Waktu sudah menunjukkan pukul 02.30. Erina terbangun dari tidurnya, karena terdengar suara baby Zio yang menangis karena haus.
"Jam berapa ini? Kenapa Mas Damar belum pulang juga," Erina menatap wajah putranya sedang meminum ASI darinya.
Alangkah terkejutnya, saat dirinya lihat jam, sudah menunjukkan waktu pagi. "Ya ampun sudah jam setengah tiga pagi, kenapa papa kamu belum pulang ya nak?"
Erina mengambil handphonenya, tak ada pesan dari suaminya. Erin mencoba menghubungi nomornya, namun tidak aktif. Dirinya semakin merasa tak tenang, dengan Damar yang belum pulang.
Di saat baby Zio tertidur kembali, justru mata Erina terjaga, menunggu Damar yang tak kunjung datang.
"Mas, kamu di mana sih? Kenapa belum pulang juga, hampir jam empat loh. Tapi kamu belum pulang, gak kasih kabar juga lagi," Erina terus berbicara seorang diri, sambil memegangi handphonenya.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi. Erina mendengar suara mesin mobil suaminya, yang berada di halaman depan rumah. Perasaan Erina sedikit tenang, karena sudah karena suaminya sudah datang. Namun entah kenapa, hatinya masih merasa tak tenang, saat ini dia rasakan.
Saat pintu kamar terbuka, Erina melihat keadaan Damar yang terlihat kusut, bahkan penampilannya dengan rambut acak-acakan.
Erina pun berjalan mendekati Damar.
"Mas Damar, syukur kamu sudah pulang Sejak tadi aku tidak bisa tidur, mengkhawatirkan kamu yang belum pulang. Sebenarnya kamu dari mana sih mas? Kenapa tidak mengirim pesan kalau kamu pulang pagi,"
Tidak ada jawaban, yang keluar dari bibir Damar. Yang terlihat hanya tatapan mata yang tajam, yang terlihat kalau suaminya sedang tidak baik-baik saja.
"Sayang kamu kenapa? Kok pulang dari acara temen kamu, malah terlihat kusut seperti ini? Mas, kamu tidak tau, seberapa khawatirnya aku menunggu kamu yang belum pulang!"
"Nanti saja bicaranya, aku ingin bersih-bersih. Tolong siapkan baju salin untukku!" kata Damar dengan nada dingin, dan tatapannya yang membuat Erina takut.
Tanpa banyak bicara, Damar pun masuk ke dalam kamar mandi, dan menutup pintu dengan sangat keras. Erina terkejut melihat kondisi suaminya terlihat kusut, tidak seperti sosok Damar yang dia kenal.
'Mas Damar kenapa ya? Sebenarnya dia habis dari mana? Kenapa perasaanku tak enak,"
Kini Erina sudah menyiapkan pakaian salin untuk Damar. Karena terdengar suara tangis baby Zio, akhirnya dirinya menggendong anaknya.
"Sayangnya bunda, sudah bangun ya? Iih cup cup sayang, jangan nangis ya sayang!" Erina menenangkan Zio yang menangis.
Damar tersenyum melihat istrinya, yang sedang menggendong putranya. Lalu tiba-tiba senyumnya pun pudar.
"Erina," panggil Damar.
"Iya Mas, kenapa?" tanya Erina sambil menggendong baby Zio.
"Liburannya, ditunda ya? Aku ngerasa tubuhku kurang sehat, saat ini. Tidak memungkinkan untuk kita melanjutkan rencana untuk liburan," jelas Damar.
Membuat Erina terdiam, sebenarnya dirinya ingin sekali liburan bersama suaminya. Namu bagaimana lagi, saat ini kondisi Damar sedang tidak baik.
"Maafin aku ya! Bukan maksud aku tidak menempati janjiku ke kamu!"
"Yasudah Mas, tidak masalah. Yang terpenting sekarang kamu istirahat saja!" Erina mencoba tersenyum agar suami tidak merasa bersalah.
Damar akhirnya merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dengan menutupi sampai ke wajahnya, dan Erina merasa sikap suaminya sangat aneh.
Sampai beberapa hari kemudian, sejak pulang pagi saat itu, sikap Damar berubah. Terkadang di antara Erina dan suami, seperti ada jarak yang menghalanginya.
Erina merasa suaminya sedang menjauhinya, bahkan setiap dirinya ajak bicara Damar selalu menghindar.
Seperti hari ini, Erina ingin mengajak bicara, entah kenapa Damar mendiaminya.
"Mas, aku ingin mengatakan sesuatu ke kamu,"
"Kamu mau bicara apa?" tanya Damar dengan dingin.
"Mas, Minggu lalu kamu bilang, kamu ingin mengantarkan aku kerumah ayah. Kira-kira apa boleh besok aku kesana?" ucap Erina membuat Damar menatap istrinya dengan datar.
"Kamu mau ke rumah ayah, maaf aku tidak mengizinkan kamu untuk ke sana!" jawab Damar, membuat Erina nampak murung .
"Kenapa Mas, aku tidak di izinkan untuk kerumah orangtuaku! Bukankah Minggu lalu kamu yang mengatakan akan mengantarkan aku ke sana?"
"Kalau aku minta untuk tetap di rumah dan diam-diam, di dengarkan! Jangan banyak bertanya! kenapa aku tidak mengizinkan kamu untuk keluar. Paham kamu!" bentak damar membuat Erina tercengang mendengar untuk pertama kalinya dia membentaknya.
"Tapi Mas!"
"Sudahlah Erina! Aku sedang tidak ingin berdebat dengan kamu, aku lelah." Damar menghindar tatapan dari istrinya.
Ada rasa kecewa di benaknya, kenapa bisa suaminya berpikir seperti itu. Erina merasa ada hal yang di sembunyikan suaminya,
"Aku bukan ingin berdebat Mas! Aku hanya bertanya saja. Kamu kenapa sih? Beberapa hari ini kamu selalu menghindar dari aku, nada bicara kamu terkesan dingin. Sejak kamu pulang pagi saat itu, kamu seperti bukan Damar yang aku kenal," kata Erina dengan mata yang sudah mulai basah.
Bahkan ucapan Erina tak di dengarkan, justru Damar hanya menatapnya dengan tatapan dingin.
Hari-hari terus di lalui Erina di rumah itu, suasana rumah yang sudah membuatnya merasa tak lagi nyaman. Ibu mertuanya yang memang tak pernah suka kepadanya, serta perubahan sikap suaminya yang selalu menghindar. Keadaan seperti itu membuat dirinya menjadi tak lagi nyaman tinggal di rumah.
Sedangkan Zainal dan juga anak istrinya kini sedang menginap di rumah orang tua Tiara. Padahal hanya mereka teman yang bisa di ajak bicara. Rumah itu sunyi bagaikan tak berpenghuni.
Saat siang hari, ketika Erina sedang mengajak putra kecilnya bermain di halaman. Terlihat sebuah mobil yang masuk ke garasi mobil. Rupanya yang datang adalah Zainal Kaka iparnya.
"Erin, kamu di sini?" tanya Zainal menghampiri Erina.
"Iya Kak, memang mau kemana? Di dalam terus juga bosen, mau keluar pun juga tak di izinkan mas Damar," Erina dengan senyum kecutnya.
Zainal melihat adik ipar, merasa tak tega.
"Kak Zainal, istrimu kapan kembali kesini? Aku tinggal di rumah ini, seperti kuburan tak berpenghuni"
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Laksmi Ngurah
jangan pergi erina pertahankan suamimu
2023-11-12
2
LISA
Pasti Damar udh dipengaruhi sm Melodi..bahkan mngk mrk selingkuh udh Erina kembali aj ke ortumu..buat apa toh suami n mertuamu sikapnya spt itu
2023-03-22
1