Pulpen ajaib.

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

"AAAKKKHHH..."

Semua siswa berteriak histeris. Kemudian mereka melihat ke belakang dan ternyata sumber suara ledakan itu berasal dari CCTV yang sudah mengeluarkan kepulan asap. Kemudian CCTV itu meledak lagi di ikuti beberapa lampu menyala yang ikut meledak juga.

...DUARRR......

Ledakan tersebut membuat CCTV itu hancur berkeping-keping hingga potongan-potongannya berterbangan kemana-mana. Para siswa semakin panik hingga mereka berbondong-bondong keluar dari kelas. Bukan hanya para siswa di kelas Gia saja yang keluar. Tapi, seluruh siswa dari kelas lain juga ikut-ikutan keluar.

"Ada apa ini?" Tanya kepala sekolah.

"CCTV di semua kelas meledak pak." Jawab salah satu pengawas wanita.

Kemudian kepala sekolah menghubungi tim tukang servis untuk segera memeriksanya.

2 jam kemudian.

Beberapa tim tukang servis pun baru saja tiba. Mereka langsung memeriksa penyebab meledaknya semua CCTV dan lampu di seluruh kelas secara tiba-tiba.

"Jadi kenapa semua ini bisa meledak pak?" Tanya kepala sekolah.

"Sepertinya ini berasal dari korsleting listrik."

"Butuh waktu berapa lama untuk memperbaikinya?" Tanya seorang guru wanita.

"Mungkin dibutuhkan waktu beberapa hari untuk memperbaiki semuanya."

"Apa tidak bisa secepatnya pak? Kalau bisa hari ini semua CCTV harus sudah bisa kembali menyala. Karna saat ini semua siswa sedang melaksanakan ujian." Pinta kepala sekolah.

"Maaf pak, tapi kami harus memeriksa beberapa kabel dan sistem yang menyebabkan korsleting listrik. Dan kami butuh proses untuk mencarinya. Paling lama sekitar 5 hari untuk bisa memperbaikinya."

Pak kepala sekolah langsung menghela nafas panjang dan menyerahkan semua tanggung jawab untuk memperbaiki listrik pada tim tukang servis. Kemudian pak kepala sekolah menyuruh semua siswa untuk kembali masuk ke dalam kelas masing-masing. Tapi sebelumnya, semua siswa di suruh piket terlebih dahulu untuk membersihkan semua pecahan-pecahan lampu dan kepingan-kepingan CCTV yang berceceran di lantai kelas agar tak terinjak.

1 jam kemudian.

Semua siswa kembali mengerjakan ujian seperti biasa. Mereka di awasi oleh dua pengawas wanita yang merupakan seorang mahasiswa dari suatu universitas yang sedang melaksanakan KKN di sekolah ini.

Saat tengah melaksanakan ujian, Gia mulai kesulitan menjawab soal-soal tersebut. Kemudian ia berusaha menyontek, namun tidak berhasil. Tak lama ia melihat dua orang pengawas di depan yang sedang asik mengobrol dan bermain ponsel. Mereka tidak benar-benar mengawasi dengan baik, meskipun ada beberapa siswa yang menyontek, mengobrol, dan yang berkeliaran kesana-kemari. Mereka sepertinya tak peduli.

Kemudian ia melirik Hanna yang masih fokus mengerjakan soal.

"Waduh! Gawat! Pulpen Gue habis! Gimana nih?" Ucap Hanna panik.

"Gi, Lo punya pulpen lagi gak? Gue pinjem! Gue cuman bawa pulpen satu yang ini doang." Pinta Hanna. Gia langsung mengambil pulpen yang ia bawa banyak di cepuk (Kotak Pensil), lalu meminjamkannya pada Hanna.

"Gue pinjem dulu ya!" Ucap Hanna girang. Gia mengangguk sembari cemberut.

"Gi, Lo gak ngerjain?" Tanya Hanna sedikit kaget melihat Gia yang dari tadi diam saja tak mengerjakan.

"Gue lagi mikir!" Jawab Gia singkat.

"Oh okey." Ucap Hanna sembari melanjutkan mengerjakan soal.

"Duh salah lagi!" Celetuk Hanna. Gia kembali melirik Hanna.

Saat mengerjakan, Hanna salah menulis jawaban saat mengerjakan soal. Dengan cepat ia mengambil Tipe-X dari dalam tasnya.

"Eh, jangan di Tipe-X! Itu pulpennya ajaib bisa di hapus pakai penghapus." Cegah Gia.

"Wah serius?"

"Iya coba saja!"

Hanna langsung mencoba menghapus tulisannya memakai penghapus.

"Wah beneran ke hapus! Ajaib banget nih pulpen. Lo beli di mana?" Tanya Hanna terkejut.

"Gue beli di sekolah SD Gue dulu. Emang Lo baru tau? Kalau ada pulpen yang bisa di hapus."

"Iya Gue baru tau! Beliin Gue satu dong pulpen yang kayak gini."

"Iya nanti Gue beliin! Kalau Gue reunian lagi ke sekolah SD Gue." Ucapnya.

Setelah berbincang sebentar dengan Hanna tentang pulpen. Gia melirik Adi yang duduk di depannya. Sama seperti Hanna tadi, tiba-tiba pulpen Adi habis saat tengah mengerjakan soal.

"Pakai habis segala nih pulpen!" Umpat Adi. Kemudian Adi berbalik ke belakang.

"Gi, pinjemin Gue pulpen!" pinta Adi dengan wajah datarnya.

Gia tak Sudi meminjamkan Adi pulpen. Tapi Adi dengan tak tahu malunya mengambil sendiri pulpen di cepuk Gia yang berada di atas meja dengan entengnya.

Ingin sekali Gia marah-marah dan merebut kembali pulpen miliknya. Tapi ia takut di marahi pengawas kalau membuat kegaduhan dengan Adi.

Gia berniat ingin membalas dendam pada Adi soal kejadian waktu itu yang menyebabkan dirinya mendapat nilai 30. Kemudian pikirannya mengarahkannya pada sebuah ide curang untuk balas dendam yang entah sejak kapan ia tanam dalam benaknya? Dengan cepat ia mulai mengisi jawabannya dengan asal-asalan kemudian ia memberi nama di kertas ujiannya yang seharusnya namanya malah ia tulis nama Adi beserta nama lengkapnya bukan namanya sendiri. Ia mulai berniat curang dengan tersenyum miring seperti seorang antagonis dalam film yang sedang memainkan perannya. Sungguh benar-benar curang.

Kemudian Gia memperhatikan gerak-gerik Adi. Hanna yang duduk di sampingnya merasa cemburu melihat Gia terus menatap Adi, ia pun menyenggol Gia.

"Lihatin saja si Egi! Ngapain lihatin terus si Adi?" Hanna sedikit menegur. Gia langsung cengengesan tanpa menjawab ucapan Hanna.

Tak berselang lama...

Salah satu pengawas tiba-tiba sakit perut, lalu ia keluar kelas dan temannya berlari mengikutinya. Kini di dalam kelas tak ada yang mengawasi.

Di saat bersamaan, Adi mengumpulkan kertas ujian miliknya, kemudian ia pun pergi meninggalkan kelas sesuai peraturan yang ada, kalau siswa yang sudah beres mengerjakan soal di wajibkan untuk keluar kelas. Ini menjadi peluang yang bagus untuk Gia.

Gia langsung ke depan mengumpulkan jawaban miliknya yang ia namai dengan nama Adi. Saat akan menukar, ia menoleh dulu sedikit ke belakang, memastikan tak ada yang memperhatikannya. Setelah di rasa cukup aman, ia mulai menukarnya dengan jawaban milik Adi yang sebenarnya, kebetulan sekali sangat pas sekali Gia menukar jawaban orang yang tulisannya sama persis jeleknya seperti tulisannya.

Lalu ia membawa kertas ujian milik Adi ke bangkunya. Dengan cepat, ia langsung menghapus nama Adi dengan penghapus, karna tadi ia lihat, baru saja Adi memberi nama di kertas ujiannya menggunakan pulpen miliknya yang bisa di hapus, lalu ia mengganti nama Adi menjadi namanya.

Gia langsung tersenyum puas, kemudian ia mengumpulkan kembali jawaban milik Adi yang kini namanya di ganti menjadi namanya.

Tindakan curang tersebut ia lakukan lagi di saat jam pelajaran kedua. Untungnya tindak kecurangannya tersebut sama sekali tak di ketahui orang. Termasuk dua orang pengawas yang lalai dalam mengawasi dan juga CCTV yang tak lagi berfungsi yang seharusnya menjadi saksi mata di balik kecurangan Gia dalam mengerjakan ujian.

...----------------...

...Bersambung....

Episodes
1 GIA.
2 Kecewa.
3 Cowok Ganteng.
4 Adi.
5 Tak tahu diri.
6 Murid baru.
7 Kagum.
8 Tertipu.
9 Aku bukan pelakor.
10 Perhatian Egi.
11 Baper.
12 Kenyataan yang tak di ketahui.
13 Ayah Gia dan Rencana.
14 Sisi baik Adi.
15 Kencan Kedua membawa fakta.
16 Kejadian tak terduga.
17 Pulpen ajaib.
18 Asmara Hanna dan Adi.
19 Curang.
20 Sial.
21 Egi yang malang.
22 IQ minus.
23 Mencurigakan.
24 Ketahuan.
25 Tertipu 2.
26 Kencan yang Menyebalkan.
27 Kencan yang Menyebalkan part II.
28 Nasib yang berbeda.
29 Duka Adi dan Egi.
30 Kecurigaan Adi.
31 Gia si pembohong handal.
32 Pertanyaan jebakan.
33 Kebenaran.
34 Pertikaian.
35 Keberuntungan masih berpihak.
36 Pengawasan ketat.
37 Nekat.
38 Menari di atas penderitaan orang.
39 Kabar mengejutkan.
40 Kebusukan Gia.
41 Emosi Egi.
42 Takut.
43 Hari pertama bekerja.
44 Bekerja lagi.
45 Senyuman palsu.
46 Benalu.
47 Kerja seharian.
48 Berulah.
49 Berulang kali.
50 Petaka.
51 Merawat Egi.
52 Perhatian Gia.
53 Kepergok.
54 Hanya Gia.
55 Baper 2.
56 Belajar bersama.
57 Oh, ternyata?
58 Reaksi obat.
59 Reaksi obat 2.
60 Saling menyalahkan.
61 Ketahuan
62 Sebagian bukti
63 Bukti baru
64 Ketinggalan
65 Flashdisk
66 Cemas dek?
67 Permainan
68 21+ Gombalan panas
69 Cara terbaik
70 Terbongkar
Episodes

Updated 70 Episodes

1
GIA.
2
Kecewa.
3
Cowok Ganteng.
4
Adi.
5
Tak tahu diri.
6
Murid baru.
7
Kagum.
8
Tertipu.
9
Aku bukan pelakor.
10
Perhatian Egi.
11
Baper.
12
Kenyataan yang tak di ketahui.
13
Ayah Gia dan Rencana.
14
Sisi baik Adi.
15
Kencan Kedua membawa fakta.
16
Kejadian tak terduga.
17
Pulpen ajaib.
18
Asmara Hanna dan Adi.
19
Curang.
20
Sial.
21
Egi yang malang.
22
IQ minus.
23
Mencurigakan.
24
Ketahuan.
25
Tertipu 2.
26
Kencan yang Menyebalkan.
27
Kencan yang Menyebalkan part II.
28
Nasib yang berbeda.
29
Duka Adi dan Egi.
30
Kecurigaan Adi.
31
Gia si pembohong handal.
32
Pertanyaan jebakan.
33
Kebenaran.
34
Pertikaian.
35
Keberuntungan masih berpihak.
36
Pengawasan ketat.
37
Nekat.
38
Menari di atas penderitaan orang.
39
Kabar mengejutkan.
40
Kebusukan Gia.
41
Emosi Egi.
42
Takut.
43
Hari pertama bekerja.
44
Bekerja lagi.
45
Senyuman palsu.
46
Benalu.
47
Kerja seharian.
48
Berulah.
49
Berulang kali.
50
Petaka.
51
Merawat Egi.
52
Perhatian Gia.
53
Kepergok.
54
Hanya Gia.
55
Baper 2.
56
Belajar bersama.
57
Oh, ternyata?
58
Reaksi obat.
59
Reaksi obat 2.
60
Saling menyalahkan.
61
Ketahuan
62
Sebagian bukti
63
Bukti baru
64
Ketinggalan
65
Flashdisk
66
Cemas dek?
67
Permainan
68
21+ Gombalan panas
69
Cara terbaik
70
Terbongkar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!