Sarah meninggalkan rumah saat Tian masih tetidur lelap. Dia harus bergegas mencari pekerjaan yang lebih baik untuk menambah penghasilannya.
Penghasilan yang ia dapat di resto, tak bisa diandalkan. Karena, tak sebesar penghasilan orang orang kantoran.
Sarah yang hanya lulusan SMP, bingung mencari pekerjaan seperti apa yang bisa dia lakukan untuk menghasilkan lebih banyak uang.
Sebelum Sarah pergi mencari pekerjaan, dia meminta izin tidak masuk hari ini pada Bu Tika. Dia saat ini sedang berusaha mencari pekerjaan yang bisa lebih banyak memberinya uang.
Setelah dia beberapa kali melamar pekerjaan, tetap saja tak ada satu pun yang mau menerimanya.
Dia hampir putus asa dan pasrah dengan keadaan yang sudah ditakdirkan Tuhan.
Dengan berat hati, Sarah akhirnya memutuskan untuk pulang dan kembali bekerja di resto Bu Tika.
Saat ia sedang berjalan melewati sebuah gang, tanpa sengaja Sarah melihat kertas lowongan pekerjaan yang tertempel di dinding tembok.
“Dibutuhkan segera Pelayan Tuan Muda, dengan gaji tinggi. Dengan syarat, harus bisa bertahan dengan keadaan apapun.”
Setelah dia membaca kertas lowongan pekerjaan itu beserta persyaratannya, tanpa pikir panjang Sarah langsung menghubungi nomor yang tertera di kertas tersebut. Dia merasa percaya diri dan mamp melakukannya.
Sarah mengambil handphone di dalam tasnya dan mulai memasukkan nomor tersebut ke kontaknya dan meneleponnya.
📞“Halo. Selamat siang. Apakah ini benar dengan Pak Hendri?”
Dengan semangat dan penuh harapan Sarah menghubungi nomor tersebut.
📞“Selamat siang. Iya benar, saya Hendri. Ada perlu apa ya, menelpon saya?” Terdengar suara Bapak Bapak diseberang telepon.
📞“Saya berbicara dengan siapa ini ?” Tanyanya lebih lanjut, sebelum mendapatkan jawaban dari Sarah.
📞“Perkenalkan, nama saya Sarah, Pak. Saya melihat kertas lowongan yang tertulis, sedang mencari Pelayan Tuan Muda. Saya ingin melamar pekerjaan di tempat Bapak. Apakah masih bisa, Pak?”
Ucap Sarah sembari melihat kembali kertas lowongan itu.
📞”Masih bisa, Nona Sarah.” Jawab Pak Hendri.
📞”Apakah saya hari ini bisa datang langsung ke alamat yang tertera di kertas, Pak?” Senyuman manis terukir di wajah cantik Sarah.
📞”Iya, silahkan datang saja langsung ke alamat itu. Saya tunggu kedatangan Nona.”
📞“Baik, Terimakasih banyak Pak.”
Dengan gembira, Sarah menutup teleponnya. Dia berharap bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.
Dengan senyum merekah yang terukir di wajah, Sarah memantapkan kaki untuk melangkah.
Dia menggunakan transportasi bus untuk menuju tempat Pak Hendri.
Perjalanan memakan waktu setengah jam, untuk sampai di kompleks Perumahan Elit. Setelah memasuki Kompleks, Sarah dibuat terpesona dengan rumah rumah mewah yang berdiri kokoh di sepanjang jalan. Sarah menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat betapa bagusnya rumah mewah yang ada di Kompleks ini.
Setelah puas melihat beberapa rumah mewah yang ia lewati, Sarah mulai membuka kertas yang berisikan alamat yang ia tuju. Dia mulai mencari di mana rumah Pak Hendri. Sesampainya dia di ujung jalan kompleks, Sarah melihat rumah mewah yang paling megah dan mencolok di antara rumah mewah lainnya. Saat dilihat nomor rumahnya, ternyata ini rumah yang ia cari.
Akhirnya dia menemukannya, Sarah mulai merapikan bajunya dan sesekali menyemprotkan parfum.
Supaya lebih wangi dan tak bau keringat, karena seharian dia sudah berjalan kesana kemari mencari pekerjaan.
“Permisi..Selamat siang.”
Sarah menundukkan kepalanya memberi salam pada penjaga gerbang rumah mewah itu.
Dalam hati, Sarah terus berdoa. Semoga dirinya bisa diterima kerja di tempat ini.
“Selamat siang..Nona Sarah, ya?"
Dari dalam pos kecil samping pagar itu, keluarlah Pak Security yang menyapa Sarah. Lalu membuka pagar untuk Sarah.
Detak jantung yang berdegup kencang, Sarah memberanikan diri memasuki rumah mewah itu.
Tenang Sarah, jangan sampai salah bicara nanti. Kamu harus bisa mendapatkan pekerjaan ini Sarah. Ucapnya dalam hati.
"Silahkan masuk, Nona Sarah." Tangan Pak Security mempersilahkannya masuk.
Sarah mulai Melangkah memasuki teras rumah mewah. Langkahnya pelan dan matanya melihat ke sekeliling teras, dan terlihat tak jauh dari teras ada pekarangan bunga yang cantik disana.
Ketika dia melangkah ingin melihat lebih dekat bunga bunga cantik itu, terdengar suara wanita tua berumur 60 tahunan keluar dari rumah mewah itu.
“Hei, Nona Sarah. Silahkan masuk, Pak Hendri sudah menunggumu di dalam.” Dengan senyum ramah wanita itu menyuruh Sarah masuk ke dalam.
Sarah menoleh dan melemparkan senyuman menampakkan gigi putihnya. Lalu dia menganggukkan kepalanya seraya berjalan memasuki rumah mewah itu.
Dan di dalam rumah mewah itu ada seorang Pak tua yang sedang duduk di sofa menunggu kedatangannya.
Sarah berjalan pelan ke arah sofa dan duduk di seberang Pak tua itu.
“Perkenalkan, saya Hendri, yang tadi mengangkat telepon dari kamu.”
Dengan senyuman Pak Hendri memulai percakapan.
“Apakah benar kamu ingin melamar pekerjaan di sini? apakah, kamu akan sanggup bekerja di rumah ini untuk melayani Tuan Muda kita? Sudah banyak yang melamar pekerjaan di sini. Tetapi, semuanya sudah gugur. Karena mereka tak sanggup dengan sikap Tuan Muda.”
Jelas Pak Hendri sebelum menerima Sarah sebagai pelayan di sini.
“Bagaimana denganmu, Sarah? Masih mau lanjut, atau sampai di sini saja pertemuan kita?” Lanjut Pak Hendri.
Sarah berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Pak Hendri.
Dia bingung apakah semenakutkan itu Tuan Muda mereka? Sampai semuanya gugur dan tak bisa bertahan lama?
Kalau aku tak mengambil kesempatan ini, di mana lagi aku akan mendapatkan uang lebih banyak lagi.
Tak ada yang mau menerima pekerja yang hanya lulusan SMP dan tak punya ketrampilan seperti aku.
Setelah berpikir panjang, akhirnya Sarah menganggukkan kepala pada Pak Hendri.
“Baik. Saya bersedia untuk bekerja di sini, Pak.”
Dengan mantap dan tanpa rasa ragu, Sarah memberikan jawaban. Dia harus bisa bertahan demi mendapatkan uang.
Tak apa, jika majikannya nanti galak atau seram, yang terpenting dia bisa bekerja dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi.
“Ok. Kamu diterima di sini. Besok pagi pagi sekali, kamu harus sudah sampai di sini. Tak boleh terlambat.”
Setelah itu, Pak Hendri memberitahu Sarah tentang cara kerja di rumah Tuan Muda.
Setelah selesai semuanya, Sarah berpamitan pada Pak Hendri. Akhirnya, Sarah bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.
Dengan hati yang bahagia Sarah pulang kerumah.
Di rumah,
Praankkk....
“Siaallann!!.. Sarah kenapa tak membuatkan aku sarapan!!”
Dengan marah Tian membanting piring yang diletakkan di atas meja makan. Dia ingin makan setelah bangun tidur. Tetapi, tak ada makanan yang bisa dia makan.
Dengan langkah yang penuh amarah, Tian membuka pintu dan melangkahkan kaki menuju resto tempat kerja Sarah.
Sesampainya Tian di resto, tanpa basa basi dia langsung mencari Sarah.
“Sarah..Sarah!!. Keluar kau!!. Kau jangan bersembunyi Sarah!!”
Amarah Tian tak bisa dibendung lagi. Dengan berteriak, dia memanggil Sarah yang tak kunjung keluar menemuinya.
Bu Tika kaget mendengar teriakan dari luar restonya.
“Heeiii..Apa apaan kau berteriak di resto saya!! Sarah tak ada disini. Dia tak bekerja hari ini.”
Dengan perasaan yang kesal, Bu Tika berjalan keluar dan berteriak pada Tian.
“Dasar lelaki tak berguna!! Bisanya Cuma nyusahin istri saja. Biarkan saja Sarah pergi, buat apa kau masih mencarinya.”
Rasanya, Bu Tika ingin sekali melempar panci ke muka Tian. Tetapi dia masih punya sopan santun di depan para pelanggannya.
“Jangan bohong kau Bu tua!! Pasti kau sudah menyembunyikan Sarah di dalam. Awas minggir, aku mau mencarinya sendiri!!”
Dengan sekuat tenaga, Bu Tika menghalangi Tian yang ingin masuk ke dalam restonya.
Pertengkaran pun terjadi begitu saja. Beberapa pelanggan resto juga ikut membantu Bu Tika untuk menghalau Tian masuk ke dalam resto.
“Lelaki beraninya kasar dengan wanita. Kalau kau berani, hadapi saya!!” Salah satu pelanggan ada yang menantang Tian.
Tian bukan tipe orang yang penakut. Tetapi, dia juga berfikir. Kalau sampai dia menerima tantangan tersebut, dia bisa babak belur disitu.
Terpaksa Tian pergi begitu saja. Tian masih memendam amarah.
Jika Sarah pulang nanti, akan dia hajar istrinya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments