F. On

16 Juli 2015

Vila pecatu, Bali.

Trek

Tubuh bagian belakang Akbar mendorong pintu, menutupnya.

Langkahnya terhenti, senyumnya yang ia buat kini menurun. Pandangannya terhenti, menatap ke arah Indah yang tengah mematung.

“Bagaimana tanggapan pak Shakti atas kejadian in?” ujar salah satu wartawan.

Suara televisi terdengar menggema di seluruh ruangan.

Akbar berdecak kesal.

Pandangannya beralih melihat ke arah televisi.

Di dalam layar televisi terlihat Dharma, ayahnya tengah mengadakan konferensi pers.

Selanjutnya layar berganti. Menunjukan seseorang yang memiliki perawakan sama dengannya tengah berada di sebuah klub. Beberapa barang terlihat di buramkan. Selanjutnya, pria itu terlihat di giring oleh petugas kepolisian dan BNN.

Huh

Akbar mengeluarkan nafasnya dengan kasar.

“Beliau menyerahkan masalah ini kepada saya” Balas Dharma menjawab pertanyaan dari salah satu wartawan.

Rangga berjalan menaiki podium, dengan lengan yang membawa sebuah map. Ia berjalan menghampiri Dharma, kemudian menyerahkan map yang di bawanya.

“Kami pihak keluarga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini”

“Dengan ini pula, Kami pihak keluarga maupun perusahaan akan mengikuti prosedur yang di berikan polisi dan BNN” lanjutnya.

Akbar menghela nafasnya.

“Oleh sebab itu, posisi Akbar sebagai direktur perusahaan akan di tangguhkan. Apabila, terbukti dia bersalah” ia menghentikan ucapannya, kemudian sebuah senyuman terukir di wajahnya.

“Dengan berat hati, ia akan di pecat”

“Yang bertanda tangan di bawah ini Shakti” ucap Dharma mengakhiri narasi yang ia bacakan.

Lengannya bergerak menutup map, yang berada di hadapannya. Selanjutnya, langkahnya berjalan menuruni podium. Lalu, ia membungkukkan setengah badannya menghadap ke kamera, sembari meminta maaf.

Kepala Indah menoleh ke sebelah kiri. Dari sudutnya terlihat Akbar yang tengah berdiri dengan menundukkan kepalanya. Di kedua lengannya terlihat ia membawa beberapa kotak pizza dan hamburger.

Melihat laki-laki di hadapannya seperti ini, membuat hati Indah merasa sakit.

“Apa yang sedang di rencanakan keluarga Akbar? Apa harus bertindak sejauh ini? Menggiring sebuah berita palsu untuk sebuah hal yang tidak di ketahuinya” itu yang Indah pikirkan saat ini.

Indah melangkahkan kakinya, berjalan menghampiri Akbar.

Kedua lengannya merangkul tubuh Akbar ke dalam pelukannya.

Akbar menanamkan dagunya di bahu Indah. Sama seperti Indah, Ia juga tidak tahu tentang keadaan yang tengah menimpanya.

“Jadi ini maksud kakek” gumam Akbar di dalam hatinya.

Flashback 30 menit yang lalu.

Akbar tengah memasak di dapur menyiapkan makan malam untuk Indah yang tengah mempersiapkan laporan yang diminta PPDS.

Tring tong

Bel berbunyi.

Akbar bergegas turun, berjalan keluar dari pintu vila, melewati taman dan berakhir di sebuah gerbang berukuran cukup besar.

Srek

Ia membuka pintu gerbang.

Akbar mengernyitkan dahinya, menyadari tak ada seorang pun yang berada di luar gerbang.

Kaki kanannya berjalan keluar melewati gerbang. Lalu ia menoleh ke sisi kanan dan kirinya.

Akbar berjalan ke sebelah kiri, menghampiri satu mobil mewah yang terparkir.

Cling

Sorotan cahaya yang berasal dari lampu mobil, menyoroti tubuh Akbar.

Akbar memejamkan matanya, kemudian tangannya terlihat terangkat mencoba menghalau sinar cahaya.

Tap

Seseorang meraih lengannya.

Akbar membalikkan tubuhnya. Menoleh, ke arah seseorang yang berdiri tepat di belakangnya.

Trak

Kurang dari lima detik, sebuah borgol sudah melingkar di pergelangan tangannya.

Akbar mengernyitkan dahinya.

“Lo siapa?” tanya Akbar kesal, kepada seseorang yang berada di hadapannya.

Seorang pria dengan memakai setelan berwarna serba hitam, terlihat berdiri di hadapannya. Tubuhnya tinggi semampai, dengan badan yang kekar.

“Diam” balas pria itu.

“Huh” Akbar mendengus kesal.

Pria itu menatap tajam ke arah Akbar, dengan senyum yang menyeringai.

Akbar mengangkat kedua tangannya, lalu ia ayunkan tepat ke arah wajah pria itu.

Pria itu memejamkan matanya, langkahnya mundur sasatu langkah, menghindari pukulan Akbar.

Akbar tersenyum, melihat reaksi yang dikeluarkan pria itu. Ia menurunkan lengannya kembali, mengurungkan niatnya.

“Takut?” ujar Akbar bertanya.

Pria itu menggeleng, kemudian lengannya terlihat merapihkan bajunya.

Bug

Ia melayangkan sebuah tinju dengan kedua tangannya, membuat pria itu terhuyung. Selanjutnya lengan Akbar terlihat melingkar di lehernya. Tak lama kemudian, ia mulai menyangkal kaki pria itu.

Dalam tiga detik tubuh kekar itu terlentang di jalanan.

Akbar menaikkan sudut bibirnya, tersenyum puas.

Kakinya kembali melangkah, menghampiri pria yang masih terlentang itu. Ia menginjakkan kakinya tepat di bagian dada pria itu, menekannya.

“Siapa yang nyuruh?” tanya Akbar.

Pria itu menggeleng, dengan nafasnya yang terengah-engah.

Bug

Ia kembali melayangkan sebuah tinju, kali ini pukulannya berhasil membuat pria itu kehilangan kesadarannya.

Akbar menghela nafasnya, kepalanya menoleh memperhatikan ke dalam Vila.

Ia beranjak dari tempatnya, menghampiri seseorang yang berada di dalam mobil.

Brak

Akbar membukanya. Seorang pria tersenyum, menyapa Akbar dengan todongan sebuah pistol yang berada di genggamannya.

Akbar mengangkat kedua lengannya yang masih terikat borgol.

Ia memejamkan matanya, tak percaya dengan situasi yang tengah di hadapinya.

Bug

Akbar melayangkan sebuah tinju dengan kedua tangannya, rasa amarahnya hampir meledak.

Srakk

Serangan tak terduga dari Akbar, mengejutkan pria itu. Sehingga, pistol yang berada di genggamannya terlepas.

Dalam satu serangan Akbar berhasil merebut pistolnya,

“Keluar” perintah Akbar.

Pria itu terdiam, perintah Akbar dibalas dengan sebuah senyuman yang menyeringai.

Plak

Akbar melayangkan sebuah pukulan dengan pistol yang berada di genggamannya. Ia tak bisa menahannya lagi.

“Ahh” ujar pria itu mengerang.

“Keluar, br*ngsek” perintah Akbar sembari menyeret tubuh pria itu keluar.

Ia berjalan dengan lunglai. Di belakangnya, terlihat Akbar yang mengarahkan pistol ke belakang kepalanya.

“Cepat” ujar Akbar, memintanya mempercepat.

Pria itu mengangguk, kemudian berjalan menuju temannya yang sudah terbujur kaku.

“Cari, kunci borgol nya” Akbar lanjut memberi perintah.

Pria itu bergerak menurunkan tubuhnya, lengannya terlihat meraba-raba setiap saku yang berada di pakaian temannya.

Tring

Sebuah kunci terlihat bergelayunan di genggaman pria itu.

Akbar ikut menurunkan tubuhnya, sorot matanya terus menatap tajam tangannya masih mengacungkan pistol.

“Buka” ujar Akbar kembali memberi perintah.

Akbar melemaskan pergelangan lengannya. Dengan cepat ia mengambil alih borgol. Lalu, memasangkannya di masing-masing lengan kedua pria itu. Membuat keduanya saling berikatan.

Akbar beranjak dari tempatnya, kemudian lengannya melemparkan kunci ke arah semak-semak.

***

Suara deringan telpon berbunyi.

Kedua orang suruhan itu saling bertatapan, mereka duduk di bangku paling depan mobil dengan lengan yang masih berkaitan.

Akbar mengambil alih telpon.

“Halo, bagaimana hasilnya?” ujar suara dari balik telpon.

Akbar tersenyum, menyeringai menyadari suara telpon itu dari kakeknya, Shakti.

“Ini, Akbar” ucap Akbar memberitahu identitasnya.

“Ah, Akbar” ujar Shakti, menyapa.

“Sepertinya hari ini kamu memang beruntung” puji Shakti.

Sudut bibir Akbar terangkat.

“Diam, jangan bicara apapun” perintah Shakti, terdengar serius.

“Apapun yang terjadi malam ini. Diam, jangan lakukan apapun”

“Meskipun, itu sangat mengganggu”

“Tetaplah, diam disana”

“Sampai waktunya kamu pergi”

“Jangan membuat keributan” ucap Shakti mengakhiri ucapannya.

Episodes
1 On and On
2 F. On
3 F. On 2
4 F. On and Off
5 Off
6 Oye
7 Ayah?
8 H-ello
9 Qest
10 First
11 J
12 Night
13 JIS
14 Co'vnant
15 Tricky
16 Vorst'n
17 DeepT'k
18 Seja
19 R
20 Obvi*s
21 Meet
22 Lunch
23 Dalih
24 Fallin
25 Fall
26 Way
27 BreakFree
28 IFeel
29 Broth
30 ChaFa
31 Side
32 Props
33 Heal
34 AnDjieFa
35 Shoume
36 Cha
37 Root
38 Elevator
39 Lunx
40 Den
41 For What?
42 Home
43 are u, Ok?
44 Happier
45 Rainy days
46 Gum
47 Quest
48 Answr
49 Wedding Days
50 Hide
51 Bern
52 Accord
53 ciao
54 Mooni
55 autograph
56 Waiting
57 Wrong
58 Memor
59 Heartbeat
60 Bye
61 Bring
62 Hai?
63 Check Out
64 Arah
65 Take a Breathe
66 slut
67 Raor
68 Marv
69 U & Me
70 tiaW
71 L
72 Wakeup
73 Reality
74 Props
75 Back
76 Liv
77 Cinno's
78 LoveHate
79 Crown
80 Reeb
81 Fath
82 Risk
83 Why, you?
84 Painful
85 Randm
86 SACK
87 Fired
88 Trap
89 Ava
90 Hurts
91 Fall again
92 Neverland
93 Butter
94 Sunders
95 Without You
96 Great
97 Treshold
98 Apr Shower
99 FML
100 ItsYou
101 RLY
102 Chetoyou
103 TrustGd
104 Crash
105 Poor
106 Namacna
107 Heavy
108 Regret
109 LostIn
110 Gbye
111 Can I?
112 LetGo
113 Flow
114 Let God
115 Let2God
116 PersBar
117 Fri(Ends)
118 PersNdah
Episodes

Updated 118 Episodes

1
On and On
2
F. On
3
F. On 2
4
F. On and Off
5
Off
6
Oye
7
Ayah?
8
H-ello
9
Qest
10
First
11
J
12
Night
13
JIS
14
Co'vnant
15
Tricky
16
Vorst'n
17
DeepT'k
18
Seja
19
R
20
Obvi*s
21
Meet
22
Lunch
23
Dalih
24
Fallin
25
Fall
26
Way
27
BreakFree
28
IFeel
29
Broth
30
ChaFa
31
Side
32
Props
33
Heal
34
AnDjieFa
35
Shoume
36
Cha
37
Root
38
Elevator
39
Lunx
40
Den
41
For What?
42
Home
43
are u, Ok?
44
Happier
45
Rainy days
46
Gum
47
Quest
48
Answr
49
Wedding Days
50
Hide
51
Bern
52
Accord
53
ciao
54
Mooni
55
autograph
56
Waiting
57
Wrong
58
Memor
59
Heartbeat
60
Bye
61
Bring
62
Hai?
63
Check Out
64
Arah
65
Take a Breathe
66
slut
67
Raor
68
Marv
69
U & Me
70
tiaW
71
L
72
Wakeup
73
Reality
74
Props
75
Back
76
Liv
77
Cinno's
78
LoveHate
79
Crown
80
Reeb
81
Fath
82
Risk
83
Why, you?
84
Painful
85
Randm
86
SACK
87
Fired
88
Trap
89
Ava
90
Hurts
91
Fall again
92
Neverland
93
Butter
94
Sunders
95
Without You
96
Great
97
Treshold
98
Apr Shower
99
FML
100
ItsYou
101
RLY
102
Chetoyou
103
TrustGd
104
Crash
105
Poor
106
Namacna
107
Heavy
108
Regret
109
LostIn
110
Gbye
111
Can I?
112
LetGo
113
Flow
114
Let God
115
Let2God
116
PersBar
117
Fri(Ends)
118
PersNdah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!