Libur kerja

Setelah merasa kenyang, Inka kembali ke ruangan Naren, Ia berjalan dengan riang. Saat masuk ke dalam ruangan, Ia melihat Robi memegang ponselnya.

"Pak Robi ..." panggil Inka membuat Robi kaget dan menoleh ke arah Inka.

Inka langsung mendekati Robi dan menaraih ponselnya, melihat nama di "NYAI ROSIDA" matanya langsung melebar dan Ia keluar dari ruangan Naren.

Inka : "Hallo."

Rosida : "Hei ... kemana saja kau tidak pulang, hah! Harusnya memberi tahu kami, apa kau tahu ayahmu sepanjang malam mencari mu di pusat kota, tetapi tidak menemukan mu, dia sampai menyusuli mu ke kantor tetapi tidak menemukan mu! Kenapa kau ini!"

Mendengar ocehan Rosida yang sangat menyeramkan, membuat Inka bingung harus mengatakan apa. Bahkan Inka tidak tahu sebenernya dia ad di mana.

Rosida : " Inka! ... kenapa diam saja, kau di mana! Katakan sekarang!"

Inka : "Ibu tenang lah, aku sedang bekerja. Kita sedang rapat di suatu tempat, aku sangat sibuk. Sampai tidak bisa mengabari kalian. Tolong percayalah, jangan marah ya. Dada ...."

Inka langsung mematikan telpon, Ia berusaha mengatur napasnya. Rosida yang terus mengoceh di dalam telpon, langsung menyadari jika telpon sudah terputus.

"Anak kurang ajar!" seru Rosida.

Solihin yang melihat Rosida marah-marah langsung mendekat.

"Ada apa?" tanya Solihin.

"Putri mu sangat tidak sopan, dia langsung mematikan ponselnya begitu saya," jawab Rosida.

"Inka menelpon mu? Apa katanya? Sekrang dia di mana?" tanya Solihin.

Rosida menatap Solihin sambil terlihat sangat menghawatirkan putrinya.

"Putri menangkat telpon ku, dia hanya mengatakan sedang mengikuti rapat dengan bosnya, mungkin besok akan pulang," jelas Rosida.

"Ya sudah, biarkan dia bekerja. Aku sudah sangat lega mendengar kabarnya baik-baik saja, kau jangan terlalu memarahinya, dia sudaj stres di pekerjaan lalu mendengar ocehan mu akan lebih stres," ucap Solihin.

"Kenapa jadi malah aku yang di ceramahi, gak anak gak bapak sama saja," kesal Rosida langsung pergi meninggalkan Solihin.

Rosida berjalan ke dapur dengan bibir yang seperti krucut, Ia terus mengomel sampai membuat Solihin merasa pusing dan kembali ke kamarnya.

Sudah 3 hari mereka di klinik itu, dan akhirnya memutuskan pulang. Inka sudah merasa ingin mengganti pakaiannya karena sudah 3 hari Ia tidak memgganti pakaiannya.

Mereka berpisah dengan dokter Luis dan sang koki yang baik hati, ada rasa sedih di dalam hari Inka meninggalkan koki Ali. Bahkan sampai dia akan pulang bersama bosnya, Ia tidak mengetahui nama koki itu.

Dia hanya mengetahui koki itu dengan sebutan bapak koki.

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, mereka bertiga tidak ada yang mengatakan apapun. Di dalam mobil sangatlah hening membuat Inka mengantuk.

"Di mana rumah mu?" tanya Naren.

"Tuan berbicara dengan saya?" tanya Inka.

"Kau pikir yang duduk di sebelah ku siapa lagi kalo bukan dirimu?" ucap Naren.

Inka pun senyum pepsodent, membuat Naren kesal.

"Rumah ku di Jalan Siladex No.25. Tidak jauh dari kantor tuan hanya butuh 15 menit naik bus," jelas Inka.

Naren menatap Inka dengan penuh arti, Ia meningat saat Inka merawatnya selama di klinik. Keceriaannya membangkitkan semangat Naren, walau kadang menyebalkan dan sangat ceroboh.

Robi akhirnya menghentikan mobilnya tepat di depan kedai milik Inka, Rosida yang melihat ada mobil mewah parkir di halaman rumahnya, membuat Rosida penasaran.

"Ayah! ...."

Teriakan Rosida membuat Solihin yang sedang makan, langsung berlari mendekati Rosida.

"Ada apa?" tanya Solihin.

"Ada mobil mewah berhenti di depan kedai kita, siapa dia? Apa kau mengenalinya?" tanya Rosida.

"Alah mungkin orang mau putar balik, sudah jangan di pikirkan, kau ini mengganggu ku makan," sahut Solihin.

Pintu mobil terbuka memperlihatkan kaki jenjang yang putih dan mulus, saat melihat sepatu yang di kenakan oleh wanita itu, Rosida langsung mengenalinya.

"Kau boleh libur selama 2 hari, jadi gunakan waktu mu sebaik mungkin," ucap Naren.

"Kalo saya libur, apa saya harus ke rumah tuan untum menyiapkan kebutuhan tuan di luar kantor?" tanya Inka.

"Tidak usah, ini memang hari libur mu," kata Naren.

"Baiklah, terima kasih pak, tuan. Mari ..." ucap Inka keluar dari mobil mewah milik Naren.

Rosida memperhatikan itu ternyata putrinya sendiri, setelah keluar dari mobil. Inka menundukan kepalanya saat mobil itu pergi menjauh dari hadapannya.

"Ayah! Kemari! Lihatlah siapa yang pulang! " teriakan Rosida membuat Solihin malas menanggapinya.

"Ayah! Cepat kemari!" panggik Rosida membuat Solihin penasaran.

Solihin pun mendekati Rosida, saat Ia menunjuk ke arah Inka yang berjalan ke rumahnya membuat Solihin sangat girang.

"Inka! ... putri ayah!" teriak Solihin.

Inka yang mendengar teriakan dari Solihin dan melambaikan tangnya membuat Inka langsung melepas sepatunya dan berlari agar segera sampai ke rumahnya.

"Bagai mana kabarmu nak, ayah sangat merindukan mu?" tanya Solihin langsung memeluk Inka.

Belom sempat Inka mengatakan jika dia bau, Solihin tak memperdulikannya dan langsung memeluk putrinya dan mencium bau tak sedap, tetapi tidak di hirauan lagi karena rasa rindunya begitu besar dari rasa bau badannya yang 3 hari tidak mandi.

Rosida yang merasakan bau pun langsung menyuruh Inka untuk segera mandi, karena Ia terus mengomeli Inka, akhirnya Inka pun masuk kamar mandi.

"Mandi yang bersih, kau perlu luluran agar lebih harum!" teriak Rosida.

"Iya, aku akan meluluri tubuhku!" balas Inka dari dalam kamar mandi.

"Kau harus masak kesukaan putri ku," ucap Solihin.

"Kau terlihat sangat senang, melihat Inka pulang ke rumah," ucap Rosida.

"Entah lah, aku sangat menyayanginya. Melebihi dirimu," kata Solihin.

Perdebatan di mulai lagi antara suami istri itu, selesai membersihkan tubuhnya Inka pun makan bersama kedua orang tuanya, tanpa Jimin yang sedang sekolah.

"lihat lah wajah mu sembab, apa kau makan mie terus?" tanya Rosida.

"Bagai mana ibu tahu, aku di buatkan pasta oleh koki tampan, dan rasanya sangat enak," jawab Inka.

Mereka berbincang denga hangat, sambil menyantap makam siangnya. Inka menceritakan kegiatannya selama menjadi sekretaris dari bos baru nya. Orang nya begitu menyimak dengan seksama.

" Jadi mobil mewah itu, mobil bos mu?" tanya Rosida.

Inka menganggukan kepalanya.

"Apa kau tahu, dia sudah punya pacar atau belom?" tanya Rosida.

Rosida terlihat sangat agresif dengan bos baru nya Inka, karena baru pertama kalianya Inka diantar oleh bosnya.

"Pertanyaan itu seperti ingin membuat KTP," jawab Inka.

"Ye ... siapa tau kan, kalo belom ya kau dekati dia. Kalau kau tidak mau biar ibu yang menggantikan mu," ucap Rosida.

Solihin langsung reflek memukul bahu Rosida, matanya menatap tajam ke arah istrinya yang sangat centil. Inka yang melihat tingkah kedua orang tuanya, hanya bisa tersenyum.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Inka, membuat Rosida langsung membuka pintu itu, ketika orang itu berjalan masuk ke dalam Ia sangat girang melihat Inka.

BERSAMBUNG....

Terpopuler

Comments

Nur Adam

Nur Adam

lnjjt

2023-04-10

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog.
2 Mencari pekerjaan.
3 Hari interview
4 Hari pertama kerja
5 Salah paham.
6 Gagal lagi
7 Lowongan pekerjaan baru
8 Tanpa Riasan
9 Training kerja
10 Bertemu sang CEO
11 Sekretaris atau Art
12 Pewangi ruangan
13 Lemari Celana dalam
14 Makan sup 2 Mangkuk
15 Sepotong Roti.
16 Kepanikan Inka
17 Asisten atau Sekretaris
18 Belahan Jiwa
19 Bapak Koki
20 Libur kerja
21 Sup untuk Bos
22 Mansion Naren
23 Pingsan di Halte
24 Karaoke di rumah
25 Kepantai
26 Dunia sempit
27 Kedatangan teman lama
28 Kesibukan yang hakiki
29 Hot News
30 Persiapan Ke Dubai
31 Ketakukan Naren.
32 Ayam goreng.
33 Silahturahmi bibir
34 Perasaan yang tak biasa
35 Aku Lapar
36 Terhempas ke lantai
37 Minta Izin
38 Jet Pribadi
39 Penuh Percaya diri.
40 Kedinginan
41 Tanda Kepemilikan Naren
42 Kepanasan
43 The Dubai Fountain
44 Makan malam.
45 Kepulangan Naren
46 Gosip baru
47 Desakan Nina.
48 Kedatangan Ludin
49 Kapan Nikah
50 Terpukau
51 Ledakan Bus
52 Ungkapan yang salah
53 Tiba-tiba di jodohkan
54 Ancaman sang ayah
55 Salah tingkah
56 Jenjang Karir
57 Bau-bau jatuh cinta
58 Gugup
59 Di perhatikan banyak orang
60 Salah Paham
61 Salah Paham 2
62 tiba-tiba anmesia
63 Aku mencintaimu
64 Patah hati Ludin
65 Kekasih Naren.
66 Kegigihan Alexa
67 Panggilan Sayang
68 Keegoisan seseorang
69 Perubahan sikap
70 Dunia Sempit
71 Siap bertarung
72 Kecewa
73 Malam yang penuh amarah
74 Kecelakaan kecil
75 Patah hati Luis
76 Gara-gara Magic Garden
77 Pesta dadakan
78 Imajinasi Naren
79 Kegelian Robi
80 Prepare
81 kelas platinum
82 Pencitraan
83 Tawa Naren.
84 Maha siswa baru
85 Pertahanan dan Kekuatan
86 Penyerangan
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog.
2
Mencari pekerjaan.
3
Hari interview
4
Hari pertama kerja
5
Salah paham.
6
Gagal lagi
7
Lowongan pekerjaan baru
8
Tanpa Riasan
9
Training kerja
10
Bertemu sang CEO
11
Sekretaris atau Art
12
Pewangi ruangan
13
Lemari Celana dalam
14
Makan sup 2 Mangkuk
15
Sepotong Roti.
16
Kepanikan Inka
17
Asisten atau Sekretaris
18
Belahan Jiwa
19
Bapak Koki
20
Libur kerja
21
Sup untuk Bos
22
Mansion Naren
23
Pingsan di Halte
24
Karaoke di rumah
25
Kepantai
26
Dunia sempit
27
Kedatangan teman lama
28
Kesibukan yang hakiki
29
Hot News
30
Persiapan Ke Dubai
31
Ketakukan Naren.
32
Ayam goreng.
33
Silahturahmi bibir
34
Perasaan yang tak biasa
35
Aku Lapar
36
Terhempas ke lantai
37
Minta Izin
38
Jet Pribadi
39
Penuh Percaya diri.
40
Kedinginan
41
Tanda Kepemilikan Naren
42
Kepanasan
43
The Dubai Fountain
44
Makan malam.
45
Kepulangan Naren
46
Gosip baru
47
Desakan Nina.
48
Kedatangan Ludin
49
Kapan Nikah
50
Terpukau
51
Ledakan Bus
52
Ungkapan yang salah
53
Tiba-tiba di jodohkan
54
Ancaman sang ayah
55
Salah tingkah
56
Jenjang Karir
57
Bau-bau jatuh cinta
58
Gugup
59
Di perhatikan banyak orang
60
Salah Paham
61
Salah Paham 2
62
tiba-tiba anmesia
63
Aku mencintaimu
64
Patah hati Ludin
65
Kekasih Naren.
66
Kegigihan Alexa
67
Panggilan Sayang
68
Keegoisan seseorang
69
Perubahan sikap
70
Dunia Sempit
71
Siap bertarung
72
Kecewa
73
Malam yang penuh amarah
74
Kecelakaan kecil
75
Patah hati Luis
76
Gara-gara Magic Garden
77
Pesta dadakan
78
Imajinasi Naren
79
Kegelian Robi
80
Prepare
81
kelas platinum
82
Pencitraan
83
Tawa Naren.
84
Maha siswa baru
85
Pertahanan dan Kekuatan
86
Penyerangan
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!