F. On and Off

Flashback off

20 september 2022

Pukul 22.32 wib

Raksa kafe

Akbar dan Indah duduk saling berhadapan. Di salah satu meja yang dekat dengan jendela besar. Di meja terlihat dua cangkir kopi.

Suasana kafe terasa sangat hening. Di tempat itu hanya tinggal mereka berdua.

Senyum Akbar mengembang, dengan sorot mata yang masih menatap Indah.

Ia tidak bisa menyembunyikan rasa senang yang ada di hatinya. Bisa kembali melihat Indah adalah hal yang patut Akbar syukuri. Bola matanya beralih menatap ke arah setiap sudut ruangan. Semuanya masih tampak sama, sepeti tujuh tahun lalu.

Berbeda dengan apa yang di rasakan Akbar. Indah benar-benar merasa kesal melihat kedatangan Akbar.

Ia sengaja membawa pria itu ke kafenya agar tidak ada hal buruk yang terjadi. Seandainya terjadi pun ada kamera CCTV yang akan merekamnya.

“Senang bisa melihat kamu lagi” ucap Akbar mengungkapkan perasaannya.

Indah berdecak kesal, membalas ucapan yang di berikan Akbar untuknya.

“Ndah aku ngga peduli tentang apapun yang terjadi di luar sana”

“Selama kamu masih ada di sisi aku. Aku, rasa itu udah cukup!” Akbar mengakhiri kalimatnya.

Semua perkataan yang Akbar berikan terekam jelas di memorinya.

Semua perkataan Akbar malam itu terasa seperti omong kosong belaka. Tak ada satu kata pun yang benar dengan tindakannya.

Malam itu Akbar meninggalkannya. Tanpa sebuah kejelasan yang dapat Indah pahami.

“Setelah semua hal yang kamu lakuin?” tanya Indah.

Akbar menundukkan kepalanya, meminta maaf.

Flashback On

17 Juli 2015

Vila pecatu, Bali.

Indah menatap ke arah jendela. Sosok batang hidung Akbar masih belum di lihatnya sejak tadi pagi. Indah berjalan keluar dari vila.

Ia melangkahkan kakinya menuju sebuah gedung yang berdampingan dengan vila.

Sebuah tempat yang Akbar pakai untuk beristirsahat. Terpisah dengan ruangan Indah

Trek

Indah berjalan melewati pintu, masuk ke tempat Akbar.

Hening, tak ada siapapun di ruangan itu. Sebuah ranjang besar terlihat begitu rapi. Indah kembali berjalan memeriksa setiap sudut termasuk ke kamar mandi dan ruang ganti Akbar. Namun, ia belum bisa menemukan sosok pria yang di carinya.

Tap

Tanpa sengaja sebuah jalan terbuka, sebuah jalan yang mengarah ke ruang bawah tanah.

Indah berjalan, melawan rasa takutnya memasuki ruangan itu.

Ruangan itu sangat besar dan gelap. Sebuah samsak tinju berukuran besar menggantung di bagian paling tengah ruangan.

“Ruangan apa ini?” tanyanya dalam hati.

“Ngga lucu yah bar!” ujar Indah memperingatkan.

Indah menghela nafasnya. Ruangan ini membuat dadanya terasa sesak.

“Apa yang di lakukan Akbar disini?” Indah kmbali bertanya kepada dirinya sendiri.

“AAAH” suara erangan keluar dari Indah.

Ruangan gelap ini, tidak cocok dengan Indah. Semakin lama ia berada di dalam sana semain sulit untuknya bisa bernafas, pandangannya kabur dan perlahan ia kehilangan kesadarannya.

20.00 wita

Indah berhasil merangkak keluar dari ruangan itu.

Kini ia terlihat tengah meminum sebuah cairan isotonik untuk memberikan tenaga ke seluruh tubuhnya. Selanjutnya, ia berjalan menuju dapur, menyiapkan baha-bahan memasak untuk makan malamnya nanti.

tring-tring-tring

Suara deringan telpon terus berbunyi, Namun Indah mengabaikannya.

Bruk

Ia menjatuhkan tubuhnya di sofa. Setelah semua hal yang di lakukannya Indah merasa bosan. Lengannya bergerak meraih remote kemudian menekan tombol on, menyalakannya.

Indah kembali mengernyitkan dahinya. Setelah, sebuah berita muncul dengan tagline

“Babak baru penangkapan konglomerat”.

Dug

Sesuatu terasa menghantam hatinya dengan keras. Di bagian layar televisi terlihat menunjukkan seseorang dengan sebagian wajah yang di tutupi masker. Dengan petugas kepolisian dan BNN yang berada di samping kanan dan kirinya.

“Itu bukan kamu kan, Bar? Jadi, ngapain aku harus gelisah.” Ucap indah mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Tiga detik kemudian. Pria itu terlihat melepaskan masker dengan kedua lengannya yang masih terpasang borgol.

Pupil mata Indah, membesar. Melihat pria itu adalah Akbar. Pria yang masih bersamanya tadi malam.

“Apakah bisa mereka memperkerjakan orang dengan wajah yang 100% mirip?” ujar Indah bertanya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal.

Suara Akbar terdengar begitu keras dari speaker. Ia memberi penjelasan dan minta maaf.

“Ngapain kamu Bar?”

“Berhenti akuin semua hal yang ngga pernah kamu lakuin” ucap Indah berbicara kepada Akbar yang di lihatnya di televisi.

Layar berganti menyorot ke arah lengan Akbar yang ter borgol, kemudian menyorot seluruh perawakan tubuh Akbar. Kepalanya terlihat menunduk, Akbar kembali memasangkan masker miliknya, juga merapihkan topi yang terpasang di kepalanya.

Seseorang terlihat membawa Akbar, menjauh dari Media dan langsung menyeretnya memasuki bus yang akan mengantar Akbar ke tempat rehabilitasi.

“Berhenti br*ngsek”

“Kembali ke sini” ujar Indah memberikan perintahnya.

Rasa amarah menyelimuti hati Indah. Saat ini, ia tak bisa berfikir dengan jernih.

Indah segera beranjak dari tempatnya. Langkahnya bergerak dengan cepat menuju tempat parkir.

Bug

Indah memasuki mobil dan segera menghidupkannya.

Huh

Deruan nafas keluar dari mulutnya. Rasa khawatir menumpuk di dadanya menimbulkan rasa sesak.

Indah menyandarkan kepalanya di atas setir mobil. Kali ini, seluruh tubuhnya terasa sangat lemas.

“Plis sadar Ndah” gumam Indah.

“Ngapain loe ikut larut di drama yang lagi mereka buat” menyadarkan dirinya sendiri.

“Sekarang, tenangin diri lo.”

“Balik ke vila dan tunggu dia” memberi nasihat sendiri.

****

Keesokkan harinya.

18 Juli 2015

Indah terbangun, dengan mata yang sembap.

Ia menoleh ke samping kirinya. Di atas nakas terlihat sebuah ponsel juga secarik kertas.

“Maaf” kata itu berada di baris paling pertama.

Indah menghela nafasnya, rasanya enggan sekali untuk melanjutkan membaca kertas itu.

“Aku harus pergi” satu kalimat muncul, membuat Indah menggelengkan kepalanya.

“Aku sudah memikirkannya, membiarkan orang berdiri menggantikan posisiku. Rasanya itu salah dan sangat mengganggu” lanjut Akbar mengisi surat yang ia buat untuk Indah. Indah membaca setiap kata demi kata yang berhasil menembus hatinya.

“Mungkin ini terdengar egois. Tapi bisakah kamu memenuhinya?” lanjut Akbar, mengajukan sebuah permintaan.

Indah mengangguk, ia segera mengiyakan permintaan Akbar.

“Hiduplah dengan baik, makan yang teratur juga istirahat yang cukup”

“Seberat apapun dan tidak peduli se mengganggu apapun nanti. Semoga, kamu tetap bisa menjadi diri kamu”

“Jika nanti, ada orang yang bertanya jawab saja kamu tidak tahu, atau tidak mengenalku”

“Hubungan kita benar-benar berakhir bukan?”

“Jadi, jangan terlalu memikirkan orang sepertiku”

“Karena itu, hanya akan membuang-buang waktu mu saja” ujarnya, mengakhiri kalimatnya dengan baik.

Semua kata yang di berikan Akbar, terasa menusuk ke dalam hatinya dan membuatnya kehilangan kata-kata.

Setelahnya, Indah bergegas menuju hotel tempat keluarga Akbar berada. Namun, nihil ia tak bisa menemui mereka.

Hari ini juga Indah memutuskan untuk pulang ke Bandung lebih awal dari apa yang seharusnya.

Ia mengeluarkan segala tenaga dan waktunya untuk bisa menemui pria itu. Termasuk menanyakannya kepada kerabat dan keluarga.

Meskipun yang di dapatnya hanya sebuah penghinaan yang berakhir dengan melukai harga diri Indah. Terutama dari Shakti, kakek Akbar.

Pria tua itu tidak pernah memberikan jawaban yang di inginkan Indah. Ia hanya menyodorkan segepok uang untuk Indah. Memberinya, sebagai ganti rugi.

Jelas, itu bukan hal yang di inginkan. Siapa dia? Sehingga bisa membeli hidupnya.

Hanya satu yang Indah inginkan ketahui. Ia hanya ingin tahu keberadaan Akbar dan memastikan pria itu aman di tangan yang tepat.

Sejak malam itu, Indah benar-benar kehilangan Akbar.

Episodes
1 On and On
2 F. On
3 F. On 2
4 F. On and Off
5 Off
6 Oye
7 Ayah?
8 H-ello
9 Qest
10 First
11 J
12 Night
13 JIS
14 Co'vnant
15 Tricky
16 Vorst'n
17 DeepT'k
18 Seja
19 R
20 Obvi*s
21 Meet
22 Lunch
23 Dalih
24 Fallin
25 Fall
26 Way
27 BreakFree
28 IFeel
29 Broth
30 ChaFa
31 Side
32 Props
33 Heal
34 AnDjieFa
35 Shoume
36 Cha
37 Root
38 Elevator
39 Lunx
40 Den
41 For What?
42 Home
43 are u, Ok?
44 Happier
45 Rainy days
46 Gum
47 Quest
48 Answr
49 Wedding Days
50 Hide
51 Bern
52 Accord
53 ciao
54 Mooni
55 autograph
56 Waiting
57 Wrong
58 Memor
59 Heartbeat
60 Bye
61 Bring
62 Hai?
63 Check Out
64 Arah
65 Take a Breathe
66 slut
67 Raor
68 Marv
69 U & Me
70 tiaW
71 L
72 Wakeup
73 Reality
74 Props
75 Back
76 Liv
77 Cinno's
78 LoveHate
79 Crown
80 Reeb
81 Fath
82 Risk
83 Why, you?
84 Painful
85 Randm
86 SACK
87 Fired
88 Trap
89 Ava
90 Hurts
91 Fall again
92 Neverland
93 Butter
94 Sunders
95 Without You
96 Great
97 Treshold
98 Apr Shower
99 FML
100 ItsYou
101 RLY
102 Chetoyou
103 TrustGd
104 Crash
105 Poor
106 Namacna
107 Heavy
108 Regret
109 LostIn
110 Gbye
111 Can I?
112 LetGo
113 Flow
114 Let God
115 Let2God
116 PersBar
117 Fri(Ends)
118 PersNdah
Episodes

Updated 118 Episodes

1
On and On
2
F. On
3
F. On 2
4
F. On and Off
5
Off
6
Oye
7
Ayah?
8
H-ello
9
Qest
10
First
11
J
12
Night
13
JIS
14
Co'vnant
15
Tricky
16
Vorst'n
17
DeepT'k
18
Seja
19
R
20
Obvi*s
21
Meet
22
Lunch
23
Dalih
24
Fallin
25
Fall
26
Way
27
BreakFree
28
IFeel
29
Broth
30
ChaFa
31
Side
32
Props
33
Heal
34
AnDjieFa
35
Shoume
36
Cha
37
Root
38
Elevator
39
Lunx
40
Den
41
For What?
42
Home
43
are u, Ok?
44
Happier
45
Rainy days
46
Gum
47
Quest
48
Answr
49
Wedding Days
50
Hide
51
Bern
52
Accord
53
ciao
54
Mooni
55
autograph
56
Waiting
57
Wrong
58
Memor
59
Heartbeat
60
Bye
61
Bring
62
Hai?
63
Check Out
64
Arah
65
Take a Breathe
66
slut
67
Raor
68
Marv
69
U & Me
70
tiaW
71
L
72
Wakeup
73
Reality
74
Props
75
Back
76
Liv
77
Cinno's
78
LoveHate
79
Crown
80
Reeb
81
Fath
82
Risk
83
Why, you?
84
Painful
85
Randm
86
SACK
87
Fired
88
Trap
89
Ava
90
Hurts
91
Fall again
92
Neverland
93
Butter
94
Sunders
95
Without You
96
Great
97
Treshold
98
Apr Shower
99
FML
100
ItsYou
101
RLY
102
Chetoyou
103
TrustGd
104
Crash
105
Poor
106
Namacna
107
Heavy
108
Regret
109
LostIn
110
Gbye
111
Can I?
112
LetGo
113
Flow
114
Let God
115
Let2God
116
PersBar
117
Fri(Ends)
118
PersNdah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!