Kenyataan yang tak di ketahui.

Sesampainya di Rumah.

Gia langsung tersenyum bahagia sembari berbaring di kasurnya memandangi lukisan wajah Egi.

"Duh baru kali ini deh Gue seneng banget bisa deket sama Egi. Btw, Gue kenapa ya? Apa Gue sudah mulai suka sama Egi?" Gia berbicara sendiri lalu tertawa sendiri sembari berguling-guling di kasur. Kemudian ia menelpon Hanna.

^^^ "Halo Gia." ^^^

"Hannnaaaa!!!" Teriak Gia senang.

^^^"Apa? Kenapa Lo teriak-teriak? Lo abis kesetrum?" ^^^

"Duh gimana ya mau curhat nih!! Tapi Gue takut Lo cemburu."

^^^"Cemburu. Haha.. ngapain Gue cemburu? Lo saja belum cerita apa-apa, gak jelas Lo! Kalo mau curhat. Curhat saja hahahah..."^^^

"Oke deh kalau Lo maksa. Tapi janji ya Lo gak akan cemburu? Soalnya Gue sudah gak bisa lagi menyembunyikan perasaan Gue lagi." Ucapnya sembari senyum-senyum sendiri.

^^^"Hmm.. cieee!! Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih. Ya sudah sekarang Lo lagi jatuh cinta sama siapa? Awas jangan sampai Lo bilang, kalau Lo lagi jatuh cinta sama kakek-kakek. Gue gak mau denger. Hahahah..."^^^

"Ihh, Gue seriuss!! Bukan sama kakek-kakek!"

^^^ "Ya Sudah. Gue dengerin." ^^^

"Tapi yakin nih Lo gak bakal cemburu? Gue takut Lo nanti dendam sama Gue."

^^^"Hahahah... Kayaknya gak ada gunanya deh cemburu sama orang kayak Lo yang demennya sama kakek-kakek." ^^^

"Ihhh.. Lo ini malah nyindir Gue terus. Lagian orang yang Gue suka bukan kakek-kakek kok!"

^^^"Terus siapa?"^^^

"Hmm... Tapi janji ya Lo gak akan marah?"

^^^"Iya cepetan bilang."^^^

"Sebenarnya Gue suka sama Egi!"

^^^"Apa serius Lo?"^^^

"Iyaaa!!"

^^^"Owalah selamat ya! Akhirnya Lo selera Lo berubah. HAHAHA..." ^^^

"Tapi serius Lo gak marah?"

^^^"Enggak lah. Ngapain Gue marah? Malah Gue lebih dukung Lo sama si Egi daripada sama kakek-kakek. Hahahah..."^^^

"Hah! Serius Lo? Tapi bukannya Lo juga pernah suka sama Egi?"

^^^"Enggak kata siapa? hahahah!!! Gue cuman naksir saja kok sama dia. Gak ada perasaan apa-apa sama dia. Gue cuman anggap dia temen doang. Kalau Lo suka, ya Gue turut seneng. Gue pasti bakal dukung Lo kok."^^^

"Syukurlah kalau Lo gak marah! Semoga omongan Lo ini serius ya Han! Supaya Gue bisa terus percaya sama Lo."

^^^"Gue serius kok sama omongan Gue Gi! Tenang saja! Kalau Lo gak percaya. Ya sudah bodo amat. Hahahah..."^^^

"Tapi jujur Gue serius Han sama perasaan Gue, baru kali ini deh Gue punya perasaan kek gitu. Apa Egi juga punya perasaan yang sama gak ya kayak Gue?"

^^^"Gue juga gak yakin Gi, tapi semoga saja Egi juga punya perasaan yang sama kayak Lo. Lo kan sering deketin Egi."^^^

"Tapi Lo serius kan gak cemburu Gue ceritain ini?"

^^^"Hahahah!! Ngapain cemburu? Emang sih dulu Gue sempat naksir juga sama Egi, dia itu ganteng dan pintar. Siapa sih yang gak naksir sama dia? Tapi gue cuman naksir saja ya Gi. Gue gak ngeharepin pacaran kok sama dia. Kalau Lo suka sama dia? Gue dukung kok sampai Lo jadian sama Egi. Kalau Lo senang Gue juga senang."^^^

"Oh, sosweettt bangeett sihh Lo!!! Gue jadi seneng deh punya sahabat kayak Lo yang ngedukung perasaan Gue. Lo benar-benar sahabat Gue Han!!" Ucap Gia senang sekaligus terharu.

Kedua sahabat itupun berteleponan hingga berjam-jam lamanya.

*****

Setelah turun dari Bus.

Egi menunggu seseorang di depan sekolah SMA yang berada di sebrang jalan. Tak lama kemudian...

"Egiiii!!!" Sapa seorang perempuan berbaju SMA yang baru saja keluar dari gerbang sekolah sambil berteriak dan menadahkan tangannya.

Egi langsung tersenyum senang sambil menadahkan tangannya juga.

"Oliviaaa!!!" Sapa Egi balik sambil berteriak menyebut nama gadis itu yang bernama Olivia.

Kemudian gadis itu berlari menyebrang lalu memeluk Egi dengan erat.

"Egiii!! I love youu!!" Ucap Olivia sembari memeluk Egi.

"I love you too!!" Balas Egi sambil melepaskan pelukannya dan mencium Olivia yang merupakan pacarnya sejak SMP.

"Maaf ya, aku sudah bikin kamu nunggu lama." Ucap Olivia manja.

"Gapapa. Gimana pelajaran hari ini? Bisa?" Tanya Egi sambil tersenyum manis.

"Lumayan susah yang. Nanti kamu ajarin aku lagi ya. Ada beberapa yang belum aku paham." Rengek Olivia manja.

"Iya nanti aku ajarin kamu. Ini buat kamu!" Lanjut Egi sembari memberikan permen lollipop pemberian Gia pada Olivia.

"Buat aku?" Tanya Olivia dengan matanya yang langsung berbinar. Egi langsung mengangguk sebagai jawaban 'Iya'.

"Mmm... Makasih banyak sayang. Kamu manis bangeett!!" Ucap Olivia senang sambil mencubit Kedua pipi Egi dan mencium pipinya.

"Ayo kita pulang!" Ajak Egi sembari merangkulnya.

"Ayok!" Sahut Olivia.

Sambil berjalan Egi dan pacarnya menyempatkan diri untuk membeli es krim. Setelah itu mereka duduk di taman sambil makan es krim.

"Aku senang deh akhirnya kamu sekolah di kota ini. Dulu aku kangen banget waktu pas kamu belum pindah. Andai kamu pindahnya ke sekolah aku. Mungkin kita sudah sekelas dan selalu bersama." Ucap Olivia sembari menyenderkan kepalanya di bahu Egi.

"Iya. Aku juga berharap kalau kita bisa bersama-sama lagi sampai seharian penuh kayak waktu pas SMP." Ucap Egi sembari mengelus-elus kepala kekasihnya.

"Yang, tiap istirahat aku selalu kangen deh sama kamu. Jajan bareng, ngopi bareng, ngerjain tugas bareng-bareng kayak dulu. Aku kangen deh ngabisin waktu berdua sama kamu. Andai semua itu bisa terulang lagi." Ucap Olivia berharap.

"Menurut aku, itu pasti bakal terjadi lagi. Kamu yang sabar ya! Kalau nanti kita sudah kuliah, kamu harus sekelas sama aku." Pinta Egi sembari menggenggam erat tangan Olivia.

"Aku pengen sih kalau sudah lulus pengen langsung kuliah. Tapi aku gak yakin keluarga aku bakal setuju ngekuliahin aku atau enggak? Soalnya kondisi ekonomi keluarga aku masih belum stabil yang!" Curhat Olivia.

"Ibuku di pecat oleh majikannya bahkan ayah aku juga sekarang bertani gak jualan lagi. Karna pasar sekarang lagi ada pembangunan." Lanjutnya.

"Kamu tenang saja! Ada aku disini. Apapun kebutuhan kamu biar aku yang tanggung." Ucap Egi menjanjikan sembari memegang erat tangan Olivia.

"Tapi Egi, dari SMP sampai sekarang kebutuhan aku selalu bergantung sama kamu. Dari barang, makanan, sampai uang. Aku merasa gak enak Gi, kalau terus-terusan bergantung sama kamu!"

"Kamu jangan kayak gitu! Aku bantu kamu dengan ikhlas, Kita ini kan pacaran. Aku cinta sama kamu. Apapun milik aku, itu juga milik kamu. Apapun pemberian aku, itu juga buat kamu. Semua akan tetap seperti itu selamanya. Karna nanti kita akan bersatu. Jadi apapun yang aku punya semua itu milik kamu juga. Jadi kamu jangan ragu kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan, katakan saja padaku!" Ucap Egi dengan tulusnya. Olivia menatap Egi sambil tersenyum sedih kemudian memeluknya.

"Makasih banyak ya sayang!! Aku jadi makin sayang deh sama kamu."

"Aku juga sayang banget sama kamu." Ucap Egi sembari membalas pelukannya.

...----------------...

...Bersambung....

Episodes
1 GIA.
2 Kecewa.
3 Cowok Ganteng.
4 Adi.
5 Tak tahu diri.
6 Murid baru.
7 Kagum.
8 Tertipu.
9 Aku bukan pelakor.
10 Perhatian Egi.
11 Baper.
12 Kenyataan yang tak di ketahui.
13 Ayah Gia dan Rencana.
14 Sisi baik Adi.
15 Kencan Kedua membawa fakta.
16 Kejadian tak terduga.
17 Pulpen ajaib.
18 Asmara Hanna dan Adi.
19 Curang.
20 Sial.
21 Egi yang malang.
22 IQ minus.
23 Mencurigakan.
24 Ketahuan.
25 Tertipu 2.
26 Kencan yang Menyebalkan.
27 Kencan yang Menyebalkan part II.
28 Nasib yang berbeda.
29 Duka Adi dan Egi.
30 Kecurigaan Adi.
31 Gia si pembohong handal.
32 Pertanyaan jebakan.
33 Kebenaran.
34 Pertikaian.
35 Keberuntungan masih berpihak.
36 Pengawasan ketat.
37 Nekat.
38 Menari di atas penderitaan orang.
39 Kabar mengejutkan.
40 Kebusukan Gia.
41 Emosi Egi.
42 Takut.
43 Hari pertama bekerja.
44 Bekerja lagi.
45 Senyuman palsu.
46 Benalu.
47 Kerja seharian.
48 Berulah.
49 Berulang kali.
50 Petaka.
51 Merawat Egi.
52 Perhatian Gia.
53 Kepergok.
54 Hanya Gia.
55 Baper 2.
56 Belajar bersama.
57 Oh, ternyata?
58 Reaksi obat.
59 Reaksi obat 2.
60 Saling menyalahkan.
61 Ketahuan
62 Sebagian bukti
63 Bukti baru
64 Ketinggalan
65 Flashdisk
66 Cemas dek?
67 Permainan
68 21+ Gombalan panas
69 Cara terbaik
70 Terbongkar
Episodes

Updated 70 Episodes

1
GIA.
2
Kecewa.
3
Cowok Ganteng.
4
Adi.
5
Tak tahu diri.
6
Murid baru.
7
Kagum.
8
Tertipu.
9
Aku bukan pelakor.
10
Perhatian Egi.
11
Baper.
12
Kenyataan yang tak di ketahui.
13
Ayah Gia dan Rencana.
14
Sisi baik Adi.
15
Kencan Kedua membawa fakta.
16
Kejadian tak terduga.
17
Pulpen ajaib.
18
Asmara Hanna dan Adi.
19
Curang.
20
Sial.
21
Egi yang malang.
22
IQ minus.
23
Mencurigakan.
24
Ketahuan.
25
Tertipu 2.
26
Kencan yang Menyebalkan.
27
Kencan yang Menyebalkan part II.
28
Nasib yang berbeda.
29
Duka Adi dan Egi.
30
Kecurigaan Adi.
31
Gia si pembohong handal.
32
Pertanyaan jebakan.
33
Kebenaran.
34
Pertikaian.
35
Keberuntungan masih berpihak.
36
Pengawasan ketat.
37
Nekat.
38
Menari di atas penderitaan orang.
39
Kabar mengejutkan.
40
Kebusukan Gia.
41
Emosi Egi.
42
Takut.
43
Hari pertama bekerja.
44
Bekerja lagi.
45
Senyuman palsu.
46
Benalu.
47
Kerja seharian.
48
Berulah.
49
Berulang kali.
50
Petaka.
51
Merawat Egi.
52
Perhatian Gia.
53
Kepergok.
54
Hanya Gia.
55
Baper 2.
56
Belajar bersama.
57
Oh, ternyata?
58
Reaksi obat.
59
Reaksi obat 2.
60
Saling menyalahkan.
61
Ketahuan
62
Sebagian bukti
63
Bukti baru
64
Ketinggalan
65
Flashdisk
66
Cemas dek?
67
Permainan
68
21+ Gombalan panas
69
Cara terbaik
70
Terbongkar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!