Ethan membukakan pintu untuk Clara saat mereka sudah berada di depan mobil Ethan.
“Pak Benny sudah tidak ada, tidak usah berpura-pura baik lagi” ucap Clara saat masuk ke dalam mobil.
Ethan mendengus sebal, memang susah berurusan dengan Clara. Dia terlalu cepat tanggap.
“Kita memang harus belajar saling menerima, minggu depan kita sudah bertunangan” ucap Ethan menimpali.
“Yang tidak bisa menerima itu kamu, kenapa jadi bawa-bawa aku?” protes Clara.
“Tidak menerima bagaimana? Memangnya aku ada dekat dengan wanita lain?” jawab Ethan dengan pertanyaan.
“Ragamu tidak, tapi hati kamu untuk wanita lain” jawab Clara.
“Kamu cemburu ya?” Ethan senang sekali menggoda Clara. Dia memasangkan sabuk pengaman pada Clara, Ethan berjanji mulai sekarang dia akan belajar menerima Clara menjadi pasangannya.
Clara mendengus sebal.
“Yang cemburu itu kamu” ucap Clara tak mau kalah.
“Bagaimana aku bisa cemburu padamu bila aku menyukai Chila?” ucap Ethan balik bertanya.
“Ya terserah kamu saja” ucap Clara mengalah.
Ethan malah tertawa mendengar jawaban Clara.
Dia sengaja mengemudikan mobilnya dengan lambat agar bisa berlama-lama bersama Clara.
….
Shooting hari kedua, sepertinya Benny memang memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ada adegan Clara sedang membuatkan mie kuah di dapur. Harusnya Benny menunggu di meja makan tetapi dia sengaja berdiri di belakang Clara dan memeluknya dari belakang.
Sialan!
Umpat Ethan dalam hati. Bukan hanya Ethan yang kesal , Arlan pun sama kesalnya. Arlan bahkan meminta sutradara untuk menghentikan proses shooting tapi sutradara menolak dengan alasan adegan yang tercipta sudah sangat natural.
Jujur Clara pun sebenarnya sangat risih, tapi mengingat Manila food adalah perusahaan yang mendunia, Clara berusaha menekan perasaan tersebut. Yang terpenting Benny tidak sampai melecehkan dirinya.
Selesai proses shooting, Ethan langsung menarik Clara ke tempat yang lumayan jauh.
“Kenapa kamu biarkan dia memeluk kamu seperti itu hah?” ucap Ethan dengan suara meninggi.
“Melakukan apa maksud kamu?” tanya balik Clara dengan nada tak kalah tinggi.
“Aku hanya sebatas profesional kerja, kalau dia sampai melakukan hal-hal tidak senonoh tidak mungkin aku biarkan. Aku masih tau batasan” lanjut Clara yang juga sudah emosi sama seperti Ethan.
Ethan mengepalkan tangannya.
“Aku tidak mau di kontrak yang kedua kamu lagi yang menjadi bintangnya, kita bisa pakai Laura atau Maudy dan artis-artis lain.” titah Ethan tak terbantahkan.
“Iya, aku juga tidak tertarik menjadi artis” jawab Clara yang masih terdengar kesal.
Nafas Ethan masih memburu, dia juga tidak mengerti kenapa dia begitu kesal melihat Benny memeluk calon tunangannya seperti tadi. Ada rasa tidak rela yang Ethan rasakan.
Aku saja belum pernah memeluknya seperti itu. Gumam Ethan dalam hati.
“Bukannya kamu mengatakan tidak cemburu padaku? Kamu tau kamu marah-marah seperti ini terlihat seperti orang cemburu” ucap Clara dengan senyum mengejek.
“Aku tidak cemburu ! Sudah berulang kali aku katakan kalau aku tidak cemburu!!! Aku hanya menjaga apa yang menjadi milikku. Setelah orang tua kita sepakat menjodohkan kita maka kamu menjadi tanggung jawabku!” tegas Ethan. Dia sama sekali tidak mau mengakui kalau dia cemburu. Sejujurnya Ethan pun bingung dengan dirinya sendiri. Dia merasa yakin kalau dia menyukai Chila tapi disisi lain dia selalu ingin merasa marah bila ada yang berusaha dekat dengan Clara.
“Terserah saja apa maumu” ucap Clara lalu meninggalkan Ethan begitu saja. Ethan menendang di udara saking kesalnya. Bukan kesal pada Clara tapi kesal pada dirinya sendiri yang begitu bimbang dan tidak mengerti dengan dirinya.
…..
Beberapa hari telah berlalu setelah Ethan marah-marah tetapi mengelak kalau dia cemburu, Vania mengajak anak dan calon menantunya untuk fitting baju pesta pertunangan. Acara pertunangan memang hanya dihadiri keluarga saja, tapi Vania tetap ingin acara itu berkesan. Vania sudah merancang dress untuk acara ini bahkan sebelum perjodohan ini diberitahukan kepada anaknya.
Saat sampai di butik, mereka sudah langsung disambut hangat oleh perancang busana dan asistennya. Melanie Aurora sang desainer langsung menuntun Clara menuju ruang ganti. Vania sengaja memilihkan warna taupe untuk busana pertunangan tersebut.
Dress panjang dengan detail yang mewah dengan belahan tidak terlalu panjang di sisi kirinya. Dress tersebut membelit di tubuh langsing Clara dengan begitu cantik.
Ethan yang kini menunggu depan Ibunya sampai begitu terpesona melihat calon tunangannya.
“Cantik kan?” bisik Vania pada putranya. Ethan pun tanpa sadar menganggukkan kepalanya. Clara yang belum di makeup saja sudah secantik ini, apalagi nanti saat acara. Entah bagaimana kecantikannya nanti.
Melanie meminta Ethan dan Clara untuk mencoba berjalan berdua di panggung mini miliknya. Mereka terlihat begitu serasi.
“Wow… perfect!” pekik Melanie senang. Dia mengambil beberapa foto pasangan itu untuk koleksi pribadinya.
“Bisakah kalian lebih mesra?” mohon Melanie karena kedua pasangan itu terlihat kaku. Vania sendiri terlihat gemas. Dia memperagakan pada putranya bagaimana gaya yang terlihat mesra. Ethan dan Clara sama-sama canggung. Mengingat sudah beberapa hari ini mereka hanya menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi setelah kejadian shooting dengan Benny waktu itu.
Vania menuntun tangan Ethan untuk memeluk pinggang Clara, dan Clara membenamkan wajahnya di dada bidang Ethan. Ini adalah posisi terintim yang pernah mereka lakukan. Clara bahkan bisa mendengar debaran jantung Ethan yang begitu menggila saat ini.
“Ya bagus, seperti itu” ucap Melanie lalu meminta fotographer untuk mengambil gambar.
Setelah beberapa kali pengambilan gambar, Vania lalu merubah gaya foto mereka dengan posisi Ethan memeluk Clara dari belakang. Senyum keduanya terlihat begitu kaku karena sama-sama tegang. Padahal saat bersama Benny, Clara tidak setegang ini.
Vania sampai menepuk dahinya melihat kedua pasangan yang kaku dan grogi tersebut.
“Maafkan mereka ya Mom, maklum lah mereka dijodohkan dan masih malu-malu” ucap Vania yang meminta pengertian Melanie. Melanie tidak masalah dan memakluminya.
“Kalau begitu kita coba posisi yang lebih mudah ya” ucap Melanie memberi solusi.
Melanie meminta mereka berhadapan dengan tangan Ethan di kedua pipi Clara. Clara diminta menutup mata begitu juga Ethan. Ethan juga diminta mencium kening Clara.
“Tidak……!!!!” teriak mereka berdua dalam hati tapi tentu tidak bisa menolak permintaan Melanie serta Vania yang sudah begitu semangat.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
neng ais
seru cerita nya tp ko masih sepi yg baca nya..
semangat Thor
2023-10-12
2