Kejadian tak terduga.

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

"Kamu pasti tidak ingat, dulu saat orang tua kamu masih bekerja di rumahku, dulu kamu sering di bawa ke rumah saat itu. Kira-kira saat itu umur kamu masih 6 tahun. Pokoknya saat itu kamu masih kecil. Pastinya kamu tidak akan ingat." Ucapnya.

Gia pun hanya bisa terdiam sambil tetap fokus mendengarkan ceritanya.

"Selama bekerja mereka selalu pinjam uang pada orang tuaku. Sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya menjadi 250 juta. Saat di tagih mereka selalu menolak membayar, hingga pada akhirnya mereka kabur entah kemana sambil membawa hutang-hutang mereka." Jelasnya lagi. Kemudian Andrean mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

"Pasti bagi kamu ini sulit dipercaya. Karna kejadian ini sudah sangat lama sekali. Lihatlah foto ini, ini ibu kamu yang berada di samping ibuku dan ayah kamu sedang duduk dengan posisi berjongkok. Dan anak ingusan ini, yang berdiri di tengah adalah kamu. Wajah kamu dari dulu sampai sekarang masih sama saja gak ada bedanya." Ucapnya lagi sambil menunjukan foto orangtuanya saat bersama orangtuanya Andrean.

Gia langsung lemas tak berdaya setelah melihat bukti foto kedua orangtuanya dan keluarga Andrean. Ia sangat terkejut, bisa-bisanya orang tuanya pinjam uang sebanyak itu, hingga sampai saat ini belum terbayarkan.

"Sudah lama sekali aku mencari keberadaan ibu dan ayah kamu, sangat sulit ditemukan. Tapi sekarang, entah takdir yang membantu dengan mempertemukanku dengan kamu melalui sosial media sebagai perantaranya." Ucap Andrean dengan raut wajah yang senang.

"Kalau bisa pertemuan ini. Aku ingin kamu beritahu orang tua kamu secepatnya, untuk segera membayar hutang-hutang mereka sekarang juga!"

"Maaf! Tapi aku kesini hanya untuk bertemu kamu dan pacaran sama kamu. Jika benar kamu punya masalah dengan orang tuaku, silahkan datang saja ke rumah dan tagih hutangnya." Ucap Gia dengan sedikit emosi.

"Aku sama sekali gak tahu tentang masa lalu orang tuaku. Jikalau benar kedua orangtuaku memiliki hutang pada keluarga kamu, tolong di ikhlaskan!" Pinta Gia.

"Gak bisa! Hutang tetaplah hutang harus tetap di bayar! Apalagi jumlahnya gak sedikit." Tegas Andrean. Gia menghela nafas kasar dan memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Sebelumnya aku minta maaf karna sudah memanaskan suasana. Tapi kalau gak di ungkapkan, kamu gak akan tahu. Kalau boleh, apa aku boleh minta nomor telepon orang tua kamu buat aku hubungi?" Pinta Andrean. Gia berpikir sejenak.

"Sebaiknya gak usah! Biar aku saja yang membayar hutang kedua orang tuaku pada orang tuamu. Tapi kalau aku sudah ada uang." Ucapnya. Ia berniat tidak ingin memberitahu kedua orangtuanya akan hutang mereka.

Gia tak ingin kedua orang tuanya memiliki beban hutang yang selama ini belum mereka bayar. Ia tak mau kedua orang tuanya memiliki beban dan jadi pikiran yang bisa membuat situasi malah menjadi kacau.

"Baiklah kalau begitu! Aku akan kasih kamu tenggat seminggu buat kamu bayar!" Ujar Andrean.

"Apa seminggu? Emangnya nyari duit itu gampang!" Batin Gia emosi.

"Saya dengar, orang tua kamu sudah jadi kaya. Jadi bagi mereka sekarang yang sudah menjadi orang kaya baru, uang segitu termasuk jumlah yang paling sedikit dan gampang sekali di cari." Ucap Andrean. Gia hanya terdiam menunduk mendengar Andrean mengatakan seperti itu.

"Ngomong-ngomong... Kalau boleh tau, orang tua kamu dapat uang dari mana sampai mereka bisa sekaya itu?" Lanjut Andrean bertanya penasaran.

Gia sedikit keberatan dengan pertanyaan yang di lontarkan Andrean mengenai keluarganya. Kemudian ia mulai menceritakan kronologi dari kekayaan yang di dapatkan kedua orang tuanya.

"Sebenarnya 3 tahun yang lalu. Kedua orang tuaku bekerja sebagai pembantu di rumah besar, yang majikannya hanya seorang janda tua. Kebetulan janda itu yang sering kusebut sebagai nenek. Dia tidak punya keturunan, suaminya meninggal, bahkan dia tidak punya keluarga ataupun saudara. Dia hidup menyendiri sebatang kara. Saat dia sakit, ibuku dan aku yang mengurusnya dan merawatnya. Bahkan, sebelum ajal menjemputnya. Nenek itu sempat memberikan warisannya kepada kedua orang tuaku yang telah merawatnya, sebagai tanda terimakasih. Itulah sebabnya keluargaku jadi kayak mendadak." Ungkap Gia.

"Oh begitu, menarik!" Celetuk Andrean.

"Beruntung sekali kedua orang tua kamu. Jadi mereka tidak perlu susah-susah bekerja mencari uang. Kalau sudah ada orang lain yang mewariskan kekayaannya." Lanjutnya. Gia hanya terdiam mengangguk.

"Ya sudah kalau begitu, saya akan kasih kamu tenggat hingga tiga hari untuk membayar!" Tegas Andrean mengubah lagi kata-katanya. Gia hanya bisa menatapnya kaget tanpa berkata sepatah katapun.

*****

Di Rumah.

Sesampainya di rumah, Gia pulang dengan lesu. Kemudian ia di sambut hangat oleh ibunya dengan sebuah pertanyaan.

"Gimana kencannya? Lancar?"

"Enggak mah! Kencan Gia kacau." Jawab Gia dengan nada kesal.

"Lohh, kok kacau? Ada apa?" Tanya ibunya di selimuti rasa penasaran. Seketika Gia langsung kesal dan emosi.

"Ma, pacar yang Gia pacari itu orang yang mama sama papa kenal dari dulu! Namanya Andrean. Dia anak dari majikan mama sama papa dulu! Yang dulunya mama sama papa suka pinjam uang hingga ratusan juta dari mereka! Yang sampai saat ini belum mama sama papa terbayarkan!" Pekik Gia.

"Apa?" ibunya berdenyit kaget.

Tanpa menjawab pertanyaan ibunya yang berdenyit kaget. Gia mulai melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Kemudian tiba-tiba ia berhenti mendadak di tengah anak tangga.

"Mampus! Dasar bodoh! Gue lupa! Seharusnya Gue gak menceritakannya! Ini kan sudah Gue jadikan rahasia." Gia langsung menjiplak jidatnya. Kemudian ia berlari menuju kamarnya.

.....

Di Kamar.

Gia menangis histeris di kamarnya, ia menangis sambil mengacak-acak segala barang yang ada di kamarnya. Kemudian ia terduduk di lantai dengan posisinya yang masih terus menangis kencang layaknya seorang anak kecil yang menangis.

"Kenapa orang tua Gue harus punya hutang? Kenapaa?? Malu-maluin sajaaa!!!" Teriak Gia sambil terus menangis.

"Kenapa hidup Gue selalu sial? Setiap kali berkencan, Gue selalu gagal. Kenapaaa???" Umpatnya.

Ia terus menangis sambil berteriak-teriak hingga sepanjang malam, sampai ia melupakan sesuatu yang penting, yaitu menghafal pelajaran untuk besok ujian.

*****

Keesokan harinya.

Gia terbangun kaget dari tidurnya, setelah jam weker berbunyi dengan suara keras di depannya. Saat ia bangun, ia terkejut dirinya terbangun di meja belajar.

"Jadi semalam Gue tidur di sini?" Gumamnya tak menyangka.

Kemudian ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Setelah berhasil mengingatnya, Gia langsung memukul-mukul kepalanya dan menggebrak-gebrak meja sembari mengumpat.

Kemudian ia melihat jam weker yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Gia kembali kaget.

"Sialan! Sudah kesiangan. Terpaksa deh Gue harus bayar denda lagi."

Tak lama ibunya mengetuk pintu.

"Gia sayang! Kamu sudah berangkat? Mama bangun telat tadi pagi. Maaf mama belum menyiapkan sarapan. Kamu sudah berangkat?" Ibunya terus memanggil-manggilnya.

"Sebentar ma!" Gia beranjak cepat untuk mulai bersiap-siap diri.

*****

Di Sekolah.

Hari Pertama Ujian.

Sambil menunggu soal ujiannya di bagikan, Gia mengantuk di bangkunya. Ia berusaha menahan kantuknya sembari menaruh tangan di dagunya. Sepertinya rasa ngantuknya hampir mengalahkan segalanya.

Saat pengawas mengantarkan soal ke mejanya.

"Kamu ngantuk?" Tanya pengawas.

Gia langsung berdenyit kaget sambil menatap pengawas yang sudah berada di sampingnya tanpa ia sadari.

"Sana cuci muka! Biar kantuknya hilang." Suruh pengawas. Gia mengangguk menurut.

Setelah selesai mencuci muka. Gia kembali duduk di bangkunya untuk mengerjakan soal. Tiba-tiba ada suara ledakan dari arah belakang.

DUARRRR...

...----------------...

...Bersambung....

Episodes
1 GIA.
2 Kecewa.
3 Cowok Ganteng.
4 Adi.
5 Tak tahu diri.
6 Murid baru.
7 Kagum.
8 Tertipu.
9 Aku bukan pelakor.
10 Perhatian Egi.
11 Baper.
12 Kenyataan yang tak di ketahui.
13 Ayah Gia dan Rencana.
14 Sisi baik Adi.
15 Kencan Kedua membawa fakta.
16 Kejadian tak terduga.
17 Pulpen ajaib.
18 Asmara Hanna dan Adi.
19 Curang.
20 Sial.
21 Egi yang malang.
22 IQ minus.
23 Mencurigakan.
24 Ketahuan.
25 Tertipu 2.
26 Kencan yang Menyebalkan.
27 Kencan yang Menyebalkan part II.
28 Nasib yang berbeda.
29 Duka Adi dan Egi.
30 Kecurigaan Adi.
31 Gia si pembohong handal.
32 Pertanyaan jebakan.
33 Kebenaran.
34 Pertikaian.
35 Keberuntungan masih berpihak.
36 Pengawasan ketat.
37 Nekat.
38 Menari di atas penderitaan orang.
39 Kabar mengejutkan.
40 Kebusukan Gia.
41 Emosi Egi.
42 Takut.
43 Hari pertama bekerja.
44 Bekerja lagi.
45 Senyuman palsu.
46 Benalu.
47 Kerja seharian.
48 Berulah.
49 Berulang kali.
50 Petaka.
51 Merawat Egi.
52 Perhatian Gia.
53 Kepergok.
54 Hanya Gia.
55 Baper 2.
56 Belajar bersama.
57 Oh, ternyata?
58 Reaksi obat.
59 Reaksi obat 2.
60 Saling menyalahkan.
61 Ketahuan
62 Sebagian bukti
63 Bukti baru
64 Ketinggalan
65 Flashdisk
66 Cemas dek?
67 Permainan
68 21+ Gombalan panas
69 Cara terbaik
70 Terbongkar
Episodes

Updated 70 Episodes

1
GIA.
2
Kecewa.
3
Cowok Ganteng.
4
Adi.
5
Tak tahu diri.
6
Murid baru.
7
Kagum.
8
Tertipu.
9
Aku bukan pelakor.
10
Perhatian Egi.
11
Baper.
12
Kenyataan yang tak di ketahui.
13
Ayah Gia dan Rencana.
14
Sisi baik Adi.
15
Kencan Kedua membawa fakta.
16
Kejadian tak terduga.
17
Pulpen ajaib.
18
Asmara Hanna dan Adi.
19
Curang.
20
Sial.
21
Egi yang malang.
22
IQ minus.
23
Mencurigakan.
24
Ketahuan.
25
Tertipu 2.
26
Kencan yang Menyebalkan.
27
Kencan yang Menyebalkan part II.
28
Nasib yang berbeda.
29
Duka Adi dan Egi.
30
Kecurigaan Adi.
31
Gia si pembohong handal.
32
Pertanyaan jebakan.
33
Kebenaran.
34
Pertikaian.
35
Keberuntungan masih berpihak.
36
Pengawasan ketat.
37
Nekat.
38
Menari di atas penderitaan orang.
39
Kabar mengejutkan.
40
Kebusukan Gia.
41
Emosi Egi.
42
Takut.
43
Hari pertama bekerja.
44
Bekerja lagi.
45
Senyuman palsu.
46
Benalu.
47
Kerja seharian.
48
Berulah.
49
Berulang kali.
50
Petaka.
51
Merawat Egi.
52
Perhatian Gia.
53
Kepergok.
54
Hanya Gia.
55
Baper 2.
56
Belajar bersama.
57
Oh, ternyata?
58
Reaksi obat.
59
Reaksi obat 2.
60
Saling menyalahkan.
61
Ketahuan
62
Sebagian bukti
63
Bukti baru
64
Ketinggalan
65
Flashdisk
66
Cemas dek?
67
Permainan
68
21+ Gombalan panas
69
Cara terbaik
70
Terbongkar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!