Bab 10. Mendapatkan kesempatan emas

“Karna kamu sudah melukai kakiku, kamu harus dihukum Sarah.” Bisik Gavin dengan nada menggoda di telinga Sarah.

Wajah Sarah seketika berubah jadi memerah setelah mendengar perkataan Gavin.

“Hukuman apa itu, Tuan?” Tanya Sarah, sembari berdiri dan meletakkan belanjaannya di atas meja dapur.

“Nanti kamu juga akan tahu Sarah.” Dengan senyum nakalnya Gavin menjawab, dan dia pergi meninggalkan Sarah yang masih berada di dapur dengan wajah yang penuh tanda tanya.

Ditempat lain.

“Dari mana saja kamu, kenapa kamu baru kemari?” Tanya salah satu teman Tian.

“Haaahhh..Aku lagi pusing, Sarah tiba-tiba pergi dari rumah. Dan Ibu pemilik kontrakan selalu datang menagih uang sewa.” Tian duduk di kursi dan bersender di dinding tembok sembari memijit pelipisnya.

“Sarah kabur dari rumah? Yang benar kamu Tian? tadi aku baru saja bertemu dengannya di pasar. Dia sedang berbelanja bahan makanan, aku kira itu untuk dibawa pulang kerumahmu.” Jawab temannya dengan nada tak percaya pada ucapan Tian

Dengan mata mendelik Tian menahan amarahnya.

“Apa kamu benar melihat Sarah?” Tian mengepalkan tangan sembari memukulkan ke meja yang ada di hadapannya.

“Heemm..Mana mungkin aku berani berbohong kepadamu.” Jawab temannya sambil mengambilkan air minum untuk Tian

“Apa kau melihat dia pulang ke arah mana?” Tian semakin penasaran ke mana Sarah pergi.

“Aku tak melihatnya lagi, karena aku juga sibuk dengan belanjaanku sendiri.”

Brakk...

Tian menggebrak meja judi karena sangat marah dengan Sarah yang tak pulang, tapi masih bisa berbelanja.

Di mana dia tinggal sekarang. Tian masih bertanya tanya dalam hatinya.

Di rumah Gumalang.

Malam itu Sarah dan Bi Mira sedang sibuk di dapur.

“Sarah, kamu tak pulang? Ini kan sudah larut malam.” Terdengar suara Gavin dari arah belakang.

“Sarah sekarang tinggal di rumah ini Tuan Muda”. Sela Bi Mira yang juga mendengar pertanyaan itu.

“Serius, Bi? Sarah sekarang tinggal di rumah ini?” Gavin tak percaya, jika Sarah sekarang tinggal di rumahnya selama dia bekerja.

Ketika mendengar kabar itu , tiba-tiba Gavin merasakan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan.

Dia terus tersenyum menatap Sarah. Bi Mira yang menyaksikan situasi malam itu berpikir,

Apakah, Tuan Muda menyukai Sarah yang sudah bersuami? Apakah Tuan Muda tak tahu jika Sarah sudah menikah? Heemm..Aneh sekali mereka.

Semakin penasaran Bi Mira dengan sikap Tuan Mudanya yang selalu tersenyum setiap kali menatap Sarah.

Sarah hanya tersenyum manis dan mengangguk memberi salam pada Gavin. Lalu dia pergi terlebih dahulu, meninggalkan Gavin dan Bi Mira yang masih berada di dapur.

“Tuan Muda. Apakah Tuan muda menyukai Sarah?”

Bi Mira sudah tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya itu.

“Memangnya kelihatan ya Bi, kalau saya menyukai Sarah?” Tanya Gavin memastikan.

“Jadi benar. Tuan Muda menyukai Sarah?” Dengan suara lantangnya Bi Mira mengatakan itu.

"Sshhuutt, jangan terlalu keras suaranya Bi. Nanti kalau sampai Papi tahu soal ini, dia bisa marah besar dan bisa mengusir Sarah dari rumah ini.” Ucap Gavin dengan meletakkan jari telunjuknya di depan mulutnya sendiri.

Bi Mira yang melihat instruksi dari Tuan Mudanya langsung mengangguk mengerti. Ketika Gavin sedang asyik mengobrol dengan Bi Mira, tiba-tiba terdengar suara Papinya dari ruangan yang berbeda.

“Gavin, kamu sedang apa di dapur? Kemarilah, Papi ingin mengatakan sesuatu padamu.” Panggil Papi Gumalang dari arah ruang kerja.

“Ada apa Pi? Apakah ada yang penting?” Tanya Gavin seraya melangkahkan kaki ke ruang kerja dan duduk di sofa.

Papi dengar gak ya, apa yang dikatakan Bi Mira di dapur tadi? Haduuhhh.. kacau kalau sampai Papi dengar. Dengan menutup mata, Gavin berpikir.

“Besok kamu harus keluar kota, untuk mengurus perusahaan Papi yang sedang ada masalah.” Ucap Papinya setelah melihat Gavin duduk.

“Kenapa harus aku, Pi? Kenapa tak Papi saja yang pergi dan menangani masalah itu sendiri?” Protes Gavin pada Papinya. 

“Hahh.. Papi sudah tua dan cepat lelah, kalau harus mengurus 2 perusahaan sekaligus, Vin. Hanya kamu harapan Papi yang bisa diandalkan.” Jawab Papinya dengan menyerahkan berkas pada Gavin.

“Aku kan juga mengurus perusahaan di sini, Pi. Mana bisa aku meninggalkan perusahaanku disini untuk mengurus yang jauh di sana?” Gavin mencari alasan, supaya Papinya tak menyuruhnya pergi ke luar kota.

Dia tak akan bisa fokus bekerja, jika tak melihat Sarah dalam waktu yang cukup lama.

“Ayoo lah nak, bantu Papi. Itu juga akan jadi perusahaanmu nantinya, Vin.” Papi Gumalang memohon pada Gavin.

Gavin tak tega, jika melihat Papinya memohon padanya. Dia saat ini sedang berpikir keras, untuk mencari alasan. Bagaimana caranya, jika dia pergi ke luar kota, dengan membawa Sarah.

Setelah berpikir beberapa detik, akhirnya terlintas ide yang bagus di pikiran Gavin.

“Oke, aku akan pergi ke luar kota. Tetapi, aku pergi dengan membawa Sarah Pelayanku.” Dengan sudut bibir tersenyum sedikit, Gavin melontarkan permintaan pada Papinya.

“Bagaimana, Pi? Apakah Papi setuju dengan kesepakatan ini?” Gavin memastikannya.

Gavin mulai membuat kesepakatan pada Papinya.

Papi Gumalang sedikit mengernyitkan dahi.

Anaknya, kenapa sekarang tergantung sekali dengan Pelayannya itu? Tak seperti Gavin biasanya, yang tak peduli dengan orang lain dan yang selalu bersikap dingin.

Papi Gumalang berpikir, jika dia tidak menyetujui kesepakatan itu, maka perusahaannya yang akan jadi korban. Dia juga tidak punya pilihan lain, selain menyetujuinya.

Dan pada akhirnya, dengan sangat berat hati Papi Gumalang menyetujui permintaan Gavin, untuk membawa Sarah ikut pergi dengannya.

“Oke, kamu boleh membawanya. Tapi dengan satu syarat, kamu tak boleh mempunyai perasaan apapun pada Sarah.”

Peringatan Papinya membuat Gavin tak ingin dengar. Tetapi, kalau dipikir lagi ini kesempatan emas untuk bisa dekat dengan Sarah.

Terserah papi mau bicara apa, yang penting aku bisa lebih dekat dengan Sarah. Ucap Gavin dalam hati.

“Aku akan mempercayakan Ari untuk mengawasimu, selama kamu di luar kota nanti. Dan, sekaligus untuk menjagamu.” Tegas Papinya dengan wajah serius.

Gavin mengangguk dan dia juga harus berpikir keras, bagaimana caranya supaya bisa berkencan dengan Sarah tanpa Papinya tahu.

Setelah rapat singkat selesai, Gavin langsung ke kamar Bi Mira. Sarah satu kamar dengan Bi Mira sekarang.

Tok tok tok

“Sarah, apakah kamu sudah tidur?” Gavin mengetok pintu kamar Bi Mira.

Sarah turun dari ranjang dan bergegas membuka pintu, melihat siapa yang memanggilnya.

“Tuan Muda?”

Sarah kaget melihat Gavin yang berada di luar kamarnya. Dia juga heran, kenapa sudah larut malam begini, Gavin datang ke kamarnya.

“Kamu, malam ini harus bersiap untuk merapikan bajumu. Karena, besok kamu harus ikut denganku ke luar kota untuk beberapa hari.” Mata Gavin yang hanya terfokus pada bibir merah Sarah, dan ingin sekali menyentuhnya.

“Kenapa, saya harus ikut Tuan?” Sarah bertanya, karena dia mempunyai firasat tak enak dengan ajakan Gavin kali ini.

“Kamu bekerja di sini untuk melayaniku kan? Mulai sekarang dan seterusnya kemana pun aku pergi, kamu harus ikut denganku.” Dengan mengulas senyuman Gavin menejelaskan pada Sarah.

“Baik, Tuan Muda. Saya akan ikut kemana pun Tuan Muda pergi.” Dengan pasrah Sarah harus mengikuti apa yang dikatakan Tuan Mudanya. Sarah mengangguk menyetujui perkataan Tuan Mudanya. Dia juga tak punya alasan untuk menolak.

“Baguss, kalau kamu sudah mengerti. Kamu harus bersiap sekarang. Dan kamu juga harus ingat, kalau kamu masih harus dihukum karena kesalahanmu tadi.” Sudut bibir Gavin terangkat, dan senyuman nakal terukir di wajah tampannya.

Gavin kembali ke kamarnya dengan perasaan gembira. Ingin sekali dia loncat kegirangan tetapi takut ketahuan orang rumah, nanti martabatnya akan jatuh jika ada yang tahu.

Sarah mengernyitkan dahi, setelah mendengar ucapan Gavin. Apa yang akan dilakukan Tuan Muda padaku nanti?

Terpopuler

Comments

Neonnorey

Neonnorey

hallo Thor aku mampir lagi, aku suka ceritanya Thor, oiya mampir jg ke novelku ketika kakakku menyentuhku ya Thor, kita saling dukung, nanti aku mampir lagi

2023-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Awal Mula
2 Bab 2. Kejadian tak terduga
3 Bab 3. Berkenalan
4 Bab 4. Mendapat pekerjaan baru
5 Bab 5. Hari pertama bekerja
6 Bab 6. Menjadi Pelayan Tuan Muda
7 Bab 7. Pengkhianatan
8 Bab 8. Ciuman pertama
9 Bab 9. Kamu cantik sekali
10 Bab 10. Mendapatkan kesempatan emas
11 Bab 11. Di dalam pesawat
12 Bab 12. Ciuman hangat
13 Bab 13. Nafsu yang terpendam
14 Bab 14. Kesedihan dan kebahagiaan
15 Bab 15. Pertemuan yang merenggut nyawa
16 Bab. 16 Kejadian tak terduga.
17 Bab. 17 Menangis kembali
18 Bab. 18 Mengalami Trauma
19 Bab. 19 Melarikan diri
20 Bab. 20 Hasrat wanita
21 Bab. 21 Kejadian tak terduga
22 Bab 22. Keajaiban mulai datang
23 Bab 23. Airmata
24 Bab. 24. Kesedihan
25 Bab. 25 Pengkhianatan
26 Bab. 26 Sarah Pergi
27 Bab. 27 Tepat Waktu
28 Bab. 28 Tergoda Tuan Muda Tampan
29 Bab. 29 Pengkhianatan
30 Bab. 30 Semakin Rumit
31 Bab. 31 Makan dan Menginap
32 Bab. 32 Sedikit Menyesal
33 Bab. 33 Menatap Bintang
34 Bab. 34 Perkampungan
35 Bab. 35 Ibu-ibu
36 Bab. 36 Pulang
37 Bab. 37 Terasingkan
38 Bab. 38 Makan Malam
39 Bab. 39 Pindah Rumah
40 Bab. 40 Surat Perjanjian
41 Bab. 41 Keluar Dari Rumah
42 Bab. 42 Villa Gavin
43 Bab. 43 Flashback
44 Bab. 44 Pernikahan Gumalang dan Siska
45 Bab. 45 Toko Roti Siska
46 Bab. 46 Penyesalan Datang Belakangan
47 Bab. 47 Acara Pertunangan
48 Bab. 48 Gang Sempit
49 Bab. 49 Ryan..
50 Bab. 50 Bertemu Seseorang
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Bab 1. Awal Mula
2
Bab 2. Kejadian tak terduga
3
Bab 3. Berkenalan
4
Bab 4. Mendapat pekerjaan baru
5
Bab 5. Hari pertama bekerja
6
Bab 6. Menjadi Pelayan Tuan Muda
7
Bab 7. Pengkhianatan
8
Bab 8. Ciuman pertama
9
Bab 9. Kamu cantik sekali
10
Bab 10. Mendapatkan kesempatan emas
11
Bab 11. Di dalam pesawat
12
Bab 12. Ciuman hangat
13
Bab 13. Nafsu yang terpendam
14
Bab 14. Kesedihan dan kebahagiaan
15
Bab 15. Pertemuan yang merenggut nyawa
16
Bab. 16 Kejadian tak terduga.
17
Bab. 17 Menangis kembali
18
Bab. 18 Mengalami Trauma
19
Bab. 19 Melarikan diri
20
Bab. 20 Hasrat wanita
21
Bab. 21 Kejadian tak terduga
22
Bab 22. Keajaiban mulai datang
23
Bab 23. Airmata
24
Bab. 24. Kesedihan
25
Bab. 25 Pengkhianatan
26
Bab. 26 Sarah Pergi
27
Bab. 27 Tepat Waktu
28
Bab. 28 Tergoda Tuan Muda Tampan
29
Bab. 29 Pengkhianatan
30
Bab. 30 Semakin Rumit
31
Bab. 31 Makan dan Menginap
32
Bab. 32 Sedikit Menyesal
33
Bab. 33 Menatap Bintang
34
Bab. 34 Perkampungan
35
Bab. 35 Ibu-ibu
36
Bab. 36 Pulang
37
Bab. 37 Terasingkan
38
Bab. 38 Makan Malam
39
Bab. 39 Pindah Rumah
40
Bab. 40 Surat Perjanjian
41
Bab. 41 Keluar Dari Rumah
42
Bab. 42 Villa Gavin
43
Bab. 43 Flashback
44
Bab. 44 Pernikahan Gumalang dan Siska
45
Bab. 45 Toko Roti Siska
46
Bab. 46 Penyesalan Datang Belakangan
47
Bab. 47 Acara Pertunangan
48
Bab. 48 Gang Sempit
49
Bab. 49 Ryan..
50
Bab. 50 Bertemu Seseorang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!