Bapak Koki

Dokter Luis mengajak Robi keruangannya untuk membahas kondisi Naren.

"Bagai mana kondisinya?" tanya Robi.

"Ini di luar dugaan, aku menyuntikan obat yang memiliki dosis cukup tinggi sehingga mampu melemahkan sarafnya, tapi hanya sementara. Nanti akan pulih sepekan, ini benar-benar di luar kekhawatiran ku, melihat kondisi Naren yang sangat respek terhadap sentuhan apapun membuat sarafnya normal tanpa harus menunggu," jelas Luis.

"Aku sempat melihat tangan Naren memegang tangan Inka, sekretaris barunya, apa itu bisa menjadi alasan kenapa respon motoriknya normal?" ucap Robi.

"Aku pernah mendapatkan kasus yang langkah seperti ini di New York, ada salah satu pasien ku yang mengindap Syndrom Dory. Ia sering mendapat sentuhan dari pasangannya membuatnya mampu mengendalikan diri dari ingatannya yang hampir hilang," jelas Luis.

"Itu artinya Naren harus mendapatkan pasanga yang memberi nya sentuhan hangat untuk mengembalikan jati dirinya, begitu kan yang kau maksud kan," ucap Robi.

"Tapi wanita yang harus pandai menarik hati Naren, karena jika terpaksa tidak akan mampu untuk meningkatkan gairah yang di miliki Naren," kata Luis.

"O iya apa Naren memiliki pasangan?" tanya Luis.

"Dia pria yang sangat gila bekerja, jadi ... tidak ada wanita yang mau dekat dengannya," jawab Robi.

Mereka pun masih berbincang mengenai pasangan untuk Naren, pentingnya sentuhan dari orang tersayang mampu memngaktifkan sel-sel saraf yang ada di tubuh kita dan mampu menurunkan stres.

Inka yang di dalam ruangan bersama Naren, melihat Naren terbaring lemah, membuatnya iba.

"Tuan, apa kau baik-baik saja? Apa kau merasa sakit?" tanya Inka.

"Tidak, aku hanya merasa sedikit bingung?" jawab Naren.

"O ... mungkin anda lapar, aku ambilkan makan ya?" tawar Inka membuat Naren menganggukan kepalanya.

Inka keluar mencari perawat yang berjaga untuk meminta makanan.

'Apa di klinik seperti ini ada yang mau menyiapkan makan untuk tuan Naren?' batin Inka.

Inka terus berjalan sampai akhirnya Ia melihat satu perawat sedang duduk di kursi administrasi.

"Permisi sus, apa aku bisa memesan makanan? Tuan Naren lapar dan aku bingung jika keluar tidak tahu arah kemana harus membeli makanan?" tanya Inka.

"Baik Nona, silahkan masuk ke ruang nomor 3 di sana anda akan bertemu dengan seorang juru masak," jawab perawat.

Inka sedikit ragu dengan arah yang di tunjuk oleh perawat itu, karena Ia berfikir tidak mungkin ada yang mau membuatkan makanan tengah malam begini.

"Pintu itu ya sus ... baik lah saya akan ke sana," sahut Inka.

Inka berjalan membuka pintu yang bertuliskan 003, Ia membuka pintu dan di sambut satu koki yang memang belom tidur, Ia melihat Inka masuk ke dalam dan terlihat bingung membuat nya langsung menyapa.

"Ada apa Nona? Ada yang bisa saya bantu?" tanya koki Ali.

"Anu pak, tuan Naren ingin memakan sesuatu tetapi saya tidak tahu tempat yang jual makanan di mana. Jadi kata suster yang berjaga di luar, saya di suruh masuk ke sini," jawab Inka.

"Tuan Narendra Prawira?" tanya koki Ali.

"Benar pak," jawab Inka.

Koki itu rupanya sangat akrab dengan Naren, Ia bahkan mau menyiapkan makanan untuk tuannya tengah malam begini, Inka yang menunggu koki Ali sedang memasak makanan yang sangat sehat membuatnya ikut lapar, perutnya terus berbunyi.

Koki Ali melirik Inka yang terus memegang perutnya, saat makanan sial di hidangkan. Ali langsung menatap Inka yang terlihat sangat pucat.

"Selesai memberi makan tuan mu, kau kemari lah akan aku buatkan pasta," celetuk koki Ali.

"Benarkah, apa pak koki bersungguh-sungguh?" tanya Inka dengan gembira.

Ali tersenyum manis menandakan Ia mau membuatkan makanan untuk Inka. Inka langsung membawa makanan itu dengan hati yang gembira, sehingga membuat Ali tersenyum.

"Gadis yang manis, apa dia kekasih tuan Naren?" ucap Ali.

Inka berjalan keluar dari ruang 003, saat kaki nya melangkah. Robi melihat Inka berjalan membawa semangkuk makanan masuk ke dalam ruangan Narendra.

"Tara ... tuan, tadi aku bertemu dengan seorang koki yang tampan dan ramah, dia membuatkan mu makanan ini. Kau harus memakannya tuan," ucap Inka.

"Benarkah, apa dia koki Ali?" tanya Naren.

"Aku tidak bertanya namanya, yang aku tahu dia bapak koki," kata Inka dengan wajah yang sangat menggemaskan membuat Naren tersenyum.

Robi pun masuk ke dalam ruangan Naren, Ia melihat Naren sedang di suapi oleh Inka.

"Tuan, apa kau lapar?" tanya Robi.

"Aku sangat lapar setelah tidur lanjang, di mana Luis?" tanya Naren.

"Aku di sini, apa yang kau rasakan saat ini Naren?" sahut Luis.

"Aku merasa sangat lapar, " ucap Naren.

"Itu adalah efek dari obat yang aku suntikan," kata Luis.

Inka lanjut menyuapi Naren sampai titik terakhir terakhir, selesai makan. Inka membereskan tempat makan dan mengembalikan mangkuk itu ke pintu 003, saat Ia masuk ke dalam ruangan koki.

"Misi ... " sapa Inka.

"Bagai mana? Apa tuan Naren menyukai nya?" tanya koki Ali.

Inka memberitahu mangkuk kosong kepada Ali.

"Mana pastanya pak, kau sudah janji akan membuatkan ku pasta," ucap Inka.

Seketika Ali tersenyum dan meletakan wajan diatas kompor yang menyala, dengan cepat koki Ali memasak pasta untuk Inka. Inka menatap koki Ali memasak dengan gaya yang membuat Inka terpesona, cara Ali memotong bawang sangat rapih membuat Inka terus memujinya.

Hidangan pasta pun selesai dan siap untuk di nikmati, "hem ... aromanya sangat wangi, membuat ku lapar," Inka langsung menyantap pasta itu, dan saat pastanya masuk ke dalam mulutunya, seketika Ia menatap koki Ali.

"Pak koki masakan mu sangat lah enak, terasa lumer di mulut ku," kata Inka.

Ali hanya tersenyum manis, melihat Inka makan dengan lahap, "hei nona, pelan-pelan nanti kau tersedak," peringatan Ali kepada Inka tetapi tidak didengar.

Ponsel Inka terus berbunyi, membuat Robi dan Naren yang sedang berada di dalam ruangan saling bertatapan.

"Ponsel siapa yang berbunyi?" tanya Naren.

Robi melihat sekeliling ruangan itu, ada selipan ponsel Inka di sofa terus berdering. Robi langsung meraih ponsel itu melihat ponsel Inka tulisan dengan huruf kapitas "NYAI ROSIDA" Robi terheran-rehat dengan nama yang terus-terusan menelpon.

"Aku sangat kenyang pak, terimakasih atas masakannya, kini aku bisa tidur nyenyak. dada ..." ucap Inka berlalu pergi meninggal kan pak koki seorang diri.

Inka dengan riang berjalan menuju ruangan Naren, melihat Robi memegang ponselnya.

"Siapa yang menelpon ku pak?" tanya Inka.

"Dari mana kau? Kenapa aroma mulut bau pasta? Apa kau barusan memakan pasta?" tanya Robi.

Inka meraih ponselnya dan langung mengangkat telpon dari orang tuanya.

Inka belom sempat menjelaskan semuanya kepada Robi tentang bau mulutnya yang barusan memakan pasta. Dan Ia juga belom memberi tahu Rosida jika Inka lembur atau sedang tugas luar kota.

Kemungkinan ini akan menjadi masalah besar untuk Inka, lanjutkan terus kisahnya.

BERSAMBUNG...

Episodes
1 Prolog.
2 Mencari pekerjaan.
3 Hari interview
4 Hari pertama kerja
5 Salah paham.
6 Gagal lagi
7 Lowongan pekerjaan baru
8 Tanpa Riasan
9 Training kerja
10 Bertemu sang CEO
11 Sekretaris atau Art
12 Pewangi ruangan
13 Lemari Celana dalam
14 Makan sup 2 Mangkuk
15 Sepotong Roti.
16 Kepanikan Inka
17 Asisten atau Sekretaris
18 Belahan Jiwa
19 Bapak Koki
20 Libur kerja
21 Sup untuk Bos
22 Mansion Naren
23 Pingsan di Halte
24 Karaoke di rumah
25 Kepantai
26 Dunia sempit
27 Kedatangan teman lama
28 Kesibukan yang hakiki
29 Hot News
30 Persiapan Ke Dubai
31 Ketakukan Naren.
32 Ayam goreng.
33 Silahturahmi bibir
34 Perasaan yang tak biasa
35 Aku Lapar
36 Terhempas ke lantai
37 Minta Izin
38 Jet Pribadi
39 Penuh Percaya diri.
40 Kedinginan
41 Tanda Kepemilikan Naren
42 Kepanasan
43 The Dubai Fountain
44 Makan malam.
45 Kepulangan Naren
46 Gosip baru
47 Desakan Nina.
48 Kedatangan Ludin
49 Kapan Nikah
50 Terpukau
51 Ledakan Bus
52 Ungkapan yang salah
53 Tiba-tiba di jodohkan
54 Ancaman sang ayah
55 Salah tingkah
56 Jenjang Karir
57 Bau-bau jatuh cinta
58 Gugup
59 Di perhatikan banyak orang
60 Salah Paham
61 Salah Paham 2
62 tiba-tiba anmesia
63 Aku mencintaimu
64 Patah hati Ludin
65 Kekasih Naren.
66 Kegigihan Alexa
67 Panggilan Sayang
68 Keegoisan seseorang
69 Perubahan sikap
70 Dunia Sempit
71 Siap bertarung
72 Kecewa
73 Malam yang penuh amarah
74 Kecelakaan kecil
75 Patah hati Luis
76 Gara-gara Magic Garden
77 Pesta dadakan
78 Imajinasi Naren
79 Kegelian Robi
80 Prepare
81 kelas platinum
82 Pencitraan
83 Tawa Naren.
84 Maha siswa baru
85 Pertahanan dan Kekuatan
86 Penyerangan
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog.
2
Mencari pekerjaan.
3
Hari interview
4
Hari pertama kerja
5
Salah paham.
6
Gagal lagi
7
Lowongan pekerjaan baru
8
Tanpa Riasan
9
Training kerja
10
Bertemu sang CEO
11
Sekretaris atau Art
12
Pewangi ruangan
13
Lemari Celana dalam
14
Makan sup 2 Mangkuk
15
Sepotong Roti.
16
Kepanikan Inka
17
Asisten atau Sekretaris
18
Belahan Jiwa
19
Bapak Koki
20
Libur kerja
21
Sup untuk Bos
22
Mansion Naren
23
Pingsan di Halte
24
Karaoke di rumah
25
Kepantai
26
Dunia sempit
27
Kedatangan teman lama
28
Kesibukan yang hakiki
29
Hot News
30
Persiapan Ke Dubai
31
Ketakukan Naren.
32
Ayam goreng.
33
Silahturahmi bibir
34
Perasaan yang tak biasa
35
Aku Lapar
36
Terhempas ke lantai
37
Minta Izin
38
Jet Pribadi
39
Penuh Percaya diri.
40
Kedinginan
41
Tanda Kepemilikan Naren
42
Kepanasan
43
The Dubai Fountain
44
Makan malam.
45
Kepulangan Naren
46
Gosip baru
47
Desakan Nina.
48
Kedatangan Ludin
49
Kapan Nikah
50
Terpukau
51
Ledakan Bus
52
Ungkapan yang salah
53
Tiba-tiba di jodohkan
54
Ancaman sang ayah
55
Salah tingkah
56
Jenjang Karir
57
Bau-bau jatuh cinta
58
Gugup
59
Di perhatikan banyak orang
60
Salah Paham
61
Salah Paham 2
62
tiba-tiba anmesia
63
Aku mencintaimu
64
Patah hati Ludin
65
Kekasih Naren.
66
Kegigihan Alexa
67
Panggilan Sayang
68
Keegoisan seseorang
69
Perubahan sikap
70
Dunia Sempit
71
Siap bertarung
72
Kecewa
73
Malam yang penuh amarah
74
Kecelakaan kecil
75
Patah hati Luis
76
Gara-gara Magic Garden
77
Pesta dadakan
78
Imajinasi Naren
79
Kegelian Robi
80
Prepare
81
kelas platinum
82
Pencitraan
83
Tawa Naren.
84
Maha siswa baru
85
Pertahanan dan Kekuatan
86
Penyerangan
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!