Off

Flashback off

20 september 2022

Raksa kafe

22.45 wib

“Senang bisa melihat kamu lagi” ujar Akbar mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.

Indah berdecak kesal. Melihat, sikap tak tahu malu Akbar.

“Setelah semua hal yang kmu lakuin?” balas Indah.

Akbar megangguk.

“Maaf” balasnya meminta maaf.

Indah menghela nafasnya. Ia benar-benar ingin menanyakan ini.

“Malam itu, apa benar kamu pergi untuk rehab?” tanya Indah.

Akbar menggelengkan kepalanya, menjawab pertayaan Indah.

Indah mengernyitkan dahinya.

"Apakah kamu mengikuti kasusnya?" Akbar mengajukan sebuah pertanyaan.

Indah menggeleng, kecil. "Bagaimana?" tanyanya.

"Satu minggu setelahnya. Polisi memberikan pernyataan bahwa mereka salah tangkap. Soal pernyataan yang aku berikan mereka mengatakan karena itu tekanan yang mereka buat" ujar Akbar menjelaskan.

Indah berdecak kesal, mendengar hal yang tidak masuk akal untuknya.

"Semua kasus itu di cabut."

“Setelah itu kakek mengirim ku ke swiss. Jadi, aku pergi kesana” Akbar menyelesaikan ucapannya.

Indah semakin mengernyitkan dahinya, ia semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi malam itu.

“Apa harus bertindak sejauh itu?” Indah terus bertanya, semakin penasaran.

Akbar mengangguk, mengiyakan.

“Terus kamu gimana?” tanya Indah di dalam hatinya. Ia ingin mengetahu banyak hal lagi. Namun, luka yang Akbar berikan malam itu sangat melukainya. Dan meninggalkan sebuah bekas yang sulit Indah lupakan. Jadi, ia lebih menahannya.

"Aku melakukannya, agar ayah lebih yakin bahwa rencananya berjalan dengan lancar"

Indah mengernyitkan dahinya, semakin tak mengerti.

"Seperti yang aku bilang. Hal itu hanya sebagai pengalihan. Agar ayah bisa kembali ke posisinya!" lanjut Akbar, berterus terang.

Rasa muak menyelimuti sebagian perasaan Indah. Tapi, tubuhnya terlihat nggan beranjak dari tempat itu.

Ia benar-benar merasa jatuh sendirian ke dalam drama yang di buat keluarga Akbar. Hal itu tentu saja memberi rasa trauma ke dalam kehidupan Indah.

“Sebagai gantinya. Kakek mengirim ku ke swiss" timpalnya.

Indah menatapnya, dengan tatapan yang sulit di artikan.

Selanjutnya terdengar perempuan itu yang berdecak kesal

Seluruh kepercayaannya kepada Akbar sudah hilang sejak malam itu. Jadi, apa yang di bicarakannya malam ini terasa seperti omong kosong belaka.

Ia benar-benar muak dan ingin segera mengkhirinya.

“Mari berhenti, sampai disini” ujar Indah.

“Jika kamu pergi sekarang. Aku akan sangat berterimakasih” ujar Indah meminta Akbar pergi dari tempatnya.

Akbar, menatapnya dengan tatapan sayu.

“Aku belum selesasi!” Akbar memberi tahu.

“Itu urusanmu, dan aku sudah tidak peduli lagi” balas Indah tegas.

Akbar menatap ke arah Indah, memastikan.

Indah mengangguk dengan, yakin.

“Apapun tentang kamu. Aku sudah tidak tertarik atau ingin tahu lagi” ucap Indah.

Sebuah kalimat yang Indah berikan berhasil menghantam tepat ke dalam hati Akbar.

Akbar terdiam, sorot matanya masih menatap Indah. Berusaha membuat kontak mata.

“Untuk yang terakhir. Boleh, aku menanyakan ini?” Akbar mengajukan sebuah pertanyaan.

Indah diam tak menjawabnya.

Akbar mengepalkan lengannya, mengumpulkan keberanian untuk mengatakan seluruh isi hatinya kepada Indah.

“soal yang aku lakukan malam itu aku benar-benar minta maaf” Akbar mengawali ucapannya.

Indah kembali berdecak kesal.

“Ngga usah bertele-tele”

“Buat singkat aja” ujar Indah memotong ucapan Akbar.

Akbar mengusap seluruh bagian wajahnya dengan kedua lengannya.

Setiap perbincangannya kali ini dengan Indah tidak berjalan lancar seperti apa yang di pikirkannya.

Melihat semua perlakuan Indah, reaksi dan tatapan matanya. Sudah menunjukkan betapa besar rasa benci Indah terhadapnya.

Hal itu, tentu saja membuat Akbar merasa lebih gugup. Apa yang sudah ia persiapkan sebelumnya, hilang begitu saja.

Semua kata yang keluar dari Indah, hanya melukai hati Akbar dan membuatnya, kehilangan kata-kata.

“Udah?” tanya Indah.

Akbar menundukkan kepalanya, sembari menggeleng kecil. Kini keberaniannya, perlahan menghilang.

Indah beranjak dari tempatya.

“Berhenti" merasakan pergerakan dari Indah, akbar memintanya berhenti.

“Sebentar, aku minta waktu sebentar lagi” ucapnya mencoba meyakinkan Indah, dengan menahan pergelangan lengannya.

Indah menoleh. “Lepas” meminta akbar melepaskan lengannya.

Akbar mengangguk, ia segera menurunkan pergelangan lengannya dari Indah.

Kemudian, meminta perempuan itu agar kembali duduk ke tempat nya semula.

Akbar memejamkan matanya. Semuanya sudah berubah dan banyak hal yang merubah indah. Ia fikir Indah akan memaafkannya. Sama seperti yang selalu Indah lakukan kepada ayahnya. Namun kali ini berbeda. Dari awal ia tetap memperlakukannya sama. Seolah-olah tidak ada celah untuk Akbar kembali masuk ke dalam hatinya.

“Aku benar-benar cape bar” ujar Indah terdengar melemas.

“Aku, udah ngga punya waktu lagi” lanjutnya.

Kedua mata Akbar terbuka, ia menatap dan mendengarkan apa yang Indah bicarakan.

Sembari mengangguk setuju, dengan apa yang di ucapkan Indah.

“Sama seperti yang kamu tulis di surat itu”

“Ayo kita hentikan ini”

“Lupain semua hal yang terjadi di antara kita. Dan fokus sama apa yang kita jalanin” Indah kembali melanjutkan kalimatnya.

Ia menyembunyikan lengannya yang mengepal di bawah meja. Tentu saja, saat ini ia juga merasa gugup. Satu sisi dirinya merasa sangat senang bisa melihat Akbar lagi namun satu sisinya yang lain masih merasa ketakutan. Ia tidak bisa menggantungkan kepercayaan sepenuhnya kepada Akbar.

Karena saat ia memberikan kepercayaan. Akbar malah pergi, hilang dan meninggalkannya.

Akbar terdiam, apa yang di ucapkan Indah terasa seperti panah yang menghujam hatinya.

Saat itu, ketika Indah membaca surat darinya. Apa ini juga yang di rasakannya?

Akbar fikir dengan mengatakan itu, saat itu akan membuat Indah tenang dan tidak terlalu memikirkannya. Namun, mendengar perkataan yang ia buat dari Indah terasa sangat menyesakkan dan menyakitkan.

“Aku ngga mau ngulangin hal yang sama lagi” ujar Indah.

“Pikiran kita tuh nggak akan sejalan. Semua hal yang kamu lakuin jauh dari jangkauan logika aku” timpalnya.

“Dan aku ngga bisa memakluminya” ujar Indah sembari mengingat apa yang keluarga Akbar lakukan. Bekerja sama dengan aparat, membungkam media, membuat berita palsu untuk kepentingannya sendiri. Dengan cara bagaimana pun tak bisa di pahami nalar Indah.

Akbar terdiam, tak ada hal yang bisa di ucapkannya lagi. Dan jika itu kemauan Indah ia tidak akan memaksanya.

“Jika itu keputusan kamu. Aku menghargainya”

“Terlepas dari apa yang aku rasakan saat ini, aku tidak akan memaksakannya" balas Akbar, kali ini Ia menyerah dan akan menuruti kemauan Indah.

Indah menganggukkan kepalanya, setuju.

“Satu hal yang perlu kamu tau”

“Semua perasaan aku benar-benar tulus”

“Dari awal, sekarang dan sampai nanti. Semua nggak akan berubah”

“Aku jamin itu” Akbar bicara tegas.

Indah mengabaikan dengan memalingkan wajahnya. Menghindar kontak mata yang Akbar buat.

Akbar beranjak dari tempatnya, kemudian meninggalkan kafe dengan cepat.

Indah tetap pada pendirian. Ia membiarkan Akbar pergi dari tempatnya tanpa menoleh sedikitpun.

Bugg

Akbar masuk ke dalam mobil dengan langkah cepat.

Ia menanamkan wajahnya di bagian setir.

Deruan nafas keluar dari mulutnya. Penolakan yang Indah berikan sangat melukai harga dirinya.

Akbar menoleh ke jok belakang mobil miliknya.

Di atas jok terlihat sebuah buket bunga berukuran besar dan sekotak perhiasan.

Akbar menyiapkannya, di pertemuan pertamanya dengan Indah. Jika berjalan lancar, ia akan melamarnya.

Memperbaiki semua kesalahan yang ia lakukan tujuh tahun lalu. Menggenggam lengan Indah dengan penuh keberanian agar ia bisa tetap di sampingnya. Namun, situasinya berbeda Indah benar-benar tidak menginginkannya lagi. Bahkan sebelum Akbar bisa mengungkapkannya. Indah, sudah menolaknya. Meninggalkan rasa sakit di hati Akbar.

Episodes
1 On and On
2 F. On
3 F. On 2
4 F. On and Off
5 Off
6 Oye
7 Ayah?
8 H-ello
9 Qest
10 First
11 J
12 Night
13 JIS
14 Co'vnant
15 Tricky
16 Vorst'n
17 DeepT'k
18 Seja
19 R
20 Obvi*s
21 Meet
22 Lunch
23 Dalih
24 Fallin
25 Fall
26 Way
27 BreakFree
28 IFeel
29 Broth
30 ChaFa
31 Side
32 Props
33 Heal
34 AnDjieFa
35 Shoume
36 Cha
37 Root
38 Elevator
39 Lunx
40 Den
41 For What?
42 Home
43 are u, Ok?
44 Happier
45 Rainy days
46 Gum
47 Quest
48 Answr
49 Wedding Days
50 Hide
51 Bern
52 Accord
53 ciao
54 Mooni
55 autograph
56 Waiting
57 Wrong
58 Memor
59 Heartbeat
60 Bye
61 Bring
62 Hai?
63 Check Out
64 Arah
65 Take a Breathe
66 slut
67 Raor
68 Marv
69 U & Me
70 tiaW
71 L
72 Wakeup
73 Reality
74 Props
75 Back
76 Liv
77 Cinno's
78 LoveHate
79 Crown
80 Reeb
81 Fath
82 Risk
83 Why, you?
84 Painful
85 Randm
86 SACK
87 Fired
88 Trap
89 Ava
90 Hurts
91 Fall again
92 Neverland
93 Butter
94 Sunders
95 Without You
96 Great
97 Treshold
98 Apr Shower
99 FML
100 ItsYou
101 RLY
102 Chetoyou
103 TrustGd
104 Crash
105 Poor
106 Namacna
107 Heavy
108 Regret
109 LostIn
110 Gbye
111 Can I?
112 LetGo
113 Flow
114 Let God
115 Let2God
116 PersBar
117 Fri(Ends)
118 PersNdah
Episodes

Updated 118 Episodes

1
On and On
2
F. On
3
F. On 2
4
F. On and Off
5
Off
6
Oye
7
Ayah?
8
H-ello
9
Qest
10
First
11
J
12
Night
13
JIS
14
Co'vnant
15
Tricky
16
Vorst'n
17
DeepT'k
18
Seja
19
R
20
Obvi*s
21
Meet
22
Lunch
23
Dalih
24
Fallin
25
Fall
26
Way
27
BreakFree
28
IFeel
29
Broth
30
ChaFa
31
Side
32
Props
33
Heal
34
AnDjieFa
35
Shoume
36
Cha
37
Root
38
Elevator
39
Lunx
40
Den
41
For What?
42
Home
43
are u, Ok?
44
Happier
45
Rainy days
46
Gum
47
Quest
48
Answr
49
Wedding Days
50
Hide
51
Bern
52
Accord
53
ciao
54
Mooni
55
autograph
56
Waiting
57
Wrong
58
Memor
59
Heartbeat
60
Bye
61
Bring
62
Hai?
63
Check Out
64
Arah
65
Take a Breathe
66
slut
67
Raor
68
Marv
69
U & Me
70
tiaW
71
L
72
Wakeup
73
Reality
74
Props
75
Back
76
Liv
77
Cinno's
78
LoveHate
79
Crown
80
Reeb
81
Fath
82
Risk
83
Why, you?
84
Painful
85
Randm
86
SACK
87
Fired
88
Trap
89
Ava
90
Hurts
91
Fall again
92
Neverland
93
Butter
94
Sunders
95
Without You
96
Great
97
Treshold
98
Apr Shower
99
FML
100
ItsYou
101
RLY
102
Chetoyou
103
TrustGd
104
Crash
105
Poor
106
Namacna
107
Heavy
108
Regret
109
LostIn
110
Gbye
111
Can I?
112
LetGo
113
Flow
114
Let God
115
Let2God
116
PersBar
117
Fri(Ends)
118
PersNdah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!