Tempat tinggal baru

Setelah Zainal dan Tiara pamit, pak Bagas melanjutkan perjalanan menuju ke Tangerang. Mereka menempuh sekitar kurang lebih dua jam perjalanan, barulah mereka sampai di tempat tujuannya.

Saat Erina turun dari mobil, ia melihat sebuah rumah yang terlihat sederhana dengan cat berwarna hijau, dengan banyak tanaman yang menghiasi halaman.

Di sebelah rumah ada empat orang menyambut kedatangan mereka dengan senyuman. Pak Bagas dan keluarga menghampiri mereka semua.

"Assalamu'alaikum ..." ucap salam dari pak Bagas dan keluarga.

"Waalaikumsallam ... "jawabnya keluarga pak Fajar. "Akhirnya kalian sampai juga. Sudah dari tadi kami menunggu kedatangan kalian."

Pak Fajar menghampiri pak Bagas lalu bersalaman dan berpelukan karena sudah lama tak berjumpa. Bu Hesti pun juga bersalaman kepada keluarga mereka.

"Niatnya tadi kita mau berangkat. Tiba-tiba ada tamu datang, tidak mungkin jika kami mengusirnya! Jadi kita temani mereka mengobrol." ucap pak Bagas. " Lagian kita bawa kendaraan sendiri, jadi tidak terburu-buru mengejar waktu."

Pak Fajar dan keluarga pun mengangguk. Lalu tatapan beliau, menatap ke arah Erina sedang menggendong putranya.

Bu Yeni, yang tak lain istri dari pak Fajar menghampiri Erina dengan tersenyum.

"Masyallah ... ini Erina, keponakan bibi Yeni?" Erina pun mengangguk, dan segera mencium tangan wanita paruh baya tersebut.

"Iya Bi ini Erina." Dengan matanya yang sudah mengembun, karena sangat merindukan wanita yang pernah menggendongnya saat iya masih kecil.

Pak Fajar pun juga tak mau kalau, ia juga menghampiri Erina keponakannya. Yang wajahnya mirip sekali dengan almarhumah Kakaknya.

"Ternyata wajah kamu mirip sekali dengan wajah ibumu Nak." Pak Fajar menyentuh wajah Erina, dengan matanya yang mengembun.

Pak Fajar juga menyentuh wajah putra kecil Erina. "Ya ampun dia tampan sekali,"

Lalu seorang wanita lebih muda dari Erina menghampirinya. "Hai Kak Erin! Masih ingat aku kah?"

"Walaupun wajahmu sudah berubah, tapi yang jelas aku ingat kamu, kalau datang selalu meminta bonekaku." Ucap Erina dengan terkekeh. "Indri, bagaimana bisa aku lupa sama kamu!"

Erina dan Indri saling tertawa, saat mengingat tentang mereka masa kecilnya.

Kini keluarga pak Bagas dan Fajar mereka saling mengobrol. Meskipun Bu Hesti ibu sambung Erina, tapi Bu Yeni mengajaknya berbicara dan bercerita.

Setelah mengobrol cukup lama, pak Fajar mengajak Erina dan keluarganya untuk melihat rumah yang akan ditempati olehnya nanti.

"Erina, ini rumah mu sekarang. Om hanya menjaganya saja. Selama ini memang di kontrakan, dari pada harus di jual." jelas pak Fajar.

"Sebenarnya hasil uang kontrakannya, om tabung, untuk merenovasi jika rumah ini ada yang rusak, agar tetap berdiri kokoh. Karena kamu menempati rumahnya kembali, nanti om akan isi rumah ini dengan perabotan. Seperti tempat tidur lemari dan kipas angin." ucap pak Fajar dengan tersenyum menatap keponakannya itu.

"Tidak usah repot-repot Om! Mendengar om sudah merawat rumah ini, aku sudah senang. Bahkan ini masih terlihat terawat, Erina suka melihat tempat tinggal ada penghijauan seperti ini," pak Fajar tersenyum mendengarnya.

Keesokan hari, setelah Erina dan keluarganya menginap di kediaman pak Fajar. Kini pak Bagas dan putri sulungnya berbelanja barang untuk mengisi rumah tersebut, dengan di temani oleh pak Fajar.

Setelah berbelanja furniture untuk keperluan Erina, Zio dan Kinan yang menempati rumah itu. Barang nya masih belum banyak, tapi setidaknya untuk merebahkan diri mereka itu sudah cukup.

Kini hampir seminggu, Erina dan keluarganya menempati rumah itu. Esok hari adalah hari yang di mana, putri pak Fajar melangsungkan pernikahan, yang di adakan di aula masjid di dekat rumahnya..

Acara yang tidak begitu mewah, namun terlihat khidmat di rasakan. Noval turut hadir di acara pernikahan itu. Dirinya datang menggunakan motor matic, milik Erina, yang sengaja dibawa agar Kakak dan adiknya bisa menggunakannya untuk keperluan sehari-hari.

Pak Bagas merasa bahagia, karena anak-anaknya terlihat kompak dan saling mengerti. Hanya Asqia saja yang sangat sulit di beri pengertiannya.

Keesokan harinya, pak Bagas, Bu Hesti dan Noval berpamitan untuk kembali pulang.

"Fajar saya titip kedua putri dan cucu saya kepada kalian. Karena hanya kalian yang dapat kami percaya." ucap pak Bagas saat menatap Erina Kinan dan Zio.

"Ya ampun Kak. Tanpa kakak mengatakan itu, sudah pasti mereka akan kami jaga. Bagaimanapun mereka putri kami juga." timpal pak Fajar ,membuat suami Bu Hesti merasa lega.

Setelah berpamitan, pak Bagas dan yang lainnya pun meninggalkan mereka semuanya. Erina, Kinan masih menatap mobil yang di kendarai ayahnya, sampai tak terlihat lagi.

"Erina, Kinan. Om dan bibi ingin pergi sebentar, ingin kondangan ke kampung sebelah. Kalian istirahat saja dulu ya!" kata pak Fajar, di angguki oleh bu Yeni.

"Iya Bi," jawab Erina dan Kinan, dengan tersenyum.

Pak Fajar dan Bu Yeni pun akhirnya meninggal Erina dan Kinan kembali ke rumahnya.

"Kak," panggil Kinan dengan tersenyum melihat tempat tinggal baru mereka.

"Hemmh ..." jawab Erina.

"Semoga di tempat tempat tinggal kita ini, tidak ada lagi yang mengusik Kakak dan Zio ya! Aku berharap Kak Erin, Zio dan aku. Bisa menemukan kebahagiaan di sini." Kinan dengan tersenyum menatap wanita yang kini ada di hadapannya.

"Amiin ..." ucap Erina dengan mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.

"Semoga kita di sini, bisa membuka lembar baru.Kakak juga bisa menikmati kebahagiaan bersama Zio, tanpa harus takut di ganggu dengan mereka." Kinan mengerti yang di maksud Kakaknya itu siapa.

"Iya, di tempat tinggal baru kita ini. Kita harus semangat, kita mulai buka lembar baru kita untuk kebahagiaan kita bersama. Aku akan selalu ada untuk Kak Erin dan Zio, keponakan ku yang tamvan.

Mmmmuuuaachh !

Kinan mencium baby Zio yang terlihat menggemaskan.

Baby Zio pun tertawa karena Kinan menciumnya dengan gemas.

"Kita kabur yuk! Onty Kinan nakal ya Nak?" tanya Erina dengan menatap wajah putranya. Zio pun terawa saat Erina membawanya masuk kedalam rumahnya.

Kinan tersenyum bahagia menatap wajah Kakaknya .Entah kenapa dirinya sangat mengagumi kakaknya itu. Wanita yang penuh dengan lemah lembut, sayang dan sabar. Membuatnya bangga akan sosok kakaknya itu. Meskipun mereka dilahirkan di rahim yang berbeda. Tetapi kasih sayangnya kepada adik-adiknya tak berubah.

Rumah yang tidak terlalu besar itu, namun membuat Erina dan Kinan nyaman menempatinya. Apalagi keadaan sekitar yang cukup tenang, membuatnya semakin betah tinggal di sana.

Rumah yang masih berisikan sedikit furniture, membuatnya menikmati kesederhanaannya. Apalagi sekarang ada Zio yang menemani hari-harinya, membuat dirinya merasa lebih bahagia.

Berbeda dengan apa yang ia rasakan saat tinggal bersama mertuanya dahulu. Menempati rumah mewah tak ada kebahagiaan dirasakannya. Hanya Damar Zainal dan Tiara yang membuatnya tetap bertahan untuk tetap di sana.

Namun ketika Damar yang sangat ia cintai, sudah berkhianat. Dirinya sudah tidak bisa bertahan dengan pria yang sudah ingkar dengan semua janjinya. Sekarang tinggal kekecewaan yang dirinya rasakan.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Selamat menempati rumah yg baru Erina..moga betah y tinggal di sana dgn lingkungan baru jg

2023-04-03

0

lihat semua
Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!