Seja

Seja mall

21.00 wib

Langkah Akbar berjalan menaiki eskalator, tak lama kemudian sepasang kaki cantik mengikutinya. Jenny perempuan itu berada di sampingnya dengan lengan kanan yang mengait di tangan kiri Akbar. Sementara, lengan kiri Jenny terlihat membawa tiga tas belanja.

Keduanya, sudah mengelilingi mall lebih dari dua jam. Kakinya terasa pegal, namun Akbar tetap harus membantu Jenny untuk membeli apa yang di butuhkan nya.

“Mau makan disini?” tanya Jenny.

Akbar menggelengkan kepalanya.

“Cari di luar aja” balas Akbar, di tempat ini tak ada yang sesuai dengannya.

Jenny mengangguk, mengiyakan ucapan Akbar.

“Masih ada yang perlu di beli?” ujar Akbar balas bertanya.

Jenny mengangguk dengan antusias. Selanjutnya, terlihat Jenny yang melepaskan kaitan lengannya. Ia berjalan menjauh dari Akbar memasuki sebuah toko pakaian.

Akbar tak punya pilihan lain, selain mengikuti kemauan perempuan itu.

Langkah kaki Akbar bergerak memasuki toko. Pandangannya bergerak memperhatikan setiap sudut ruangan yang memiliki warna mencolok.

“Ayo” ajak Jenny, kembali meraih lengan Akbar menyeretnya masuk.

###

“Katanya Cuma mau beli buku” ucap Akbar meledek.

Jenny menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Akbar yang berjalan di belakangnya.

Akbar mengangkat tas belanjaan Jenny menggoyang-goyangkan tas itu, menggodanya.

“Kamu pikir aku beli baju, tas, sepatu Cuma buat foya-foya? Nggaklah, kan itu juga bisa di pake buat sidang nanti” ucap Jenny menjelaskan alasannya membeli barang-barang itu.

Kepala Akbar mengangguk, mengiyakan ucapan Jenny. Tentu saja, ia tak percaya dengan apa yang di ucapkan perempuan itu. Paling juga barang-barang ini besok ia pakai dan tiga hari kemudian ia pasti pergi belanja lagi. Pikir Akbar mengingat kebiasaan belanja Jenny.

“Semoga berhasil ya!” balas Akbar kembali melontarkan candaan.

“Isshh” Jenny berdecak kesal.

Bug

Suara pukulan terdengar begitu keras.

Tubuh Akbar terhuyung, setelah seseorang meraih lengannya dan memberikan sebuah pukulan yang berhasil tepat mengenai pipinya.

Pukulannya sangat keras membuat Akbar kehilangan keseimbangannya. Barang-barang yang di bawanya ikut terlempar ke lantai.

Akbar menghela nafasnya, pandangannya berkabur ia tak bisa melihat dengan jelas.

Kini mereka tengah berada di halaman luar mall. Disana terdapat beberapa mobil yang terparkir di bagian selatan.

Perkelahian itu, tentu saja menarik perhatian banyak orang. Beberapa di antara mereka terlihat menghentikan aktifitasnya dan melihat ke arah Akbar menjadkannya sebagai pusat perhatian.

“Lo apaan sih?” bentak Jenny, melihat ke arah Anton yang tiba-tiba memukul Akbar.

“Ikut gue!” ucap Anton. Lalu, ia meraih pergelangan tangan Jenny membawanya ke tempat yang jauh dari Akbar.

Akbar beranjak, lengannya kembali meraih tas belanjaan yang tergeletak. Dengan keseimbangan yang goyah terlihat ia berdiri.

Tubuhnya berbalik, melihat ke arah perempuan yang tengah berdiri mematung.

Indah, ia berada di sana dan dengan dua matanya ia melihat semua kejadian itu.

“Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka?” tanya Indah.

Pergerakan yang Anton berikan jauh dari jangkauannya karena ia melakukannya sangat cepat. Lebih cepat dari hembusan nafas yang keluar dari mulutnya.

Kedua bola matanya berpapasan dengan mata milik Akbar. Sama seperti Anton kini tatapan matanya terlihat menyala dengan kuat dan tajam.

Akbar mengepalkan lengannya, ia menggerakkan kakinya melangkah menghampiri Indah.

“Apakah kalian datang bersama?” tanya Akbar, penasaran setelah melihat Indah yang ada di depannya.

Indah mengangguk, yakin.

“Ah” Akbar berdecak kesal.

“Untuk apa mereka datang bersama? Apakah benar mereka memiliki hubungan lebih?” tanya Akbar dalam hatinya.

Pandangan Indah tak bisa beralih dari Akbar. Dari sudut bibirnya terlihat darah yang masih mengalir.

Lengan Indah bergerak menyerahkan sapu tangan ke arah Akbar.

Akbar menatapnya, dengan sorot matanya terlihat ia yang mempertanyakan sikap Indah yang masih memperhatikannya.

“Ini” ujar Indah kembali mengayunkan sapu tangan, diiringi dengan lengannya yang menunjuk ke arah sudut bibir Akbar.

Lengan Akbar menerimanya. Kini, ia mengerti dengan apa yang di maksud Indah. Dengan cepat Akbar memalingkan wajahnya dari Indah. Lalu lengannya mengelap bagian sudut bibirnya.

Kurang dari lima menit, Akbar kembali berbalik.

Dahi Akbar kembalj mengernyit, setelah melihat sebuah botol air mineral yang kembali di tawarkan Indah kepadanya.

“Jangan salah paham” ucap Indah, membalas tatapan yang Akbar berikan kepadanya.

“Aku ngelakuin ini karena sumpah dokter yang aku ambil” timpal Indah menjelaskan prlakuannya.

“Iya” balas Akbar mengiyakan ucapan Indah. Lengannya bergerak meraih air yang di berikan Indah kepadanya. Tak lama setelah terlihat ia yang berkumur-kumur membersihkan bagian dalam mulutnya.

“Lepasin, tangan gue” bentak Jenny kepada Antn yang masih menggenggam erat pergelangan tangannya.

Akbar menoleh ke sumber suara. Suara Jenny terdengar sangat keras.

Jari jemari Anton mebuka, melepas genggaman tangannya.

“Ngapain lo sama dia?” tanya Anton, marah.

“Bukan urusan lo” balas jenny.

Anton kembali berdecak kesal setelah mendengar jawaban yang Jenny berikan kepadanya.

“Ini, urusan gue” ucap Anton dengan yakin.

Dahi jenny mengernyit, lalu ia memalingkan wajahnya dari pria itu.

Jenny benar-benar tidak menyukainya. Sejak dulu yang bisa Anton lakukan hanya mengaturnya. Ia tidak pernah bisa memberikan penjelasan atau pengertian yang masuk akal kepadanya.

Muak, mungkin itu kata tepat yang bisa menggambarkan perasaan jenny saat ini. Melihat pengulangan sikap Anton yang sama. Ia yang hanya bisa menuruti hawa nafsunya.

Dan kali ini, dengan sikap yang Anton perlihatkan sanagt mempermalukannya.

“Berhenti, natap gue kaya gitu!” ucap Anton, memperingatkan.

Jenny kembali mengalihkan pandangannya, untuk beberpa saat.

“Jen lo lupa sama apa yang udah Akbar lakuin ke Ravi?” ujar Anton, mempertanyakan.

Jenny memejamkan matanya di ikuti dengan kedua lengannya yang mengepal.

Setiap kata yang masuk di telinganya terus membakar habis kesabaran Jenny.

Ia benar-benar lelah jika harus terus mengingat sebuah hal yang tidak menyenangkan untuknya. Melakukan hal itu hanya akan membuat lukanya kembali terbuka dan semakin sulit untuk sembuh.

Meskipun tidak bisa mendengar percakapan yang terjadi, Akbar terus memperhatikan punggung Jenny dan Anton yang berada sepuluh meter di depannya.

Sama seperti yang Akbar rasakan Indah juga semakin merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.

“Siapa perempuan itu? Kenapa, dia bisa bersama Akbar?” tanya Indah dalam hatinya.

Bola matanya bergerak menyusuri tubuh Akbar. Ia tidak mengerti kenapa harus terus melihat kejadian ini.

Hal itu, mengingatkan ketika Akbar yang masih bersamanya. Dia yang selalu datang dengan membawa luka-luka baru di tubuhnya.

Bola mata Indah kembali melihat ke arah siluet tubuh Anton dengan seorang perempuan yang tidak di kenalnya. Pertanyaan lain muncul di kepala Indah.

“Apa hubungannya dengan Anton? Kenapa dia terlihat sangat marah?” Indah terus mengajukan pertanyaan kepada dirinya sendiri.

Episodes
1 On and On
2 F. On
3 F. On 2
4 F. On and Off
5 Off
6 Oye
7 Ayah?
8 H-ello
9 Qest
10 First
11 J
12 Night
13 JIS
14 Co'vnant
15 Tricky
16 Vorst'n
17 DeepT'k
18 Seja
19 R
20 Obvi*s
21 Meet
22 Lunch
23 Dalih
24 Fallin
25 Fall
26 Way
27 BreakFree
28 IFeel
29 Broth
30 ChaFa
31 Side
32 Props
33 Heal
34 AnDjieFa
35 Shoume
36 Cha
37 Root
38 Elevator
39 Lunx
40 Den
41 For What?
42 Home
43 are u, Ok?
44 Happier
45 Rainy days
46 Gum
47 Quest
48 Answr
49 Wedding Days
50 Hide
51 Bern
52 Accord
53 ciao
54 Mooni
55 autograph
56 Waiting
57 Wrong
58 Memor
59 Heartbeat
60 Bye
61 Bring
62 Hai?
63 Check Out
64 Arah
65 Take a Breathe
66 slut
67 Raor
68 Marv
69 U & Me
70 tiaW
71 L
72 Wakeup
73 Reality
74 Props
75 Back
76 Liv
77 Cinno's
78 LoveHate
79 Crown
80 Reeb
81 Fath
82 Risk
83 Why, you?
84 Painful
85 Randm
86 SACK
87 Fired
88 Trap
89 Ava
90 Hurts
91 Fall again
92 Neverland
93 Butter
94 Sunders
95 Without You
96 Great
97 Treshold
98 Apr Shower
99 FML
100 ItsYou
101 RLY
102 Chetoyou
103 TrustGd
104 Crash
105 Poor
106 Namacna
107 Heavy
108 Regret
109 LostIn
110 Gbye
111 Can I?
112 LetGo
113 Flow
114 Let God
115 Let2God
116 PersBar
117 Fri(Ends)
118 PersNdah
Episodes

Updated 118 Episodes

1
On and On
2
F. On
3
F. On 2
4
F. On and Off
5
Off
6
Oye
7
Ayah?
8
H-ello
9
Qest
10
First
11
J
12
Night
13
JIS
14
Co'vnant
15
Tricky
16
Vorst'n
17
DeepT'k
18
Seja
19
R
20
Obvi*s
21
Meet
22
Lunch
23
Dalih
24
Fallin
25
Fall
26
Way
27
BreakFree
28
IFeel
29
Broth
30
ChaFa
31
Side
32
Props
33
Heal
34
AnDjieFa
35
Shoume
36
Cha
37
Root
38
Elevator
39
Lunx
40
Den
41
For What?
42
Home
43
are u, Ok?
44
Happier
45
Rainy days
46
Gum
47
Quest
48
Answr
49
Wedding Days
50
Hide
51
Bern
52
Accord
53
ciao
54
Mooni
55
autograph
56
Waiting
57
Wrong
58
Memor
59
Heartbeat
60
Bye
61
Bring
62
Hai?
63
Check Out
64
Arah
65
Take a Breathe
66
slut
67
Raor
68
Marv
69
U & Me
70
tiaW
71
L
72
Wakeup
73
Reality
74
Props
75
Back
76
Liv
77
Cinno's
78
LoveHate
79
Crown
80
Reeb
81
Fath
82
Risk
83
Why, you?
84
Painful
85
Randm
86
SACK
87
Fired
88
Trap
89
Ava
90
Hurts
91
Fall again
92
Neverland
93
Butter
94
Sunders
95
Without You
96
Great
97
Treshold
98
Apr Shower
99
FML
100
ItsYou
101
RLY
102
Chetoyou
103
TrustGd
104
Crash
105
Poor
106
Namacna
107
Heavy
108
Regret
109
LostIn
110
Gbye
111
Can I?
112
LetGo
113
Flow
114
Let God
115
Let2God
116
PersBar
117
Fri(Ends)
118
PersNdah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!