Ayah?

“Silahkan, mbak” ujar seseorang yang duduk di hadapan Indah.

Indah menoleh, kemudian mengangguk.

Lengannya bergerak mengambil alih kertas. Kemudian ia menyematkan tanda tangannya di lembaran kertas yang berisi perjanjian jual beli.

Sebuah pemberithuan masuk ke dalam handphonenya.

Indah memeriksa akun mbanking miliknya terlihat se jumlah uang sudah masuk.

“Saya sudah menerimanaya” ujar Indah memberi tahu.

Sang pembeli mobil mngangguk.

“Baik terimakasih Mbak Indah”

“Jangan kapok ya Mbak” ujarnya sebelum berpamitan.

Indah mengangguk, mengiyakan.

Selanjutnya ia segera bergegas menuju rumah sakit.

***

Empat puluh lima menit kemudian.

Indah terlihat berdiri di depan administrasi rumah sakit.

Kedua lengannya terlihat tengah membolak balik berkas yang tengah di bacanya.memastikan semua perawatan ayahnya sudah terbayar lunas.

Di depan lobi terlihat Atma, ayah Indah berdiri menunggunya.

Lima menit kemudian Indah berjalan menghampiri Atma beriringan dengan sebuah taksi yang berjalan menuju ke arah keduanya.

“Masuk” ucap Indah memberi perintah.

Atma menyetujui ucapan putrinya. Ia duduk di bangku kursi penumpang bagian belakang. Sementara, Indah duduk di kursi depan bagian sebelah kiri berdampingan dengan supir.

Tak ada pembicaraan yang keduanya lakukan.

****

Atma menghentikan langkahnya, di depan sebuah gedung apartemen. Dengan mengernyitkan dahinya, menyadari bahwa tepat itu bukan tempat tinggal miliknya.

“Ayah ngga mau tinggal disini” ujar Atma, menolak ajakan ndah.

Indah mendengus kesal.

“Bicarakan ini di dalam” ujarnya, membawa Atma ke apartemen miliknya.

Atma tak bisa menolak ajakan Indah. Ia mengikutinya dari belakang.

Keduanya berjalan memasuki apartemen tipe studio milik Indah. Sebuah apartemen yang tampak sederhana dengan warna dominan krem dan jingga.

Atma memasuki tempat itu, untuk pertama kalinya. Ia tidak tahu kalau Indah sudah pindah ke tempat yang jauh lebih nyaman.

Selanjutnya terlihat Atma yang duduk di sofa. Sementara Indah tengah menuangkan teh hangat ke dalam cangkir.

Trek

Ia meletakkan cangkir di atas meja.

Indah kembali berjalan menuju dapur, ia mendudukkan tubuhnya di kursi yang menghadap ke arah meja dapur. Memberi jarak antara ia dengan ayahnya.

“Antar ayah ke rumah” ujar Atma, meminta tolong.

Indah menggeleng.

“Beberapa hari lalu. Debtkolektor datang menyita rumah itu” ujar Indah menjelaskan.

Atma terperanjat dari tempatnya. Kemudian berjalan, menghampiri Indah.

“Berhenti, tetap dsana” ujar Indah.

Atma memicingkan matanya.

“Indah lebih suka kita bicara seperti ini” lanjut Indah menjelaskan, dengan jarak yang di ciptakannya Indah lebih nyaman berbicara dengan Atma.

FLASHBACK

SATU MINGGU SEBLUMNYA.

Indah berjalan keluar dari lobi rumah sakit dengan tas yang ia gendong di belakang punggungya.

Dua orang dengan bertubuh gempal terlihat menghampirinya.

Indah menatap pria itu dengan sedikit rasa takut yang muncul di pikirannya.

“Kenal orang ini?” tanya pria itu dengan menunjukkan sebuah gambar.

Bola mata Indah membesar melihat poto yang ada di layar ponsel itu adalah Atma, ayahnya.

Kemudian layar ponsel kembali bergerak menggeser ke sebelah kanan. Di poto berikutnya terlihat Atma yang tengah bersamanya.

“Kamu mengenalnya bukan?” tanya pria itu.

Indah mengangguk, mengiyakan.

“Mari bicarakan ini di tempat lain” ujar Indah.

Indah membawa kedua orang itu ke tempat yang ramai agar tidak ada sesuatu yang beuruk terjadi kepadanya.

Indah duduk di sebuah kursi dengan tubuh yang menghadap kedua orang debtkolektr itu.

Satu orang terlihat menjelaskan duduk permasalahan ayahnya kepada Indah.

Indah mendengarkannya, sesekali decakan kesal ia keluarkan tak percaya dengan apa yang di bicarakan orang itu.

Semuanya terdengar tidak masuk akal di kepala Indah.

Ia kembali mempertanyakan darimana ayahnya bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Membeli sebuah apartemen dan membayar pengobatannya selama bertahun-tahun.

Rasanya ingin sekali ia tidak ikut campur dari masalah ini. Namun, tetap bagaimana pun dia adalah ayahnya. Dan sebagai anak Indah sudah berkewajiban untuk membantunya.

Seseorang menyerahkan selebaran kertas ke arah Indah.

Kertas itu berisi surat perjanjian hutang pi utang ayahnya. Pinjamannya, suku bunga termasuk hal-hal lain.

Sudah beberapa bulan menunggak dan tentunya membuat bunganya semakin menumpuk.

Kali ini, Indah kehabisan kata-katanya. Melihat nominal uang yang tidak sedikit di kertas itu.

Ia tidak tahu harus melakukan apa.

FLASHBACK OFF

“Kenapa kamu memberikannya? Harusnya kau memberitahu ayah dulu Indah” ujar Atma membentak.

“Harusnya ayah yang urus ini sendiri ngga usah libatin Indah” ujar Indah membals ucapan Atma.

“Kalau aja Ayah ngga menghindar. Mereka, pasti ngga akan nyari Indah” timpalnya lagi.

Atma berdecak kesal, mendengar perlawanan yang Indah berikan.

“Berani kamu?” tanya Atma.

“Mentang-mentang udah hidup enak. Bisa bertindak seenaknya? Mau buang ayah?” tanya Atma menekan nada suaranya.

Indah memicingkan matanya, tak percaya dengan apa yang diucapkan Atma.

Apakah ini tidak salah? Seharusnya yang bicara seperti itu Indah. Sejak usianya baru enam tahun Atma sudah meninggalkan nya di panti asuhan. Bahkan, sampai sekarang pun Atma hanya menuntut ini itu dari Indah tanpa mengerti keadannya sekali pun.

Indah beranjak dari tempatnya. Enggan berbicara lebih lama lagai dengan Atma. Setiap kata yang di keluarkannya memberi luka baru untuk Indah.

“Indah bakal pergi. Jadi, ayah bisa tinggal disini” ujar Indah.

Atma menatap ke arah Indah yang berjalan melewatinya.

“Jangan memperumit keadaan. Pastikan obatnya di minum teratur” lanjut Indah.

Selanjutnya, langkahnya terhenti di ambang pintu.

“Kalau sampe Indah lihat lagi ayah minum atau ngelakuin hal yang sama”

“Indah bakal pastiin ayah ngga bisa datang lagi kesini” Indah menyelesaikan ucapannya.

Atma mendengus, mendengar ancaman yang di ucapkan Indah. Apa yang di katakan anak itu tidak pernah ia masuk ke hatinya.

Indah berjalan menuruni satu persatu tangga darurat.

Bruk

Seluruh kakinya terasa lemas. Lengannya mengepal sembari memeluk kedua lututnya. Beberapa detik kemudian rintihan tangisan terdengar dari mulutnya.

Semuanya terasa begitu melelahkan.

Akhir-akhir ini seluruh kekuatan fisik dan mentalnya terasa di bantai habis-habisan.

Tidak ada yang mudah untuk Indah, beberapa hal harus kembali ia relakan pergi dari genggaman tangannya.

Bahkan, untuk menerima ayahnya kembali adalah hal yang sulit untuk Indah. Setelah semua pengorbanan yang di keluarkan Indah untuk menolong Atma tidak pernah ternilai oleh ayahnya.

Ia hanya sibuk mementingkan dirinya tanpa sadar sudah melukai perasaan putrinya. Tidak, bukan seperti itu. Perasaan Indah memang tidak pernah penting untuknya.

Bahkan di usianya yang masih anak-anak Atma tega meninggalkannya di panti asuhan. Ia baru kembali mendatangi Indah hanya untuk mendapatkan peninggaan-peninggalan yang istriya siapkan untuk masa depan Indah.

Namun, kini satu persatu peninggalan dari ibunya mulai menghilang. Hanya satu yang bisa Indahkan pertahankan saat ini. Yaitu, sebuah bangunan yang Indah pakai untuk mendirikan sebuah kafe.

Episodes
1 On and On
2 F. On
3 F. On 2
4 F. On and Off
5 Off
6 Oye
7 Ayah?
8 H-ello
9 Qest
10 First
11 J
12 Night
13 JIS
14 Co'vnant
15 Tricky
16 Vorst'n
17 DeepT'k
18 Seja
19 R
20 Obvi*s
21 Meet
22 Lunch
23 Dalih
24 Fallin
25 Fall
26 Way
27 BreakFree
28 IFeel
29 Broth
30 ChaFa
31 Side
32 Props
33 Heal
34 AnDjieFa
35 Shoume
36 Cha
37 Root
38 Elevator
39 Lunx
40 Den
41 For What?
42 Home
43 are u, Ok?
44 Happier
45 Rainy days
46 Gum
47 Quest
48 Answr
49 Wedding Days
50 Hide
51 Bern
52 Accord
53 ciao
54 Mooni
55 autograph
56 Waiting
57 Wrong
58 Memor
59 Heartbeat
60 Bye
61 Bring
62 Hai?
63 Check Out
64 Arah
65 Take a Breathe
66 slut
67 Raor
68 Marv
69 U & Me
70 tiaW
71 L
72 Wakeup
73 Reality
74 Props
75 Back
76 Liv
77 Cinno's
78 LoveHate
79 Crown
80 Reeb
81 Fath
82 Risk
83 Why, you?
84 Painful
85 Randm
86 SACK
87 Fired
88 Trap
89 Ava
90 Hurts
91 Fall again
92 Neverland
93 Butter
94 Sunders
95 Without You
96 Great
97 Treshold
98 Apr Shower
99 FML
100 ItsYou
101 RLY
102 Chetoyou
103 TrustGd
104 Crash
105 Poor
106 Namacna
107 Heavy
108 Regret
109 LostIn
110 Gbye
111 Can I?
112 LetGo
113 Flow
114 Let God
115 Let2God
116 PersBar
117 Fri(Ends)
118 PersNdah
Episodes

Updated 118 Episodes

1
On and On
2
F. On
3
F. On 2
4
F. On and Off
5
Off
6
Oye
7
Ayah?
8
H-ello
9
Qest
10
First
11
J
12
Night
13
JIS
14
Co'vnant
15
Tricky
16
Vorst'n
17
DeepT'k
18
Seja
19
R
20
Obvi*s
21
Meet
22
Lunch
23
Dalih
24
Fallin
25
Fall
26
Way
27
BreakFree
28
IFeel
29
Broth
30
ChaFa
31
Side
32
Props
33
Heal
34
AnDjieFa
35
Shoume
36
Cha
37
Root
38
Elevator
39
Lunx
40
Den
41
For What?
42
Home
43
are u, Ok?
44
Happier
45
Rainy days
46
Gum
47
Quest
48
Answr
49
Wedding Days
50
Hide
51
Bern
52
Accord
53
ciao
54
Mooni
55
autograph
56
Waiting
57
Wrong
58
Memor
59
Heartbeat
60
Bye
61
Bring
62
Hai?
63
Check Out
64
Arah
65
Take a Breathe
66
slut
67
Raor
68
Marv
69
U & Me
70
tiaW
71
L
72
Wakeup
73
Reality
74
Props
75
Back
76
Liv
77
Cinno's
78
LoveHate
79
Crown
80
Reeb
81
Fath
82
Risk
83
Why, you?
84
Painful
85
Randm
86
SACK
87
Fired
88
Trap
89
Ava
90
Hurts
91
Fall again
92
Neverland
93
Butter
94
Sunders
95
Without You
96
Great
97
Treshold
98
Apr Shower
99
FML
100
ItsYou
101
RLY
102
Chetoyou
103
TrustGd
104
Crash
105
Poor
106
Namacna
107
Heavy
108
Regret
109
LostIn
110
Gbye
111
Can I?
112
LetGo
113
Flow
114
Let God
115
Let2God
116
PersBar
117
Fri(Ends)
118
PersNdah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!