja.
44
Bekerja lagi.
45
Senyuman palsu.
46
Benalu.
47
Kerja seharian.
48
Berulah.
49
Berulang kali.
50
Petaka.
51
Merawat Egi.
52
Perhatian Gia.
53
Kepergok.
54
Hanya Gia.
55
Baper 2.
56
Belajar bersama.
57
Oh, ternyata?
58
Reaksi obat.
59
Reaksi obat 2.
60
Saling menyalahkan.
61
Ketahuan
62
Sebagian bukti
63
Bukti baru
64
Ketinggalan
65
Flashdisk
66
Cemas dek?
67
Permainan
68
21+ Gombalan panas
69
Cara terbaik
70
Terbongkar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!