Tanpa Riasan

Saat Inka sedang memakan somay yang di pesannya, terdengar seorang wanita yang sedang berbicara dengan temannya. Membahas bahwa dirinya pernah menjadi sekretaris pribadi seorang CEO.

"Apa kau tahu, dia pria yang sangat tampan, tatapannya membuat ku salah tingkah. Tetapi dia pria yang tempramen dan kasar, ini sangat menakutkan."

Gunjingan itu membuat Inka tersedak berulang kali, sampai akhirnya Ia meminta air mineral kepada pemilik kedai.

"Hati-hati Nona, ini minumnya," ucap penjual somai.

Tidak sempat menjawab, Inka langsung minum air itu dan sampai Ia merasa baikan. Ia berusaha mencerna setiap ucapan wanita itu kepada temannya.

"Seorang CEO? Apa yang dia maksudkan adalah CEO perusahaan Adewa Group? Karena hanya perusahaan itu yang terus-terusan mencari sekretaris pribadi untuk menemani sang CEO?" gumam Inka.

Inka langsung menghabiskan makananya dan pergi meninggalkan kedai itu, mencari informasi tentang CEO yang menjadi perbincangam banyak orang, rasa penasarannya pun mulai membara di dalam hati nya.

Berjalan terus sampai menemukan semlbuah warnet, tanpa ragu Ia masuk ke dalam. Begitu terkejut Ia melihat isi warnet itu mayoritas lelaki, tanpa berpikir panjang Inka langsung keluar warnet itu.

"Ya ampun, hampir saja. Bisa-bisanya semua isi warnet itu lelaki," gumam Inka.

Akhirnya Inka menghabsikan sisa waktunya hanya untuk berjalan-jalan di sepanjang kota, sembari melihat apakah ada lowongan untuk dirinya atau tidak.

"Apa aku akan di panggil interview ya? Rasanya mustahil deh. Kapan keberuntungan itu berpihak kepada ku Tuhan," gumam Inka.

Hari sudah sore, Inka kembali ke rumah. Melihat ke dua orang tuanya sedang menyiapkan ayam untuk di jual.

"Bagai mana dengan pekerjaan mu yang baru?" tanya Solihin.

Inka langsung duduk dan memakan bengkoang yang sedang di kupas oleh ayahnya.

"Aku baru menaruh lamaran di sana, semoga saja segera di panggil. Tapi rasanya tidak mungkin yah," ucap Inka.

"Jadi kau belom bekerja di sana?" tanya Rosida.

"Belom lah bu, ini harapan ku satu-satunya. Semua tempat sudah ku jelajahi, tetapi tidak ada yang membuka lowongan," sahut Inka.

"Sepertinya kau harus ke dukun untuk menanyakan zodiak mu, ibu takut kau terkenak kutukan," kata Rosida.

"Dukun? Kutukan? Nina pun sempat berfikir seperti itu," sahut Inka.

"Hais ... jangan percaya tahayul, kau hanya kurang beruntung. Bukan berarti kau mendapat kutukan," sahut Solihin.

"Entah lah siapa yang benar, aku tak mau memikirkan itu," kata Inka berjalan ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.

"Sudah sana ganti pakaian mu, dan segera ke kedai," ucap Rosida.

"Ya ... ya ... ya," celetuk Inka.

Inka berjalan dengan lemas, menuju kamar nya. Menatap cermin, terlihat wajahnya yang kusut dan tidak bersemangat membuatnya semakin menundukan kepalanya.

Inka keluar kamar dan langsung berjalan menuju kedai. Melihat Rosida sedang menggoreng ayam, Ia pun langsung berjalan di bagian kasir.

"Apa kau lapar?" tanya Solihin.

"Iya, tapi ... ibu akan marah jika aku makan di kedai," jawab Inka.

"Sudah jangan dengar kan ibu mu, kau harus makan," sahut Solihin.

♡♡♡

Di dalam kantor.

Robi sedang menyelesi sebagian pelamar setiap minggu nya, saat melihat nama Inka Pioni. Ia pun langsung tertarik dengan map itu, dan membukanya.

Robi membaca surat lamaran milik Inka, merasa tertarik. Akhirnya Ia masukan nama Inka ke list seleksi interview.

Setelah mendapat 10 kandidat untuk di interview satu per satu, Robi memberika list itu kepada Narendra.

"Tuan, ini list nama yang masuk ke dalam kandidat selanjutnya," ucap Robi.

"Baiklah, letakan saja di meja ku. Kapan seleksi di adakan?" tanya Naren.

"Besok tuan," jawab Robi.

"Baik lah, kau atur semuanya," sahut Naren.

Robi keluar dari ruangan Naren, dari kejauhan salah satu karyawan yang bekerja di bagian promosion, tiba-tiba menghampiri Robi.

Mereka berdua berjalan menuju departement promosi di gedung B, terlihat wajah robi sangat serius saat masuk ke dalam ruang promosi.

♡♡♡

Keday milik Inka terlihat sangat ramai, banyak orang kantoran dari berbagai perusahaan mampir ke kedainya. Setiap hari kedai itu mampu menjual 35 ekor ayam utuh dan 45 potong paha ayam.

Terdengar sautan setiap mereka yang memesan ayam goreng, membuat Solihin sangat sibuk untuk menggoreng ayam, sedangkan Inka mengantarkan makanan kepada pembeli, dan ibunya berjaga di kasir.

Waktu pun berlalu, dan akhirnya semua terjual habis. Merasa sangat kelelahan, Inka langsung menselonjorkan kakinya ke lantai. Sambil memainkan ponselnya, terdapat notice dari Adwe Group membuat nya terkejut.

"Astaga, apa ini?" ucap Inka melihat notice di ponselnya.

"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Solihin.

"Ayah lihat lah, aku mendapat notice dari Adewe Group. Besok aku akan masuk tahap awal interview, ini di luar dugaan ku," ucap Inka.

Solihin langsung tersenyum ketika melihat anaknya mendapat panggilan kerja di perusahaam besar di kota itu.

"Apa kau serius?" tanya Solihin.

"Tentu aku serius, ini buktinya. Semua aku bisa melewati seleksi ini," jawab Inka.

"Jadi kau tidak jadi ke dukun?" tanya Rosida.

Solihin langsung menatap kesal istrinya, "kau ini bicara apa? Lihat lah anak kita akan masuk seleksi menjadi sekretaris, apa itu tidak keren menurutmu."

"Semoga kau berhasil, besok ibu akan membuatkan mu sup daging. Kata orang sup itu akan membawa keberuntungan untuk setiap orang yang sedang mencari pekerjaan," jelas Rosida.

Rasa senang itu membuat Inka langsung beristirahat untuk mempersiapkan dirinya besok interview, matanya pun tak lama terpejam dengan cepat, rasa lelahnya di bawa oleh mimpi yang di rangkai sangat indah.

Terlalu indah sampai dirinya tak menyadari Alarm berbunyi sampai terdengar ke luar kamarnya, Rosida yang merasa Inka belom juga bangun, membuatnya bersiap akan mengeluarkan kodamnya tetapi Sang suami langsung menahannya.

"Biar aku saja yang membangunkan dia," kata Solihin langsung mengetuk pintu kamar Inka dengan lembut.

Tetap tidak mendapat jawaban dari Inka, Solihin berusaha mengetuk pintu itu lebih keras lagi. Inka yang masih tertidur, mendengar ketukan pintu terus menerus langsung terduduk. Memeriksa jam di ponselnya, Ia berlari ke luar kamar dan langsung mandi.

Tak memperdulikan ayahnya yang hampir jatuh karena terkejut membuatnya langsung masuk kamar mandi.

Inka sengaja tidak merias dirinya, Ia terlihat berpenampilan sangat sederhana dan terlihat natural, karena sebelumnya Ia merias diri tetapi nasibnya tidak seperti wajahnya, maka dari itu Ia mencoba untuk berpenampilan tanpa riasan.

Solihin yang melihat Inka tanpa riasan merasa kaget, "apa kau sakit?"

"Tidak, aku hanya akan menghindari hari sial ku. Sudah lah aku berangkat, dada ..." ucap Inka langsung pergi meninggalkan mereka yang sedang sarapan.

Dengan rasa malas, Inka berjalan menunggu bus di halte. Meski tak menggunakan riasan, wajah Inka tetal terlihat sangat cantik.

BERSAMBUNG....

Terpopuler

Comments

Rini Musrini

Rini Musrini

semoga d terima inka

2023-06-10

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog.
2 Mencari pekerjaan.
3 Hari interview
4 Hari pertama kerja
5 Salah paham.
6 Gagal lagi
7 Lowongan pekerjaan baru
8 Tanpa Riasan
9 Training kerja
10 Bertemu sang CEO
11 Sekretaris atau Art
12 Pewangi ruangan
13 Lemari Celana dalam
14 Makan sup 2 Mangkuk
15 Sepotong Roti.
16 Kepanikan Inka
17 Asisten atau Sekretaris
18 Belahan Jiwa
19 Bapak Koki
20 Libur kerja
21 Sup untuk Bos
22 Mansion Naren
23 Pingsan di Halte
24 Karaoke di rumah
25 Kepantai
26 Dunia sempit
27 Kedatangan teman lama
28 Kesibukan yang hakiki
29 Hot News
30 Persiapan Ke Dubai
31 Ketakukan Naren.
32 Ayam goreng.
33 Silahturahmi bibir
34 Perasaan yang tak biasa
35 Aku Lapar
36 Terhempas ke lantai
37 Minta Izin
38 Jet Pribadi
39 Penuh Percaya diri.
40 Kedinginan
41 Tanda Kepemilikan Naren
42 Kepanasan
43 The Dubai Fountain
44 Makan malam.
45 Kepulangan Naren
46 Gosip baru
47 Desakan Nina.
48 Kedatangan Ludin
49 Kapan Nikah
50 Terpukau
51 Ledakan Bus
52 Ungkapan yang salah
53 Tiba-tiba di jodohkan
54 Ancaman sang ayah
55 Salah tingkah
56 Jenjang Karir
57 Bau-bau jatuh cinta
58 Gugup
59 Di perhatikan banyak orang
60 Salah Paham
61 Salah Paham 2
62 tiba-tiba anmesia
63 Aku mencintaimu
64 Patah hati Ludin
65 Kekasih Naren.
66 Kegigihan Alexa
67 Panggilan Sayang
68 Keegoisan seseorang
69 Perubahan sikap
70 Dunia Sempit
71 Siap bertarung
72 Kecewa
73 Malam yang penuh amarah
74 Kecelakaan kecil
75 Patah hati Luis
76 Gara-gara Magic Garden
77 Pesta dadakan
78 Imajinasi Naren
79 Kegelian Robi
80 Prepare
81 kelas platinum
82 Pencitraan
83 Tawa Naren.
84 Maha siswa baru
85 Pertahanan dan Kekuatan
86 Penyerangan
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog.
2
Mencari pekerjaan.
3
Hari interview
4
Hari pertama kerja
5
Salah paham.
6
Gagal lagi
7
Lowongan pekerjaan baru
8
Tanpa Riasan
9
Training kerja
10
Bertemu sang CEO
11
Sekretaris atau Art
12
Pewangi ruangan
13
Lemari Celana dalam
14
Makan sup 2 Mangkuk
15
Sepotong Roti.
16
Kepanikan Inka
17
Asisten atau Sekretaris
18
Belahan Jiwa
19
Bapak Koki
20
Libur kerja
21
Sup untuk Bos
22
Mansion Naren
23
Pingsan di Halte
24
Karaoke di rumah
25
Kepantai
26
Dunia sempit
27
Kedatangan teman lama
28
Kesibukan yang hakiki
29
Hot News
30
Persiapan Ke Dubai
31
Ketakukan Naren.
32
Ayam goreng.
33
Silahturahmi bibir
34
Perasaan yang tak biasa
35
Aku Lapar
36
Terhempas ke lantai
37
Minta Izin
38
Jet Pribadi
39
Penuh Percaya diri.
40
Kedinginan
41
Tanda Kepemilikan Naren
42
Kepanasan
43
The Dubai Fountain
44
Makan malam.
45
Kepulangan Naren
46
Gosip baru
47
Desakan Nina.
48
Kedatangan Ludin
49
Kapan Nikah
50
Terpukau
51
Ledakan Bus
52
Ungkapan yang salah
53
Tiba-tiba di jodohkan
54
Ancaman sang ayah
55
Salah tingkah
56
Jenjang Karir
57
Bau-bau jatuh cinta
58
Gugup
59
Di perhatikan banyak orang
60
Salah Paham
61
Salah Paham 2
62
tiba-tiba anmesia
63
Aku mencintaimu
64
Patah hati Ludin
65
Kekasih Naren.
66
Kegigihan Alexa
67
Panggilan Sayang
68
Keegoisan seseorang
69
Perubahan sikap
70
Dunia Sempit
71
Siap bertarung
72
Kecewa
73
Malam yang penuh amarah
74
Kecelakaan kecil
75
Patah hati Luis
76
Gara-gara Magic Garden
77
Pesta dadakan
78
Imajinasi Naren
79
Kegelian Robi
80
Prepare
81
kelas platinum
82
Pencitraan
83
Tawa Naren.
84
Maha siswa baru
85
Pertahanan dan Kekuatan
86
Penyerangan
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!