Gagal lagi

Inka langsung menemui Pak Jo yang sedang di rawat di rumah sakit karena Ia sempat syok. Saat ini Ia di rawat di IGD, Inka bersama Nina berjalan masuk ke dalam IGD dan melihat Pak Jo sedang terbaring sambil makan.

"Pak Jo, bagai mana kondisi Bapak?" tanya Inka.

Mendengar suara Inka yang datang menemuinya, Jo langsung menghentikan kunyahannya dan meletakan makanan itu di nakas. Seleranya seketika hilang mengingat saat Inka menendang barang vitalnya sampai dia syok.

"Kau tidak lihat, aku hampir saja mati karena ... ais, sudah lah aku tidak mau membahasnya," jawab Jo.

"Maafkan saya pak, saya tidak melihat Pak Jo berada di belakang saya, saya berkelahi karena saya menjaga harga diri saya. Apa bapak tau kejadian kemarin sangat kacau, beraninya pria itu memegang bongkong ku, tanpa seizin ku. Itu sangat tidak sopan, dasar kurang ajar!" jelas Inka dengan ekspresi yang cukup tegas.

"Kenapa kau malah yang marah," ucap Jo.

"Hah, maksud Bapak apa?" tanya Inka.

"Aku tidak menanyakan itu, hey ... apa kau tahu, aku mengalami kerugian cukup besar. Aduh, mana ini ku sakit, aku harus bayar rumah sakit, menggajin karyawan, mengganti kerugian, astaga malang sekali nasib ku," ocehan Jo membuat Allena merasa sangat bersalah dan sedih.

Ucapan itu membuatnya tak bisa berbuat apa-apa.

"Lalu aku harus bagaimana pak? Aku tidak punya uang untuk mengganti semua kerugian yang bapak alami," ucap Inka.

"Aku tidak menyuruh mu untuk mengganti kerugian semua ini, sekarang pergi dari sini dan jangan kembali," kata Jo.

"Jadi, bapak memecat ku?" tanya Inka.

"Iya! Sudah sana pergi!" seru Jo.

Inka pergi meninggalkan IGD itu bersama Nina, langkahnya terlihat begitu berat saat meninggalkan rumah sakit itu.

"Sudah, jangan bersedih. Masih ada banyak toko yang membutuhkan ksryawan baru," ucap Nina.

"Tapi ini menyakitkan, hua ..." ucap Inka menangis di sepanjang jalan.

Nina merasa malu karena Inka menangis membuatnya bingung harus berbuat apa.

"Sudah, jangan menangis. Apa kau tidak malu di liat banyak orang?" tanya Nina.

Inka pun langsung berhenti menangis dan memperhatikan sekitarnya, matanya melirik ke kanan dan ke kiri.

"Beli kan aku escream, otak ku terasa sangat panas. Aku butuh sesuatu yang dingin," ucap Inka.

"Iya aku belikan, tapi jangan menangis lagi ya," kata Nina.

Inka menganggukan kepalanya, dan tersenyum seolah tidak terjadi apapun.

Mereka berdua terus berjalan ke pusat kota untuk mencari pekerjaan baru untuk Inka, tapi sayangnya saat itu Ia tak mendapatkan apapun. Semua toko sudah penuh di isi oleh karyawan baru, membuag Inka tidak semangat dan langsung duduk di kursi yang ada di pinggir jalan.

"Aku sangat lelah," ucap Inka.

"Sama aku juga sangat lelah, kaki ku terasa mau patah menjadi 4," kata Nina ikut duduk di samping Inka.

"Apa benar? Kaki mu akan patah menjadi 4?" tanya inka dengan wajah polos.

Nina yang menoleh, merasa malas untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya. Ia mencoba menarik napasnya.

"Entahlah, aku pun tak bisa menjelaskannya dengan mu?" sahut Nina merasa frustasi menghadapi Inka.

"Kau ini aneh sekali, sudah lah kita pulang saja, kata Inka kembali berjalan meninggalkan Nina yang sedang duduk.

"Tunggu aku!" teriak Nina.

"Astaga, dia ini sangat keterlaluan. Beraninya meninggalkan ku begitu saja," gerutu Nina.

Nina bangkit dari duduknya dan menyusul Inka yang tertinggal jauh.

◇◇◇

Sampai di depan rumahnya, Inka melihat kedua orang tuanya sedang membereskan kedai karena ayam goreng yang mereka jual sudah habis, membuat Inka langsung masuk ke dalam kamar tanpa menyapa mereka.

Solihin yang melihat wajah putri nya terlihat murung hanya bisa menatapnya tanpa menegur.

"Apa putri kita sedang dalam masalah?" tanya Solihin kepada Istrinya.

"Mungkin dia kelelahan seharian bekerja, sudah jangan di hirauan. Cepat kau bawa nampan ini masuk ke dalam," jawab Rosida.

Solihin menerima nampan itu dan pergi masuk ke dalam rumah, melihat pintu kamar Inka tertutup membuatnya ingin mengetuk dan menanyakan apa yang terjadi, tetapi niatnya terhalang karena teriakan istrinya.

"Sayang! Cepat kemari," seru Rosida.

Solihin langsung berlari mendekati Istrinya, membereskan banyak barang, dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam untuk beristirahat.

Inka yang selesai membersihkan diri, langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, ada rasa sedih di dalam hatinya dan rasa penasaran, kenapa dirinya tidak seberuntuk dengan kecantikan yang di milikinya.

Terlintas di benaknya untuk datang menemui dukun yang terkenal sakti mandra guna, Ia langsung meraih ponselnya dan melihat di internet tentang perdukunan yang mampu melihat aura baik atau buruk.

Terlalu banyak iklan yang di pasang membuat Inka sangat bingung, tetapi ada satu nama dukun yang unik. Membuatnya sangat tertarik untuk datang menemuinya.

Inka langsung menyimpan nomor dukun itu dan meletakan ponselnya. Matanya menatap langit-langit kamarnya yang terang disinari lampu.

'Apa cara ini akan berhasil ya?' batin Inka.

'Tapi ... jika tidak di coba, manalah aku tahu jika itu memang benar diriku ada aura gelapnya. Semoga saja aku segera menemukan titik terang, rasanya sangat lelah jika harus berganti tempat kerja,' batin Inka.

Inka memiliki kepercayaan, jika dirinya akan tidur di malam hari. Setelah selesai membaca doa, ada satu doa yang dia selipkan sebelum tidur.

"Ya allah, doa ku malam ini semoga besok aku mendapatkan kabar baik dan aku beruntung dalam mencari pekerjaan."

Doa itu selalu dia panjatkan kepada Allah, setiap akan memejam kan matanya. Tak lama matanya langsung terpejam begitu saja, karena rasa lelah yang sangat amat dia rasakan olehnya, menjelajahi hari yang sangat panjang.

Rasa lelah itu akan hilang di bawa oleh mimpi yang selalu datang setiap malam.

....

Narendra yang sedang berada di dalam ruangannya, langsung menutup laptop itu dan segera membereskan tempat kerjanya. Akhir-akhir ini Ia sering sekali pulang kerumah, membuat Robi sangat bahagia karena dirinya pun ikut pulang dan bisa merebahkan dirinya di atas ranjang yang sangat empuk.

Mereka berjalan, menuju pintu keluar kantor itu.

"Siapkan proposal dari gedung F, besok saya akan mengadakan rapat. Saya ingin melihat seberapa jauh mereka bekerja," ucap Naren.

"Baik tuan, malam ini akan saya beritahu kepada karyawan di bagian gedung F," sahut Robi.

Dia di sebut sebagai pria penggila kerja, bekerja tak kenal waktu membuat pekerjaan itu dijadikan sebagai hobi.

Mobil langsung melaju dengan kecepatan dengan, di dalam perjalanan Naren selalu memeriksa jam tangannya, karena tidak fokus menyetir, Ia hampir menabrak seekor kucing yang tiba-tiba melintas di jalan.

"Astaga, hampir saja," ucap Naren kembali melajukan mobilnya.

BERSAMBUNG....

Episodes
1 Prolog.
2 Mencari pekerjaan.
3 Hari interview
4 Hari pertama kerja
5 Salah paham.
6 Gagal lagi
7 Lowongan pekerjaan baru
8 Tanpa Riasan
9 Training kerja
10 Bertemu sang CEO
11 Sekretaris atau Art
12 Pewangi ruangan
13 Lemari Celana dalam
14 Makan sup 2 Mangkuk
15 Sepotong Roti.
16 Kepanikan Inka
17 Asisten atau Sekretaris
18 Belahan Jiwa
19 Bapak Koki
20 Libur kerja
21 Sup untuk Bos
22 Mansion Naren
23 Pingsan di Halte
24 Karaoke di rumah
25 Kepantai
26 Dunia sempit
27 Kedatangan teman lama
28 Kesibukan yang hakiki
29 Hot News
30 Persiapan Ke Dubai
31 Ketakukan Naren.
32 Ayam goreng.
33 Silahturahmi bibir
34 Perasaan yang tak biasa
35 Aku Lapar
36 Terhempas ke lantai
37 Minta Izin
38 Jet Pribadi
39 Penuh Percaya diri.
40 Kedinginan
41 Tanda Kepemilikan Naren
42 Kepanasan
43 The Dubai Fountain
44 Makan malam.
45 Kepulangan Naren
46 Gosip baru
47 Desakan Nina.
48 Kedatangan Ludin
49 Kapan Nikah
50 Terpukau
51 Ledakan Bus
52 Ungkapan yang salah
53 Tiba-tiba di jodohkan
54 Ancaman sang ayah
55 Salah tingkah
56 Jenjang Karir
57 Bau-bau jatuh cinta
58 Gugup
59 Di perhatikan banyak orang
60 Salah Paham
61 Salah Paham 2
62 tiba-tiba anmesia
63 Aku mencintaimu
64 Patah hati Ludin
65 Kekasih Naren.
66 Kegigihan Alexa
67 Panggilan Sayang
68 Keegoisan seseorang
69 Perubahan sikap
70 Dunia Sempit
71 Siap bertarung
72 Kecewa
73 Malam yang penuh amarah
74 Kecelakaan kecil
75 Patah hati Luis
76 Gara-gara Magic Garden
77 Pesta dadakan
78 Imajinasi Naren
79 Kegelian Robi
80 Prepare
81 kelas platinum
82 Pencitraan
83 Tawa Naren.
84 Maha siswa baru
85 Pertahanan dan Kekuatan
86 Penyerangan
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog.
2
Mencari pekerjaan.
3
Hari interview
4
Hari pertama kerja
5
Salah paham.
6
Gagal lagi
7
Lowongan pekerjaan baru
8
Tanpa Riasan
9
Training kerja
10
Bertemu sang CEO
11
Sekretaris atau Art
12
Pewangi ruangan
13
Lemari Celana dalam
14
Makan sup 2 Mangkuk
15
Sepotong Roti.
16
Kepanikan Inka
17
Asisten atau Sekretaris
18
Belahan Jiwa
19
Bapak Koki
20
Libur kerja
21
Sup untuk Bos
22
Mansion Naren
23
Pingsan di Halte
24
Karaoke di rumah
25
Kepantai
26
Dunia sempit
27
Kedatangan teman lama
28
Kesibukan yang hakiki
29
Hot News
30
Persiapan Ke Dubai
31
Ketakukan Naren.
32
Ayam goreng.
33
Silahturahmi bibir
34
Perasaan yang tak biasa
35
Aku Lapar
36
Terhempas ke lantai
37
Minta Izin
38
Jet Pribadi
39
Penuh Percaya diri.
40
Kedinginan
41
Tanda Kepemilikan Naren
42
Kepanasan
43
The Dubai Fountain
44
Makan malam.
45
Kepulangan Naren
46
Gosip baru
47
Desakan Nina.
48
Kedatangan Ludin
49
Kapan Nikah
50
Terpukau
51
Ledakan Bus
52
Ungkapan yang salah
53
Tiba-tiba di jodohkan
54
Ancaman sang ayah
55
Salah tingkah
56
Jenjang Karir
57
Bau-bau jatuh cinta
58
Gugup
59
Di perhatikan banyak orang
60
Salah Paham
61
Salah Paham 2
62
tiba-tiba anmesia
63
Aku mencintaimu
64
Patah hati Ludin
65
Kekasih Naren.
66
Kegigihan Alexa
67
Panggilan Sayang
68
Keegoisan seseorang
69
Perubahan sikap
70
Dunia Sempit
71
Siap bertarung
72
Kecewa
73
Malam yang penuh amarah
74
Kecelakaan kecil
75
Patah hati Luis
76
Gara-gara Magic Garden
77
Pesta dadakan
78
Imajinasi Naren
79
Kegelian Robi
80
Prepare
81
kelas platinum
82
Pencitraan
83
Tawa Naren.
84
Maha siswa baru
85
Pertahanan dan Kekuatan
86
Penyerangan
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!