Bab. 16 Kejadian tak terduga.

Tian tertawa atas kemenangannya itu.

Tian seperti sudah dirasuki setan yang sangat kejam. Dia tak ada ampun buat Sarah. Padahal, yang selama ini memberinya uang dan menafkahi dirinya adalah Sarah, istrinya sendiri.

Tapi, kenapa dia sampai tega membunuh Sarah? Apa dia selama ini memang tak punya hati untuk Sarah?

Sarah yang merasakan tubuhnya mulai lemas dan tak punya tenaga lagi, hanya bisa mendengarkan suara Tian yang tertawa. Dan pandangan matanya sudah mulai pudar dan tak ada cahaya lagi.

Melihat Sarah yang sudah tak berdaya, Tian mulai mengambil tas Sarah dan membongkar isi tasnya. Tian mengambil uang dan handphone milik Sarah.

“Lumayan, bisa dijual lagi untuk main judi, ha ha ha.” Tian tertawa sembari memasukkan barang curiannya ke dalam kantong celananya.

Sarah seperti sedang bermimpi buruk. Tapi kali ini, dia tak bisa bangun dari mimpi buruknya itu. Sarah sudah pasrah jika ini memang takdir yang ditentukan Tuhan untuknya. Tapi dia juga selalu berdoa, jika Sarah diberi kesempatan untuk hidup kembali nanti , dia akan memilih untuk tidak mengenal pria brengsek yang sudah membunuhnya itu.

Setelah mengambil semua isi tas Sarah sampai tak tersisa, Tian pun langsung mengambil langkah seribu. Berlari secepat mungkin, sebelum ada orang yang melihatnya.

Sekarang tinggal Sarah sendirian terbaring di atas aspal yang dingin di gang buntu itu, dengan darah yang masih bercucuran keluar dari tubuhnya. Hanya Tuhan dan kesunyian malam yang menjadi saksi bisu atas kekejaman Tian.

****

Tuan Gumalang berjalan cepat menyusuri lorong perkantoran dengan diikuti Asisten pribadinya, Deri namanya. Dia ingin segera menemui anaknya yang sekarang berada di kantor, mengurus perusahaan yang tiba tiba kacau karena ulah orang orang jahat.

Sesampainya mereka di depan pintu ruangan Gavin. Deri yang dari tadi hanya mengikuti di belakang Bosnya, sekarang maju lebih dulu untuk membuka pintu ruangan itu.

“Gavin, bagaimana dengan perusahaan. Apakah sudah stabil kembali?” Tanya Papinya sembari melangkah masuk ke ruangan dan menghampiri Gavin yang sedang duduk di kursi panasnya, dengan menatap layar laptop.

“Tinggal sedikit lagi, Pi.” Gavin memijit dahinya karena pusing memikirkan perusahaannya yang tiba tiba terjadi masalah.

Di rumah Tuan Gumalang,

Tut..Tut..Tut..

Bunyi handphone Bi Mira yang sedang menelepon Ari.

📞”Halo, Bi.” Terdengar suara Ari di seberang telepon.

📞”Ari, Bibi mau tanya. Apa Sarah tak ikut pulang denganmu dan Tuan Muda?” Tanya Bi Mira.

📞”Eemm.. Sarah tadi pulang sendiri, Bi. Karena Tuan Muda tiba tiba mendapat kabar ada masalah di kantor, jadi kita langsung pergi. Memangnya, ada apa Bi?” Ari mulai penasaran, kenapa Bi Mira menanyakan Sarah padanya.

📞”Sudah selarut ini, Sarah belum juga pulang, Ri. Bibi khawatir, kalau sampai terjadi sesuatu pada Sarah.” Dengan wajah khawatir Bi Mira menjawab.

📞”Sarah belum pulang kerumah, Bi?” Mata Ari melebar karena terkejut, mendengar perkataan Bi Mira.

📞”Iyaa, Ri. Tolong cari ya, di mana Sarah sekarang. Handphonenya juga tak bisa dihubungi.” Bi Mira berjalan mondar mandir karena semakin khawatir pada Sarah.

📞”Baiklah. Bi Mira tenang saja dulu, saya akan melapor pada Tuan Gavin tentang kejadian ini. Nanti kita akan segera mencari Sarah sampai ketemu.”

Setelah berbicara pada Bi Mira, Ari menutup telepon dan bergegas berlari masuk ke ruang kantor Gavin.

“Maaf,Tuan Muda. Ada masalah dengan Sarah.” Ari menunduk memberi kabar pada Gavin.

“Ada masalah apa dengan Sarah?” Gavin menatap tajam pada Ari.

Gavin yang dari tadi masih sibuk dengan laptopnya jadi teralihkan, setelah mendengar ucapan Ari.

“Sudah selarut ini, Sarah belum sampai rumah, Tuan.” Ucap Ari.

“Apaa!!!” Serempak Tuan Gumalang dan Gavin terlonjak kaget, mendengar kabar dari Ari.

"Kemana dia, sudah malam begini belum juga pulang ke rumah?" Tanya Tuan Gumalang.

"Bi Mira bilang, kalau handphone Sarah juga tidak bisa dihubungi, Tuan." Imbuh Ari

“Menyusahkan saja, Hah!” Tuan Gumalang duduk kembali di sofa.

"Pi, Gavin mau mencari Sarah dulu. Urusan kantor, nanti Gavin lanjutkan setelah Sarah ketemu." Ucap Gavin seraya melangkahkan kaki keluar ruangannya.

"Pergilah. Semoga cepat ditemukan Sarah. Urusan kita belum selesai Gavin." Papinya pusing memikirkan masalah yang datang tanpa henti.

“Baik, Pi. Ari, siapkan mobil sekarang, kita harus mencari Sarah sampai dapat.” Lanjut Gavin memberi perintah.

Ari yang mendengar perintah itu, langsung berlari ke parkiran mobil. Mobil melesat dengan cepat keluar dari parkiran.

Setelah Gavin memasuki mobil, dia mencoba menelepon Sarah. Namun nomor Sarah memang tak bisa dihubungi. Gavin semakin khawatir, dan menyesal kenapa tadi dia meninggalkan Sarah sendirian. Seharusnya dia mengantarkan Sarah pulang terlebih dulu.

“Tuan, kita mau mencari Sarah ke mana?” Tanya Ari sembari tetap fokus menyetir mobil.

“Kita cari ke resto yang biasa aku datangi.” Gavin menatap langit malam dibalik jendela mobil.

“Baik, Tuan.” Ari langsung melaju dengan kencang menuju resto.

Tak perlu waktu lama untuk sampai di resto. Sesampainya di sana, Gavin dan Ari turun dari mobil mencari orang yang mungkin bisa mereka tanyai. Namun, mereka tak melihat siapa pun di sana. Karena sudah larut malam resto juga sudah tutup dan jalanan sekitar area resto juga sudah sepi.

Gavin mondar mandir di depan resto. Berpikir, kemana lagi dia harus mencari Sarah.

“Tuan Muda, kita harus mencari Sarah ke mana lagi? Ini sudah sangat malam.” Ari bertanya pada Gavin

Tiba tiba Gavin teringat dengan jalanan menuju rumah Sarah. Mungkin saja Sarah pulang ke rumahnya malam ini.

“Ayo, ikuti aku.” Gavin berjalan di depan Ari dan melangkah dengat cepat.

“Baik, Tuan.” Ari mengikuti Gavin dari belakang

Mereka berjalan menyusuri trotoar dan sampailah mereka di gang kecil yang menuju rumah Sarah. Tak sengaja Gavin mendengar salah satu wanita yang sedang berjalan kaki berbicara pada temannya.

“Hei, kamu tahu gak? Tadi tuh ada wanita yang dibunuh di gang buntu sana, darahnya banyak banget. Iihhh... merinding aku melihatnya.” Ucap wanita itu

“Emang, iya? Kok aku gak lihat tadi? Apa dia selamat?” Timpal temannya.

“Iyaa..Tapi untung saja dia bisa diselamatkan. Dan langsung di bawa warga ke rumah sakit terdekat.” Lanjut mereka

Gavin yang mendengar percakapan mereka, langsung menghentikan langkahnya. Dia lalu menghampiri segerombolan wanita itu.

“Maaf, Nona. Apakah saya boleh bertanya?” Gavin berbicara pada salah satu dari mereka.

Waahh.. ganteng banget pria ini. Siapa namanya? Boleh gak ya aku kenalan sama dia. Pikir mereka, karena terpesona melihat Gavin. Beberapa wanita itu tersenyum genit melihat Gavin berbicara pada mereka.

Gavin mengernyitkan dahi, terheran melihat kelakuan mereka. Ditanya malah senyum senyum genit tak jelas seperti itu.

“Maaf, Nona. apakah saya boleh bertanya?” Gavin sekali lagi bertanya pada mereka.

“Eemm..Boleh kok pria tampan. Kamu mau bertanya apa pada kami?” Jawab salah satu dari mereka.

“Apakah wanita yang kalian bicarakan tadi, berambut panjang dan cantik?” Gavin dengan cepat bertanya sebelum mereka melamun kembali.

“Aku tak tahu dia berambut panjang atau cantik. Tapi, yang aku dengar dia membawa tas. Dan tas itu hanya berisi pakaiannya saja, barang berharganya sudah tak ada.” Jawab wanita itu.

Bawa tas yang berisi pakaian? Jangan jangan itu benar Sarah! Batin Gavin.

“Apakah kalian tahu, wanita itu di bawa kemana?” Tanyanya lebih lanjut.

“Dia di bawa ke rumah sakit terdekat sini. Coba saja kamu cari di sana.” Ucap wanita yang lainnya .

Episodes
1 Bab 1. Awal Mula
2 Bab 2. Kejadian tak terduga
3 Bab 3. Berkenalan
4 Bab 4. Mendapat pekerjaan baru
5 Bab 5. Hari pertama bekerja
6 Bab 6. Menjadi Pelayan Tuan Muda
7 Bab 7. Pengkhianatan
8 Bab 8. Ciuman pertama
9 Bab 9. Kamu cantik sekali
10 Bab 10. Mendapatkan kesempatan emas
11 Bab 11. Di dalam pesawat
12 Bab 12. Ciuman hangat
13 Bab 13. Nafsu yang terpendam
14 Bab 14. Kesedihan dan kebahagiaan
15 Bab 15. Pertemuan yang merenggut nyawa
16 Bab. 16 Kejadian tak terduga.
17 Bab. 17 Menangis kembali
18 Bab. 18 Mengalami Trauma
19 Bab. 19 Melarikan diri
20 Bab. 20 Hasrat wanita
21 Bab. 21 Kejadian tak terduga
22 Bab 22. Keajaiban mulai datang
23 Bab 23. Airmata
24 Bab. 24. Kesedihan
25 Bab. 25 Pengkhianatan
26 Bab. 26 Sarah Pergi
27 Bab. 27 Tepat Waktu
28 Bab. 28 Tergoda Tuan Muda Tampan
29 Bab. 29 Pengkhianatan
30 Bab. 30 Semakin Rumit
31 Bab. 31 Makan dan Menginap
32 Bab. 32 Sedikit Menyesal
33 Bab. 33 Menatap Bintang
34 Bab. 34 Perkampungan
35 Bab. 35 Ibu-ibu
36 Bab. 36 Pulang
37 Bab. 37 Terasingkan
38 Bab. 38 Makan Malam
39 Bab. 39 Pindah Rumah
40 Bab. 40 Surat Perjanjian
41 Bab. 41 Keluar Dari Rumah
42 Bab. 42 Villa Gavin
43 Bab. 43 Flashback
44 Bab. 44 Pernikahan Gumalang dan Siska
45 Bab. 45 Toko Roti Siska
46 Bab. 46 Penyesalan Datang Belakangan
47 Bab. 47 Acara Pertunangan
48 Bab. 48 Gang Sempit
49 Bab. 49 Ryan..
50 Bab. 50 Bertemu Seseorang
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1. Awal Mula
2
Bab 2. Kejadian tak terduga
3
Bab 3. Berkenalan
4
Bab 4. Mendapat pekerjaan baru
5
Bab 5. Hari pertama bekerja
6
Bab 6. Menjadi Pelayan Tuan Muda
7
Bab 7. Pengkhianatan
8
Bab 8. Ciuman pertama
9
Bab 9. Kamu cantik sekali
10
Bab 10. Mendapatkan kesempatan emas
11
Bab 11. Di dalam pesawat
12
Bab 12. Ciuman hangat
13
Bab 13. Nafsu yang terpendam
14
Bab 14. Kesedihan dan kebahagiaan
15
Bab 15. Pertemuan yang merenggut nyawa
16
Bab. 16 Kejadian tak terduga.
17
Bab. 17 Menangis kembali
18
Bab. 18 Mengalami Trauma
19
Bab. 19 Melarikan diri
20
Bab. 20 Hasrat wanita
21
Bab. 21 Kejadian tak terduga
22
Bab 22. Keajaiban mulai datang
23
Bab 23. Airmata
24
Bab. 24. Kesedihan
25
Bab. 25 Pengkhianatan
26
Bab. 26 Sarah Pergi
27
Bab. 27 Tepat Waktu
28
Bab. 28 Tergoda Tuan Muda Tampan
29
Bab. 29 Pengkhianatan
30
Bab. 30 Semakin Rumit
31
Bab. 31 Makan dan Menginap
32
Bab. 32 Sedikit Menyesal
33
Bab. 33 Menatap Bintang
34
Bab. 34 Perkampungan
35
Bab. 35 Ibu-ibu
36
Bab. 36 Pulang
37
Bab. 37 Terasingkan
38
Bab. 38 Makan Malam
39
Bab. 39 Pindah Rumah
40
Bab. 40 Surat Perjanjian
41
Bab. 41 Keluar Dari Rumah
42
Bab. 42 Villa Gavin
43
Bab. 43 Flashback
44
Bab. 44 Pernikahan Gumalang dan Siska
45
Bab. 45 Toko Roti Siska
46
Bab. 46 Penyesalan Datang Belakangan
47
Bab. 47 Acara Pertunangan
48
Bab. 48 Gang Sempit
49
Bab. 49 Ryan..
50
Bab. 50 Bertemu Seseorang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!