Lowongan pekerjaan baru

Setiap pagi, terdengar suara berciau selain suara burung, di dalam rumah Inka, terlihat Rosida seperti biasa, sedang mengomeli anak keduanya yang sangat lelet jika di suruh mandi. Membuat nya terus memarahinya.

Entah hanya keluarga mereka atau semua keluarga seperti itu. Inka yang sedang tertidur pun langsung menarik selimutnya kembali, saat mendengar suara ribut di luar kamarnya.

"Jimin! Cepat mandi, nanti kau terlambat!" teriak Rosida.

Suara itu membuat telinga Inka serasa akan pecah, tak bisa memejamkan matanya lagi. Akhirnya Ia pun duduk den segera bangun.

Melihat ponselnya, terdapat pesan masuk dari Nina yang mengirimi lowongan kerja dari Adewe Group sebagai sekretaris pribadi CEO Narendra Prawira.

"Lowongan kerja di perusahaan besar, apa ini bohongan? Atau hanya iklan saja?" gerutu Inka bangkin dari duduknya dan berjalan menuju meja belajarnya, memeriksa Adewe Group untuk memastikan apakah benar atau tidak.

Saat dirinya memeriksa di internet, terpampang jelas pencarian sekretaris pribadi untuk sang CEO, membuat Inka melihat persyaratan yang di ajukan.

PERHATIAN!

Di cari sekretasi pribadi untuk CEO Adewe Group yang bernama Narendra Prawira.

Jika anda memenuhi syarat di bawa ini :

Harus perempuan.

Cantik, berpenampilan menarik.

Minimal lulusan SMA karena ada kesempatan untuk jenjang karir.

Pintar, cerdas, sabar, dan murah senyum.

Pekerja keras.

Memiliki speaking yang baik.

Segera daftarkan diri anda ke bagian Admin Adewe Group.

"Wah, aku termasuk memenuhi syarat nih. Apa aku harus mencobanya ya?" gumam Inka.

Merasa bimbang Inka langsung mandi dan bersiap-siap untuk menemui Nina yang saat itu sedang berada di tempat kerjanya.

Dengan buru-buru Inka masuk ke dalam kamar mandi, Solihin yang melihat anak gadisnya berlari kecil langsung berkata, " hati-hati, kau akan tergelincir nanti."

"Tenang yah, aku ahli dalam hal itu," sahut Inka.

"Anak itu selalu saja begitu," ucap Rosida.

"Giliran kakak gak di marah, giliran aku di marah terus, Ibu pilih kasih," kata Jimin.

"Hei, sudah jangan berisik. Habiskan makanan mu dan segera berangkat sekolah nanti kau terlambat," ucap Rosida.

Inka yang sudah terlihat rapih langsung duduk di meja makan untuk sarapan.

"Bagaimana dengan pekerjaan mu? Apa semuanya lancar?" tanya Solihin.

"Tidak yah, semuanya berjalan sangat menyedihkan," jawab Inka.

"Apa kau di pecat lagi?" tanya Rosida.

Inka menganggukan kepalanyya sambil menatap wajah kedua orang tuanya. Dengan raut wajah yang menyedihkan Inka pun langsung bersuara.

"Hari ini aku akan mencoba untuk melamar di Adewe Group, ku dengar mereka membutuhkan karyawan di bagian sekretaris pribadi. Semoga kali ini berhasil," sahut Inka.

"Adewe Group? Itu perusahaan besar, kau harus segera mendaftarkan dirimu. Kau cantik, tinggi, putih, mulus, berambut panjang, ibu yakin kau akan segera di terima, semangat nak," ucap Rosida.

"Benar kata ibu mu, kau harus semangat!" seru Solihin.

Dengan semangat, inka pun tersenyum manis di depan kedua orang tuanya.

Inka langsung menemui Nina yang sedang sibuk mengecek barang penjualannya, tak menyadari Inka yang sudah berada di dalam ruangannya.

"Kau ini sangat sibuk sekali," ucap Inka.

Nina pun menoleh dan tersenyum, "sejak kapan kau di sini?" tanyanya sambil menatap leptop.

"Sekitar 10 menit yang lalu, kau hebat ya. Menjadi pengusaha yang sukses," kata Inka.

"Sudah lah, kau pasti bisa seperti ku. O iya bagai mana dengan lowongan itu? Apa kau berminat?" tanya Nina.

"Harus perlu mencobanya, siapa tau nasib baik menghampiri ku," jawab Inka.

"Lalu kapan kau akan mengajukan lamaran nya?" tanya Nina.

"Mungkin besok, hari ini aku ingin mengistirahatkan otak ku karena kejadian kemarin, rasanya sangat melelahkan," jelas Inka.

"Inka, semangat!" bisik Nina.

Ke esokan harinya....

Penuh dengan semangat, Inka mengenakan pakaian yang cukup formal. Hari ini Ia kan melamar pekerjaan di Adewe Group, merasa penampilannya cukup sempurna Inka pun langsung keluar dan meminta ijin kepada kedua orang tuanya.

Saat membuka pintu utama, Inka langsung di sambut oleh senyum dari mentari yang selalu menyinari bumi. Terlihat langkahnya yang penuh dengan irama, membuat hati semua orang di baluti semangat yang membara untuk melakukan aktivitasnya.

Banyak orang sedang menunggu bus di halte, termasuk dengan Inka yang berdiri sedari tadi membawa map yang berisikan lamaran pekerjaan. Sampai di gedung Adewe Group Inka berhenti menatap gedung megah yang terbuat dari kaca, hampir semua gedung itu terbuat dari kaca. Rasa kagumnya membuatnya hampir lupa jika Ia kan melamar pekerjaan di gedung itu.

Tersadar dari lamunannya, Inka masuk ke dalam gedung itu. Sempat kebingungan karena Ia tak pernah masuk ke dalam gedung yang sangat megah, terlihat dari kejauhan Robi yang baru masuk ke dalam gedung itu melihat Inka yang sedang kebingungan.

"Permisi Nona, apa anda sedang mencari sesuatu?" tanya Robi.

Inka pun menoleh ke arah Robi dan tersenyum, "maaf pak, saya mau melamar pekerjaan sebagai sekretaris. Apa masih ada peluang untuk saya?"

"Boleh melalui saya Nona," jawab Robi.

Inka langsung memberikan mapnya kepada Robi.

"Nanti akan saya hubungi ya Nona," ucap Robi.

Inka pun hanya tersenyum kepada Robi dan pergi meninggalkan lobi, saat dirinya akan keluar dari lobi itu. Terlihat kaki jenjang melangkah masuk ke dalam gedung itu, dengan stelan jas berwarna biru dongker, dilengkapi dengan dasi berwarna merah membuatnya terlihat tampan meskipun penamampilannya sedikit tidak macing.

Inka menatap pria tampan itu dan pergi meninggalkan gedung, mereka bersimpangan satu sama lain. Banyak pegawai wanita yang berkerumun saat pria itu berjalan.

"Dia terlihat sangat tampan, setiap hari penampilannya sangat memukau hati ku."

Suara itu terdengar jelas di telinga Inka, membuat nya tak terlalu memperdulikannya.

'Siapa sih pria itu, kenapa banyak orang membicarakannya? Itu sih bukan urusan ku, semoga saja aku segera interview,' batin Inka.

Sepanjang jalan Inka berjalan kaki, sambil melihat toko yang berjejeran di pinggir jalan. Melihat ada penjual somay, Ia pun langsung menuju kedai itu dan membelinya.

Saat Ia memesan satu porsi somay dan es jeruk, terdengar ada dua orang wanita yang pernah menjadi sekretaris pribadi CEO Narendra, sedang membicarakan pria itu.

"Dia itu pria yang tampan, sangat tampan. Apa kau tahu, dia pria yang sangat kasar dan tempramen, aku rasa itu alasannya dia terus menjadi seorang sekretasi pribadi untuknya."

Gunjingan itu membuat Inka tersedak, berulang kali dan meminta air mineral kepada pemilik kedai.

"Ini Nona, air minum nya. Kau harus hati-hati jika sedang mengunyah," ucap pedagang somai.

Tidak sempat menjawab, Inka langsung minum air itu, dan merasa cukup baikan.

'Apa maksudnya wanita itu? CEO itu orang yang tempramen, kenapa aku semakin penasaran ya? Aku harus mencari tahu dulu, seperti apa pria itu?" gumam Inka di dalam hati.

BERSAMBUNG....

Episodes
1 Prolog.
2 Mencari pekerjaan.
3 Hari interview
4 Hari pertama kerja
5 Salah paham.
6 Gagal lagi
7 Lowongan pekerjaan baru
8 Tanpa Riasan
9 Training kerja
10 Bertemu sang CEO
11 Sekretaris atau Art
12 Pewangi ruangan
13 Lemari Celana dalam
14 Makan sup 2 Mangkuk
15 Sepotong Roti.
16 Kepanikan Inka
17 Asisten atau Sekretaris
18 Belahan Jiwa
19 Bapak Koki
20 Libur kerja
21 Sup untuk Bos
22 Mansion Naren
23 Pingsan di Halte
24 Karaoke di rumah
25 Kepantai
26 Dunia sempit
27 Kedatangan teman lama
28 Kesibukan yang hakiki
29 Hot News
30 Persiapan Ke Dubai
31 Ketakukan Naren.
32 Ayam goreng.
33 Silahturahmi bibir
34 Perasaan yang tak biasa
35 Aku Lapar
36 Terhempas ke lantai
37 Minta Izin
38 Jet Pribadi
39 Penuh Percaya diri.
40 Kedinginan
41 Tanda Kepemilikan Naren
42 Kepanasan
43 The Dubai Fountain
44 Makan malam.
45 Kepulangan Naren
46 Gosip baru
47 Desakan Nina.
48 Kedatangan Ludin
49 Kapan Nikah
50 Terpukau
51 Ledakan Bus
52 Ungkapan yang salah
53 Tiba-tiba di jodohkan
54 Ancaman sang ayah
55 Salah tingkah
56 Jenjang Karir
57 Bau-bau jatuh cinta
58 Gugup
59 Di perhatikan banyak orang
60 Salah Paham
61 Salah Paham 2
62 tiba-tiba anmesia
63 Aku mencintaimu
64 Patah hati Ludin
65 Kekasih Naren.
66 Kegigihan Alexa
67 Panggilan Sayang
68 Keegoisan seseorang
69 Perubahan sikap
70 Dunia Sempit
71 Siap bertarung
72 Kecewa
73 Malam yang penuh amarah
74 Kecelakaan kecil
75 Patah hati Luis
76 Gara-gara Magic Garden
77 Pesta dadakan
78 Imajinasi Naren
79 Kegelian Robi
80 Prepare
81 kelas platinum
82 Pencitraan
83 Tawa Naren.
84 Maha siswa baru
85 Pertahanan dan Kekuatan
86 Penyerangan
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Prolog.
2
Mencari pekerjaan.
3
Hari interview
4
Hari pertama kerja
5
Salah paham.
6
Gagal lagi
7
Lowongan pekerjaan baru
8
Tanpa Riasan
9
Training kerja
10
Bertemu sang CEO
11
Sekretaris atau Art
12
Pewangi ruangan
13
Lemari Celana dalam
14
Makan sup 2 Mangkuk
15
Sepotong Roti.
16
Kepanikan Inka
17
Asisten atau Sekretaris
18
Belahan Jiwa
19
Bapak Koki
20
Libur kerja
21
Sup untuk Bos
22
Mansion Naren
23
Pingsan di Halte
24
Karaoke di rumah
25
Kepantai
26
Dunia sempit
27
Kedatangan teman lama
28
Kesibukan yang hakiki
29
Hot News
30
Persiapan Ke Dubai
31
Ketakukan Naren.
32
Ayam goreng.
33
Silahturahmi bibir
34
Perasaan yang tak biasa
35
Aku Lapar
36
Terhempas ke lantai
37
Minta Izin
38
Jet Pribadi
39
Penuh Percaya diri.
40
Kedinginan
41
Tanda Kepemilikan Naren
42
Kepanasan
43
The Dubai Fountain
44
Makan malam.
45
Kepulangan Naren
46
Gosip baru
47
Desakan Nina.
48
Kedatangan Ludin
49
Kapan Nikah
50
Terpukau
51
Ledakan Bus
52
Ungkapan yang salah
53
Tiba-tiba di jodohkan
54
Ancaman sang ayah
55
Salah tingkah
56
Jenjang Karir
57
Bau-bau jatuh cinta
58
Gugup
59
Di perhatikan banyak orang
60
Salah Paham
61
Salah Paham 2
62
tiba-tiba anmesia
63
Aku mencintaimu
64
Patah hati Ludin
65
Kekasih Naren.
66
Kegigihan Alexa
67
Panggilan Sayang
68
Keegoisan seseorang
69
Perubahan sikap
70
Dunia Sempit
71
Siap bertarung
72
Kecewa
73
Malam yang penuh amarah
74
Kecelakaan kecil
75
Patah hati Luis
76
Gara-gara Magic Garden
77
Pesta dadakan
78
Imajinasi Naren
79
Kegelian Robi
80
Prepare
81
kelas platinum
82
Pencitraan
83
Tawa Naren.
84
Maha siswa baru
85
Pertahanan dan Kekuatan
86
Penyerangan
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!