H-ello

21 november 2022

Lengan Akbar bergerak menggosok-gosok handuk ke kulit kepalanya.

Pak

Ia melemparkan handuk basah itu ke arah keranjang baju kotor.

Hari ini, ia terlihat begitu bersemangat.

Langkahnya bergerak maju, menuju dapur dan segera meneguk secangkir kopi yang sudah di buatnya.

Selanjutnya lengannya terlihat membuka kulkas mengeluarkan dua butir telur.

Prang

Ia meletakkan wajan di atas kompor induksi listrik. Jari telunjuknya terlihat menekan bagian pinggiran kompor menyalakannya.

Selanjutnya ia mengoleskan seujung sendok butter ke dalam wajar.

Shhhhshshshh (Suara butter yang meleleh)

Akbar memasukkan beberapa potong daging sapi asap meletakkannya di atas wajan untuk memanggangnya.

Selama menunggu itu, Lengannya terlihat sibuk mengocok dua telur yang ia tambahkan susu segar.

Selanjutnya, akbar meniriskan daging sapi yang di panggangnya, meletakkannya di atas piring.

Tak berlangsug lama ia segera memasukkan telur kocok di atas wajan, diikuti dengan dua lembar roti yang ia letakkan secara berdampingan di atas telur. Kurang dari lima detik ia mebalikkan potongan roti, Selanjutnya terlihat ia tengah menambahkan dua potong selada di salahsatu lembar roti. Diikuti tomat, daging panggang juga selembar keju menyempurnakan tiap tingkatan sandwich yang di buatnya. Akbar menumpuk selembar roti yang berada di sebelahnya dan selesai. Satu menu yang ia buat untuk sarapannya sudah selesai.

Ia segera menyiapkan piring, ia mengangkat spatula memindahkan sandwich ke piring. Tak lupa ia juga menambahkan saos dan mayonase.

Tubuhnya kembali bergerak, ia berjalan menuju sofa di ruang tengah dengan kedua lengan yang terlihat penuh membawa makanannya.

Tiga detik kemudian, televisi menyala. Akbar menikmati sepiring sandwich dan secangkir kopi dengan menonton acara tv favoritnya.

Sesekali ia tertawa, memberikan reaksi dari apa yang di lihatnya.

Sepuluh menit berlalu akbar sudah menyelesaikan sarapan yang ia rangkap degan makan siangnya.

Kemudian, ia kembali beranjak dari tempatnya. Berjalan, menuju kamar untuk mengganti pakaian.

###

Tap

Lengan Indah bergerak melingkarkan id card di bagian bawah lehernya. Selanjutnya ia memakai jas berwarna putih.

Hari ini, Indah mendapat jadwal jaga siang.

Sepuluh menit yang lalu

Ia sampai di rumah sakit dan lagsung mengganti pakaiannya dengan scrub yang di lapisi jas dokter.

Helaan nafas terdengar keluar dari mulutnya, sebagian tubuhnya terasa sangat berat.

Sejak tadi malam, ia kesulitan untuk tertidur. Apa yang tengah di alaminya, terasa sangat mengganggu.

“Ayo, ke aula Ndah” ajak Siska salah satu temannya.

Indah mengernyitkan dahinya.

“Lo ngga baca grup?” tanya Siska setelah melihat reaksi yang i berikan Indah.

Idah menggelengkan kepalanya, sejak tadi pagi ia belum sempat mengecek ponselnya.

***

Pukul 13.45 wib

Aula rumah sakit

Indah berjalan menurunu satu persatu anak tangga mengikuti Siska yang berjalan di depannya. Keduanya memilih duduk di antara bangku paling tengah.

Sepuluh menit berlalu.

Acara belum di mulai. Namun, seluruh tempat duduk sudah terisi penuh. Oleh staff rumah sakit, pimpinan beserta jajarannya yang berada di bangku paling depan, mahasiswa residen dan anak koas mengisi banggu tengah dan belakang.

“Cek cek” seseorang terlihat tengah mengecek pengeras suara.

Pak Mardi, seorang yang bertugas sebagai Humas di Rumah Sakit tengah berjalan menuju podium.

“Assalamualaykum” ia megucapkan salam, di kalimat pertamanya.

“Selamat siang, salam sehat dan sejahtera untuk kita semua” lanjutnya menyapa dan memberikan sebuah kalimat pengantar.

Tak berlangsung lama, terdengar suara sahutan dari dalam ruangan membalas jawaban pak mardi.

“Karena waktu yang kita punya tidak banyak.”

“Maka, kita akan buat singkat. Dan, hanya akan menyampaikan poin-poin pentingnya saja” lanjutnya.

“Untuk itu, waktu dan tempat kami persilahkan kepada bapak Tama Direktur Pimpinan Rumah Sakit” ujar Mardi mengakhiri ucapannya, dengan menyambut seseorang.

Seorang pria tua dengan tubuh gempal terlihat berdiri. Ia mengenakan atasan kaos yang di baluti dengan jas, sementara di bagian bawahnya ia memakai celana kain yang di tambah dengan sabuk yang melingkar di bagian pinggangnya. Tak lupa, ia juga memakai topi koboi di kepaanya.

“Hmm” Anton terkeekeuh melihat penampilan kakeknya, Tama. Ia juga berada di ruangan itu, duduk di bangku bagian paling belakang.

Kurang dari tiga menit pria itu sudah berdiri di depan podium.

Tanpa berbasa-basi ia lngsung menjelaskan poin utama yang akan di sampaikannya hari ini.

“Hari ini, kita akan menyambut seorang anggota keluarga baru di rumah sakit ini”

“Usianya masih sangat muda. Namun, pengalaman yang di milikinya jauh dari jangkauan anak se usianya” ujar Tama terus memuji.

Anton semakin tidak menyukak arah pembicaraan yang tengah di bicarakan Tama, kakeknya.

Selanjutnya. Terlihat layar proyektor menyala menunjukkan siluet gambar seorang pria yang diikuti sebuah tanda tanya besar di belakangnya.

Anton beranjak dari tempatnya, semakin tak tertarik.

Tama menyadari gerak-gerik yang di lakukan Anton. Dengan cepat ia segera mengambil tindakan. Satu gerakan tubuhnya, berhasil membuat Anton kembali duduk di tempatnya.

Selanjutnya pandangan Tama beralih ke arah pembawa acara. Meminta memanggilnya.

“Bapak Muhammad Luby Akbar” ujar pembawa acara memanggil Akbar ke podium.

Seluruh saraf-saraf Indah tersakiti menegang, matanya membelalak setelah mendengar nama itu lagi.

“Sebagai wakil direktur pelayanan Medis dan keperawatan” lanjut MC mengatakan tugas Akbar yang baru.

Akbar beranjak dari tempatnya berjalan menuju ke arah podium, beriringan degan suara pembawa acara yang membacakan riwayat hidupnya. Dari Akbar lahir, dimana ia mengenyam pendidikan, bekerja di tempat mana saja juga tempat tinggalnya.

Saat ini, Indah kehilangan kendali atas dirinya. Kepalanya terasa kosong, pendengaran nya menjadi samar ia tak bisa mendengar dengan jelas.

Tap

Akbar menghentikan langkahnya tepat di bagian tengah panggung, Tama berjalan menghampirinya, menyalami Akbar.

Selanjutnya, seorang sekertaris menyerahkan sebuah map kepada Tama yang langsung ia berikan kepada Akbar.

Akbar menerimanya, map itu berisi kontrak kerja, juga arahan pekerjaan yang akan di kerjaannya.

Mendengar secara langsung apa yang telah di lalui anak itu di usianya yang masih muda membuat para audience terpesona akan sosok Akbar. Tidak hanya itu, parasnya yang tampan juga menambah karismanya. Sontak hal itu membuat Akbar mendapat sorakan dan tepuk tangan di hari pertamanya bekerja.

Anton mengalihkan pandangannya, Bosan itu yang ia rasakan. Kaki kirinya terlihat menopang kaki kanannya.

Seperkian detik selanjutnya terlihat lengannya menopang dagunya, sementara kaki bagian bawahnya mengetuk-etuk lantai.

Jauh sebelum ini ia sudah mengenal Akbar. Akbar yang di temui nya saat ini jauh berbeda dengan Akbar yang di kenalnya dulu.

Wajah polos, karismatik yang ia perlihatkan saat ini sangat mengganggunya.

Apa yang diingat Anton di memorinya hanyalah Akbar seorang pelajar nakal, pembuat onar dan kasar.

Melihat ia banyak mendapat pujian membuat bulu kuduk nya merinding dan benar-benar muak.

Episodes
1 On and On
2 F. On
3 F. On 2
4 F. On and Off
5 Off
6 Oye
7 Ayah?
8 H-ello
9 Qest
10 First
11 J
12 Night
13 JIS
14 Co'vnant
15 Tricky
16 Vorst'n
17 DeepT'k
18 Seja
19 R
20 Obvi*s
21 Meet
22 Lunch
23 Dalih
24 Fallin
25 Fall
26 Way
27 BreakFree
28 IFeel
29 Broth
30 ChaFa
31 Side
32 Props
33 Heal
34 AnDjieFa
35 Shoume
36 Cha
37 Root
38 Elevator
39 Lunx
40 Den
41 For What?
42 Home
43 are u, Ok?
44 Happier
45 Rainy days
46 Gum
47 Quest
48 Answr
49 Wedding Days
50 Hide
51 Bern
52 Accord
53 ciao
54 Mooni
55 autograph
56 Waiting
57 Wrong
58 Memor
59 Heartbeat
60 Bye
61 Bring
62 Hai?
63 Check Out
64 Arah
65 Take a Breathe
66 slut
67 Raor
68 Marv
69 U & Me
70 tiaW
71 L
72 Wakeup
73 Reality
74 Props
75 Back
76 Liv
77 Cinno's
78 LoveHate
79 Crown
80 Reeb
81 Fath
82 Risk
83 Why, you?
84 Painful
85 Randm
86 SACK
87 Fired
88 Trap
89 Ava
90 Hurts
91 Fall again
92 Neverland
93 Butter
94 Sunders
95 Without You
96 Great
97 Treshold
98 Apr Shower
99 FML
100 ItsYou
101 RLY
102 Chetoyou
103 TrustGd
104 Crash
105 Poor
106 Namacna
107 Heavy
108 Regret
109 LostIn
110 Gbye
111 Can I?
112 LetGo
113 Flow
114 Let God
115 Let2God
116 PersBar
117 Fri(Ends)
118 PersNdah
Episodes

Updated 118 Episodes

1
On and On
2
F. On
3
F. On 2
4
F. On and Off
5
Off
6
Oye
7
Ayah?
8
H-ello
9
Qest
10
First
11
J
12
Night
13
JIS
14
Co'vnant
15
Tricky
16
Vorst'n
17
DeepT'k
18
Seja
19
R
20
Obvi*s
21
Meet
22
Lunch
23
Dalih
24
Fallin
25
Fall
26
Way
27
BreakFree
28
IFeel
29
Broth
30
ChaFa
31
Side
32
Props
33
Heal
34
AnDjieFa
35
Shoume
36
Cha
37
Root
38
Elevator
39
Lunx
40
Den
41
For What?
42
Home
43
are u, Ok?
44
Happier
45
Rainy days
46
Gum
47
Quest
48
Answr
49
Wedding Days
50
Hide
51
Bern
52
Accord
53
ciao
54
Mooni
55
autograph
56
Waiting
57
Wrong
58
Memor
59
Heartbeat
60
Bye
61
Bring
62
Hai?
63
Check Out
64
Arah
65
Take a Breathe
66
slut
67
Raor
68
Marv
69
U & Me
70
tiaW
71
L
72
Wakeup
73
Reality
74
Props
75
Back
76
Liv
77
Cinno's
78
LoveHate
79
Crown
80
Reeb
81
Fath
82
Risk
83
Why, you?
84
Painful
85
Randm
86
SACK
87
Fired
88
Trap
89
Ava
90
Hurts
91
Fall again
92
Neverland
93
Butter
94
Sunders
95
Without You
96
Great
97
Treshold
98
Apr Shower
99
FML
100
ItsYou
101
RLY
102
Chetoyou
103
TrustGd
104
Crash
105
Poor
106
Namacna
107
Heavy
108
Regret
109
LostIn
110
Gbye
111
Can I?
112
LetGo
113
Flow
114
Let God
115
Let2God
116
PersBar
117
Fri(Ends)
118
PersNdah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!