"Dasar bocah tengil, awas kau ya," acaman Inka tak di hirauan oleh sang adik.
Pagi itu Inka membuka pintu rumahnya, sinar matahari langsung menyambut nya untuk kesekian kali, hari ini Inka akan di interview oleh pemilik toko baju yang cukup terkenal. Langkah kakinya membuat banyak orang iri karena Ia memiliki kaki yang jenjang dan ramping, kulit nya putih membuat nya semakin sempurna.
Saat sampai di depan toko baju yang bernama Toko Shoyi, Inka merasa sangat gugup ketika akan masuk ke dalam, Ia berusaha mengatur napasnya agar lebih tenang.
"Tenangkan diri mu Inka, kau pasti bisa. Yok! Bismilah," gumam Inka.
Inka pun masuk ke dalam toko, dan melihat ada 4 orang yang hari ini akan di wawancarai oleh pemilik toko.
'Aku pikir hanya aku yang di wawancarai, ternyata ada banyak juga, apa harapan ku akan pupus,' batin Inka.
Mendapat giliran namanya di panggil, Inka masuk ke dalam ruangan itu, melihat pemilik toko yang tiba-tiba mengedipkan matanya berulang kali membuat Inka bingung.
"Permisi pak, perkenalkan nama saya Inka Pioni ...," ucap Inka belom sempat melanjutkan kalimatnya sudah di potong oleh pemilik tokoh.
"Baiklah, kau terlihat sangat sempurna. Lekuk tubuh mu begitu indah dan senyum mu sangat menawan. Aku rasa kau akan di terima di sini," sahut Pemilik toko.
"Saya di terima menjadi karyawati di sini Pak?" tanya Inka.
"Hem, bukan ... melainkan jadi istri ke 4 saya, kau pasti mau kan. Tenang aku punya banyak uang, kau bisa gunakan sesukamu," kata Pemilik toko.
Inka merasa sangat geram dengan semua yang di katakan pemilik toko, Ia pun langsung menghentakan tangannya di atas meja membuat si pemilik toko itu merasa sangat kaget.
"Bapak pikir saya akan mau dengan penawaran itu! Beraninya Bapak menganggap saya wanita murahan! Seenaknya bapak mengatakan jika saya akan menjadi istri Bapak! Pria kurang aja!" geram Inka membuat pemilik toko itu ketakutan.
"Kau ... lebih menakutkan dari dugaan ku, sekarang kau pergi. Dan jangan kembali lagi!" teriak Pemilik toko.
"Baiklah! Aku juga tidak sudi bekerja dengan Bapak! Dasar mata keranjang!" teriak Inka.
Teriakan Inka di dalam ruangan membuat mereka yang menunggu giliran interview saling pandang, ada kecemasan di dalam hati mereka semua termasuk karyawati yang ikut berada di tempat itu.
"Kenapa semakin menegangkan? Apa wanita yang ada di dalam itu sedang bertengkar dengan pemilik toko?" suara bisikan itu terdengar cukup jelas.
Dengan rasa kesal,Inka membuka pintu ruangan itu dengan paksa. Napasnya tersengal-sengal membuat mereka yang menuggu giliran merasa takut.
"Dasar pria kurang ajar!" geruru Inka pergi meninggalkan Toko Shoyi.
Inka berjalan keluar toko itu, langkah nya yang cepat saat menjauh dari toko, dirinya langsung merasa lemas. Kejadian yang barusan di alami oleh nya sangat di luar dugaan, Ia tak habis pikir jika akan terjadi seperti ini.
"Beraninya dia menganggap aku wanita mata duitan, memang aku butuh duit. Tapi tidak menjadi istri ke 4 nya juga, menyabalkan," gerutu Inka.
Dirinya terus mengumpat sepanjang jalan, melihat ke kanan dan ke kiri setiap toko yang membuka lowongan, akhirnya Ia menemukan salah satu restauran yang cukup ramai sedang membutuhkan pelayan. Inka yang melihat pengumunan itu langsung masuk ke dalam resto.
"Permisi Mbak, Mas? Apa pengumuman di depan sedang memputuhkan pelayan?" tanya Inka.
"Benar Mbak, ada yang bisa kami bantu?" sahut Pelayan resto.
"Saya mau mendaftar jadi pelayan di toko ini," kata Inka dengan percaya diri.
Pelayan itu melihat penampilan Inka yang sangat sempurna seperti model, merasa heran karena Ia melihat Inka akan bekerja sebagai seorang pelayan resto.
Interview pun berlangsung, dan hari itu juga Inka di terima di tempat kerjanya yang baru sebagai seorang pelayan. Dengan penuh semangat Inka mengikuti arahan yang di beritahu oleh manager resto.
Pelayan resto itu mulai ramai di padati pelanggan karena tepat jam makan siang, dan berita tentang pelayan cantik di resto itu langsung menyebar luas. Membuat resto itu langsung antri, mambuat semua pelayan yang ada di dalam resto sangat kualahan.
Hari pertama Inka bekerja langsung ramai pengunjung membuat Inka sangat kualahan, kaki nya terasa akan patah karena Ia terus mondar mandir melayani setiap pengunjung yang datang.
"Mbak pesan sandwich nya satu porsi."
Suara pengunjung bergema di telinga Inka, dengan sisa tenaganya Ia pun menyauti panggilan itu, " baiklah, tunggu sebentar ya!" teriakan Inka membuat banyak orang segera meminta gilirannya.
Sambil mengatur napasnya, Inka pun langsung kembali melayani pelanggan nya, ada yang meminta foto, ada yang menggodanya, ada yang menanyakan nomor telponya, ada yang meminta alamat rumah nya. Semua itu di hiraukan oleh Inka.
Manager toko itu pun sangat senang melihat resto nya di padati pengunjung karena kehadiran Inka.
"Dia memang pembawa berkah," gumam manager toko.
Sampai satu kejadian di mana salah satu pengunjung yang memang sengaja ini menjatuhkan Inka, tiba-tiba datang bersama pasangannya memesan 2 porsi sandwich. Karena belom juga di layani, dia pun langsung marah kepada Inka yang memang saat itu sedang mengantar pesanan ke meja.
"Mbak kenapa lama sekali sih! Apa-apaan resto ini gak profesional!" hardik salah satu pengunjung.
Belom sempat di tanggapin oleh Inka, perempuan itu marah dan merasa kesal. akhirnya dirinya mendorong Inka sampai terjatuh menimpa salah satu pengunjung yang sedang menyantap sandwich pesanannya.
BRUK....
Pengunjung itu sangat terkejut karena Ia melihat Inka jatuh di hadapannya menimpa *sandwic*h yang akan di nikmati oleh nya. Tiba-tiba tak berbentul dan sisa saus itu menyiprat ke wajah pengunjung itu.
"Apa-apaan ini!" seru pengunjung.
Inka yang berusaha untuk bangun dengan pakaian yang kotor merasa kaget melihat pengunjung di depannya terlihat sangat marah dengan percikan saus dan mayonais di wajahnya.
"Nona maafkan aku, aku tidak sengaja," ucap Inka.
Saat Inka sedang meminta maaf, tiba-tiba ada yang mencolek pantatnya membuatnya menoleh ke arah melakan dan menatap pria yang ada di hadapannya.
"Kurang ajar!" seru Inka menampar dengan sangat keras.
Pria itu merasa bingung saat Inka menamparnya, ternyata dia pacar dari wanita yang sandwich nya di rusak olrh Inka.
"Beraninya kau menampar pacar ku!" seru Nona itu.
"Pria itu memegang pantat ku," ucap Inka.
"Tidak mungkin! Dasar wanita gatel!" teriak Nona itu.
Mereka pun bertengkar di tengah-tengah ramai nya pengunjung yang akan membeli sandwich.
BERSAMBUNG.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Ingka
Sabar Inka...laki2 modelan begitu emang perlu dikasih pelajaran.
2023-07-17
1
Rini Musrini
kehadiran inka d mana² menarik pembeli tp sayangnya sering d manfaatin sm orang yg sirik sm inka
2023-06-10
1
Diana Budhiarti
asyikkk ... hayo INKA hajar tuh laki laki iseng
2023-04-10
1