Training kerja

Solihin yang melihat Inka tanpa riasan merasa kaget, "apa kau sakit?"

"Tidak, aku hanya akan menghindari hari sial ku. Sudah lah aku berangkat, dada ..." ucap Inka langsung pergi meninggalkan mereka yang sedang sarapan.

Dengan rasa malas, Inka berjalan menunggu bus di halte. Meski tak menggunakan riasan, wajah Inka tetap terlihat sangat cantik.

Ia berjalan melewati trotoar jalanan yang ramai di padati pejalan kaki, dengan penuh keraguan Inka masuk ke area gedung Adewe Group. Berusaha menyakinkan dirinya sendiri, Ia melangkah masuk ke dalam aula gedung itu.

"Kenapa aku merasa sangat gugup, okay ... tenang Inka kau pasti bisa mengendalikan diri mu," gumam Inka.

Melihat ada 10 orang kandidat yang sudah menunggu di ruang tunggu, Inka pun ikut duduk di samping salah satu kandidat yang sedang membaca buku.

"Permisi Nona, apa kau sudah masuk ke dalam?" sapa Inka dengan suara berbisik.

Wanita cantik itu menoleh ke arah Inka, "aku belom masuk ke dalam, memangnya ada apa."

Inka mendapat giliran nomer 10, saat ini wanita yang masuk ke dalam nomor urut 7. Saat Ia masuk dengan anggunnya, tak lama di dalam ruangan itu entah apa yang di bahas, wanita itu keluar dengan menangis tersenduh. Membuat Inka terkejut.

Giliran nomor urut 8 masuk denga gaya yang akuh, tak lama berada di dalam Ia pun langsung keluar dengan membanting pintu membuat peserta yang tersisa kaget.

'Mereka pada kenapa? Ini sangat menyeramkan,' batin Inka.

Mereka yang keluar ruangan itu setelah interview, terlihat aneh dan menakutkan, membuat Inka semakin gugup untuk masuk ke dalam.

Saat nya giliran Inka yang mendapat nomor urut terakhir untuk masuk ke dalam. Wajahnya seketika pucat, di tambah dirinya yang memang tidak merias wajahnya seperti para perserta lainnya.

Inka masuk ke dalam ruangan itu, membuka pintu. Di sambut oleh Robi yang memang menjadi manager di bagian wawancara.

"Silahkan duduk Nona," ucap Robi.

Inka pun langsung duduk, suasana di dalam ruangan itu sangat menegangkan, membuatnya sangat gugup, tetapi Ia berusaha untuk tetap tenang.

"Okay, Nona Inka Pioni. Saya tertarik dengan nama anda yang unik, apa anda akan siap jika nanti terpilih menjadi sekretarik pribadi tuan Narendra Prawira?" tanya Robi.

"Apa yang akan saya kerjaan, jika saya terpilih menjadi sekretaris tuan Narendra," sahut Inka.

"Anda harus stay 24 jam bersama tuan Narendra Prawira, hal sekecil apapun anda harus tahu dan memahami situasi yang sedang genting. Dan anda harus pandai dalam berbahasa Inggris, karena nanti anda akan mengikuti tuan Narendra Prawira," jelas Robi.

"Apa cuman itu saja yang harus saya tahu?" tanya Inka.

"Tentu tidak, masih ada banyak sekali yang harus anda tahu. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah anda sanggup menjadi sekretaris tuan muda?" tanya Robi.

"Kan belom saya coba pak, mana lah saya tahu?" ucap Inka dengan wajah begitu polos.

Robi terdiam mempertimbangkan wanita yang ada di depannya, sangat mengangumkan jawaban yang di berikan Inka sangat lah polos dan tidak sopan, membuat Robi mengira jika perempuan ini akan tahan banting ketika menghadapi Narendra Prawira.

"Okay baiklah, besok kamu masuk training pertama ya," ucap Robi membuat Inka tercengang bingung dan terkejut.

"Maksud bapak, saya di terima kerja?" tanya Inka.

"Saya gak bilang begitu? Saya cuman bulang besok kamu mulai training di kantor ini," kata Robi.

"Apa berbeda ya pak, antara di terimaka kerja dengan training?" tanya Inka.

"Hei ... apa kau baru masuk ke dunia kerja?" tanya Robi.

Sejenak Inka berfikir, dirinya harus menceritakan perjalanan karirnya atau tidak. Hal ini membuatnya sangat bingung.

"Kenapa malah diam, apa kau baru masuk dunia kerja?" tanya Robi.

"Saya sebenernya ... hem, maksudnya saya pernah bekerja pak. Tapi nasib buruk selalu menimpa diri saya," ucap Inka.

"Jadi kau selalu sial ya? Maka dari itu rasa training kamu dulu, sekiranya kamu gak betah ya sudah bisa keluar kapan saja, kalo kinerja kamu bagus ya kamu akan di kontrak perusahaan ini," jelas Robi.

"O ... jadi begitu ya pak, okay baik lah. Besok saya datang ke sini jam berapa pak." tanya Inka.

Robi menjelaskan, jika besok Inka harus datang ke kantor tepat waktu sebelum jam 7 pagi. Interview selesai dan Inka langsung keluar ruangan itu, segera dirinya menghubungi Nina yang sedang duduk di ruangannya.

Suara ponsel berdering.

Nina : "Ada apa? Adakah kabar gembira?"

Inka : "Bagaimana kau tau?"

Nina : "Aku bertanya kepada mu, kenapa malah bertanya baik? Iya ada apa dengan mu?"

Inka : "Entah lah, aku harus senang apa bersedih. Besok aku akan di training di kantor ini, tapi aku belom di beri tahu harus melakukan apa jika menjadi sekretaris pribadi."

Nina : "Ya ... mungkin besok kau akan di beri tahu semuanya, ngomong-ngomong kau kabar bahagia. Aku harus bertemu tante Rosida dan Om Solihin, mereka akan meneraktirku makan ayam goreng di kedai nya."

Inka : "Baiklah, kalo begitu aku jemput kau di kantor ya."

Telepon pun terputus, Inka langsung keluar dari kantor Adewe Group, seketika wajahnya yang tanpa make up langsung berseri-seri.

'Aku pikir interview ini sangat menakutkan, nyatanya tidak. Semoga ini menjadi awal yang baik,' batin Inka.

Inka menyusul Nina yang masih ada di kantornya, menaiki bus yang melaju dengan kecepatan sedang. Terlihat di luar sana jalanan di padati pengguna sepeda motor yang bertaburan di sepanjang jalan. Membuat jalanan macet.

Akhirnya mereka bertemu di pinggir jalan, saat Nina akan masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba ada yang memanggil namanya dengan lantang.

"Nina!" panggil Inka.

Nina pun menoleh ke arah sumber suara, "kenapa lama sekali, aku hampir satu jam menunggu mu di sini."

"Maafkan aku, jalana sangat macet. Jadi aku terlambat," jelas Inka.

Mereka masuk ke dalam mobil Nina, mobil melaju ke arah rumah Inka.

"Apa om sama tante sudah tahu?" tanya Nina.

"Belom, aku belom sempat memberitahunya," jawab Inka.

"Jadi kalian ini, memang taruhan ya. Jahat sekali tidak memberitahu ku," ucap Inka.

"Sudah jangan marah, intinya kau besok mulai masuk bekerja. Eh, Inka. Apa perlu kita ke dukun?" tanya Nina.

"Dukun, untuk apa?" sahut Inka.

Sekilas Nina terfikir di dalam benaknya, tentang dukun yang mampu mengusir setab di dalam tubuh manusia dan bisa membuat orang terlepas dari nasib buruk.

Semua yang Nina ketahui belom sempat di beri tahukan kepada Inka, karena melihat Inka sudah di training hatinya menjadi senang.

Mobil itu masuk ke dala komplek tepat pinggir jalan kedai milik orang tua Inka sudah buka.

Melihat Nina keluar dari pintu mobil dan memanggil Rosida dengan girang, akhirnya mereka teriak bahagia bersama dan saling berpelukan.

Inka yang melihat pemandangan di depannya merasa heran.

BERSAMBUNG....

Episodes
1 Prolog.
2 Mencari pekerjaan.
3 Hari interview
4 Hari pertama kerja
5 Salah paham.
6 Gagal lagi
7 Lowongan pekerjaan baru
8 Tanpa Riasan
9 Training kerja
10 Bertemu sang CEO
11 Sekretaris atau Art
12 Pewangi ruangan
13 Lemari Celana dalam
14 Makan sup 2 Mangkuk
15 Sepotong Roti.
16 Kepanikan Inka
17 Asisten atau Sekretaris
18 Belahan Jiwa
19 Bapak Koki
20 Libur kerja
21 Sup untuk Bos
22 Mansion Naren
23 Pingsan di Halte
24 Karaoke di rumah
25 Kepantai
26 Dunia sempit
27 Kedatangan teman lama
28 Kesibukan yang hakiki
29 Hot News
30 Persiapan Ke Dubai
31 Ketakukan Naren.
32 Ayam goreng.
33 Silahturahmi bibir
34 Perasaan yang tak biasa
35 Aku Lapar
36 Terhempas ke lantai
37 Minta Izin
38 Jet Pribadi
39 Penuh Percaya diri.
40 Kedinginan
41 Tanda Kepemilikan Naren
42 Kepanasan
43 The Dubai Fountain
44 Makan malam.
45 Kepulangan Naren
46 Gosip baru
47 Desakan Nina.
48 Kedatangan Ludin
49 Kapan Nikah
50 Terpukau
51 Ledakan Bus
52 Ungkapan yang salah
53 Tiba-tiba di jodohkan
54 Ancaman sang ayah
55 Salah tingkah
56 Jenjang Karir
57 Bau-bau jatuh cinta
58 Gugup
59 Di perhatikan banyak orang
60 Salah Paham
61 Salah Paham 2
62 tiba-tiba anmesia
63 Aku mencintaimu
64 Patah hati Ludin
65 Kekasih Naren.
66 Kegigihan Alexa
67 Panggilan Sayang
68 Keegoisan seseorang
69 Perubahan sikap
70 Dunia Sempit
71 Siap bertarung
72 Kecewa
73 Malam yang penuh amarah
74 Kecelakaan kecil
75 Patah hati Luis
76 Gara-gara Magic Garden
77 Pesta dadakan
78 Imajinasi Naren
79 Kegelian Robi
80 Prepare
81 kelas platinum
82 Pencitraan
83 Tawa Naren.
84 Maha siswa baru
85 Pertahanan dan Kekuatan
86 Penyerangan
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog.
2
Mencari pekerjaan.
3
Hari interview
4
Hari pertama kerja
5
Salah paham.
6
Gagal lagi
7
Lowongan pekerjaan baru
8
Tanpa Riasan
9
Training kerja
10
Bertemu sang CEO
11
Sekretaris atau Art
12
Pewangi ruangan
13
Lemari Celana dalam
14
Makan sup 2 Mangkuk
15
Sepotong Roti.
16
Kepanikan Inka
17
Asisten atau Sekretaris
18
Belahan Jiwa
19
Bapak Koki
20
Libur kerja
21
Sup untuk Bos
22
Mansion Naren
23
Pingsan di Halte
24
Karaoke di rumah
25
Kepantai
26
Dunia sempit
27
Kedatangan teman lama
28
Kesibukan yang hakiki
29
Hot News
30
Persiapan Ke Dubai
31
Ketakukan Naren.
32
Ayam goreng.
33
Silahturahmi bibir
34
Perasaan yang tak biasa
35
Aku Lapar
36
Terhempas ke lantai
37
Minta Izin
38
Jet Pribadi
39
Penuh Percaya diri.
40
Kedinginan
41
Tanda Kepemilikan Naren
42
Kepanasan
43
The Dubai Fountain
44
Makan malam.
45
Kepulangan Naren
46
Gosip baru
47
Desakan Nina.
48
Kedatangan Ludin
49
Kapan Nikah
50
Terpukau
51
Ledakan Bus
52
Ungkapan yang salah
53
Tiba-tiba di jodohkan
54
Ancaman sang ayah
55
Salah tingkah
56
Jenjang Karir
57
Bau-bau jatuh cinta
58
Gugup
59
Di perhatikan banyak orang
60
Salah Paham
61
Salah Paham 2
62
tiba-tiba anmesia
63
Aku mencintaimu
64
Patah hati Ludin
65
Kekasih Naren.
66
Kegigihan Alexa
67
Panggilan Sayang
68
Keegoisan seseorang
69
Perubahan sikap
70
Dunia Sempit
71
Siap bertarung
72
Kecewa
73
Malam yang penuh amarah
74
Kecelakaan kecil
75
Patah hati Luis
76
Gara-gara Magic Garden
77
Pesta dadakan
78
Imajinasi Naren
79
Kegelian Robi
80
Prepare
81
kelas platinum
82
Pencitraan
83
Tawa Naren.
84
Maha siswa baru
85
Pertahanan dan Kekuatan
86
Penyerangan
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!