Di pagi harinya.
Gavin dan Sarah sudah bersiap akan pergi ke airport.
“Sarah. Ayo kita berangkat.” Panggil Gavin dari ruang tamu.
Sarah berjalan ke arah ruang tamu, dengan membawa tasnya. Sarah hari ini menggunakan setelan casual, kaos putih berlengan pendek dan dipadukan dengan celana jeans panjang. Rambutnya diikat kebelakang, menampakkan leher cantiknya.
Gavin yang melihat Sarah berjalan ke arahnya, matanya melebar dan airliurnya hampir menetes. Gavin terpesona dengan aura Sarah yang memancarkan kecantikannya itu. Walaupun Sarah hanya memakai baju dan celana yang sederhana dan make up tipis, tetapi itu semua tak mengurangi pesonanya sedikitpun.
Deg deg deg..
Detak jantung Gavin mulai tak beraturan. Dia ingin sekali memeluk Sarah dan menciumnya.
Gavin, sadar sadar. Tahan dulu nafsumu. Ini masih di rumah, kalau sampai Papi tahu, habis lah kau Gavin. Dalam pikirnya dia berusaha menahan nafsunya.
Setelah itu, mereka berdua memasuki mobil yang sama. Sarah yang duduk di bangku depan samping supir, dan Gavin duduk di bangku belakang sendirian. Gavin jadi kesal, kenapa Sarah lebih memilih duduk di depan. Kenapa Sarah tak duduk di sebelah Gavin.
“Eheeemmm...” Dehem Gavin.
“Sarah, kenapa kamu duduk di depan? Pindah ke belakang denganku.” Pinta Gavin pada Sarah sambil menepuk jok belakang yang ada di sebelahnya.
Sarah hanya tersenyum, dia tak mengatakan apapun pada Gavin. Tak lama kemudian, pintu belakang ada yang membuka. Ternyata itu Ari, Asisten pribadi Gavin yang akan duduk di sebelahnya.
“Hahhhh...” Gavin membuang nafasnya ke samping. Dia lalu menatap langit di luar mobil. Dia kecewa, kenapa harus Asistennya yang duduk di sebelahnya.
“Maaf, Tuan Muda. Ada apa ya? Apakah Anda sedang sakit?” Tanya Asistennya dengan perasaan bingung. Kenapa, Tuan Muda tiba tiba membuang nafas seperti itu. Batin Ari.
Gavin tak membalas pertanyaan Ari. Dia sudah merasa sangat kesal melihatnya.
Suasana di mobil jadi tak nyaman. Karena, Gavin yang terus saja memasang wajah dingin dan serius.
Sesampainya mereka di airport, Sarah mengikuti Gavin dari belakang dengan membawa tasnya sendiri. Gavin yang melihat Sarah begitu lelah membawa tas, dia langsung menyodorkan tangan untuk membantunya.
Tetapi, tangan Gavin ditampik dari belakang oleh Ari, supaya mereka tak bersentuhan.
“Maaf, Tuan muda. Kata Tuan Gumalang, Anda tak boleh menyentuh atau mendekati Sarah.” Dengan menunduk Ari memberi tahu pesan dari Tuan Gumalang.
“Hiisshh..Papi apa apaan sih. Gak begitu juga lah!!” Gavin kesal, dia mengehentakkan kaki melangkah maju lebih dulu.
Sarah dan Ari behadapan, mereka menggeleng bersamaan melihat kelakuan bosnya itu.
Seperti anak kecil saja. Kalau bukan bos, sudah aku jitak tuh dia. Batin Ari kesal melihat tingkah Tuan Mudanya itu.
Mereka bertiga berjalan memasuki ruang tunggu. Ari membawakan tas mereka untuk diperiksa petugas. Di dalam ruang tunggu, Gavin sesekali melirik Sarah yang duduk di sebelahnya. Gavin sedang menikmati keindahan yang Tuhan diturunkan untuknya.
Sarah daritadi diperhatikan oleh Gavin, namun dia hanya cuek tak peduli dengan Gavin.
Sarah cuek banget sih. Aku kan sudah nyatain cinta ke dia. Tapi, kenapa dia masih tak peduli dengan perasaanku? Apakah, dia masih memikirkan suaminya itu? Pikir Gavin dalam diamnya.
“Tuan. Kenapa, Anda selalu memperhatikan saya? Apa ada yang salah dengan saya?” Tiba tiba Sarah menoleh ke arah Gavin dan bertanya.
Gavin langsung salah tingkah, ketika Sarah tiba tiba menoleh menatapnya.
“Iya, ada yang salah.” Gavin asal berucap.
“Apa yang salah, Tuan? Pakaian saya? Atau rambut saya? Atau make up saya? Tolong beri tahu saya, supaya saya tahu di mana letak kesalahan saya.” Sarah bertanya tanpa henti sembari memperhatikan badannya, di mana salahnya itu.
Gavin tertawa lebar, menampakkan gigi putihnya, melihat wajah Sarah yang sedang kebingungan.
“Salahnya, kenapa kamu bisa secantik ini. Kenapa juga kamu bisa begitu mudah memikat hatiku dan tak mau melepaskannya?" Gavin berbisik mesra di telinga Sarah.
Sarah yang mendengar bisikan itu, wajahnya langsung memerah sampai ke telinganya. Dia tersenyum malu karena Gavin selalu membuatnya melayang dengan ucapan mesranya.
“Iihhh..Apaan sih, Tuan Muda. Jangan gombal, itu gak akan mempan.” Jawab Sarah dengan tersenyum malu.
“Jangan panggil aku Tuan Muda kalau di luar rumah. Panggil Gavin aja lebih enak didengarnya.” Pinta Gavin pada Sarah.
Ari yang melihat dari kejauhan dua sejoli itu sedang tertawa bersama, dia langsung datang untuk mengacaukan semuanya. Dia langsung duduk di tengah, antara Gavin dan Sarah. Mereka terkejut dengan apa yang dilakukan Ari.
“Ari, kamu tak tahu sopan santun ya? Kenapa kamu duduk di tengah sini, kamu tak melihat aku dan Sarah sedang berbincang?” Mata Gavin melotot karena kesal dengan Asistennya itu.
“Maaf, Tuan Muda. Saya harus mengawasi anda untuk menjaga jarak dengan Sarah. Saya tidak mau mendapat omelan dari Tuan Gumalang karena lalai menjaga anda.” Ari menundukkan kepala dengan sopan menjelaskan apa tugasnya.
Setelah terjadi perdebatan antara Tuan Muda dan Asisten. Tak lama kemudian, giliran mereka yang harus memasuki pesawat. Gavin ingin duduk sebelahan dengan Sarah. Tapi semua rencana itu gagal, karena Ari langsung menempati tempat duduk yang ada di sebelah Gavin.
Gavin mendorong Ari sekuat tenaganya untuk menyingkir dan pindah ke bangku belakang tempat Sarah duduk. Tapi, Ari tak bergeming dan tetap duduk di sebelah Gavin.
Gavin semakin kesal dengan Ari.
“Jika kau tak menyingkir dari sini, akan ku potong gaji kau.” Akhirnya Gavin mulai mengancam Ari.
“Bukan Anda yang menggaji saya, Tuan muda. Jadi saya tidak akan menuruti apa yang Anda katakan.” Dengan santai Ari memberi jawaban.
“Hisshh...Oke, kalau begitu. Bilang saja sama Papi, aku tak jadi berangkat ke luar kota. Aku akan turun dari pesawat ini. Kau saja yang mengurus semuanya.” Gavin mulai berdiri dan melangkah pergi menuju pintu keluar pesawat.
Ari yang melihat Gavin keluar dari pesawat, langsung menelepon Tuan Gumalang dan melaporkan apa yang sedang terjadi.
Tutt..Tutt..
📞“Halo, Tuan.” Ari memulai percakapan.
📞”Iya, ada apa.” Terdengar suara Tuan Gumalang di seberang telepon.
📞”Tuan Muda tidak mau melanjutkan perjalanannya keluar kota, Tuan. Dia marah, karena saya selalu menghalanginya untuk mendekati Sarah.”
📞“Hadeehhh..Anak muda ini, susah sekali diaturnya. Ya sudah, untuk saat ini biarkan saja dulu. Kamu cukup melihatnya dari kejauhan. Jika ada yang lebih dari itu, langsung lapor ke saya.” Kepala Tuan Gumalang tiba tiba berdenyut nyeri mendengar kabar itu.
📞”Baik Tuan.” Ari menutup sambungan telepon dan langsung mengejar Gavin yang sudah menuruni tangga pesawat.
Sarah yang melihat mereka kejar kejaran, jadi bingung. Apa yang sudah terjadi? Kenapa, Gavin turun dari pesawat? Tanyanya dalam hati.
“Tuan Muda. Maafkan perilaku saya yang tidak sopan tadi. Baiklah, Anda bisa duduk dengan Sarah. Dan saya tidak akan menghalanginya lagi.” Ari menunduk meminta maaf pada Gavin
Gavin akhirnya menang, dia tersenyum bahagia.
“Ok, kamu harus janji tak akan mengacaukan lagi.” Gavin langsung berlari menaiki tangga pesawat dan masuk kembali ke dalam pesawat.
Ha ha ha..Akhirnya aku bisa berduaan dengan Sarah, tanpa diganggu lagi. Tawa kemenangan dalam hati Gavin.
“Sarah kamu pindah ke sini di sampingku.” Dengan melontarkan senyum manisnya, Gavin menarik tangan Sarah.
Ari yang melihat Gavin menarik tangan Sarah, dengan cepat dia menarik kembali tangan Sarah, supaya tak bersentuhan dengan Gavin.
Gavin yang melihat Ari sudah tak sopan memegang tangan orang yang dia cintai, dia langsung melotot ke arah Ari dan memberi isyarat kalau dia akan membatalkan perjalanannya.
Dengan cepat Ari melepaskan tangan Sarah dan mempersilahkan Sarah untuk duduk di samping Gavin.
Gavin menang untuk yang kedua kalinya. Dia tertawa mengejek Ari yang sedang kesal pada bosnya itu.
“Maaf, Tuan Muda. Saya duduk di belakang saja. Saya takut nanti Ari lapor ke Tuan Gumalang, kalau saya dekat dengan Anda, Tuan.” Sarah masih berdiri dan tak berani duduk di samping Gavin.
“Tak apa Sarah, itu urusan saya dengan Papi. Kamu tak perlu khawatir. Lagi pula, Ari tak akan berani lagi melaporkan kita ke Papi.” Gavin tersenyum menjelaskan, sambil menepuk bangku di sampingnya, untuk mempersilahkan Sarah duduk.
“Baiklah, Tuan Muda.” Dengan ragu Sarah duduk di samping Gavin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments