Oye

Dua bulan setelahnya.

20 november 2022

Srrrrrt

Akbar menggeser gorden, membiarkan cahaya masuk ke apartemen miliknya.

Trek

Selanjutnya, ia membuka sedikit jendela agar udara masuk. Tubuhnya terdiam, untuk sesaat menatap ke arah luar dengan rambut yang terlihat masih berantakan.

Akbar berjalan keluar dari kamarnya bergerak menuju dapur. Tak lama setelahnya, ia langsung menegak secangkir air putih.

Kurang dari satu menit ia kembali ke kamarnya mengganti baju piama yang ia kenakan dengan satu set setelan baju olahraga. Tak lupa, ia memasangkan topi di atas kepalanya.

Ia berjalan menuju pintu. Tepat di depan pintu, ia menghentikan langkahnya. Memasangkan sepatu olahraga di kedua kakinya.

Bug

Pintu apartemen kembali terkunci, setelah sang pemilik berjalan keluar.

####

Indah menghela nafasnya. Kepalanya menunduk, dengan lengan yang mengepal.

Lima detik kemudian.

Ia mengangkat kepalanya, lalu menoleh ke sebelah kanan. Menatap, kembali mobil miliknya.

Sebuah mobil peninggalan ibunya. Sudah sepuluh tahun lebih mobil itu mengantar Indah kemana-mana termasuk dalam meraih mimpinya. Benda itu sudah menjadi bagian hidupnya.

Namun, kali ini ia benar-benar harus melepasnya. Agar bisa membantu melanjutkan pengobatan ayahnya.

Bahkan setelah semua hal pahit yang di berikan Atma. Indah tetap menerimanya dan mau mengobatinya.

FLASHBACK ON

Satu bulan sebelumnya.

Indah menundukkan kepalanya, dengan tubuh yang bersandar di tembok. Lalu matanya terlihat bergerak ke kanan dan kiri memperhatikan seseorang yang sedang menjalani pegobatan.

“Belum pulang Ndah?” tanya seseorang muncul dari belakangnya.

Indah mengangguk mengiyakan menjawab pertanyaan yang di ajukn siska. Salhsatu teman residennya di rumah akit ini.

“Soal pasien yang tadi. Gue bisa lihat ga yah?” tanyanya.

“Kenapa? L kenal?” ujar Siska dengan sebuah pertanyaan lagi.

“Nggak, Cuma mastiin aja” balas Indah, singkat, namun sorot matanya tetap melihat ke arah lain.

Siska memperhatikan Indah di tempatnya. Perempuan itu terlihat tengah menyembunyikan esuatu. Membuat, Siska semakin penasaran.

“Kalau mau lihat, lihat aja kesana” ujar Siska mengusulkan.

Indah mengangguk pelan.

“Daritadi disini, tapi belum ada satu pun keluarganya yang jenguk.” Ungkap Siska lebih jelas.

****

Indah menghentikan langkahnya, tepat di samping ranjang pasien. Seluruh badannya terasa lemas.

Melihat seseorang yang berbaring itu adalah ayahnya seseorang yang belum Indah temui lagi setelah enam tahun terakhir.

“Aisshh” Indah berdecak kesal. Setelah menghirup bau alkohol dari sekujur tubuh ayahnya.

“Jadi ini yang ayah lakuin, enam tahun terakhir?” ungkapnya merasa jengkel.

Indah hanya bisa menatap kesal ke arah ayahnya yang tengah erbaring.

Tujuh tahun berlalu, tidak ada yang berubah dari kebiasaan ayahnya. Hanya bagian tubuhnya saja yang berubah jelas lebih kurus, rambutnya menipis dan mulai memutih.

“Kenal ndah?” tanya Siska menghampiri Indah.

Indah mengangguk. Meskipun ayahnya bersikap kurang baik. Ia tetap tidak bisa berpura-pura tidak mengenalnya. Apalagi dalam kondisi seperti ini?

“Dia bokap gue sis” jawab Indah, pelan.

Siska mengernyitkan dahinya, tak percaya dengan apa yang d ucapkan Indah.

“Gue kira, lo udah ngga punya...” ia menghentikan ucapannya.

Indah mengangguk, mengerti dengan arah pembicaraan siska yang mengiranya sudah tidak memiliki sipapun.

Seorang perawat terliht berjalan ke arah kedunaya.

Siska dan perawat itu terlihat saling menukar panngan.

“Saya wali nya “ ujar Indah, mendahului perawat.

Lengannya bergerak mengambil alih kertas. Lalu, mengisi data pribadinya.

Siska masih memperhatikan Indah. Pandangan kosong terlihat di wajah perempuan itu. Nada bicaranaya terdengar bergetar. Seperti terkena gangguan panik.

“Mbak Indah, dokter mau bicara” ujar salah satu perawat memberitahunya.

Indah mengangguk, bejalan mengikuti arah yang ditujukan seorang perawat yang berjalan di depannya.

****

Tiga puluh menit berlalu

Kini, indah sudah berada di bangku bus yang akan mengantarnya pulang.

******* nafas terus keluar dari mulutnya. Bola matanya, terlihat menoleh ke arah jendela.

Indah tidak tahu harus berbuat apa.

Gumpalan amarah terpendam di dalam dirinya, mengganjal. Apa yang ayahnya perbuat di masa lalu sangat melukainya. Tapi satu sisinya yang lain tetap mengkhawatirkan kondisi ayahnya.

Apalagi setelah mendengar penjelasan yang dokter berikan. Ia semakin bingung.

Hari itu, Atma kembali mendatangi Indah untuk meminta sertifikat kafe. Indah tidak tahu apa alasan pasti dari permintaan ayahnya itu.

Jika ia memang sangat menbutuhkan uang untuk pengobatannya. Kenapa sejak hari itu ia tidak pernah datang lagi.

Menurut dokter penyakit yang ayahnya derita beberapa tahun lalu sudah sembuh sejak dua tahun lalu. Dan kini, penyakit itu kembali kambuh dan semakin parah akibt dari kebiasaannya yang tidak bisa berhenti minum-minum.

Indah juga tidak mengerti. Darimana ayahnya bisa melakukan pengobatan. Padahal perawatan penyakit ini tidaklah murah.

Semua pertanyaan-pertanyaan itu muncul membuat rasa bersalahnya mencuat.

Menyadari Atma melawan penyakitnya sendirian membuat hatinya terasa sakit.

****

Sepuluh menit berlalu

Indah berjalan keluar dari bus. Langkah kakinya, berjalan menuju sebuah gedung apartemen.

Rasanya, tak ada tenaga untuk ia bisa pulang ke rumahnya.

Di saat seperti ini Indah membutuhkan teman yang bisa mendengarkannya. Jadi, ia memutuskan untuk berkunjung ke rumah Icha sahabatnya yang ia temui sepuluh tahun lalu.

Berbeda dengan Indah. Icha telah menikah dengan Fadly seorang karyawan di kafe Indah. Dari pernikahan keduanya mereka di karuniai seorang anak perempuan yang kini menginjak usia tiga tahun.

Tring trong

Indah menekan bel apartemen Icha. Menunggunya, di depan pintu.

Trek

Pintu terbuka

Terlihat sosok Fadly berada di ambang pintu menyambut kedatangan Indah.

Indah tersenyum hambar membalas sapaan yang Fadly berikan.

Selanjutnya Fadly mempersilahkah Indah memasuki rumahnya.

Indah melangkahkan kakinya, melewati pintu.

Tak lama kemudian terlihat kedua lengannya melambai-lambai ke arah Icha yang tengah bermain bersams putrnya.

“Hello” Indah menyapa ceria sembari menghampiri Icha.

Fadly dan Icha saling menkar pandangan menyadari ada sesuatu yang aneh dari Indah.

Tidak seperti bisanya ia datang malam-malam seperti ini. Suaranya terdegar menahan tangisan begitu pun dengan sorot matanya yang berkaca-kaca.

Fadly berjalan ke arah Icha. Mengambil alih putrinya dari gendongan Icha.

“Kalian santai aja.” Ujar Fadly kemudian membawa putrinya ke kamar untuk menidurkannya.

Icha mengangguk mengiyakan ia bersyukur memiliki Fadly yang sangat perhatian dan peka.

Indah menghela nafasnya.

Kemudian menatap ke arah Icha tanpa sadar air matanya mulai mengalir.

Icha menaikkan alisnya, kemudian lengannya merangkul Indah ke dalam pelukannya.

Suara tangisan Indah semakin pecah ia tak bisa menahan semua rasa kesedihan yang ada di dalam hatinya.

Semakin hari semuanya terasa semakin sulit dan menyesakkan.

Ia tidak tahu harus berjalan ke arah mana. Tetap menyelamatkan dirinya lebih dulu atau membantu orang lain. Apa ia harus kembali menunda pendidiknanya lagi?

Sebagai dokter residen Indah belum mendapatkan gaji dari tenaganya. Satu-satunya yang bisa ia andalkan untuk hidupnya dalah penghasilan dari kafe. Namun, sekarang apakah itu akan cukup? Mengingat biaya pengobatan ayahnya yang cukup mahal.

Episodes
1 On and On
2 F. On
3 F. On 2
4 F. On and Off
5 Off
6 Oye
7 Ayah?
8 H-ello
9 Qest
10 First
11 J
12 Night
13 JIS
14 Co'vnant
15 Tricky
16 Vorst'n
17 DeepT'k
18 Seja
19 R
20 Obvi*s
21 Meet
22 Lunch
23 Dalih
24 Fallin
25 Fall
26 Way
27 BreakFree
28 IFeel
29 Broth
30 ChaFa
31 Side
32 Props
33 Heal
34 AnDjieFa
35 Shoume
36 Cha
37 Root
38 Elevator
39 Lunx
40 Den
41 For What?
42 Home
43 are u, Ok?
44 Happier
45 Rainy days
46 Gum
47 Quest
48 Answr
49 Wedding Days
50 Hide
51 Bern
52 Accord
53 ciao
54 Mooni
55 autograph
56 Waiting
57 Wrong
58 Memor
59 Heartbeat
60 Bye
61 Bring
62 Hai?
63 Check Out
64 Arah
65 Take a Breathe
66 slut
67 Raor
68 Marv
69 U & Me
70 tiaW
71 L
72 Wakeup
73 Reality
74 Props
75 Back
76 Liv
77 Cinno's
78 LoveHate
79 Crown
80 Reeb
81 Fath
82 Risk
83 Why, you?
84 Painful
85 Randm
86 SACK
87 Fired
88 Trap
89 Ava
90 Hurts
91 Fall again
92 Neverland
93 Butter
94 Sunders
95 Without You
96 Great
97 Treshold
98 Apr Shower
99 FML
100 ItsYou
101 RLY
102 Chetoyou
103 TrustGd
104 Crash
105 Poor
106 Namacna
107 Heavy
108 Regret
109 LostIn
110 Gbye
111 Can I?
112 LetGo
113 Flow
114 Let God
115 Let2God
116 PersBar
117 Fri(Ends)
118 PersNdah
Episodes

Updated 118 Episodes

1
On and On
2
F. On
3
F. On 2
4
F. On and Off
5
Off
6
Oye
7
Ayah?
8
H-ello
9
Qest
10
First
11
J
12
Night
13
JIS
14
Co'vnant
15
Tricky
16
Vorst'n
17
DeepT'k
18
Seja
19
R
20
Obvi*s
21
Meet
22
Lunch
23
Dalih
24
Fallin
25
Fall
26
Way
27
BreakFree
28
IFeel
29
Broth
30
ChaFa
31
Side
32
Props
33
Heal
34
AnDjieFa
35
Shoume
36
Cha
37
Root
38
Elevator
39
Lunx
40
Den
41
For What?
42
Home
43
are u, Ok?
44
Happier
45
Rainy days
46
Gum
47
Quest
48
Answr
49
Wedding Days
50
Hide
51
Bern
52
Accord
53
ciao
54
Mooni
55
autograph
56
Waiting
57
Wrong
58
Memor
59
Heartbeat
60
Bye
61
Bring
62
Hai?
63
Check Out
64
Arah
65
Take a Breathe
66
slut
67
Raor
68
Marv
69
U & Me
70
tiaW
71
L
72
Wakeup
73
Reality
74
Props
75
Back
76
Liv
77
Cinno's
78
LoveHate
79
Crown
80
Reeb
81
Fath
82
Risk
83
Why, you?
84
Painful
85
Randm
86
SACK
87
Fired
88
Trap
89
Ava
90
Hurts
91
Fall again
92
Neverland
93
Butter
94
Sunders
95
Without You
96
Great
97
Treshold
98
Apr Shower
99
FML
100
ItsYou
101
RLY
102
Chetoyou
103
TrustGd
104
Crash
105
Poor
106
Namacna
107
Heavy
108
Regret
109
LostIn
110
Gbye
111
Can I?
112
LetGo
113
Flow
114
Let God
115
Let2God
116
PersBar
117
Fri(Ends)
118
PersNdah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!