Kedatangan Zainal

Keesokan harinya seluruh keluarga pak Bagas sedang berada di ruang makan menikmati sarapan pagi bersama namun hanya sekian yang tidak hadir di kursi makan

Pak Bagas menatap putri sulungnya, yang terlihat masih berdiam diri kepadanya. Beliau mengerti kenapa Erina diam, dirinya bukannya marah melainkan tidak ingin membuat ayahnya marah.

Selesai sarapan Pak Bagas duduk di kursi bersama Bu Hesti dan kedua anaknya. Sedangkan Erina sedang menggendong baby Zio yang baru bangun tidur.

"Sini sayang sama Onty Kinan!" Zio pun berjalan menghampiri tantenya.

Semuanya pun tertawa melihat mungilnya Zio yang berlari menghampiri Kinan.

"Ekhem." Pak Bagas berdehem. "Erin," panggilnya.

"Iya Yah," jawab Erina.

"Duduk sebelah sini! Ada yang ingin ayah katakan sama kamu," pinta pak Bagas.

Erina pun duduk di sebelah ayahnya. Pak Bagas tersenyum kepada putrinya.

"Kamu ingat Om Fajar, adik ibumu yang di Tangerang itu?" tanya pak Bagas, Erina mengangguk

"Om Fajar, ayahnya Indri?" tanya balik Erina, pak Bagas mengangguk. "Ada apa Yah dengan om?"

"Iya semalam om kamu menghubungi ayah. Beliau mengundang kita sekeluarga untuk datang ke pernikahan Indri." Erina mengangguk.

"Syukurlah kalau dia sudah menemukan jodohnya, aku senang mendengarnya." ungkap Erina dengan senangnya.

"Mengingat obrolan kita yang semalam, dengan permintaan kamu.Ayah dan ibu kamu semalam mempertimbangkan kembali dengan niat kamu itu!" Erina terkejut mendengar apa yang dikatakan ayahnya.

Bukan hanya Erina Noval dan Kinan yang sedang mengajak baby Zio main pun juga ikut penasaran.

"Lalu tanggapan ayah apa?Apa boleh Erin hidup mandiri bersama Zio?" tanya Erina.

Noval dan Kinan saling menatap.

"Ayah izinkan kamu Nak. Tapi jika kamu masih tinggal di kampung sini percuma. Ayah punya usul bagaimana kamu tinggal di dekat rumah om Fajar?" usul pak Bagas.

"Di Tangerang Yah?" pak Bagas mengangguk. "Tidak apa jauh di sana?" tanya Erina kembali.

"Kenapa tidak? Ayah merasa aman jika kamu di sana, karena ada om dan bibi kamu yang memperhatikan kamu. Mereka sangat merindukan kamu Rin?" jelas pak Bagas.

"Kak Erina ingin pergi dari rumah ini?" tanya Kinan, tiba-tiba main menyambar pembicaraan ayahnya dan kakaknya.

"Kenapa pindah, apa ada masalahnya dengan kejadian semalam?" timpal Noval, membuat Kinan yang tidak tau permasalahan semalam nampak kebingungan.

"Semalam? Memang ada kejadian apa tadi malam, aku tidak tahu?" tanya Kinan.

Erina menjadi diam saat mengingat kejadian semalam.

"Nanti saja Kakak cerita ke kamu Kin, jangan sekarang." Bisik Noval dan Kinan mengangguk.

Lalu pak Bagas melanjutkan pembicaraan yang sudah terpotong. Bu Hesti, Noval dan Kinan mendengar obrolan Kakak sulung dan ayahnya.

"Bagaimana menurut kamu Rin?" tanya oaj Bagas.

"Boleh ya, Erina setuju jika memang ayah maunya seperti itu. Lagian benar kata ayah, jika masih di sekitar sini, pasti Damar Melody dan Bu Nurma akan selalu datang mengganggu aku." jawab Erina membuat pak Bagas dan Bu Hesti merasa lega.

"Ya sudah kalau begitu weekend kita ke sana, sekalian kita silahturahmi ke rumah om Fajar." usul pak Bagas Erina dan Bu Hesti mengangguk.

"Aku ikut Yah! Kalau memang boleh aku ingin menemani Kak Erin di sana. Aku sudah lulus sekalian cari kerja di sana!" timpal Kinan yang mengusulkan dirinya untuk tinggal bersama kakaknya.

"Bagaimana Yah? Apa boleh Kinan tinggal bersama kakaknya, sekaligus menemani Erina dan Zio?" kata Bu Hesti.

Pak Bagas menatap wajah Kinan yang menunjukkan wajah memohon, membuat dirinya menjadi tidak bisa menolak permintaan anak bungsunya.

"Ya sudah kamu boleh ikut Kakak kamu. Tapi kamu jangan manja! Kamu bantu kak Erina untuk menjaga Zio yang ganteng ini.Iya Nak, cucu kakek yang pintar," baby Ezio tersenyum kepada pak Bagas.

"Yeeeaaahh ... terimakasih Yah. Aku tidak akan manja, dan membantu kak Erina." Kata Kinan kegirangan.

Erina dan yang lainnya pun tersenyum mendengarnya. Sebenarnya Noval ingin ikut juga, karena tanpa ada kakak dan adiknya rumah akan terasa sepi. Apalagi tidak ada Zio yang menggemaskan itu, pasti sangat membosankan.

Noval hanya dekat dengan Erina dan Kinan saja, jika dengan Asqia, dirinya tidak begitu dekat dengannya.

Hingga tiba saatnya di mana Erina dan keluarganya sedang mengemas barang- barang yang akan di bawa Erina dan Kinan yang akan tinggal di sana.

Mereka tidak banyak membawa barang, hanya membawa pakaian dan beberapa barang yang akan di butuhkan.

"Bagaimana sudah siap semuanya?" tanya pak Bagas.

"Sudah Yah," jawab Kinan, pak Bagas pun tersenyum.

"Erina untuk keperluan kamu dan Zio sudah siap. Terutama susu untuk Zio jangan sampai tertinggal!" kata pak Bagas, yang melihat bagasi mobil.

"Keperluan Zio sudah semuanya Yah. Tadi ibu yang mengingat semuanya," jawab Erina merangkul pundak Bu Hesti yang sedang menggendong cucunya.

"Ya sudah yuk kita berangkat!" pak Bagas menutup pintu belakang mobilnya.

Namun tiba-tiba ada mobil dari arah belakang memberikan klakson, Erina mengenal mobil itu. Saat pemilik mobil nya keluar Erina pun tersenyum lalu menghampiri mereka.

"Kak Zainal, Tiara ," Erina pun menghampiri mereka lalu bersalaman.

Zainal dan Tiara menghampiri keluarga Erina, yang di mana ia merasa tak enak hati dengan pak Bagas dan keluarganya.

"Erina bagaimana kabar kamu?Ya ampun aku kangen banget dengan kalian beberapa bulan kita tidak ketemu?" tanya Tiara.

"tiga bulan Kak, kita gak ketemu.Hai ganteng Arkana!" sapa Erina menyentuh baby gembul itu.

Zainal melihat Erina dan keluarga sudah siap seperti ingin pergi.

"Sepertinya kami datang di waktu yang kurang tepat ya?" tanya Zainal.

"Iya Zainal kami hendak mengantar Erina," jawab pak Bagas.

"Mengantar Erina ke mana Pak?" tanya Zainal.

"Ke rumah kerabat kami. Erina akan tinggal di sana!" ucap pak Bagas ada nada tak enak bagi Zainal.

Erina menyentuh lengan ayahnya agar tenang, tidak terpancing emosi. Seketika raut wajah dingin pak Bagas menjadi tenang.

Zainal dan Tiara mengerti sikap dinginnya pak Bagas keada mereka. Mungkin beliau kecewa atas apa yang di lakukan Damar kepada putrinya.

"Sebenarnya kami datang kesini berniat ingin meminta maaf kepada pak Bagas dan keluarga. Atas apa yang di lakukan adik saya kepada Erina!" terlihat wajah tak enak yang di tunjukkan Zainal.

Pak Bagas pun mengerti, lalu beliau mengajak Zainal anak dan istrinya untuk masuk kedalam.Untuk melanjutkan pembicaraan.

Saat berada di dalam, Kinan membuatkan minuman untuk mereka. Zainal menatap Erina yang pernah menjadi adik iparnya, merasa tak tega. Apalagi Tiara, yang sudah menganggap iparnya sudah seperti adiknya.

" Saya minta maaf, atas apa yang dilakukan Damar dan ibu kepada kamu Rin!" Saya juga sangat menyesalkan sikap adik saya itu, saya sebagai Kakak sudah gagal mendidik adik saya." Ucap Zainal dengan wajah tak enak dengan rasa bersalahnya.

Pak Bagas jadi merasa tak enak, melihat wajah Zainal dengan rasa bersalahnya. Sebenarnya Pria di hadapannya itu tidak bersalah, hanya saja dirinya kesal dengan sikap adik dan ibunya.

Bersambung

Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!