Bab. 19 Melarikan diri

Sebelum matahari terbit, Tian sudah bersiap untuk mengemas barang barangnya yang dia titipkan pada Riko.

Tian hanya meninggalkan selembar surat di atas sofa. Dia tak membangunkan Riko yang sedang tertidur pulas. Dia juga hanya membawa baju dan barang rampasan yang diambil dari tas Sarah semalam.

Tian keluar rumah mengenakan jaket hitam, dipadukan dengan celana jeans dan tak lupa memakai topi berwarna hitam. Dia menutup wajahnya dengan masker berwarna hitam juga, supaya tak ada yang mengenalinya. Dia berjalan kaki menuju terminal bus.

Langkah kaki Tian terasa sangat berat meninggalkan kota kelahirannya. Dan di kota inilah dia juga membunuh istrinya.

Bagaimana keadaan Sarah sekarang? Apakah dia sudah mati atau masih hidup? Apa aku sudah terlalu kejam pada Sarah? Achh..Sudahlah, biarkan saja. Semua sudah terjadi.

Selama di perjalanan menuju terminal bus, Tian selalu memikirkan keadaan Sarah. Masih terbayang bagaimana kejamnya dia semalam, saat melukai orang yang dia cintai. Ada sedikit perasaan bersalah dalam hatinya. Namun, semua sudah terjadi. Dan ini jalan yang harus dia tempuh untuk melanjutkan hidup. Dia sudah tak bisa menengok ke belakang kembali.

Walaupun dia sangat menyesal atas perbuatannya sendiri, tetap saja tak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Penyesalan memang selalu datang terlambat.

"Maaf, Sarah. Aku sudah gelap mata. Aku tak bisa mengendalikan emosi sesaatku. Tapi kau juga yang memulai semua ini. Jika kau tak meminta cerai dan tetap diam seperti dulu, semua ini tak mungkin terjadi. Kau juga sudah mengkhianatiku Sarah. Haaahhhhh..."

Tian menghempaskan kepalan tangannya ke udara dan menendang batu kerikil yang ada di depannya, hingga melambung jauh ke depan.

Di jalanan yang Tian lewati sekarang masih sangat sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang lewat.

Sesampainya di terminal bus, Tian melihat jam besar yang tergantung di dinding terminal, jam menunjukkan pukul 03.45. Terminal juga masih belum beroperasi, karena masih terlalu pagi.

Tian mencari tempat untuk beristirahat sejenak. Kakinya sangat pegal, karena harus berjalan kaki dari rumah Riko ke terminal. Itu jarak yang lumayan jauh.

"Hahhh..Capek juga ternyata kabur kayak gini." Gumam Tian sambil memijit kakinya dari atas ke bawah.

Ketika Tian sedang sibuk memijit kedua kakinya, tiba tiba ada segerombolan pria berbadan kekar yang datang ke terminal, mereka seperti sedang mencari sesuatu.

Tian sedang bersantai, merokok dan meminum air mineral yang ia bawa sendiri. Salah satu dari mereka menghampiri Tian. Karena hanya Tian satu satunya orang yang bisa mereka tanya saat ini.

“Maaf, Tuan. Saya ingin bertanya, apakah Tuan mengenali orang yang ada di foto ini?” Tanya salah satu dari mereka dengan menunjukkan selembar foto.

Mata Tian membelalak dan dia juga sempat tersedak karena sangat terkejut. Ternyata orang yang sedang mereka cari adalah dirinya.

Ada apa mereka mencariku? Batin Tian sembari matanya masih melihat pria di hadapannya itu. Tetapi, dia harus bisa lebih tenang supaya tak ada yang curiga padanya.

“Maaf saya tak tahu, Tuan. Saya pendatang baru di kota ini, jadi tak mengenali siapapun di sini.” Dengan sopan Tian menjawab dan berdalih agar tak ada yang mengenalinya.

“Baiklah, terimakasih.” Pria itu akhirnya pergi setelah mendapat jawaban dari Tian.

Mereka tak menaruh curiga pada Tian. Karena di sekitar terminal lampunya tak terlalu terang dan Tian juga menggunakan masker, jadi wajahnya tak terlihat jelas oleh mereka.

Tian mengernyitkan dahi. "Kenapa orang orang itu mencariku? Apakah mereka sudah tahu kalau aku yang membunuh Sarah? Padahal semalam tak ada seorangpun yang melihat, kalau aku sudah membunuh Sarah. Apa jangan jangan Sarah masih hidup, dan dia bercerita tentang siapa yang sudah membunuhnya? Achh..Tak mungkin. Tapi, siapa mereka? Sepertinya mereka sangat berbahaya. Kalau begitu aku harus bersembunyi, sebelum mereka menyadari aku ada di sini." Gumam Tian.

Tian pergi dari tempat duduknya dan mencari persembunyian yang lebih aman. Menunggu sampai mereka pergi, baru nanti dia akan kembali ke terminal untuk pergi ke luar kota.

Setelah berjalan cukup jauh dari terminal, Tian mendapatkan tempat persembunyian di sebuah toko kecil yang sudah tak terpakai lagi. Dia membuka pintu toko yang tak terkunci dan bersembunyi di dalam sana.

"Sial, kenapa mereka bisa secepat itu tahu, kalau aku yang sudah membunuhnya." Kedua tangannya mengepal. Jantungnya berdegup kencang, sekarang dia adalah buronan.

****

📞”Halo, Tuan Muda.” Ari sedang menelepon Gavin.

📞”Iya. Ada apa, Ri?” Jawab Gavin dari seberang telepon.

📞”Kami tak menemukan pelakunya di terminal bus, Tuan. Sepertinya kita kalah cepat dari dia.” Mata Ari masih mencari ke sekeliling area terminal.

📞”Sial, kenapa kau lambat sekali!! Seperti yang ku katakan, jangan kembali sebelum kau menemukan bajingan itu!! Kau cari informasi tentang keluarganya atau teman dekatnya, mungkin saja mereka tahu keberadaannya sekarang.” Terdengar sangat dingin dan menyeramkan suara Gavin.

📞”Baik, Tuan.” Segera Ari menupun telepon. 

Dia lalu berlari kembali menyisir seluruh tempat pembelian tiket bus dan tempat parkir bus.

Salah satu dari Anak buah Ari yang bernama Nino, berlari menghampirinya.

“Tuan, sepertinya pria yang memakai jaket hitam dan memakai topi hitam tadi, adalah orang yang kita cari. Karena setelah saya bertanya padanya tadi, dia langsung pergi dari sini.”

“Apa kau tak salah dengan perkataanmu?” Ari bertanya untuk lebih memastikan, bahwa itu memang benar.

“Iya, Tuan. Saya tak salah berkata.” Nino menganggukkan kepalanya.

“Apa kau melihat dia berlari kearah mana?” Ari menatap tajam pada Nino.

“Kalau tak salah lihat, tadi dia berlari ke arah pintu keluar terminal, Tuan.” Jawab Nino seraya menunjuk arah pintu keluar.

“Ok. Kamu segera mencarinya di luar terminal dan bawa beberapa dari mereka untuk membantumu. Jangan sampai lolos lagi banjingan itu. Hidup kita tergantung pada pekerjaan ini. Kalau sampai kita gagal, Bos Gavin akan menghabisi kita semua.” Ucap Ari seraya menjelaskan semua akibatnya nanti.

“Baik, Tuan.” Nino menganggukkan kepala dan bersiap untuk pergi mencari target.

Nino dan beberapa temannya berlari ke arah keluar pintu terminal bus.

Ari dan semua anak buahnya itu tak pernah melihat bagaimana wajah Tian yang sebenarnya. Mereka hanya berbekal foto yang ditunjukkan Gavin.

***

Sekarang sudah pukul 06.30. Riko bangun dari tidurnya lalu menggosok mata dan duduk di atas kasur. Setelah nyawanya terkumpul, dia mulai turun dari kasur dan berjalan ke luar kamar. Melihat Tian sudah tak ada di rumahnya, dia merasa aneh. Tak biasanya Tian sudah bangun sepagi ini, dan kenapa dia pergi tak berpamitan terlebih dahulu? Tian seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

Riko merapikan sofa yang semalam dipakai Tian tidur. Tak sengaja dia menemukan selembar kertas di atas sofa.

Riko, maaf aku pergi tanpa membangunkanmu. Aku akan ke luar kota. Terimakasih sudah menjadi teman baikku selama ini. Jika suatu saat nanti ada yang datang ke rumahmu mencariku, kamu pura pura saja tak mengenalku. Jangan memberikan informasi apapun pada orang yang tak kamu kenal.

Setelah membaca surat dari Tian, Riko menghempaskan tubuhnya ke sofa. Teman baiknya sudah pergi meninggalkannya sekarang.

"Kamu sebenarnya ada masalah apa Tian. Kenapa tak bercerita padaku? Hahh..." Riko meletakkan sebelah lengannya di atas kening.

Episodes
1 Bab 1. Awal Mula
2 Bab 2. Kejadian tak terduga
3 Bab 3. Berkenalan
4 Bab 4. Mendapat pekerjaan baru
5 Bab 5. Hari pertama bekerja
6 Bab 6. Menjadi Pelayan Tuan Muda
7 Bab 7. Pengkhianatan
8 Bab 8. Ciuman pertama
9 Bab 9. Kamu cantik sekali
10 Bab 10. Mendapatkan kesempatan emas
11 Bab 11. Di dalam pesawat
12 Bab 12. Ciuman hangat
13 Bab 13. Nafsu yang terpendam
14 Bab 14. Kesedihan dan kebahagiaan
15 Bab 15. Pertemuan yang merenggut nyawa
16 Bab. 16 Kejadian tak terduga.
17 Bab. 17 Menangis kembali
18 Bab. 18 Mengalami Trauma
19 Bab. 19 Melarikan diri
20 Bab. 20 Hasrat wanita
21 Bab. 21 Kejadian tak terduga
22 Bab 22. Keajaiban mulai datang
23 Bab 23. Airmata
24 Bab. 24. Kesedihan
25 Bab. 25 Pengkhianatan
26 Bab. 26 Sarah Pergi
27 Bab. 27 Tepat Waktu
28 Bab. 28 Tergoda Tuan Muda Tampan
29 Bab. 29 Pengkhianatan
30 Bab. 30 Semakin Rumit
31 Bab. 31 Makan dan Menginap
32 Bab. 32 Sedikit Menyesal
33 Bab. 33 Menatap Bintang
34 Bab. 34 Perkampungan
35 Bab. 35 Ibu-ibu
36 Bab. 36 Pulang
37 Bab. 37 Terasingkan
38 Bab. 38 Makan Malam
39 Bab. 39 Pindah Rumah
40 Bab. 40 Surat Perjanjian
41 Bab. 41 Keluar Dari Rumah
42 Bab. 42 Villa Gavin
43 Bab. 43 Flashback
44 Bab. 44 Pernikahan Gumalang dan Siska
45 Bab. 45 Toko Roti Siska
46 Bab. 46 Penyesalan Datang Belakangan
47 Bab. 47 Acara Pertunangan
48 Bab. 48 Gang Sempit
49 Bab. 49 Ryan..
50 Bab. 50 Bertemu Seseorang
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1. Awal Mula
2
Bab 2. Kejadian tak terduga
3
Bab 3. Berkenalan
4
Bab 4. Mendapat pekerjaan baru
5
Bab 5. Hari pertama bekerja
6
Bab 6. Menjadi Pelayan Tuan Muda
7
Bab 7. Pengkhianatan
8
Bab 8. Ciuman pertama
9
Bab 9. Kamu cantik sekali
10
Bab 10. Mendapatkan kesempatan emas
11
Bab 11. Di dalam pesawat
12
Bab 12. Ciuman hangat
13
Bab 13. Nafsu yang terpendam
14
Bab 14. Kesedihan dan kebahagiaan
15
Bab 15. Pertemuan yang merenggut nyawa
16
Bab. 16 Kejadian tak terduga.
17
Bab. 17 Menangis kembali
18
Bab. 18 Mengalami Trauma
19
Bab. 19 Melarikan diri
20
Bab. 20 Hasrat wanita
21
Bab. 21 Kejadian tak terduga
22
Bab 22. Keajaiban mulai datang
23
Bab 23. Airmata
24
Bab. 24. Kesedihan
25
Bab. 25 Pengkhianatan
26
Bab. 26 Sarah Pergi
27
Bab. 27 Tepat Waktu
28
Bab. 28 Tergoda Tuan Muda Tampan
29
Bab. 29 Pengkhianatan
30
Bab. 30 Semakin Rumit
31
Bab. 31 Makan dan Menginap
32
Bab. 32 Sedikit Menyesal
33
Bab. 33 Menatap Bintang
34
Bab. 34 Perkampungan
35
Bab. 35 Ibu-ibu
36
Bab. 36 Pulang
37
Bab. 37 Terasingkan
38
Bab. 38 Makan Malam
39
Bab. 39 Pindah Rumah
40
Bab. 40 Surat Perjanjian
41
Bab. 41 Keluar Dari Rumah
42
Bab. 42 Villa Gavin
43
Bab. 43 Flashback
44
Bab. 44 Pernikahan Gumalang dan Siska
45
Bab. 45 Toko Roti Siska
46
Bab. 46 Penyesalan Datang Belakangan
47
Bab. 47 Acara Pertunangan
48
Bab. 48 Gang Sempit
49
Bab. 49 Ryan..
50
Bab. 50 Bertemu Seseorang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!